
"Jadi kamu sudah pernah menikah dan sudah memiliki anak," ucap Fachri setelah mendengar penjelasan dari, Amanda.
"Aku pasrah, Mas. Kamu mau menerima aku lagi atau tidak itu hak kamu tapi satu hal yang harus kamu tahu, aku masih sangat mencintai kamu," ucap Amanda.
"Terus dimana sekarang anak kamu itu?"
"Tinggal bersama mantan suamiku."
"Dasar laki-laki tidak bertanggungjawab. Dia pergi meninggalkan kamu setelah berhasil mendapatkan apa yang dia mau."
Fachri merasa kesal sekaligus kecewa dengan kenyataan yang harus dia terima. Selama ini dia berjuang demi, Amanda demi masa depan yang lebih baik bersama, Amanda namun ternyata, Amanda telah menodai kesucian cinta mereka.
"Mas, aku mohon maafkan aku. Aku sudah sangat menyakiti kamu," ucap, Amanda.
Ibunya, Amanda memilih untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi mereka, dia lebih memilih membiarkan mereka menyelesaikan masalah itu bersama-sama.
"Amanda, aku sangat mencintai kamu bahkan sampai saat ini aku masih sangat mencintai kamu. Aku akan tetap menikahi kamu," ucap Fachri.
Amanda yang awalnya hanya menundukkan kepalanya, kini dia mendongak menatap wajah laki-laki yang selama ini dia rindukan.
"Kamu serius?"
"Aku tetap mencintai kamu meski sekarang keadaannya sudah berbeda, aku terima kamu apa adanya."
Amanda menangis, dia begitu bahagia karena laki-laki yang dia sayangi sama sekali tidak berubah meski kini laki-laki itu sudah menjadi orang yang berhasil.
*******
Di rumah Raka.
Sore itu, Rea sedang memandikan Dara sedangkan, Reinanda sudah selesai dengan urusan mandinya karena Rea lebih dulu memandikan anak laki-lakinya itu.
"Sekarang giliran si cantik, Mama yang mandi," ucap Rea sembari memasukkan, Dara ke bak mandinya!
Raka yang baru tiba di rumahnya langsung memeluk, Rea dari belakang!
"Hai sayang," ucap Raka.
Raka mencium pipi, Rea lalu setelah itu menghampiri, Reinanda yang sedang terbaring di atas tempat tidur.
"Papa, datang-datang langsung memeluk, Mama bukannya ciuman kamu ya, Nak," ucap Rea pada, Dara.
Bayi mungil itu menanggapi perkataan, Rea hanya tertawa.
Rea memang selalu mengajak anak-anaknya mengobrol meski mereka berdua belum mengerti dan belum bisa berbicara.
Raka menggendong, Reinanda!
__ADS_1
"Jangan, Papa udah ganteng ya. Sayang kamu lucu banget," ucap Raka sembari menimang bayi laki-laki itu.
Tak butuh waktu lama, akhirnya, Rea selesai juga memandikan bayi perempuannya.
"Si cantik, Papa ayo pakai bajumu dan setelah itu kita main," ucap Raka sembari memainkan tangan, Dara.
Keluarga itu terlihat sangat bahagia, rumah itu menjadi berwarna setelah kehadiran, Reinanda dan Dara. Semua berkat, Amanda yang bersedia menerima benih, Raka dan mengandung anaknya.
*******
"Kita akan menikah dalam waktu dekat. Kamu bersiaplah untuk menjadi istriku," ucap, Fachri.
Fachri memeluk, Amanda dengan sangat erat, bayinya memiliki, Amanda adalah satu kebahagiaan untuknya. Tak perduli sekarang, Amanda sudah tidak gadis lagi karena cintanya pada, Amanda tulus karena cinta bukan karena status ataupun yang lainnya.
"Terimakasih karena kamu masih mau menerimaku."
Amanda membalas pelukan, Fachri lalu membenamkan wajahnya di dada bidang laki-laki itu.
*******
Di kediaman, Jhon dan Yumaila.
Saat mereka selesai makan malam, Mai mengambil sesuatu yang dari tadi sudah dia siapkan lalu menyembunyikannya dibelakangnya.
"Aku ada kejutan buat kamu," ucap, Mai kepada, Jhonatan.
Mai tersenyum bahagia lalu berjalan mendekati sang suami.
"Siap ya."
"Apa sih? Jangan bikin aku penasaran deh."
"Tutup mata dulu."
Jhon langsung menutup matanya mengikuti arahan dari sang istri.
Mai menempatkan sesuatu yang dia pegang itu tepat di depan mata, Jhon.
"Sekarang bukan matamu," ucap, Mai.
Jhon membuat matanya dan alangkah bahagianya dia setelah melihat kejutan dari sang istri yang berupa alat tes kehamilan bekas pakai yang bergaris dua.
Jhon tersenyum lebar lalu menatap wajah, Mai.
"Kamu hamil?"
Mai mengangguk pelan sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Jhon memeluk, Mai dengan penuh cinta, akhirnya sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah.
*******
Waktu berjalan begitu cepat kini tibalah di hari pernikahan, Amanda dan Fachri.
Di kediaman, Amanda.
Semua orang berkumpul untuk memberi doa restu kepada kedua mempelai.
"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa saling memiliki satu sama lain," ucap Amanda.
"Sekarang hanya aku yang boleh memiliki dirimu, tidak boleh ada orang lain yang singgah di dalam sini," ucap, Fachri sembari mengarahkan jari telunjuknya tepat di dada, Amanda.
Amanda mengangguk pelan dan memeluk laki-laki yang baru sah menjadi suaminya itu.
Waktu terus berjalan para tamu undangan sudah mulai meninggalkan rumah itu dan hanya menyisakan orang-orang terdekat saja.
Rea dan Raka baru tiba di sana. Mereka datang terlambat karena harus mengurus perusahaan mereka yang ada di luar kota dulu.
Raka dan Rea berjalan menghampiri, Amanda yang masih duduk di atas pelaminan!
"Amanda, selamat atas pernikahan kalian," ucap Raka.
"Makasih, Mas," sahut Amanda.
Rea memeluk, Amanda penuh kebahagiaan!
"Amanda, semoga kamu selalu bahagia ya," ucap Rea.
"Terimakasih, Mbak."
"Selamat ya. Ingat jangan bikin, Amanda sedih," ucap Raka pada Fachri.
"Saya akan melakukan tugas saya sebagai suami dengan sebaik-baiknya. Anda tidak usah khawatir."
Mereka pun menemukan kebahagiaannya masing-masing. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Setelah melewati perjalanan panjang yang penuh luka dan air mata, Rea akhirnya bahagia berkat, Amanda dan Amanda pun bahagia karena bisa memilki cinta sejatinya lagi.
TAMAT
Teman-teman mampir yuk ke karya temanku yang satu ini. Pasti kalian suka dengan ceritanya.
Judul: Sosialita
Author: Tie Tik
__ADS_1