Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Bab 139


__ADS_3

"Lepaskan istri gue!"


Jasson menarik tangan Lisa dengan sangat keras hingga tangan Lisa terlepas dari genggaman Raka.


Jasson langsung menarik tangan Lisa lagi dengan paksa, dia ingin membawa istrinya itu pergi dari restoran itu.


Karena Jasson menarik tangan Lisa dengan tiba-tiba, membuat Lisa kehilangan keseimbangan tubuhnya gontai lalu perutnya menabrak kepala pegangan tangga yang akan mereka lewati.


"Aaah," lirih Lisa.


Lisa langsung terkulai di tempat itu sembari memegangi perutnya, darah segar terlihat mengalir di paha Lisa.


"Lisa!"


Jasson langsung duduk di samping Lisa lalu meraih tangan sang istri.


"Lisa, kamu gak apa-apa kan? Lisa maafkan aku, aku tidak sengaja," ucap Jasson.


"Perutku sakit," lirih Lisa.


Raka berjalan mendekati Lisa, dia ingin melihat keadaan kekasihnya setelah terjatuh dan perutnya membentur besi pegangan tangga itu!


"Darah, kamu berdarah," ucap Jasson.


"Lisa, apa yang sakit, dimana yang sakit?" tanya Raka.


Raka panik saat tahu Lisa mengalami pendarahan.


"Diam lo! Semua ini terjadi karena lo. Awas aja ya kalau sampai terjadi apa-apa sama anak gue, gue akan bikin perhitungan sama lo."


Jasson segera memangku tubuh Lisa untuk segera dibawa ke rumah sakit.


Raka hanya berdiri sembari menatap kepergian Jasson dan Lisa.


Setelah Jasson tak terlihat lagi Raka masih terdiam di posisi semula namun kini dia menatap bercak darah yang terdapat pada lantai itu.


Jhon menghampiri Raka yang masih berdiri mematung!


"Pak, apa Anda baik-baik saja?" tanya Jhon.


"Jhon, Lisa ... dia pasti baik-baik saja kan?Bayinya pasti selamat kan?" ucap Raka pada Jhon.


"Saya tidak mengerti dengan semua ini, Pak."


Raka mengusap wajahnya dengan kasar lalu dia berjalan menghampiri Jhon yang berdiri tak jauh darinya!


"Bukan ini rencana saya. Saya tidak bermaksud membunuh bayi itu."


Raka terlihat panik kala itu, dia sama sekali tidak menyangka akan terjadi seperti ini.


"Lalu apa rencana Anda?"


...****************...


Di rumah sakit.


Lisa sudah mendapatkan pertolongan dari dokter, kini dia sudah dipindahkan ke ruangan rawat.


Lisa menangis sejadi-jadinya karena mendapati perutnya sudah tidak buncit lagi.


"Dimana bayi saya? Kenapa perut saya tidak seperti semula, kemana bayi saya?" ucap Lisa disela tangisnya.


Di ruangan itu sudah ada Jasson yang siap menerima pernyataan apapun dari dokter.


"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya Jasson dengan nada pelan.

__ADS_1


Sebenarnya laki-laki itu sudah tahu bahwa mereka sudah kehilangan bayinya karena sebelumnya dokter sudah mengatakannya padanya.


"Seperti yang sudah saya katakan, bayi Anda tidak bisa kami selamatkan," sahut dokter itu.


"Nggak, gak mungkin aku gak mau kehilangan bayiku. Aku mau bayiku," lirih Lisa sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Jasson mengelus kepala Lisa dengan lembut! "Sabar ya. Kamu jangan sedih."


Sebenarnya Jasson sangat marah dan kecewa namun saat itu dia harus menyembunyikannya karena tak ingin membuat keadaan menjadi sangat kacau.


"Kembalikan bayiku! Kembalikan bayiku!" seru Lisa sembari menarik-narik tangan dokter yang berdiri di sampingnya!


Lisa terus berteriak meminta agar dokter itu mengembalikan bayinya yang sudah tiada.


...****************...


Tok!


Tok!


Tok!


Seseorang mengetuk pintu rumah Raka dengan sangat keras.


Bik Ida berlari dengan tergesa-gesa hendak membuka pintu utama rumah majikannya itu!


"Biar aku saja yang membukakan pintu Bik," ucap Rea kepada asisten rumah tangganya.


"Baik, Non."


Bik Ida segera kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya!


Rea berjalan menuju pintu utama rumahnya! "Siapa sih? Biasanya juga gak pernah ada yang ketuk-ketuk pintu," gumam Rea.


Rea membuka pintunya dan langsung nampak dua orang wanita paruh baya berdiri didepan pintu rumahnya.


Rea mencium tangan Santi dan Tika secara bergantian.


Ya, Santi dan Tika lah yang mengetuk pintu dengan keras, mereka sengaja ingin memberi kejutan kepada Rea dan Raka dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Sayang, apa kabar?" tanya Santi.


"Baik, alhamdulillah kabarku baik. Ayo masuk Ma!"


Rea berjalan lebih dulu dengan diikuti oleh Santi dan Tika dibelakangnya!


"Duduk, Ma! Aku bikinin minum buat kalian dulu ya." Rea langsung pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk Mamanya dan juga Mama mertuanya.


...****************...


"Tenangkan diri Anda dulu, Pak."


Jhon mengajak Raka untuk duduk lalu memberi bosnya itu minum.


"Jhon tadi kamu lihat kan kalau saya tidak melakukan sesuatu yang membuat Lisa sampai celaka?"


"Anda tidak melakukan apa-apa, Anda tenang saja."


"Apa kamu sudah menyuruh Arya untuk memantau kondisi Lisa di rumah sakit?" tanya Raka lagi.


"Sudah, dia juga sudah memberi kabar tentang Lisa."


"Apa katanya?"


"Lisa kehilangan bayinya dan kemungkinan besar dia tidak bisa hamil lagi."

__ADS_1


"Apa! Lisa kehilangan bayinya? Saya tidak berencana untuk membunuh bayi itu."


"Lalu apa yang Anda inginkan dari Lisa? Anda ingin kembali pada Lisa?"


Jhon menatap Raka tanpa berkedip.


"Konyol, saya tidak mungkin kembali pada wanita yang sudah membuat istri saya tersiksa sampai saat ini."


"Lalu apa yang Anda inginkan, jangan membuat saya membenci Anda."


Raka menatap Jhon sekilas lalu kembali menundukkan kepalanya.


"Jujur saya mau balas dendam kepada dua orang yang sudah melakukan kecurangan terhadap saya," ucap Raka.


"Dendam?" tanya Jhon.


Raka tak menjawab, doa hanya diam dalam seribu bahasa.


"Kalau Anda berniat membalas dendam kepada Jasson dan Lisa, bukankah kejadian hari ini seharusnya bisa membuat Anda bahagia bukan malah gelisah seperti ini."


"Saya tidak berniat menghilangkan nyawa bayi itu. Saya hanya ingin menghancurkan hubungan mereka bukan memisahkan mereka dari anaknya."


...****************...


Di rumah sakit.


Arya terus memantau keadaan Lisa meski dia sudah tahu bahwa Lisa sudah keguguran dan tidak bisa memiliki anak lagi.


Untuk berjaga-jaga, Arya harus tahu apakah Jasson merencanakan kejahatan pada Raka atau tidak, karena bisa dipastikan laki-laki itu akan membalas dendam kepada Raka.


...****************...


Rea sedang berbincang hangat dengan Santi dan Tika, lama tak bertemu membuat mereka saling merindukan satu sama lain.


"Tumben jam segini Raka belum pulang?" ucap Santi.


"Gak tahu, Ma biasanya dia memang udah pulang di jam segini," sahut Rea.


Amanda keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum, dia tidak tahu jika ada Mamanya Rea dan Raka di rumah itu.


Dengan santainya Amanda berjalan menuju dapur!


"Tunggu!" ucap Tika pada Amanda.


Amanda menghentikan langkahnya lalu berbalik badan.


"Wanita?" ucap Tika.


"Wanita hamil?" sambung Santi.


Mereka berdua menatap Amanda dengan tatapan tajam sedangkan Amanda hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya.


"Astaga, aku lupa memberitahu Amanda kalau ada Mama," ucap Rea didalam hatinya.


"Rea siapa wanita ini?" tanya Tika.


"Iya, siapa dia, kenapa dia ada di sini?" sambung Santi.


"Dia ...." Rea menggantung ucapannya karena dia tidak tahu harus bilang apa.


"Dia, siapa?" tanya Santi.


"Dia ... dia–"


"Dia istrinya temanku," ucap Raka yang baru tiba di rumahnya.

__ADS_1


Untunglah Raka datang kalau tidak bisa terbongkar rahasia merek.


Bersambung


__ADS_2