Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Bab 143


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Lisa baru tiba di kota tempat Raka dan keluarganya tinggal.


Saat itu di bandara.


Lisa sudah siap untuk meninggalkan Bandara itu, dia bejalan santai dengan raut wajahnya yang penuh kebahagiaan, dia menyeret kopernya!


Saat akan menaiki taksi, tak sengaja Lisa melihat Rea sedang bersama wanita hamil yang tidak dia kenali, di sana.


"Rea," gumam Lisa.


Lisa menatap Rea yang sepertinya sedang berbahagia itu.


"Siapa yang bersama Rea?" Lisa bertanya pada dirinya sendiri.


"Mbak, jadi numpang di taksi saya gak?" tanya supir taksi itu kepada Lisa karena Lisa masih berdiri di luar sembari menatap ke arah Rea.


Lisa terperanjat saat mendengar perkataan sang sopir.


"Eh, iya Pak. Pak kayaknya saya gak jadi deh," ucap Lisa.


"Gimana sih, Mbak, saya udah nunggu dari tadi malah gak jadi," ucap supir taksi itu.


"Maaf ya, Pak. Kalau gitu ini ambil saja, anggap saja uang bensin karena Bapak udah datang untuk jemput saya."


"Ya udah, makasih ya Mbak."


Supir taksi itu segera pergi meninggalkan Lisa di tempat itu.


Lisa kembali mengarahkan pandangannya ke tempat tadi dia melihat Rea.


"Loh, kok gak ada, kemana wanita itu?" gumam Lisa.


Lisa berjalan untuk mencari Rea!


...****************...


"Ih, kak Raka lama banget, katanya udah nyampe dari tadi," ucap Rea.


"Sabar, Mbak mungkin Mas Raka ke toilet dulu atau ada keperluan lain dulu," ucap Amanda.


"Tapi kita udah di sini sejak tadi, Manda. Aku sih gak apa-apa mau di sini sampai nanti malam juga. Aku mikirin kamu, kamu tuh lagi hamil gimana kalau tiba-tiba kamu kram atau kenapa-kenapa."


Amanda tersenyum lalu meraih tangan Rea!


"Aku gak apa-apa, aku kuat kok, Mbak."


"Tiap hari juga kamu ngomongnya gitu."


"Oh wanita malang ini ternyata sudah bisa tertawa ya," ucap Lisa sembari berjalan menghampiri Rea dan Amanda!


Rea dan Amanda menoleh ke arah suara!


"Lisa?" ucap Rea.


"Hai Rea, apa kabar?" ucap Lisa dengan senyum sinis nya.


Rea tak menjawab, dia hanya diam dan tak menghiraukan Lisa.


"Rea, aku datang untuk mengambil Raka, karena apa? karena Raka hanya milik aku," ucap Lisa.

__ADS_1


Rea menatap Lisa lalu tersenyum tipis.


"Lisa, kamu jadi perempuan, bisa gak sih jangan ganggu hidup aku terus?" ucap Rea.


Lisa tertawa kecil lalu berjalan memutari tubuh Rea.


"Aku gak ganggu hidup kamu Rea. Bukannya sudah lama, Raka ninggalin kamu ya."


"Mbak, kita pergi saja dari sini!" ucap Amanda sembari menarik tangan Rea pelan.


"Kamu benar, Manda lebih baik kita pergi saja dari sini. Kita gak perlu meladeni orang seperti ini," ucap Rea.


Rea dan Amanda pergi meninggalkan Lisa tanpa pamit!


Lisa menatap kepergian Rea dengan senyuman penuh kemenangan.


"Aku yakin, Raka akan menikahi aku. Dia pasti senang saat tahu kalau aku sudah berpisah dengan Jasson," ucap Lisa didalam hatinya.


...****************...


Fachri datang lagi ke kota itu untuk mencari kekasih hatinya.


Saat itu adalah yang ke dua kalinya Fachri datang ke kota asalnya untuk mencari Amanda dan keluarganya.


Saat itu Fachri sedang menunggu lampu merah berubah menjadi hijau.


Tanpa sengaja Fachri melihat seorang anak laki-laki berseragam putih biru sedang berdiri di tepi jalan. Sepertinya anak itu hendak menyebrangi jalan itu.


"Salman," gumam Fachri.


Baru Fachri ingin turun dari mobilnya lampu merah sudah berubah jadi hijau, kendaraan yang mengantri di belakangnya beramai-ramai membunyikan klakson agar Fachri melajukan mobilnya.


Fachri menatap anak laki-laki itu lalu segera melajukan mobilnya karena tak ingin menyebabkan kemacetan!


Fachri berjalan sembari mencari-cari anak itu namun dia tak mendapati anak itu sepertinya anak yang dipanggilnya dengan nama Salman itu sudah pergi dari tempat itu.


"Kemana, dia?" tanya Fachri pada dirinya sendiri.


Fachri segera kembali ke mobilnya karena dia harus melanjutkan pencariannya.


"Pasti mereka tinggal di sekitar sini," gumam Fachri.


...****************...


Di kediaman Raka.


"Kak, tadi aku ketemu sama mantanmu," ucap Rea.


Raka menatap Rea dengan tatapan aneh, dia nampak terkejut mendengar ucapan Rea.


"Apa! Dimana? Terus dia bicara apa sama kamu?" tanya Raka.


Amanda menatap Raka dengan tatapan misterius.


"Kenapa kamu begitu terkejut, Mas? Apa ini ada hubungannya dengan yang wanita itu katakan?" ucap Amanda didalam hatinya.


"Dia bilang dia mau kembali sama kamu. Aku gak tahu apa maksudnya, tapi wajahnya begitu bahagia," sahut Rea.


Drrt!


Drrt!

__ADS_1


Drrt!


Saat Raka akan berkata, ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk. Raka segera melihat siapa yang mengirim pesan padanya lalu segera membacanya setelah tahu Lisa yang mengirim pesan padanya.


"Ada apa? Kenapa kakak jadi panik?" ucap Rea.


Raka terlihat panik setelah membaca pesan itu karena itulah Rea bertanya kepada Raka.


"Tidak, tidak ada apa-apa. Sayang, aku ada urusan sebentar, aku pergi ya," ucap Raka.


"Loh, kak. Kamu kok mau pergi? Memangnya kamu gak capek kan kamu baru saja tiba dari luar kota," oceh Rea.


"Sebentar saja."


Raka langsung pergi tanpa menghiraukan Rea yang melarangnya pergi!


"Ada apa sih, aneh banget," gumam Rea.


"Mungkin ada masalah di kantor, Mbak," ucap Amanda yang tak ingin membuat Rea khawatir.


...****************...


Setelah lima belas menit melakukan perjalanan, akhirnya Raka tiba di suatu tempat, dia langsung turun dari mobilnya setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkir!


"Lisa, kamu mau ngapain ke sini?" tanya Raka tanpa basa-basi.


"Raka aku mau kita segera menikah karena aku sudah bercerai dengan Jasson," ucap Lisa.


"Apa! Menikah?" Raka menatap Lisa dengan tatapan tak percaya.


"Iya, kamu mau kan menikahi aku?"


"Tidak Lisa, aku tidak mau menikahi dirimu."


"Kenapa? Bukankah kamu menginginkan aku berpisah dari Jasson?"


"Aku tidak mencintai kamu Lisa, aku hanya mempermainkan dirimu, aku memang ingin ku pisah dari Jasson karena aku tidak mau kamu hidup bahagia diatas penderitaan Rea dan aku."


"Apa maksudmu Raka! Kenapa kamu mempermainkan aku seperti ini? Aku sudah bercerai dengan Jasson karena ingin bersamamu tapi kamu malah begini!"


Lisa mulai mengeluarkan air matanya, entah itu air mata kepalsuan atau air mata kesedihan tapi yang pasti wanita itu menangis. l


"Jasson mencerahkan kamu karena kamu tidak bisa punya anak lagi, Lisa bukan karena kamu ingin hidup bersamaku. Aku tahu selama ini kamu hanya memanfaatkan aku saja."


"Raka aku mohon menikahlah dengan aku, aku beneran cinta sama kamu."


"Maaf, Lisa, aku tidak bisa karena aku sudah memiliki dua istri. Pertama Rea dan yang ke dua namanya Amanda, dia sedang hamil."


Lisa terdiam, dia baru ingat bahwa tadi pas di bandara Rea sedang bersama wanita hamil.


"Mungkinkah wanita itu yang dimaksud oleh Raka?" batin Lisa.


"Mulai sekarang, kamu jangan ganggu aku lagi. Aku sudah selesai membalaskan dendam ku padamu karena sebelum aku bertindak kamu sudah mendapatkan karma duluan. Ingat Lisa, jika kamu mengganggu hidup aku dan juga keluargaku aku tidak akan segan-segan memberikan kamu hukuman yang lebih pedih dari yang ku lakukan dulu pada Rea!"


Raka pergi meninggalkan Lisa di tempat itu! Raka merasa sudah cukup puas dengan kejadian yang menimpa Lisa.


Lisa menatap kepergian Raka dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


"Aaaaa! Ternyata Raka menipu aku!" teriak Lisa.


Lisa menatap jatuhkan dirinya hingga dia berlutut di tanah.

__ADS_1


"Hancur sudah hidup aku, hancur semuanya sudah hilang dari hidupku," lirih Lisa disela tangisnya.


Bersambung


__ADS_2