Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Perayaan


__ADS_3

"Bukankah Kamu mengatakan Anin adalah wanita polos dan juga baik? tentu saja Dia tidak akan keberatan dengan itu. Palingan Dia akan menjatuhkan air matanya jika sendirian, dan berusaha baik-baik saja di depan orang lain." lagi-lagi Dilan senyum sinis.


"Bahkan Dia rela mengadaikan mas kawinnya hanya untuk membelikanmu sebuah hadiah, dan apa balasanmu? Kamu bahkan tidak menyiapkan hadiah apapun padanya, dan malah meninggalkannya sendirian dan pergi bersama wanita lain."


"Di mana Dia mengadaikannya?"


"Kenapa? apa Kamu akan menebusnya dan menjadi pahlawan baginya?"


"Itu bukan urusanmu" Kevin melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Dilan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Dimana Dilan?" tanya Tari saat membukakan pintu untuk Anin.


"Bukannya menyambutku, Kamu malah menanyakan orang lain" Anin mengerucutkan bibirnya dan mendaratkan tubunya di sofa depan TV.


"Selamat ulang tahun sayang" Tari memeluk Anin begitu erat, membuatnya sesak nafas.


"Katanya kalian pacaran ya?" tanya Anin saat melihat Ans sedang menyusun sesuatu di meja makan.


Ans dan Tari menyiapkan perayaan sederhana untuk Anin atas perintah Kevin.


"Tidak, Kami hanya pura-pura pacaran demi keberlangsungan hidup Kami masing-masing, dan setelah menemukan cinta Kita masing-masing Kami segera mengakhirinya" jawab Tari yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Kenapa harus mengakhirinya? kenapa tidak dilanjutkan saja? bukankah Ibu Ans merestui kalian?" Anin menaik turunkan alisnya.


"Tidak bisa, Aku sama sekali tidak mencintainya" jawab Tari cepat.


"Tidak adakah rasa cinta sedikit saja yang tumbuh di hati kalian setelah sekian lama tinggal bersama?" Anin mengembalikan kata-kata Tari dulu padannya dengan penuh senyuman.


"Tidak ada" jawab Tari dan juga Ans serempak, Ans yang tidak sengaja mendengar pertanyaan Anin segera menyahuti perkataan Anin dan melanjutkan niatnya yang akan masuk kedalam kamar mandi.


"Aku sama sekali tidak mencintainya, belum ada tanda-tanda bahwa Aku mencintainya, Aku bahkan tidak merasakan debaran yang begitu hebat saat bersamanya. Orang yang jatuh cinta itu rasanya akan sangat berbeda, jika Kamu bertemu dengan orang yang Kamu sukai, jantungmu akan berpacu dengan sangat cepat, saat bersamanya Kamu serasa ingin menghentikan waktu agar itu tidak cepat berlalu, merasa nyaman saat bersamanya"


"Kenapa semua yang dikatakan Tari Aku dapat merasakannya saat bersama mas Kevin, apa Aku benar-benar jatuh cinta pada Mas Kevin?" batin Anin.


"Dan Aku tidak akan jatuh cinta pada Pria jadi-jadian seperti sekretaris Suamimu itu, yang suka muncul tiba-tiba seperti hantu saja."


"Apa yang Kamu katakan? pantas saja sedari tadi Aku bersin terus, ternyata Kamu sedang ngomongin Aku ya" Ans menimpali.

__ADS_1


Ya Ans sedari tadi berdiri di belakang Tari dan memberi kode pada Anin agar tidak memberitahukan keberadaanya.


"hmm" Ans berdehem setelah lama terdiam. "Ini pasti hadiah untuk Tuan Kevin kan?" Ans memberikan sebuah kotak pada Anin. "Tuan Kevin menyuruhku membuangnya, karena mengira itu hanyalah peralatan makan, dan maaf karena penasaran Aku membuka pembungkusnya"


"Tidak apa-apa" Anin menatap sendu kotak yang ada di hadapannya.


"Ans tolong bukakan pintu, itu pasti tamu spesial Kita" Tari menyuruh Ans membuka pintu setelah mendengar suara bel berbunyi, dan Ia sangat yakin tamu itu adalah Dilan.


"Ogah, Aku tidak akan membukakan pintu untuk Pria itu" bukannya membuka pintu Ans malah duduk di samping Tari.


"Ans cepatlah! tidak baik membuat tamu menunggu, atau Aku saja yang membukanya" saat Anin akan berdiri, Ans juga ikut berdiri dan mendahului Anin membuka pintu


Ans membuka pintu dan menampilkan senyumnya walaupun itu di paksakan "Selamat datang di rumah Kami, silahkan masuk pak Dilan" Ans mempersilahkan Dilan masuk setelah itu Ia kembali duduk di samping Tari.


Seperti biasa Dilan tidak akan melupakan senyumannya jika bertemu dengan seseorang, karena baginya senyum adalah ibadah, dengan memberikan senyuman pada setiap orang, itu akan memberikan kesan yang baik bagi sang penikmatnya.


Dilan menghampiri Anin dan memberikan kado untuknya. "Selamat ulang tahun, semoga panjang umur, sehat selalu dan selalu hidup bahagia" ucapan selamat dari Dilan.


"Terimakasih" jawab Anin.


Dilan menangkap sesuatu yang tak asing baginya. "Kenapa itu ada disini? bukannya Kamu sudah memberikannya pada Kevin?" tanya Dilan.


"Ikut Aku!" Dilan mengambil kotak tersebut dan menarik tangan Anin keluar dari kontrakan Tari.


"Pergilah nikmati malam kalian, jika perlu jangan bawa Anin pulang, pergi dan tidak pernah kembali lagi, dengan begitu Kevin akan merasakan yang namanya kehilangan" teriak Tari walaupun mereka tak terlihat lagi.


"Apa yang Kamu katakan" protes Ans.


"Terserah Aku, mulut-mulut Aku."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilan membawa Anin kesebuah Kafe yang sudah ramai pengunjung karena kebetulan malam ini adalah malam minggu.


Saat akan melangkahkan kakinya lebih dalam lagi memasuki kafe tersebut, tidak sengaja Anin memperhatikan mading yang terdapat banyak sekali foto berukuran kecil di sana. Ada rasa sakit dan juga cemburu melihat foto-foto kedekatan Kevin dengan Anna walaupun Ia tahu itu adalah foto lama sebelum mereka menikah.


Anin memutuskan duduk di sebuah kursi yang berda di sudut ruangan bersama Dilan. Anin memanggil pelayan "permisi"


"Ada yang bisa saya bantu Nona?" pelayan tersebut memberi hormat.

__ADS_1


"Tolong berikan ini pada Pria yang sedang duduk di sebelah sana, bilang saja dari seseorang sebagai kejutan" Anin memberikan kotak jam tangan tersebut dan menunjuk Suaminya yang sedang duduk dekat panggung.


"Baiklah Nona" pelayan itu segera melaksanakan perintah Anin.


"Sudah selesaikan, ayo Kita pergi" ajak Dilan.


"Aku ingin melihat reaksinya dulu"


"Baiklah, Aku pergi dulu, Aku tidak ingin melihat ekspresi bahagianya" jujur Dilan.


"Hati-hati kak" tiba-tiba saja Anin memanggil Dilan dengan panggilan kakak membuat Dilan tersenyum.


Dilan menatap Kevin sekilas dari kejauhan sebelum pergi. "Aku harap Kamu bisa selalu membahagiakannya, Kevin" batin Dilan


"Permisi Tuan, ini ada titipan dari seorang wanita, dan hanya mengatakan bahwa itu adalah kejutan" ucap pelayan itu memberikan kotak tersebut pada Kevin.


"Terima kasih" Kevin mengambil kotak tersebut dan membukanya.


"Dimana Anna bisa mendapatkan jam tangan ini? Dia benar-benar mengerti apa yang Aku sukai" Kevin benar-benar bahagia mendapatkan jam tangan tersebut dan menganggap Anna yang memberikannya.


Anin sangat bahagia melihat kebahagian Kevin, apa lagi saat Kevin memakai jam tangan tersebut, Ia benar-benar merasa di hargai untuk itu.


"Seperti tahun-tahun sebelumnya, malam ini seseorang akan memberikan kejutan pada Pria yang sangat dicintainya, siapa lagi kalau bukan untuk Tuan Kevin" ucap seorang Mc mulai membuka acara.


Suara tepuk tangan bergemuruh didalam ruangan tersebut, membuat Kevin tersenyum.


"Kita panggil bintang utama Kita yaitu Nona Anna"


-


-


-


TBC


jangan lupa dukung Author dengan memberikan like, komen, dan vote.


Selamat malam minggu para readers tercinta😊

__ADS_1


__ADS_2