Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Bab 148


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Raka dan Amanda sudah resmi berpisah.


Amanda sudah sudah siap untuk pergi dari rumah, Raka dan Rea. Amanda berjalan menuju pintu keluar dengan diikuti oleh Rea dan Raka dibelakangnya!


"Manda, apa kamu yakin dengan keputusan kamu ini?" tanya Rea.


Rea terlihat begitu sedih saat, Amanda akan pergi dari rumah mereka. Selama ini Rea selalu menganggap, Amanda sebagai adiknya namun kini wanita itu memutuskan untuk pergi meninggalkan dirinya dan keluarganya.


"Iya, Mbak aku yakin. Aku dan Mas Raka tidak ada kecocokan jadi tidak ada gunanya kami tetap bertahan," sahut Amanda.


"Aku lihat selama ini kalian baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba kalian ..." Rea tak melanjutkan ucapannya, dia menangis karena merasa berat melepaskan, Amanda dari hubungan kekeluargaannya.


"Sayang, ini sudah keputusan kami berdua aku harap kamu menghargai keputusan kami ini," ucap Raka.


Setibanya di halaman rumah, seorang supir memadukan barang-batang milik, Amanda ke dalam mobil!


"Mbak aku titip anak-anak ya."


"Amanda padahal kita bisa merawat mereka bersama-sama."


"Maaf, Mbak aku gak bisa," ucap Amanda.


Amanda meraih tangan Rea lalu menggenggamnya!


"Jika nanti aku ingin bertemu dengan mereka, apa, Mbak akan mengizinkan aku bertemu dengan mereka?" sambung Amanda.


"Tentu saja boleh. Aku tidak ada hak untuk melarang kamu menemui mereka."


Rea memeluk, Amanda dengan erat! Dia wanita itu sebenarnya saling menyayangi satu sama lain tapi Amanda harus pergi karena kontrak pernikahannya dengan, Raka sudah selesai sebenarnya, Raka sudah meminta, Amanda untuk bertahan dan sama-sama berjuang untuk saling mencintai namun, Amanda menolak karena tidak yakin, Raka bisa mencintainya.


"Amanda, pegang ini," ucap Raka sembari memberikan sebuah cek yang sudah dia tandatangani.


"Apa ini, Mas?" tanya, Amanda.


"Itu cek yang belum aku tulis nominalnya tapi udah aku tandatangani nanti kalau kamu butuh uang kamu tinggal tulis berapa yang kamu butuhkan," jelas Raka.


"Mas kayaknya ini gak perlu deh."


"Itu perlu, Amanda katanya kamu mau buka toko kue. Kamu pasti butuh modal kan," ucap Rea.


"Iya, Amanda dan ini juga ada sertifikat rumah dan surat-surat kendaraan milik kamu. Semua sudah aku siapkan untuk kamu," ucap Raka.


"Mas ini kayaknya berlebihan deh. Kalau kayak gini kesannya aku kayak menjual anakku deh."


"Jangan bicara seperti itu, Amanda. Ini semua hak kamu, anggap aja ini sebagai harta gono-gini selama kita berumah tangga."

__ADS_1


"Itu benar, Amanda. Kamu butuh uang, rumah dan mobil untuk melancarkan usaha kamu nanti."


"Tapi, Mbak rumah yang sekarang diisi sama, Ibu kan rumah dari, Mas Raka kok sekarang dibelikan rumah lagi."


"Rumah itu kecil, Amanda sedangkan yang sekarang ini lebih luas bisa kamu isi bersama dengan keluarga kamu jadi kalian bisa tinggal bersama," jelas Raka.


"Ya udah deh, aku gak mungkin bisa nolak juga karena kalau pun aku nolak kalian pasti memaksa," ucap Amanda.


Amanda segera pergi dari rumah Rea dan Raka karena dirinya sudah tidak ada kepentingan lagi di rumah itu.


...****************...


Satu bulan kemudian.


Amanda sudah membuka toko kue seperti yang dia impikan sejak dulu. Saat ini Amanda sedang menyetir sendiri dia mencoba memberanikan diri untuk membawa mobil sendiri karena tak ingin terus bergantung pada orang lain terus.


"Bisa gak ya?" gumam Amanda.


Amanda terus melajukan mobilnya dengan perlahan! Tiba-tiba secara tidak sengaja dia melaju dengan kecepatan yang lumayan hingga hingga menabrak mobil yang sedang terparkir di depan mobilnya!


"Allahuakbar!" seru Amanda.


Amanda berusaha menginjak rem mobilnya namun gerakan kakinya kurang cepat.


Bruk!


"Astaghfirullah," lirih Amanda.


Amanda segera turun dari mobilnya dan menghampiri si pemilik mobil yang ditabrak nya dari belakang.


Tok!


Tok!


Tok!


Amanda mengetuk jendela mobil bagian pengemudi.


Tak lama seorang laki-laki keluar dari mobil itu dengan menegang kepalanya.


"Mas maaf ya, Mas saya gak sengaja, saya baru belajar bawa mobil dan saya–"


"Gak apa-apa, Mbak. Saya gak apa-apa kok cuma pusing dikit," ucap laki-laki itu tanpa menatap wajah, Amanda karena dia terus menunduk sembari memegang kepalanya.


"Mas coba saya lihat ada lukanya gak."

__ADS_1


Laki-laki itu mendongakkan kepalanya menatap, Amanda yang sedang panik didepannya.


"Amanda," ucap laki-laki itu.


"Fachri," ucap Amanda.


Grep!


Fachri langsung memeluk gadis yang sudah beberapa bulan terakhir ini dia cari-cari.


"Amanda aku nyari kamu kemana-mana akhirnya aku bisa menemukan kamu."


Amanda membalas pelukan, Fachri! Dia menangis deras, dirinya tak menyangka akan bertemu lagi dengan laki-laki yang dia cintai.


"Fachri, aku pikir kamu lupa sama aku," ucap Amanda.


"Aku gak mungkin lupa sama kamu. Aku datang membawa keberhasilan dan untuk memenuhi janjiku, aku akan segera menikahi kamu."


"Amanda menarik tangannya yang sedang digenggaman erat oleh, Fachri!


"Kenapa, Amanda? Apa yang terjadi?"


Fachri kebingungan kenapa tiba-tiba Amanda berubah sikap.


"Aku gak yakin kamu bisa menerima aku setelah kamu tahu yang sebenarnya."


"Kenapa, apa yang terjadi sama kamu selama aku pergi?"


"Akan aku jelaskan di rumah. Ayo kita pulang ke rumahku!"


Fachri tak berucap lagi, dia mengikuti apa yang diminta oleh, Amanda.


"Pakai mobilmu saja. Mobilku rusak parah," ucap Amanda.


Mobil, Amanda memang mengalami rusak parah di bagian depan akhirnya mereka menggunakan mobilnya milik, Fachri yang juga rusak namun di bagian belakang.


Fachri pun mulai melajukan mobilnya mengikuti arahan dari, Amanda!


Bersambung


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


judul: Pesona Sang Diva


Author: Nezha Ageha

__ADS_1


Yuk! yuk! mampir ke sana.



__ADS_2