Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Salah Paham


__ADS_3

Setelah menemani Anin memeriksakan kandungannya pada dokter pribadinya, Dilan mengajak Anin makan di sebuah restoran sebelum mengantarnya pulang kerumah.


Mereka menikmati makan malam bersama, Anin banyak bercerita tentang kehidupannya pada Dilan, yang tidak pernah Ia katakan pada orang lain, tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang mengambil foto mereka saat Dilan mebersihkan baju Anin, yang ketumpahan jus akibat kecerobohan pelayan.


"Maaf saya tidak sengaja" ucap pelayan,


"Tidak apa-apa" ucap Anin sementar Dilan mengambil tisu dan membersihkan baju Anin.


Sementara Elvan pulang kerumah setelah makan siang usai, Ia berencana menemui Oma Jelita. Untuk membujuknya segera menandatangani kontrak kerja sama antara Quen Grub dengan Adhitama Grub.


"Oma" panggil Elvan berlari menghampiri Oma jelita yang sedang menikmati dinginnya kolam di taman belakang rumah.


"Ada apa? kenapa kamu pulang secepat ini?" tanya Oma Jelita.


"Oma segeralah tanda tangani kerja sama kontrak yang di kirim kak Kevin pada Oma, ini adalah kerjasama yang akan sangat menguntungkan bagi perusahaan kita, bukan hanya membantu perusahaan berkembang pesat. Tetapi juga bisa menyelamatkan produk yang telah susah payah Kak Kevin rangcang." jelas Elvan


"Ayolah Oma jangan keras kepala seperti Kak Kevin." lanjut Elvan memelas.


"Kenapa kamu begitu terburu-buru, bersikap tenanglah dan pikirkan dengan matang, seperti yang kakakmu Kevin lakukan." ucap Oma Jelita.


"Oma" ucap Elvan merajuk.


"Baiklah, pergilah ke departeman hukum untuk mengambil kontrak kerjasama tersebut, dan katakan pada perwakilan Quen Grub kita mengubah sedikit poin yang tertulis di kontrak itu" jelas Oma Jelita.


"Aku sayang padamu Oma" Elvan mencium pipi Oma Jelita dan bergegas ke Firma Hukum untuk mengambil berkas tersebut.


Setelah kepergian Elvan Oma jelita langsung menelfon Ajeng dan menyuruhnya segera pulang" Apa kau sudah mendapatkannya?"


"........"


"Cepatlah pulang jangan keluyuran di luar rumah" ucap Oma Jelita setelah itu menutup sambungan telfonnya.


Beberapa menit kemudian Ajeng sudah tiba dirumah, sama halnya dengan Elvan, Ajeng juga berteriak-terik memanggil ibunya, karena mendapatkan informasi yang begitu penting di luar sana.


"Ibu, ibu kau tahu Aku melihat Anin jalan dengan pria lain, mereka sedang makan siang di restoran" ucap Ajeng sembari memberikan berkas yang telah ia ambil dari Lab atas perintah Oma Jelita.

__ADS_1


Oma Jelita memeriksa hasil tes tersebut tanpa mendengarkan ocehan Anaknya itu.


"Ibu apa kamu tidak percaya padaku? Aku punya bukti lihatlah !" Ajeng memperlihatkan gambar yang telah di ambilnya di restoran tadi saat Dilan membersihkan baju Anin.


"Wanita itu benar-benar tidak tahu terimakasih, bagaimana bisa Ia jalan dengan pria lain dengan statusnya sebagai nyonya Adhitama, itu sama saja dia berniat menjatuhkan nama baik keluarga kita dan juga perusahaan." ucap Ajeng geram sekaligus memprovokasi Ibunya untuk membenci Anin.


"Ya kau benar, Elvan akan menghancurkan nama baik perusahaan jika sikapnya seperti itu terus" ucap Oma Jelita.


"Apa yang ibu katakan? Aku sedang membahas Anin bukan Elvan." ucap Ajeng kesal karena ibunya tidak marah melihat Anin dan Dilan jalan bersama.


"Anakmu itu sangat terburu-buru mengambil keputusan untuk menandatangani kontrak, tanpa mau menyelidiki perusahaan atau produk yang akan mereka ajak kerjasama. Jika saja Kevin tidak menceritakan padaku, bahwa kemarin malam Anin tidak mau dekat-dekat dengannya. Karena tidak suka dengan aroma Sampo yang Dia pakai, dan sampo itu produk dari Quen grub........"


"Jadi apa hubungannya dengan Elvan" potong Ajeng.


"Kamu tahu produk yang telah di produksi Quen Grub mengandung racung yang akan mengakibatkan kanker, dan juga gangguan pada ibu hamil, meskipun teksturnya lembut dan harum." jelas Oma Jelita.


Ajeng bersujud di depan ibunya "Ibu Aku mohon biarkan Elvan melanjutkan kerja sama ini dan biarkan dia menanganinya sendiri, Aku tidak ingin mengecewakannya, sekali ini saja ibu." pinta Ajeng.


"Ibu tidak bisa, itu akan membahayakan para konsumen dan sama saja menjatuhkan nama perusahaan" tolak Oma Jelita.


Mendengar semua penuturan dan tuduhan yang tidak mendasar Ajeng, membuat Oma Jelita naik darah dan kehilangan kendali membuat jantungnya shok dan jatuh tak sedarkan diri.


"Ibu, Ibu, aku mohon bangunlah !" ucap Ajeng dengan isak tangis dan menyesali semua kata-katanya, Ajeng mengungcang tubuh Ibunya yang tergeletak tidak bedaya, "Ibu bangung, aku mohon!" lirih Ajeng.


Anin yang baru saja pulang segera berlari masuk kedalam kamar Oma Jelita, saat mendengar teriakan dan tangisan Bibi Ajeng. "Bibi Oma kenapa? tanya Anin panik. " Bibi Ayo kita bawa Oma kerumah sakit" pinta Anin


Ajeng hanya menganggukan kepalanya, Ia benar-benra tidak memikirkan itu sakin pasniknya, mereka membawa Oma Jelita kerumah sakit dan tidak lupa Anin mengabari Kevin.


Kevin tiba di rumah sakit setelah Oma jelita di tangani di ruangan ICU, "Bibi kenapa Oma bisa pingsang?" tanya Kevin masih dengan mimik wajah yang begitu khawatir.


Ajeng binggung mau menjelaskan apa pada Kevin, Ia takut mengatakan bahwa dialah penyebab semua ini terjadi, karena dapat di pastikan, Kevin akan merah padanya.


"It...itu karena dia melihat ini" Ajeng memperlihatkan foto Anin bersama Dilan. Ajeng terpaksa berbohong karena takut pada Kevin.


Anin menundukkan kepalanya saat menyadari Kevin tengah menatapnya dengan tatapan tajam mengintimidasi. Kevin melepaskan tatapannya saat Dokter keluar dari ruangan ICU.

__ADS_1


"Dokter bagaimana keadaan Oma saya?" tanya Kevin.


"Nyonya sudah melewati masa kritisnya, namun belum sadarkan diri, jika nyonya tidak sadar hingga pagi tiba, maka dapat dipastikan Nyonya mengalami koma.


"Saya permisi dulu tuan, kami akan memindahkan Nyonya keruang perawatan" ucap dokter tersebut undur diri.


"Silahkan " ucap Kevin sopan, dan mengikuti langkah Dokter dan juga perawat yang membawa Oma Jelita ke ruang perawataan VIP.


Setelah memastikan Keadaan Omanya kevin angkat bicara, "Bibi dan Elvan pulanglah untuk istirahat" perintah Kevin.


"Bibi akan menjaga Oma di sini, nanti bibi pulang untuk istirahat." ucap Ajeng


"A..aku...." ucap Anin


"Kau tidak perlu menjaga Oma, kau pulang saja, ada bibi di sini" potong Kevin dingin.


"Ans pantau perkembangan Oma" Aku ada urusan sebentar." ucap Kevin berlalu pergi.


Anin yang sedari tadi di hiraukan keberadaanya, segera mengejar Kevin untuk menjelaskan semuanya agar tidak ada kesalah pahaman.


"Kavin, tunggu" panggil Anin.


Kevin menghentikan langkah lebarnya di lorong rumah sakit "Aku bisa menjelaskan semuanya" ucap Anin.


"kau...........


-


-


-


-


TBC

__ADS_1


__ADS_2