Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Kecerobohan Elvan


__ADS_3

Bandara internasional


Setibanya mereka dibandara Anin tidak sengaja menambrak seseorang, karena kecerobohannya membuatnya hilang keseimbangan. Untung saja Kevin bergerak cepat mengapai pinggang Anin Agar tidak terjatuh.


Kini wajah mereka sangat dekat hingga keduanya bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain. Setelah Kevin tersadar ia melepaskan pelukan nya pada Anin.


"kenapa kau ceroboh sekali? kalau jalan itu hati-hati" ucap Kevin ketus lalu berjalan mendahului Anin.


Anin hanya memandangi punggung kekar Kevin yang terus menjauh dari hadapannya.


"Ini adalah jarak terdekat antara kita bertiga, tetapi semuanya akan mulai dihitung mundur. Kebersamaan dan kebahagian yang dihitung mundur kenapa begitu menyakitkan" batin Anin


Sementara Kevin menghentikan langkahnya saat ponselnya berdering, Kevin mengeser tombol hijau dilayar pipih yang ia pengang setelah mengetaui siapa penelpon itu.


"Assalamualaikum, pak Kevin" ucap Ans di sebrang telpon.


"Waalaikumsalam, ada apa kau menelfonku ?" tanya Kevin dengan suara datarnya.


"Dokumen persetujuan pengiriman dana kepulau bali, tidak sampai ketangan departemen keuangan sampai sekarang. Jadi uangnya belum ditransfer ke pulau bali, dan itu membuat pak James dan karyawannya marah besar. Direktur menyuruh anda segera pulang untuk menangani masalah ini." ucap Ans


"Bukankah Direktur menyuruh Elvan untuk mengantar dokumen itu ?" tanya Kevin yang mulai gusar, karena ia tidak ingin mengecewakan para pekerja Adhigama Grub. Apalagi jika itu di pulau bali. Pabrik yang berada di pulau Bali adalah pabrik yang dibangun susah. payah oleh Ayahnya Kevin, dan juga pabrik terbesar Adhitama Grub.


"Saya tidak tahu dimana pak Elvan sekarang, bahkan Direktur pun tidak tahu keberadaan pak Elvan." ucap Ans


"Baiklah, saya akan menanganinya." ucap Kevin dan menutup sambungan telponnya.


Setelah menutup telponnya Kevin mengahampiri Anin yang masih terdiam di tempatnya tadi.


"Anin sepertinya kita tidak jadi pergi, saya ada urusan mendesak." ucap Kevin

__ADS_1


"lalu bagaiman dengan perceraian nya ?" tanya Anin sembari membetulkan kacamatanya yang melorot.


"Kita pergi lain kali saja jika ada waktu" ucap Kevin "Saya akan menyuruh anak buahku mengantarmu pulang." ucap Kevin


"Tidak usah Saya pulang naik taksi saja" ucap Anin meperlihatkan senyumnya.


"......." Kevin menganggukan kepalanya dan melangkahkan kakinya keluar dari bandara.


Anin menatap kepergian Kevin yang semakin lama, semakin jauh dan tak terlihat lagi.


"Entah mengapa Aku merasa lega karena tidak jadi pergi" batin Anin.


Saat akan melangkahkan kakinya keluar dari bandara ponsel Anin kembali berdering


"Halo, assalamualaikum" ucap Anin


"Sekarang ?" tanya Anin mebulatkan matanya.


"Ya sekarang, jangan banyak alasan ibu menunggumu" ucap ibu sandra dan mematikan sambungan telponnya tanpa mau mendengar penjelasan Anin.


Mau tidak mau Anin berangkat menemui ibunya sekarang juga.


...............


Adhitama Grub


Oma Jelita datang kekantor setelah mendengar masalah yang terjadi Diperusahaan karena ulah Elvan. Dan Oma Jelita tidak lupa menyuruh Elvan dan juga Ibunya datang keperusahaan. Oma memarahi Elvan atas kecerobohannya.


"Aku hanya menyuruhmu membawa dokumen kekantor dan kau bahkan tidak melakukannya dengan baik, padahal ini hanyalah pekerjaan sepele" bentak Oma Jelita membuat Elvan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ibu bukan seperti itu" ucap Ajeng mencoba menjelaskan pada ibunya dengan mengelus-elus lengan Oma Jelita.


Oma Jelita menepis tangan putrinya "Diamlah" bentak Oma Jelita "Kalian berdua hanya bisa membuat masalah dan tidak pernah berfikir untuk menyelesaikannya." ucap Oma Jelita menatap tajam pada Elvan dan juga Ajeng.


"Ans" panggil Kevin buru-buru masuk keruangannya dan tidak tahu bahwa didalam ada Omanya.


Kevin hanya melemparkan senyumnya pada wanita tua yang sedang duduk di kursi kebesarannya, dan kembali menatap Ans yang diam saja sedari tadi menyaksikan kemaran Direktur pada cucu dan juga anaknya.


"Bagaimana situasi di pulau bali ?" tanya Kevin langsung pada intinya.


"Begini, setelah Direktur mengetahui masalah ini, Direktur langsung menelpon bagian keuangan untuk mentrasfer gaji karyawan secepatnya. Tapi bagian keuangan mengatakan uang itu akan sampai satu atau dua hari, sedangkan karyawan di pulau bali sudah merasa kecewa pada kita dan mengatakan perusahaan ini tidak dapat dipercaya. dan berencana akan membuat kekacauan, kecuali Anda pergi kepulau bali untuk turun tangan langsung." ucap Ans menjelaskan panjang lebar pada Kevin.


"Membuat kekacauan ?" Oma jelita bangkit dari duduknya "mereka marah? mereka kira Saya tidak marah? uangnya akan ditransfer besok pagi dan untuk apa Kevin harus kesana" ucap Oma Jelita dengan amarah yang mengebu-gebu.


"Oma jangan khawatir aku akan pergi ke bali, Oma tahu sendiri karyawan di pulau bali paling memetingkan harga diri dan juga kepercayaan. Kalau kita kehilangan kepercayaan orang lain, kita akan sulit mendapatkannya lagi, jadi serahkan semuanya padaku" ucap Kevin tegas.


"Apa yang kau tunggu?" tanya Kevin ketus saat melihat asistennya masih diam ditempatnya.


"Apa aku juga harus ikut ?" tanya Ans dengan polosnya.


"Tentu saja kau harus ikut, karena Saya adalah bosmu" ucap Kevin ketus dan berjalan keluar ruangan di ikuti Ans dibelakannya.


Setelah kepergian Kevin, Ajeng menghampiri ibunya lalu memegang lengannya "Ibu duduklah dan tenangkan dirimu!" ucap Ajeng dan menuntun ibunya untuk duduk.


Oma Jelita menuruti perkataan Ajeng. setelah ia duduk ia mengalihkan pandangannya kearah lain dan tersenyum penuh arti.


TBC


Jangan lupa meninggalkan Jejak, agar Author makin semangat up nya.

__ADS_1


__ADS_2