Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Kabar Gembira


__ADS_3

Setelah melepas rindu dengan sahabatnya, Anin bergegas menuju rumah sakit dokter Rangga untuk menghadiri kelas Ibu hamil.


Sesampainya di runagn kelas ibu hamil, Anin tertegung melihat seorang pria sedang berdiri membaca buku Ayah siaga.


Anin menghampiri pria tampan tersebut "kamu sudah datang?" tanya Kevin menyimpan buku tersebut setelah menyadari kehadirian Anin.


"Eum...." Anin mengangguk.


"Kenapa Kamu ada disini? apa Kamu tidak sibuk?" lanjut Anin


"Tidak, Aku hanya kebetulan ada disini, jadi sekalian mampir" kilah Kevin, Kevin sengaja mengosongkan agendanya hari ini, hanya untuk menemani Anin menghadiri kelas Ibu Hamil dan membeli kan buku tentang Ibu Hamil.


"Mengapa Aku merasa dia berbohon?" batin Anin


"Hei kenapa Kamu menatapku seperti itu?" tanya Kevin.


"Ah tidak apa-apa" ucap Anin.


Satu jam telah berlalu, akhirnya kelas ibu hamil selesai juga, Kevin meninggalkan Anin di rumah sakit. Sebelum kekantor Kevin terlebih dahulu menjenguk Oma Jelita yang masih belum sadar dari komanya.


"Oma maafkan Kevin yang tidak bisa menepati janji Kevin" ucap Kevin mencium punggung tangan Omanya.


"Kevin tidak bisa mempertahankan pabrik yang sedari dulu telah dibangung orang tua Kevin, Oma Kevin harus melakukan apa lagi? Kevin berharap Oma bisa segera sadar dan memberikan jalan keluar dari permasalahan ini," lanjut Kevin.


"Apa Oma tahu bahkan Kevin tidak bisa mempertahankan posisi Kevin sebagai CEO lagi? pemegang saham tidak ada lagi yang berpihak pada Kevin."


"Bagaiman Keadaan Oma?" tanya Ans yang baru saja datang.


Kevin yang menyadari keberadaan seseorang segera merubah ekspresi wajahnya menjadi datar seperti tidak terjadi apa-apa.


"Keadannya sudah membaik, namun Oma belum juga sadar," ucap Kevin.


"Kenapa Kamu Kesini?" lanjut Kevin.


"Aku datang untuk melihat Oma dan juga Kamu untuk yang terakhir kalinya" ucap Ans sendu.


"Tenang saja, Aku akan merekomendasikanmu agar Kamu tetap bekerja diperusahaan itu" ucap Kevin serius.


"Bro Kamu tahu sendiri kan? Aku tidak mudah bekerja dengan Orang baru, jadi Aku berharap Kamu bisa mempertahankan posisimu" ucap Ans senyum sembari menepuk-nepuk pundak temannya itu.

__ADS_1


tring....


"Sit " umpat Ans "Siapasih yang menganggu di waktu yang seperti ini" ucap Ans Kesal.


Ans segera memeriksa notifikasi pesan yang masuk di benda pipihnya. Ans membulatkan matanya dan tak terasa mulutnya pun ikut terbuka membaca pesan tersebut. Dengan segera Ans menatap Kevin dan mengembangkan senyumnya.


"Bro ternyata keberuntung berpihak pada Kita" ucap Ans.


"Apa maksudmu?" tanya Kevin mengernyitkan keningnya, Ia sama sekali tidak mengerti dengan perkataan temannya.


"Aku akan mengirim nya ke Email mu" ucap Ans segera mengirim pesan tersebut pada Kevin.


"Benarkah ini Ans ? produk Kita berhasil memasuki pasar internasinal di Eropa?" tanya Kevin yng tidak percaya dengan semua ini. Kerena selama tiga tahun ini pruduk yang diluncurkan tidak pernah berhasil masuk kepasar internasiaonal Eropa.


"Iya Tuan" ucap Ans kembali profesional jika membahas tentang perusahaan.


"Beritahukan kepada semua pemegang saham, bahwa saya mengadakan rapat dadakan Sore ini" perintah Kevin.


"....." Ans mengangguk dan pergi meningglakan Tuan nya.


Setelah Kepergian Ans, Kevin tidak langsung pergi Ia malah kembali duduk dan megenggam erat tangan Omanya


Setelah makan siang Kevin kembali ke kantor mempersiapkan berkas-berkas yang akan Ia bawa, dan meyakinkan pada semua pemegang saham bahwa keputusan yang Dia ambil adalah tepat.


"Tuan," Panggil Ans melangkahkan kaki lebarnya "Saya punya kabar yang akan mebuat Tuan semakin semangat mengadakan rapat nanti" ucap Ans sengaja berbasa basi agar membuat Kevin penasaran.


"Cepat katakan kabar apa yang Kamu bawa ! awas saja jika informasimu itu tidak penting, saya akan...."


"Lihatlah !" potong Ans yang sudah tahu apa ancaman yang akan Di keluarkan Kevin. "Anda memang tidak pernah salah dalam menilai sesuatu, jika saja Kita tidak membatalkan kerja sama ini, perusahaan Kita Juga akan mendapatkan imbasnya. Saya tidak menyangka ternyata Tuan Hugo adalah pebisnis yang sangat licik, dan juga Kejam, Dia tega mencampurkan bahan-bahan berbahaya kedalam produknya" jelas Ans yang telah mengetahui kebusukan Hugo, bahkan semua media tengah meliput berita CEO Quen grub.


"Ternyata dugaan ku benar," ucap Kevin senyum kecut.


"Tuan sebentar lagi Kita akan di sibukkan dengan permintaan pasar yang sangat banyak, karena semua pemasok-pemasok besar telah membatalkan kerjasama dengan Quen Grub dan otomatis mereka akan beralih pada kita"


"Ans segera majukan jadwal Meeting Dan segera persiapkan semua berkas-berkas yang Kita butuhkan." perintah Kevin.


Ans segera melaksanakan perintah Tuan nya, dan disinilah mereka berada, di sebuah ruangan yang dihadiri para pemegang saham yang ingin mengeser posisi Kevin dan di gantikan dengan Elvan.


"Ans" panggil Kevin menatap Ans, Ans yang mengerti arti tatapan Tuan nya, segera membagikan berkas kehadapan mereka masing-masing.

__ADS_1


Para pemegang saham tertegung melihat isi dari berkas tersebut, dan seling bisik- membisik, hingga salah satu dari mereka angkat bicara.


"Apa semua ini benar adanya?" tanya salah satu pemegang saham.


"Saya tidak menyangka Tuan Kevin bisa menembus pasar internasional Eropa, yang sangat susah untuk diraih, selama bertahun-tahun produk perusahaan selalu gagal memasuki pasar tersebut. Dan sekarang dengan Tuan Kevin yang memimpin, pruduk kita langsung tembus" puji salah satu pemegang saham.


"Walaupun begitu, tuan Kevin harus mengundurkan diri dari posisinya sekarang, karena perbuatannya yang mengecewakan Quen Grub mengakibatkan perusahaan dalam masalah" ucap salah satu pemegang saham yang sengaja ingin menjatuhkan Kevin.


"Benar, hanya dengan meminta maaf semuanya akan selesai tapi kenapa anda begitu keras kepala" ucap Elvan menimpali,"


"Apa Anda tidak membaca atau menonton berita hari ini? apa Anda kekurangan informasi ?" tanya Kevin dingin.


Sekali lagi para pemegang saham saling melempar tatapan, tidak mengerti apa yang dikatakan Kevin, karena memang berita Tuan Hugo belum sampai kepada mereka.


Ans kembali menyerahkan berkas-berkas kehadapan para pemegang saham. Semuanya terdiam masih menyimak informasi yang telah mereka dapatkan, mereka tidak menyangka Tuan Hugo akan melakukan hal serendah itu. Dan mereka terdiam dengan pemikiran masing-masing.


Salah satu dari mereka berdiri "Saya memberikan Anda satu kesempatan lagi" ucap salah satu pemegang saham dan diikuti beberapa pemegang saham lainya, dengan terpaksa Elvan juga berdiri.


"Terimakasih atas kepercayaan kalian, saya akan mengajaga kepercayaan kalian, kalau begitu rapat berakhir sampai disini saja."


Kevin melangkahkan kakinya keluar dari ruangan rapat dengan senyuman indah yang menghiasi wajahnya. Dengan segera Kevin melajukan mobilnya kerumah sakit untuk bertemu dengan Omanya.


Kevin segera mencium kening dan mengengam tangan Omanya, " Oma Kamu lihat cucumu ini sangat hebat bukan, Dia berhasil menyelesaikan masalah dan menepati janjinya" ucap Kevin narsis sakin bahagianya.


Anin yang sedari tadi di campakkan segera mendekat dan memeluk tubuh Kevin.


"Selamat atas kemenanganmu" ucap Anin semakin mempererat pelukanya.


Tubuh Kevin terasa kaku mendapatkan pelukan yang begitu tiba-tiba. Anin yang menyadari itu segera angkat bicara.


"Kata ibuku, jika seseorang sedang bahagia Kita harus memberikannya sebuah pelukan. Kerena seberapapun bahagianya seseorang jika tidak ada yang menemaninya dan memberikannya pelukan, maka kebahagian itu akan berubah menjadi kesedihan, dan kesedihan akan menjadi semakin sedih" jelas Anin.


Kevin yang mendengar penuturan Anin mengembangkan senyumnya, dan membalas pelukan hangat Istrinya. tanpa mereka sadari seseorang tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.


-


-


-

__ADS_1


TBC


__ADS_2