Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Malam Yang Indah


__ADS_3

"Kita panggil bintang utama Kita yaitu Nona Anna" sambutan Mc.


Semua orang menunggu kedatangan bintang utama yang di panggil, namun yang di panggil belum muncul juga.


Kini senyuman Kevin menghilang saat Anna tak kunjung hadir di atas panggung.


"Kita sambut Nona Anna sekali lagi" Mc kembali bersuara namun Anna tak kunjung muncul.


"Sudah kuduga, Dia tidak akan datang dan mengingkari janjinya lagi" batin Kevin.


"Kita panggil sekali lagi ya!" ucap Mc "Nona Anna tunjukkan pesonamu !"


Akhirnya seseorang muncul di panggung, menari mengiringi musik yang sedang besenandung indah malam itu.


Semua orang tertawa tak terkecuali Kevin yang juga ikut tertawa, melihat penampilan seseorang yang entah siapa, memakai kostum panda yang begitu imut, menari kesana kemari di atas panggung, namun itu berhasil mengembalikan senyum di wajah Kevin yang sempat memudar.


Setelah pertunjukan selesai, Kevin mengikuti panda yang baru saja menari di atas panggung ke ruang ganti baju.


"Terimakasih, berkatmu Saya tidak jadi di permalukan di depan umum" ucap Kevin yang masih berdiri di ambang pintu.


Panda itu tidak jadi membuka pumbungkus kepalanya saat mendengar seseorang di dalam ruangan itu.


"Kamu pasti orang suruhan Anna kan? Dia pasti tidak bisa menepati janji lagi" lanjut Kevin.


seseorang yang ada didalam kostum panda tersebut mengigit bibir bawahnya agar tidak bersuara.


"Walaupun Kamu bukan Anna, Aku akan menceritakan ini padamu, karena Kamu adalah orang suruhannya." Kevin menarik sebuah kursi dan mendudukkan tubuhnya di kursi tersebut. mengangkat kakinya agar bertumpu di kaki satunya, menyandarkan punggung kokohnya di sandaran kursi, dan mencari tempat senyaman mungkin.


"Tujuan utama Saya datang kesini adalah...." Kevin terdiam, mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan "Maafkan Aku Anna, Aku tidak bisa lagi bersamamu, Aku sudah menikah dan sebentar lagi akan menjadi Ayah." akhirnya kata-kata itu bisa keluar dari mulut Kevin setelah sekian lama Ia mempertimbangkan perasaannya.


Tak terasa air mata mengalir begitu saja membasahi pipi seseorang yang bersembunyi di balik kostum panda tersebut, dengan sekuat tenaga orang tersebut menahan isakannya, mengigit bibir bawahnya lebih keras lagi.


"Aku tahu yang Aku ceritakan barusan terdengar konyol dan tidak masuk akal, namun itulah kenyataannya" Kevin tertawa menertawakan dirinya sendiri. "Awalnya Aku merasa pernikahanku dengan Anin adalah sebuah kecelakaan, dan Aku tidak memberitahumu, karena mengira masalah ini bisa Aku selesaikan tanpa Kamu ketahui."


"Ternyata Aku salah, masalah ini semakin hari semakin rumit bagiku, semakin lama, Aku semakin tak mampu jika harus berpisah darinya.

__ADS_1


Aku tidak tahu kapan perasaan ini muncul, tapi itulah yang aku rasakan saat ini."


Kevin bernafas lega setelah mengatakan apa yang ingin Ia katakan "Sekarang Aku merasa sangat lega setelah mengatakannya, walaupun Kamu bukan Anna, tapi itu tidak masalah, Kamu bisa menyampaikannya bukan."


"Aku sudah selesai, dan Aku harus pergi, Istriku hari ini juga ulang tahun, Aku harus merayakan hari istimewa ini bersamanya." Kevin mengambil ponselnya dan berisiatif menghubungi Anin. namun belum sempat menelfon seseorang di balik kostum panda tersebut menghentikan pergerakan tangannya.


"Kenapa Kamu menghentikanku hah? Saya ingin menelfon Istriku apa itu salah" seseorang di balik kostum panda tersebut melambaikan tangannya memberikan isyarat agar Kevin tidak menghubungi Istrinya, namun Kevin tak mendengarkannya dan langsung menelfon Anin.


Kevin terkesiap saat mendengar ponsel berdering di sekitarnya padahal yang Ia telfon adalah Anin.


Kevin yang merasa curiga dengan tingkah panda di depannya yang terlihat gelisah, segera membuka penutup kepala seseorang tersebut.


"Anin, sudah kuduga itu Kamu" Kevin membalikkan tubuhnya membelakangi Anin, Ia benar-benar malu saat mengingat kata-katanya tadi.


"Maaf, Aku mengacaukan semuanya ya?" tanya Anin polos, walaupun dalam hatinya Ia sangat bahagia mendengar pernyataan Kevin.


"Selamat ulang tahun Anin" Kevin mengucapkan selamat dengan senyuman yang begitu menawan.


"Selamat ulang tahun juga mas" Anin menundukkan kepalanya.


"Aku hanya berharap ulang tahunku ini, Aku bisa merayakannya bersama mas Kevin" gumam Anin namun dapat di dengar jelas oleh Kevin.


"Tentu saja Aku bisa mengabulkan keinginanmu itu" lagi-lagi Kevin tersenyum, melangkahkan kakinya lebih mendekat dan memeluk Anin, mereka terjatuh ke lantai karena hilang keseimbangan, bagaiman tidak, kostum yang di pakai Anin begitu besar sehingga Kevin tidak bisa memeluknya.


"Kenapa Kamu gemuk sekali hah?" ucap Kevin tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sinilah mereka berada di sebuah wahana bermain, Kevin telah membooking wahana bermain tersebut untuk mereka berdua.


"Aku tidak tahu apa yang Kamu sukai, jadi Aku membawamu kesini" Kevin terus mengengam tangan Anin menyusuri wahana bermain itu. "Tapj yang Aku dengar katanya wahana bermain adalah tempat yang romantis untuk berkencang, apa Kamu menyukainya?" lanjut Kevin.


"......"Anin hanya mengangukkan kepalanya. Ia sangat bahagia malam ini, bisa merayakan ulang tahunnya dengan orang yang sangat Ia cintai, walaupun Ia belum percaya sepenuhnya bahwa Suaminya juga mencintainya.


Mereka sungguh menikmati malam yang indah berdua saja tanpa ada yang mengganggunya. Menikmati setiap permaian yang Ia mainkan, bercanda bersama, layaknya remaja yang sedang jatuh cinta.

__ADS_1


"Sepertinya Kamu menikmati kuda-kudaan ini" Kevin terus memperhatikan raut wajah kebahagian Anin yang terus tersenyum menikmati pergerakan mainan kuda-kudaan khusus orang dewasa tersebut.


Sementara Kevin hanya duduk, memeluk kepala kuda-kudaan tersebut karena takut terjatuh dan juga belum terbiasa.


"Tentu saja Aku sangat menikmatinya, sejak kecil jika Aku naik kuda-kudaan, Aku salalu berkhayal bahwa suatu saat nanti akan ada panggeran berkuda putih membawaku pergi dan menjadikanku putri.


Kevin yang mendengar seperti mendapat keberanian, menegakkan tubuhnya dan tidak lagi memeluk kepala kuda-kudaan tersebut. mengulurka tangannya pada Anin. "Pangeranmu sudah datang dan akan membawamu ke istananya untuk di jadikan ratunya" Kevin kini tak segan-segan lagi memperlihatkan rasa cintanya pada Anin.


Anin menyambut uluran tangan Kevin dan mereka kembali tertawa. Setelah di rasa cukup, mereka mampir kesebuah restoran untuk makan malam, dan setelah makan malam mereka pergi ketaman, menikmati bintang-bintang yang sedang bersinar terang di atas langit.


"Malam ini Aku sungguh bahagia" Anin memulai pembicaraan.


"Benarkah?" Kevin memastikan


"Hmm" gumam Anin. "Saat Ans mengatakan padaku bahwa Kamu tidak menerima jam tangan yang Aku berikan, Aku merasa bahwa malam ini Aku akan kecewa."


"Jadi yang memberikan jam tangan ini Kamu" Kevin memastikan lagi.


"Hmmm" gumam Anin.


"Dimana Kamu mendapatkannya, siapa yang memberikannya?" Kevin menatap Anin.


"Aku mendapatkannya dari salah satu pengoleksi barang antik, namanya pak Abian" jawab Anin.


"Apa Dia .............


-


-


-


-


TBC

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like, Komen, dan Vote.


__ADS_2