
"Saya tidak ingin Elvan berubah jadi tidak baik karena bergaul dengan Anda, jadi Saya peringatkan Anda untuk tidak lagi memanfaatkan Elvan" pinta Kevin.
"Anda tenang saja Tuan Kevin, Saya tidak akan mengagu Elvan lagi, karena Saya sudah mendapatkan apa yang Saya mau" ucap Hugo senyum licik.
"Apa maksudmu?"
"Maksud Saya, Saya bisa menghancurkan Anda dengan apa yang Saya ketahui sekarang" Hugo mengatakan semua apa yang Ia lakukan pada Elvan belakangan ini.
Setelah mendengar semua penuturan Hugo, Kevin segera kembali kekantor mencari keberadaan Elvan namun tidak menemukannya, Ia pun menelfonn Elvan namun tak kujung dijawab olehnya.
Dengan menurunkan ego dan rasa gengsinya Ia menghampiri Anin diruangannya, "Bisa Aku masuk?" tanya Kevin setelah membuka pintu ruangan Anin.
"Masuklah, ada apa?" tanya Anin, Ia heran dengan sikap Kevin hari ini, karena tadi malam Ia begitu marah, dan sekarang Ia bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
"Bisa Aku meninta tolong untuk menelfon Elvan dan tanyakan dimana Dia sekarang, Dia sama sekali tidak menjawab telfonku" pinta Kevin.
Tanpa banyak tanya, Anin segera menuruti permintaan Kevin untuk menelfon Elvan, dan tidah butuh waktu lama Elvan menjawab panggilan Anin.
"........"
"Ah, Aku hanya ingin tahu Kamu ada dimana? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap Anin.
"........."
"Baiklah tunggu Aku disana jangan kemana-mana okey."
Setelah memutuskan sambungan telfonnya, Anin dan Kevin menuju tempat dimana Elvan berada, dua puluh menit telah berlalu, akhirnya mereka sampai juga disebuah pantai.
"Kenapa Elvan pergi ketempat ini?" tanya Anin pada Kevin.
"Dia sering kesini jika merasa sedih" jawab Kevin.
"Eum..." Anin hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Apa Kamu mengatakan Aku juga ikut kesini untuk menemuinya?" tanya Kevin.
"memangnya kenapa?" bukannya menjawab Anin malah balik bertanya.
"Tidak apa-apa" jawab Kevin.
Anin segera menghampiri Elvan yang sedang duduk di pinggir pantai dengan beralaskan sepatunya. Anin ikut mendudukkan dirinya disamping sang Adik, sementara Kevin tidak ikut, Ia hanya melihat dari kejauhan saja.
"Kenapa kakak ingin menemuiku?" tanya Elvan setelah Anin duduk di samping tanpa mengalihkan pandannya pada deburan ombak.
"Apa salah jika Aku ingin bertemu denganmu?" tanya Anin. "Kenapa Kamu ada disini dan tidak bekerja?" lanjut Anin.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menghibur diriku" jawab Elvan.
"Emannya kenapa Kamu besedih, bukankah Kamu tidak jadi dipecat?" tanya Anin lagi.
"Aku hanya sedih karena kak Kevin tidak percaya padaku dan malah marah-marah padaku" curhat Elvan.
"Kakmu itu tidak marah padamu, Ia hanya mengkhawatirkanmu, Dia tidak ingin kamu terjerumus kedalam rencana pak Hugo." jelas Anin.
"Aku tidak percaya jika Kak Kevin menyayangiku," ucap Elva.
"kenapa?"
"Kak kevin selalu besikap dingin dan arogan padaku, jadi tidak mungkin jika Dia menyayangiku" protes Elvan.
"Aku juga berpikir seperti itu saat pertama kali mengenalnya, namun lama-kelamaan Aku mengerti kenapa kakakmu bersikap sepeti itu. Dia bersikap seperti itu hanya karena ingin menutupi kesepian dan kesedihannya pada semua orang," jelas Anin.
"Benarkah?" kini Elvan menatap wajah bulat kakak iparnya.
"Benar." ucap sorang Pria yang juga ikut duduk di samping kiri Elvan karena di samping kananya ada Anin.
"Kak kevin juga ada disini?" tanya Elvan yang masih canggung dengan keberadaan Kevin.
"Eum..." Kevin menganggukan kepalanya, "Apa Kamu bisa jelaskan kenapa Kamu bertemu dengan Hugo di taman?" pinta Kevin sebagai kakak.
"Lalu Kau memberikan uang pada Hugo untuk membeli foto itu?" tanya Kevin memastikan walaupun Ia sudah tahu jawabannya.
"Eum...." Elvan menganggukan kepalanya.
"Apa Kamu mau memperlihatkan fotonya padaku?" pinta Kevin
"Tentu saja" Elvan mengelurkan foto yang telah Ia beli dari Hugo dan memberikannya pada Kevin.
"Kenapa Kamu tidak mengatakannya lebih dulu padaku? jika Kamu mengatakannya kesalah pahaman ini tidak akan terjadi" ucap Kevin.
"Aku hanya tidak ingin Kak Anin tersakiti saat mengetahui kebenaranya, apa lagi foto pacar kak Kevin masih ada di kamar Kak Kevin" jelas Elvan.
Anin mengembangkan senyum "Aku sudah tahu tentang pacar mas Kevin, jadi Kamu tidak perlu khawatir tentan perasaanku" ucap Anin.
"Dan tentang foto ini, Kamu tidak usah khawatir ini tidak akan berpengaruh oada perusahaan, jadi apa sekarang Kamu bisa menjelaskan tentang pembobolan data-data rahasia perusahaan?", tanya Kevin.
"Karena kejadian yang lalu dengan Quen Grub, Aku bernisiatif mempelajari data-data perusahaan agar tidak terjadi lagi kesalahan, maaf kak karena Aku lancang" ucap Elvan
"Tidak Apa-apa" ucap Kevin.
"Bisa Aku bertanya pada kak Kevin?"
__ADS_1
"Tentu" jawab Kevin singkat.",
Elvan mendekatkan mulutnya ke telinga Kevin.. "Kenapa kakak tega pada kak Anin,?" tanya Elvan.
Kevin yang mengetahui arah pembicaraan Elvan segera menjawabnya "Aku hanya tidak ingin menyakiti salah satu dari mereka, Kau tenang saja, Aku akan menyelasaikan masalah ini tanpa manyakiti siapaun" jawab Kevin dan menjauhkan wajah nya pada telinga Elvan.
"Kembalilah bekeja!" ucap Kevin.
Kevin menarik tangan Anin untuk bangkit dari duduknya, dan menariknya menjauh dari Elvan, mereka berjalan-jalan disekitar pantai.
"Kenapa Kamu mencegahku memecat Elvan kemarin?" tanya Kevin.
"Kerena Aku tahu Kamu menyayangi bibi dan juga Elvan, hanya saja caramu itu berbeda dari orang lain, jadi jika Kamu memecatnya akan kupastikan Kamu akan menyesali keputusanmu dan itu akan mebuat semakin sedih" jelas Anin.
"Kamu benar-benar bisa membaca situasi, perkiraan dan tebakanmu tidak pernah melesat" puji Kevin.
"Kamu sedang memujiku?" tanya Anin.
"Tidak aku memuji diruku sendiri" ucap Kevin menyunggingkan bibirnya.
Anin mengerucutkan bibirnya mendegar jawaban Kevin, dan melepaskan gengaman tangan Kevin dari tanganyya "Aku akan kekantor dulu masih banyak yang harus Aku urus" ucap Anin melangkahkan kakinya meninggalkan Kevin. Kevin hanya memandangai kepergian Istrinya dengan senyuman yang sulit diartikan.
******
Dua hari telah berlalu kini Ans dan kevin berdebat sebagai seorang teman di ruangan kebesaran Kevin.
"Bro Gue benar-benar heran dengamu belakangan ini, Kamu bahkan membiarkan Anin semakin masuk kedalam kehidupan mu" prostes Ans.
"Apa maksudmu?"
"Kamu belakangan ini selalu megalah pada Anin, waktu Anin pergi dari rumah, Kau bahkan memaksa ku pindah kerumah teman Anin hanya untuk membuat Ainin kembali kerumah mu. Kamu rela menutup pabrik hanya untuk membelanya, membuat jadwal agar bisa menemani nya menghadiri kelas ibu hamil, selalu menyempatkan waktu untuk makan siang bersama," protes Ans.
"Aku melakukan semua itu hanya karena memenuhi kewajibanku sebagai seorang Suami" jawab Kevin
"wah...wah. sekarang taman ku ini sudah berfikir sebagai seorang suami? lalu bagaimana dengan anna? apa kau sudah tidak mencintainya?" tanya Ans.
"Atau kau mulai jatuh cinta ?.............
-
-
-
TBC
__ADS_1