
"Kevin berikan Aku kesempatan untuk membuktikan cintaku padamu" Anna ingin meraih tangan Kevin dan segera di tepis oleh Kevin.
"Cukup Anna, dan jangan pernah sekali-kali Kau menyebut namaku dengan mulut kotormu itu, dan satu hal yang harus Kamu tahu, Aku tidak mencintaimu lagi, dan di hatiku hanya di penuhi oleh nama Anin." Kevin mulai kesal dengan sikap Anna.
"Tapi Anin sudah pergi, jadi berikan aku kesempatan" dengan tak tahu malu Anna terus memohon pada Kevin, berharap Kevin bisa menerimanya kembali.
"Apa Kamu sudah lupa siapa yang membuat Anin pergi? dan apa yang Kamu katakan itu? kesempatan?" Kevin senyum sinis. "Apa kesempatan yang Aku berikan selama enam bulan belum cukup bagimu hah?" bentak Kevin membuat Anna tersentak kaget, pasalnya baru kali ini Anna di bentak oleh Kevin setelah sekian lama Anna mengenalnya.
"Kesempatan apa yang Kamu bicarakan Kevin? Kamu bahkan tidak pernah mengajakku bicara." jawab Anna yang memang nyatanya tidak pernah di berikan kesempatan selama enam bulan ini untuk mendekati Kevin.
"Kamu bodoh atau pura-pura bodoh? Apa Kamu benar-benar tidak tahu siapa yang menyebabkan Anin pergi dan membuatnya salah paham?" geram Kevin menatap Anna dengan tatapan membunuhnya, kali ini Kevin tidak bisa lagi menahan dirinya jika melihat Anna.
"Glek" Anna menelan salivanya dengan kasar. "Apa Kevin mengetahui semuanya? tidak mungkin Aku bahkan memainkan permainan ini dengan baik dan tanpa jejak" batin Anna.
"Ya Aku sangat tahu siapa yang menyebabkan Anin pergi, bukankah Kamu sendiri yang menyebabkan Anin pergi dan membuatnya kehilangan anaknya" Anna memutar balikkan fakta, tidak ingin Kevin megetahui semuanya.
"Hah, Anna Kau sudah banyak berubah, sampai-sampai Aku tidak bisa mengenalimu, Kau sunggu licik hanya kerena ingin memilikiku, Kau itu tidak mencintaiku, Kau hanya terobsesi padaku." Air muka Anna berubah seketika mendengar perkataan Kevin. "Aku membiarkanmu berkeliaran di sekitarku dan memberimu waktu untuk mengakui semuanya, tapi sepertinya Kamu tidak menyesali perbuatanmu"
"Kevin apa yang Kamu katakan? Aku tidak mengerti" Anna masih pura-pura bodoh walau sudah tertangkap basah.
"Aku bilang jangan pernah sebut namaku dengan mulut kotormu itu" bentak Kevin mulai emosi karena Anna belum juga mengakui kesalahannya. "Apa perlu Aku menjelaskan semua perbuatanmu agar Kau mengerti apa yang Aku katakan" geram Kevin.
Flashback On
Setelah kepergian Anin, Kevin baru menyadari bahwa ada keganjalan dari semua permasalahan yang sedang Ia hadapi. tidak mungkin Anin bisa semarah itu hanya karena surat perjanjian, apa lagi salah paham karena melihatnya berpelukan dengan Anna.
"Aku harus memastikan sendiri apa yang terjadi" gumam Kevin.
Kevin mendatangi pengacara Charles untuk menanyakan perihal surat perjanjian perceraian yang telah Ia suruh ubah, dan tidak lupa Ia memanggil Ans dan juga Elvan, untuk menanyakan sesuatu.
"Tidak ada yang salah dengan surat perjanjian ini" Kevin memperlihatkan surat perjanjian tersebut pada Ans dan juga Elvan.
__ADS_1
"Tunggu" Elvan tampak berfikir mencoba mengingat-ingat sesuatu.
"Kenapa? apa ada yang aneh?" tanya Kevin penasaran.
"Surat perjanjian ini beda dengan apa yang Aku dapat di dalam kamar hotel tempo hari" ucap Elvan. "Tunggu di sini !" Elvan bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu lalu kembali bergabung dengan Ans dan juga Kevin.
Elvan menyerahkan beberapa lembar kertas pada Kevin dan juga Ans. Dengan teliti keduanya memeriksa dan membaca apa isi di dalam lembaran kertas tersebut.
"Dari mana Kamu mendapatkan ini?" tanya Kevin, sementara Ans masih sibuk mengamati kedua kertas yang sangat berbeda isinya.
"Aku mengambil itu dari kamar hotel setelah semua orang pergi, karena penasaran dengan isinya Aku menyatukan robekan-robekan kecil tersebut. Dan Aku sangat kecewa pada kak Kevin setelah mengetahui isinya, itulah sebabnya Aku mendukung kak Anin pergi" jelas Elvan. ya Elvan sangat mendukung Anin pergi dari kehidupan Kevin, sampai-sampai Elvan tidak memberitahu Kevin saat Anin keluar dari rumah sakit.
"Pantas saja Anin begitu marah padaku saat Aku mengatakan hanya karena surat perjanjian itu kenapa Kamu harus marah" gumam Kevin namun masih bisa di dengar jelas oleh Ans dan Elvan.
"Kak Kevin sempat bertengkar dengan kak Anin? kenapa kakak tidak menjelaskannya? apa jangan-jangan kak kevin tidak membaca surat perjanjian itu dan langsung mengatakan hanya pada kak Anin?" Elvan tanpa takut mengeluarkan segela pertanyaan yang mengusiknya.
"......." Kevin mengangagukkan kepalanya, Ia merasa malu mengakui kebodohannya, jika saja Ia membaca surat itu, pasti semua masalah ini tidak akan terjadi.
"Ans...." Kevin menatap tajam pada sekretarisnya.
"Kevin apa Kamu tahu siapa saja yang mengetahui perubahan surat perjanjian ini" tanya Ans informal karena bukan hari kerja.
"Tidak ada yang tahu selain Aku pengacara Charles dan juga Anna" jawab Kevin santai.
"Anna?" tanya Ans dan juga Elvan kompak.
"Iya Dia sendiri yang menyarankanku untuk menganti surat itu, dengan alasan bahwa Anin selalu khawatir tentang surat perjanjian itu." jelas Kevin belum sadar dengan apa yang Ia lakukan.
"Tunggu apa semua Ini ada hubungannya dengan Anna?" tanya Kevin setelah menyadari sesuatu.
"Sekarang Aku mengerti kenapa Anna tiba-tiba baik dan mendukung hubuganmu dengan Anin, dan menyuruhmu mengubah surat perjanjian itu, yang bisa saja Kamu merobeknya tanpa harus mengantinya" jelas Ans yang sudah sangat emosi. "Dasar wanita ular, Aku tidak akan mengampunimu" Ans mengepalkan tangannya dan bangkit dari duduknya hendak pergi namun segera di cegat oleh Kevin.
__ADS_1
"Jangan kotori tanganmu hanya karena wanita licik sepertinya, selama Dia tidak muncul dihadapanku apa lagi keluargaku, biarkan Dia seperti itu, Aku akan menunggunya untuk mengakui semua kesalahannya dan meminta maaf padaku" Kevin mencegah Ans untuk melakukan sesuatu, Ia sangat tahu temannya ini bukanlah manusia jika sedang marah, bahkan Dia tidak peduli dengan lawannya mau itu wanita atau pria.
"Kevin apa Kamu sudah gila? Dia yang menyebabkan Anin pergi dan juga dia yang membuat Anakmu meninggal, dan Kamu diam saja? apa Kamu akan membiarkannya berkeliaran di luar sana dam hidup bahagia setelah mengacaukan hidupmu?" geram Ans.
Sementara Elvan hanya menatap tak percaya pada pria tegap yang ada di hadapannya, Elvan mengira Ans hanyalah pria biasa dengan omongan besar. Namun melihat kilatan amarah di mata Ans membuatnya bergidik ngeri.
Flashback Off
"Aku tidak pernah mengungkit semua ini dan menyuruh Ans menutupinya, karena Aku mengira Kau akan mengakuinya dan tidak lagi mengangguku. Aku memaklumi semua perbuatanmu walau itu sangat menyakitiku, Aku mencoba mengerti dirimu, bahwa semua ini Kau lakukan hanya untuk mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikmu, dan tentang kecelakaan itu, Aku tidak menyalahkanmu karena itu adalah murni kecelakaan."
"Tapi apa yang kudapatkan darimu? Kau bahkan tidak pernah mengerti perasaanku, Aku menunggumu untuk menjelaskan semuanya padaku dan meminta maaf padaku dan juga Anin, meluruskan semua kesalah pahaman ini, Tapi Kamu malah tidak tahu malunya mendatangi keluargaku dan selalu mengungkit luka lama yang belum sepenuhnya sembuh, Kau sungguh menyiksaku Anna"
"Aku.........
"Pergilah, sebelum kesabaranku habis, jangan pernah muncul di hadapanku lagi maupun Ans, jika Kau masih menyayangi nyawamu" ancam Kevin membuat nyali Anna menciut.
Membayangkan Ans marah saja sudah membuat Anna berkeringat dingin, Anna masih ingat dengan jelas saat Ans hampir saja membunuh orang hanya karena seseorang mengusik kehidupannya dan juga Kevin.
-
-
-
-
-
TBC
Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like, komen, Vote, dan jangan lupa menambahkan sebagai cerita favorit kalian, agar mendapatkan notifikasi setiap up.
__ADS_1