Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Saling Sindir


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya Anin dan Kevin sampai di sebuah rumah mewah namun terlihat sepi, rumah mewah itu tak lain adalah milik Dilan.


Ya Anin menemui Dilan di kediamannya setelah Anin menanyakan keberadaan Dilan, dan Dilan mengatakan sedang ada di rumah, rumah yang dulunya di tinggali Anin sebelum Ia membeli sebuah apartemen dengan hasil kerja kerasanya sendiri.


Seorang wanita paruh baya menghampiri sepasang kekasih yang masih berdiri di depan pintu rumah mewah tersebut.


"Silahkan Tuan,nona, Tuan Dilan sudah menunggu Anda di dalam" kepala pelayan mempersilahkan Kevin dan Anin masuk atas perintah Dilan.


"Terimakasih bi" ucap Anin sopan dan mengandeng tangan Kevin masuk kedalam rumah yang tak kalah mewahnya dengan kediaman Adhitama.


"Kenapa Nona Elice datang bersama sorang Pria? bukankah nona Elice pacaran dengan Tuan Dilan?" batin kepala pelayan, yang mengira Dilan dan Anin pacaran, pasalnya mereka sangatlah dekat, dan tak jarang Anin akan mampir kerumah Dilan hanya untuk makan malam bersama.


"Dilan." Anin menghampiri Dilan yang sedang duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Anin, namun Dilan tidak tahu jika Anin akan datang dengan Kevin.


Hati Dilan begitu sakit saat melihat tangan Anin mengengam tangan Kevin, namun juga ada rasa bahagia menyelimuti hati Kevin saat melihat senyuman tulus dari Anin, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang hanya memperlihatkan senyuman palsunya.


"Aku kira Kamu datang sendiri, ternyata Kamu datang sama Kevin" Dilan memaksakan senyumnya dan mempersilahkan Anin dan Kevin duduk. "Duduk dulu!" ucap Dilan.


"Bi" panggil Dilan pada wanita paruh baya yang kebetulan lewat, wanita yang sudah di angapnya sebagai ibunya sendiri karena sudah bersamanya selama puluhan tahun.


"Iya Tuan" bi Mina menghampiri Dilan dan memberikan bow.


"Tolong buat kan minum untuk tamu Saya bi" perintah Dilan.


"Baik Tuan" bi Mina pamit undur diri.


"Ada apa Kamu ingin menemuiku?" kini Dilan mengalihkan perhatiannya dan bertanya pada Anin, jika saja Anin tidak datang bersama Kevin, Dilan tidak akan bertanya seperti itu karena memang Anin sudah biasa datang kerumahnya.


Anin terasa gugup saat akan mengatakan keinginanya yang akan ikut Kevin ke Indonesia. Anin tidak enak pada Dilan, apa lagi setelah Anin mengetahui perasaan Dilan padanya, dan bisa di pastikan bagaimana perasaan Dilan setelah mengetahui keputusannya.


"Maaf" ucap Anin lirih, membuat Kevin dan juga Dilan menatap bingung pada wanita yang sedang menundukkan kepalanya.


"Kenapa Kamu meminta maaf?" tanya Dilan dan Kevin berbarengan.

__ADS_1


Eits Kevin betanya bukan karena bingung tapi merasa kesal dengan sikap Anin yang merasa tidak enakan pada orang lain, dan itu membuatnya dalam kesulitan jika mengambil keputusan, lain halnya dengan Dilan Ia bertanya karena memang bingung dengan permintaan maaf Anin.


"Maafkan Aku Dilan, Aku tidak bisa membalas perasanmu, dan hari ini Aku akan pulang ke indonesia bersama mas Kevin." ucap Anin masih menundukkan kepalanya, Anin tidak sanggup menatap mata Dilan, karena merasa bersalah dan juga menganggap dirinya tidak tahu diri bagai kacang lupa kulitnya.


"Deg. Mengapa hatiku sesakit ini mendegar bahwa Anin tidak mencitaiku dan malah memilih Kevin? bukankah dari dulu Aku sudah tahu bahwa Anin mencintai suaminya? Kau sunggu bodah Dilan karena bersedia menjaga wanita yang sudah Kau tahu tidak pernah akan Kau miliki. Tapi setidaknya Aku merasa lega karena sudah mengatakannya, walau Anin menolakku, dan itu artinya Aku harus mundur dan merelakannya demi kebahagiannya" batin Dilan bermonolok.


Hati Dilan sungguh sakit mendapatkan penolakan dari Anin, namun Ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu. Tapi Dilan tidak pernah menyesal apa yang telah Ia lakukan pada Anin selama tiga tahun ini, bahkan Dilan merasa sangat bersyukur karena di beri kesempatan untuk bersama dan juga membuktikan cintanya pada Anin, walau ujung-ujung Ia tidak bisa memilikinya.


"Tidak apa-apa Aku mengerti kok, semoga Kamu bahagia ya! dan tidak mengalami luka seperti tiga tahun yang lalu, semoga tidak ada lagi orang bodoh yang akan menyakiti hatimu setelah Aku melepaskanmu" ucap Dilan lebih tepatnya menyindir Kevin yang hanya menyaksikan interaksi keduanya.


"Kau tenang saja, Aku tidak akan menyakiti nya, dan akan ku pastikan Anin akan bahagia hidup bersamaku" ucap Kevin merengkuh pinggang Anin di hapadapan Dilan, dan seakan-akan mengatakan bahwa Anin adalah miliknya.


"Mas" Anin mencubit pinggan Kevin, bisa-bisanya Kevin berbuat seperti itu di depan Dilan.


"Kenapa sayang?" bisik Kevin di telinga Anin, namun jika seseorang melihatnya mereka akan mengatakan Kevin sedang mencium Anin.


Kevin sengaja melakukan itu di depan Dilan, Kevin ingin memperlihatkan bahwa Anin adalah miliknya seseorang, dan Kevin juga ingin membalaskan dendam sakit hatinya pada Dilan, karena telah membawa pergi wanitanya selama bertahun-tahun.


"Silahkan Tuan di minum" ucap bi mina memecah keheningan.


"Ais jika saja Aku tahu akan terjadi kejadian seperti ini, Aku tidak akan mengajak mas Kevin, lihatlah Aku semakin tidak enak pada Dilan" batin Anin frustasi melihat kedua pria tampan itu.


"Hah Pria manis di mulut saja" sindir Dilan senyum sinis.


"Apa maksudmu hah? dasar Pria perebut Istri orang" bentak Kevin merasa terpancing dengan sindiran Dilan.


"Hemmmm" Anin berdehem untuk menghentikan perdebatan Pria tampan di dalam ruangan itu, namun dehemannya hanya di anggap angin lalu.


Kevin dan Dilan bahkan tak menghiraukan keberadaan Anin di dalam ruangan itu dan terus saja perang mulut.


"Mas Kevin, Dilan cukup" teriak Anin karena sudah tidak tahan mendegar perdebatan yang tidak ada gunanya dan hanya bisa merusak genda telinga yang mendegarnya.


"Diam" bentak Kevin dan Dilan bersamaan.

__ADS_1


"Kalin membentakku?" tangis Anin pecah begitu saja mendegar bentakan Kevin dan juga Dilan.


"Lihatlah ini semua gara-gara Kamu, penyakit Elice kambuh lagi, dan sekarang Dia tidak marah dan malah bersedih" Dilan menyalahkan Kevin.


"Ini semua salahmu, Kau yang membentaknya" Kevin menyalahkan Dilan.


"Elice maaf, Aku tidak bermaksud membentakmu tadi" Dilan menghampiri Anin dan hendak mengelus pundak Anin namun segera di tepis oleh Kevin.


"Jangan menyentuhnya jika tangan mu tidak ingin patah" ucap Kevin menarik Anin kedalam pelukannya. "Sayang maaf, Aku tidak bermaksud membentakmu." Kevin mengelus rambut dan juga punggung Anin tanpa memperdulikan Dilan, Kevin menyesali perbuatannya yang tega membentak Anin dan membuat penyakitnya kambuh.


"Kamu jahat mas, Kamu tega membentakku" Anin memukul dada bidang Kevin.


"Maaf Sayang.............


-


-


-


-


-


TBC


Sekedar ingin menjelaskan tentang penyakit Bipolar agar para readers tidak bingung dengan penyakit yang di derita Anin ya.


Bipolar adalah ganguan mental yang biasanya di tandai dengan perubahan emosi dan suasana hati secara drastis pada penderita. Jadi seseorang yang menderita penyakit Bipolar dapat merasakan gejalan emosi, seperti senang, sedih, dan marah yang berlebihan. Dan itu terjadi begitu saja saat merasa tertekan, dan dapat berubah normal kapan saja tergantung bagaimana seseorang bisa mengendalikan dirinya.


Yang saya tahu hanya itu saja kak, jika ada yang ingin menambahkan atau membenarkan silahkan, agar Kita sama-sama belajar🙏.


Terimakasih.

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like, komen, Vote, dan jangan lupa menambahkan sebagai cerita favorit kalian, agar mendapatkan notifikasi setiap up.


__ADS_2