Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Takdir


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Sejak saat itu Anin dan Kevin tidak pernah bertemu lagi. Mereka kembali kekehidupan masing-masing, dan melanjutkan hari-harinya seperti tidak terjadi apa-apa.


Kevin menjalani hidupnya seperti biasa, ia selalu di sibukkan dengan berkas-berkas penting yang harus ia tanda tangani, belum lagi rapat di berbagai cabang perusahaan Adhitama Grub.


Sementara Anin kembali ke kehidupan aslinya, dimana ia selalu kerepotan menangani dan menyelesaikan tugas yang di berikan atasannya, karena ia hanyalah asisten administrasi. Anin bekerja di sebuah firma hukum yang di pimpin oleh pak charles.


"ahhhhhh.." terika Anin setelah membaca isi pesan dari kantor KUA, dan itu membuat seisi ruangan kaget mendengar teriakannya.


Ya takdir berkata lain, Anin kembali di pertemukan dengan Kevin. Anin dan Kevin mendapat pesan dari kantor KUA bahawa ia harus mengambil buku nikah mereka hari ini sebelum jam makan siang.


"Anin apa kau sudah gila?" tanya ayu ketus.


Anin melamun memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia mengira masalah di kapal pesiar sudah selesai. Dan ia tidak menyangka akan bertemu dengan kevin dalam waktu dekat ini.


dert...dert...dert...


Bunyi ponsel Anin membuatnya tersadar dari lamunannya. Ia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya. Ia segera menjawab panggilan dari nomor tidak di kenal itu.


"Segera pergi ke kantor KUA sekarang!" perintah seseorang setelah panggilan nya di jawab oleh Anin.


Anin mengerutkan Keningnya, ia tidak mengerti kenapa pria itu menyuruhnya ke kantor KUA.

__ADS_1


"Anin apa kau mendengarku?" tanya kevin kesal.


"Iya." ucap Anin setelah mengetahui siapa pemilik suara bariton itu.


.


.


.


.


"Anin." panggil Kevin.


Anin menoleh dan menghampiri Kevin yang terus berjalan masuk kedalam kantor KUA setelah memanggilnya.


"Ada apa ini, bukankah itu semua hanya pura-pura?" tanya Anin, ia berusaha mengimbangi langkah kevin yang lebar.


"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya pernikahan ini menjadi nyata." ucap Kavin yang terus melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor KUA. Ia bahkan tidak memperdulikan Anin yang berjalan atau lebih tepatnya berlari kecil mengimbanggi langkah lebarnya.


Setelah bertanya pada resepsionis, kini Anin dan Kevin sudah berada di dalam ruangan pengurus buku nikah.

__ADS_1


"Selamat anda sudah menjadi suami istri." ucap Pegawai itu sembari memberikan buku nikah kepada Anin dan Kevin.


"Pasti terjadi kesalahan, ini pasti tidak memiliki kuasa hukum kan?" tanya Kevin dinggin.


"Kesalahan?" pegawai itu mengerutkan keningnya dan kembali memeriksa buku nikah mereka. "Ini tidak salah." ucap pegawai itu.


"Maaf, pasti terjadi kesalapahaman, kami tidak pernah menikah. Dan kami datang unruk meluruskan kesalapahaman ini." ucap Anin.


"Tidak ada kesalahpahaman, surat nikah kalian sudah resmi" ucap pegawai itu.


"Kalau begitu apa bisa di batalkan?" tanya Kevin dan itu membuat pegawai yang menanganinya menahan tawanya.


"Membatalkan pernikahan?" tanya pegawai itu dan tersenyum. "Pernikahan adalah masalah besar dan tidak bisa di batalkan sesuka hati. Kalian tahu ini kantor KUA bukan pengadilan agama, kami hanya bertanggung jawab tentang pernikahan dan juga buku nikah. Bukan pembatalan maupun perceraian, saya tidak bisa membantu kalian." ucap pegawai itu.


"Pernikahan kalian terjadi di amerika, jadi jika kalian ingin mengurus perceraian pergilah ke amerika." ucap pegawai itu memberi saran.


"Amerika?" tanya Anin dan kevin bersamaan.


TBC


Jangan lupa meninggalkan jejak hehehe

__ADS_1


__ADS_2