
"Apa jangan-jangan Kamu sudah mulai jatuh cinta pada Anin?" ledek Ans
"Tentu saja tidak, cintaku hanya untuk Anna seorang" jawab Kevin
"Benarkah? lalu kenapa Kamu begitu perhatian pada Anin?" goda Ans.
"Ans apa kau mau...."
"Baiklah Aku percaya padamu"ucap Ans senyum.
"Ans rangkum ulang semua data keungan selama tiga tahun belakangan ini" perintah Kevin dengan seringa liciknya meninggalkan Ans didalam ruangannya.
"Apa kau bercanda? itu tidak masuk akal?", teriak Ans namun Kevin sudah menghilang dari pandangannya.
Setelah membereskan pekerjaannya, Ans juga pulang kerumahnya, karena merasa sangat lelah Ia segara mengambil handuk dan baju gantinya lalu bejalan kearah kamar mandi.
Dan kebetulan Ia berpapasan dengan Tari yang juga baru saja pulang kerja dan bersiap-siap juga untuk mandi.
Mereka saling melempar tatapan sebelum berebut masuk kedalam kamar mandi. ya mereka berubut kamar mandi karena memang didalam rumah itu hanya satu kamar mandi.
"Aku yang duluan sampai disini, jadi aku yang haru mandi duluan" ucap Ans😏
"Tidak, Aku perempuan jadi seharusnya kau mengalah padaku"ucap Tari☺️
"Enak aja, mau Kau perempuan atau bukan, yang jelas Aku yang duluan masuk"😅
"Ans" teriak teriak Tari😖 "Kau sungguh Pria paling egois yang pernah Aku temui" teriak Tari saat Ans berhasil masuk kedalam kamar mandi mendahului dirinya.
"Biarin, bukan kamu saja, Aku juga baru pertama kalinya bertemu dengan wanita bar-bar seperti mu" teriak Ans dari dalam kamar mandi.
Sembari menunggu Ans keluar dari kamar mandi, Tari menelfon Anin karena ingin memastikan sesuatu, namun Anin tak kunjung menjawab telfonnya, akhirnya Tari memutuskan mengirimkan pesan pada Anin.
"Apa Kau tahu? ternyata Kevin punya pacar sebelum kalian menikah, dan mereka masih bersama sampai sekarang, dan satu minggu lagi Suamimu akan berangkat ke Eropa hanya untuk berkencang dengan pacarnya" isi pesan Tari.
Anin membaca pesan Tari setelah Ia membersihkan piring kotor yang di gunakannya makan malam bersma Kevin.
Hati Anin bagai diremas-remas mengetahui kenyataan bahwa Suaminya akan ke luar negeri untuk berkencang dengan pacarnya, walaupun Ia sudah mengetahui semua ini.
Dengan langkah malas Anin memasuki kamarnya dan mendapati Kevin tengah bertelfonan dengan seseorang di ruanga ganti baju.
"Apa yang Kau sedihkan Anin? Kau kan tahu sendiri bahwa Dia mempunyai pacar dan tidak mungkin Dia mencintaimu" batin Ainn
__ADS_1
"Tentu saja Aku akan datang sayang, karena ini adalah penampilan perdanamu" ucap Kevin.
Anin segera membalikkan tubuhnya saat mengetahui Kevin akan membuka pintu, dan alhasil Ia menabrak meja rias hingga semua isinya terjatuh ke lantai.
"......"
"Ada kucing yang menjatuhkan vas bunga, sudah dulu ya" ucap Kevin mengakhiri sambungan telfonnya.
Kevin segera menghampiri Anin yang terdudul di atas lantai dan menuntunnya berdiri lalu mendudukkanya di atas tempat tidur.
Dengan telaten Kevin mengusut lutut Anin yang membentur kaki meja tadi.
"Maaf" ucap Anin lirih.
"Maaf untuk apa?"
"Maaf karena membuatmu susah bertemu dengan pacarmu, tapi Kamu tenang saja, Aku akan membantumu agar bisa berangkat ke Eropa tanpa Oma mencurigaimu" ucap Anin.
"Tidak perlu meminta maaf, biarkanlah semua ini berjalan dengan semestinya tidak usah saling manyalahkan." ucap Kevin dan membaringkan tubuh Anin, setelah itu Ia juga membaringkan tubuhnya di sofa bed.
Kevin tidak berani tidur satu ranjang dengan Istrinya, karena Ia juga adalah laki-laki normal yang tidak akan bisa menahan nafsunya jika tidur dengan seorang wanita, sementara hatinya masih untuk orang lain.
****
"Anin apa Kau sudah membaca pesanku? apa Kau tahu semua ini?" rentetan pertanyaan keluar dari mulut Tari sakin penasarannya.
"Eum...." Anin hanya menganggukkan kepalanya.
"Kamu diam saja setelah mengetahui semua ini?" tanya Tari kesal.
"Aku bisa apa? Aku sudah tahu Dia punya kekasih tapi Aku tetap menikahinya, jadi wanita itu tidak salah, yang salah itu Aku karena merebut kebahagiannya Anna" jelas Anin.
"Anin kenapa Kau begitu bodoh? walaupun Dia pacar Kevin tapi Kamu adalah Istri sahnya, jadi Kamu berhak melarangnya bertemu dengan kekasihnya." ucap Tari Kesal.
"Aku tidak pantas jika dibandingkan dengannya, lagi pula kita juga tidak saling mencintai, dan status ini hanya untuk sementara saja" ucap Anin dengan raut wajah sedih namun berusaha tetap biasa-biasa saja didepan Tari.
"Apa tidak ada sedikit rasa cinta tumbuh di antara kalian selama kalian bersama? hidup dalam rumah yang sama, tidur didalam kamar yang sama?" tanya Tari.
"Bagaimana jika Kau menuntutnya dengan alasan perselingkuhan, Aku akan menjadi pengacaramu gratis oke" ucap Tari mengayungkan tangannya membentuk hurup O.
"Yah jika Kamu menjadi pengacaraku, Kevin akan memanggil pengacara Charles untuk menjadi pengacaranya. Aku tidak tahu Kau akan menang Atau kalah, jika setidaknya Kamu menang mungkin saja Kamu akan dipecat kerena berani melawan bosmu sendiri" Ancam Anin dengan senyuman penuh arti.
__ADS_1
"Ais Kau itu yah, selalu saja tidak mau mengalah denganku, tapi tetap saja Aku tidak setuju jika Kamu diperlakukan seperti ini." protes Tari.
"Memperlakukan seperti apa? Kevin itu memperlakukanku dengan sangat baik, hanya saja hatinya masih untuk orang lain. jadi Kamu jangan khawatir Kevin tidak akan memperlakukanku dengan buruk." bela Anin.
"Aku akan mendukung setiap keputusan mu sayang" ucap Tari
"Kalau begitu Aku pamit dulu, masih banyak pekerjaan yang harus Aku lakukan" ucap Anin bangkit dari duduknya.
"Pergila Nyonya Kevin, oh iya sekarang Kamu bukan hanya Nyonya Kevin tapi Kamu juga sekarang menjadi sekretaris Direktur, kau memang hebat sayang" goda Tari.
"Baiklah Aku pergi dulu pengacara cerewet." ucap Anin berlalu pergi.
Setelah sampai di perusahaan seperti biasa Anin akan disibukkan dengan berkas-berkas yang harus ia tanda tangani.
Dan hari ini Anin akan menghadiri rapat untuk pertama kalinya dengan Ans dan juga Kevin.
Selama rapat berjalan Anin beberapa kali hampir tertidur jika saja Ans tidak menyenggol lengannya, sementara Kevin hanya tersenyum melihat tingkah Istrinya.
"Apa kau sudah mengantuk?" tanya Kevin.
"....." Anin mengelengkan kepalanya.
Hingga makan siang pun menjelang namun rapat belum selesai juga dan kebiasaan Anin masih sama hampir tertidur diruangan rapat, bukan itu saja perutnya sudah sangat lapar.
Kevin yang menyadari itu segera angkat bicara. "Sudah waktunya makan siang, rapat dilanjutkan setelah makan siang selesai" ucap Kevin.
"Tapi tuan Kevin biasanya dalam rapat Anda, tidak ada kata makan siang" protes Ans yang tidak mengerti dengan jalan pikiran Tuannya.
Kevin menatap tajam pada sekretarisnya itu, Ans yang menyadari itu segera membuka suara "ah iya saatnya makan siang, laporannya di lanjutkan setelah makan siang" ucap Ans membubarkan semua karyawan.
Kevin mengajak Anin makan di sebuah restoran dekat perusahaan. Lama mereka mengobrol hingga makan sudah terhidang di depan mereka.
Kevin memberikan makanan sehat untuk Anin, sementara Ia makan steak.
Anin terus menatap makanan yang Kevin makan, Kevin yang menyadari itu segera memotong stek tersubut dan menyuapkannya kemulut Anin, dan dengan senang hati Anin membuka mulutnya.
"Kau sudah .........
-
-
__ADS_1
-
TBC