Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Kecelakaan 2


__ADS_3

Kevin lebih dulu sampai di kamar hotel di banding Istrinya, Ia lupa mengunci pintu saat masuk dan itu memudahkan Anna masuk dengan leluasa.


Kevin yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk tersentak kaget saat seseorang memeluknya dari belakang. Kevin segera membalikkan tubuhnya dan mendapai Anna sedang menangis.


"Apa yang Kamu lakukan Anna? bagaimana jika Anin melihatmu memelukku, itu akan menyakitinya dan salah paham padaku" Kevin melepaskan pelukan Anna dan mendorong tubuh Anna agar menjauh.


Anna menghiraukan perkataan Kevin dan kembali memeluknya. "Sebentar saja Kevin, Aku hanya ingin menengkan diriku, Aku tidak menyangka setelah Aju kehilanganmu, Aku juga harus menerima kenyataan bahwa Aku tidak bisa hamil dan mempunya Anak" Anna memeluk Kevin dengan erat Ia sebisa mungkin mengulur waktu hingga Anin tiba.


Hanya ini satu-satunya cara agar mereka berpisah, dengan membuat Anin salah paham pada Kevin, yang akan membuatnya kembali padanya, karena Ia tahu, perempuan manapun tidak akan sanggup hidup bersama dengan pria yang mencintai orang lain dan juga telah menyakitinya.


"Maafkan Aku Anin, hanya dengan Kamu pergi, Kevin akan kembali padaku" batin Anna.


Kevin memegang kedua lengan Anna dan berusaha melepaskan pelukan Anna yang begitu erat "Anna lepas......." Kevin tidak melanjutkan perkotaan saat mendengar seorang wanita memanggil namanya, dan Ia tahu suara wanita itu.


"Mas Kevin, apa yang mas lakukan?" teriak Anin berjalan menghampiri Suaminya.


Kevin segera mendorong tubuh Anna dengan sangat kasar, dan juga melangkahkan kakinya mendekati Istrinya yang juga berjalan ke arahnya. "Sayang ini tidak seperti yang Kamu lihat" Kevin memegang kedua lengan Istrinya, Ia merasakan tubuh Istrinya begetar yang menandakan Istrinya tengah menangis.


"Kamu betul ini semua tidak seperti yang Aku lihat, mungkin Kamu sudah melakukan lebih dari ini. Bahkan saat Anna memeluk dan menciummu di depan orang banyak di kafe kemari malam, Kamu bahkan tidak menolak sama sekali, dan tadi malam Kamu tidak pulang karena mabuk, Aku tidak sanggup memikirkan apa yang Kamu lakukan dengan Anna saat mabuk. Bukankah dulu inj terjadi padaku? saat Kamu mabuk di atas kapal pesiar" Anin mengeluarkan semua apa yang ingin Ia keluarkan, Ia tidak ingin lagi menyimpan apapun dalam hatinya, yang mungkin akan membuatnya depresi.


"Sayang Kamu salah paham, Aku tidak melakukan apapun dengan Anna, Aku hanya mencintaimu" Kevin berusaha menarik Istrinya kedalam pelukannya.


Anin mendorong tubuh Kevin dengan sekuat tenaga. "Lalu apa Kamu bisa menjelaskan semua ini padaku?" Anin melemparkan sebuah berkas pada Kevin.

__ADS_1


Kevin mengambil berkas yang di lemparkan istrinya, Ia hanya melihat sampulnya saja, dan tidak membaca isi nya. "Apa Kamu marah hanya karena surat perjanjian ini?" tanya Kevin, yang tidak tahu apa isi surat perjanjian tersebut, karena yang Ia tahu surat perjanjian yang ia suruh buat pada pengacara Charles, adalah surat perjanjian yang menguntungkan pihak kedua, bahkan tidak ada perjanjian perceraian di dalamnya.


"Hanya? Kamu bilang hanya? Aku tidak menyangka Kamu akan mengatakan itu padaku" Anin kembali terisak, merasa terpukul dengan perkataan Suaminya yang begitu kejam menurutnya.


Anin mengambil berkas yang masih ada dalam genggaman Suaminya. "Kamu benar, hanya karena perjanjian seperti ini, kenapa Aku harus marah" Anin tertawa dan menghapus air matanya dengan kasar, dan merobek surat perjanjian tersebut. "Bahkan tanpa surat ini, Aku dengan senang hati meninggalkanmu sekarang juga" Anin meleparkan cincin pernikahannya pada Kevin dan berlari keluar dari kamar meninggalkan Suaminya.


Kevin berniat mengejar Isrinya namun segera di cegah oleh Anna. "Kevin biarkan Anin sendiri dulu, mungkin Dia butuh waktu" buju Anna.


Namun Kevin menghiraukan Anna dan menghempaskan tubuh Anna hingga tubuh Anna membentur meja kaca, Anna mengerang kesakitan namun Kevin pergi begitu saja dan tidak memperdulikan Anna yang sedang kesakitan.


Kevin mengejar Istrinya dan mendapatkan Istrinya berjalan di pinggir jalan dengan tangisan yang begitu memilukan. Kevin meraih tangan Istrinya dan menahan agar Anin tidak pergi. "Aku mohon jangan tinggalkan Aku, dan beri Aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, Aku mohon jangan pergi" Kevin menarik Anin kedalam pelukannya berniat untuk menenangkan Anin. Sungguh hatinya sangat sakit melihat wanita yang Ia cintai menangis, tapi Ia juga tidak tahu harus menjelaskan apa pada Anin, karena Ia tidak tahu apa kesalahannya sehingga Anin sangat marah padanya.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan mas, semuanya sudah jelas, mungkin jalan keluar yang terbaik hanya jika Kita perpisah, tapi maafkan Aku karena tidak bisa memberikan Anakku padamu" Anin melepaskan pelukan Kevin, namun Kevin engang untuk melepaskannya mambuat Anin meronta-ronta, dan setelah terlepas Ia langsung berlari tanpa melihat sekitarnya.


Brak


"Panggilkan Ambulans cepat !!!" teriak Kevin histeris Ia merasa linglung dan tak tahu harus berbuat apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kevin mondar-mandir di depan ruangan ICU dengan air mata terus membasahi pipinya. Penampilannya sudah acak-acakan tidak seperti biasanya yang terlihat rapi dan berwibawa.


Kevin merosotkan tubuhnya kelantai memeluk lututnya dan meneggelamkan wajahnya. "Ini semua salahku, seandainya Aku tidak mengejarnya, mungkin ini semua tidak akan terjadi, seandainya Aku tidak mengubah surat perjanjian itu mungkin Anin tidak akan semarah ini." guman Kevin di sela isak tangisnya.

__ADS_1


Tak ada yang menemani Kevin ataupun menenangkannya, ibu mertua dan juga kakak iparnya, menatapnya dengan tatapan kebencian, pasalnya setelah kepergian Kevin, semua keluarga datang ke kamar hotel dan tidak mendapati Anin maupun Kevin disana, mereka hanya mendapati Anna yang tergeletak tak sadarkan diri.


Mereka mendapati kertas berserakan di mana-mana, Elvan segera menyatukan kertas tersebut agar dapat membacanya. "Perjanjian perceraian" ucap Elvan, membuat semua orang bertanya-tanya. Dan tak lama kemudian mereka mendegar kabar kecelakaan Anin.


Oma Jelita pingsan mendengar kabar tersebut, jadi bibi Ajeng merawatnya di kamar hotel, sementara Elvan membawa Anna kerumah sakit, dan Ibu Sandra dan juga Rara menemui Kevin di rumah sakit.


Hari yang seharusnya hari kebahagaian bagi mereka, kini berubah menjadi hari yang begitu menyakitkan bagi mereka.


Lama mereka menunggu hingga akhirnya Dokter keluar dari ruangan ICU, Kevin yang menyadari keberadaan dokter tersebut segera menghampirinya. "Dokter bagaimana dengan ke adaan Istri saya?" tanya Kevin dengan raut wajah ke khawatiran.


"Maafkan Kami Tuan, Kami harus segera melakukan operasi, untuk menyelamatkan salah satu dari mereka" ucap dokter yang menangani Anin.


"Apa yang dokter katakan?


-


-


-


-


-

__ADS_1


TBC


Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like, komen, Vote, dan jangan lupa menambahkan sebagai cerita favorit kalian, agar mendapatkan notifikasi setiap up.


__ADS_2