Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Kecowak


__ADS_3

Sementara Kevin senyam-senyum sendiri membaca buku harian Anin kecil yang tidak sengaja ia temukan di gudang tersebut.


"Ternyata sejak kecil kamu sudah di tindas ya ?" tanya Kevin masih setia membaca buku harian Anin kecil.


Anin menoleh menghadap Kevin setelah mendengar pertanyaan pria itu. Ia membulatkan matanya saat mendapati Kevin sedang membaca buku hariannya sewaktu Kecil. "Kembalikan buku itu!" Anin berusaha mengambil buku itu dan kini wajah nya sudah memerah menahan malu.


Kevin menyembunyikan buku tersebut di belakangnya, membuat tubuh Anin begitu dekat dengan tubuhnya saat berusaha mengambil buku tersebut "Jangan bergerak" perintah Kevin.


Anin menghentikan Aksinya, dan memundurkan tubuhnya saat menyadari ia begitu dekat dengan Kevin.


"Kapan kamu bisa mengubah dirimu?" tanya Kevin menatap intens wanita yang berada dihadapannya.


"Apa maksudmu ?" Anin mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa kau begitu bodoh, dan tidak berani mengatakan tidak jika seseorang menyuruhmu atau ingin memanfaatkan mu" ucap Kevin geram.


Anin mengabaikan pertanyaan Kevin dan kembali berusaha merebut buku miliknya.


Kevin menghindari serangan Anin dan berlari-lari kecil di dalam gudang tersebut sembari mengejek Anin "Ternyata impianmu adalah mendapatkan pria yang sangat mencintaimu seperti Ayahmu mencitai Ibumu. Melamarmu dibawah rembulan yang teropancar di atas permukaan laut, kemudian melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan" ucap Kevin tertawa saat berhasil mengoda Anin yang wajahnya sekarang sudah semerah tomat.

__ADS_1


"Maaf" ucap Anin membalikkan tubuhnya membelakangi Kevin.


"Kenapa kamu selalu meminta maaf" bentak Kevin, yang tidak suka jika mendegar Anin terus meminta maaf padanya, seakan-akan ini terjadi karena kesalahannya.


"Kamu punya pacar dan akan segera menikah dengannya, tetapi Saya mengacaukan semuanya." ucap Anin lirih.


"Ini semua bukan kesalahanmu, kenapa kamu terus meminta maaf ? Saya ber...." Kevin tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat sesuatu di bawah kursi.


Kevin refleks melompat menaiki kursi yang telah di bersihkan Anin.


"Ada apa ?" tanya Anin saat melihat ekspresi panik dan juga ketakutan Kevin.


"Ada kecowak" jawab Kevin "cepat injak kecowak itu hingga mati !" perintah Kevin.


"Apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Kevin.


"Saya akan membuangnya, dia juga makhluk hidup kenapa kita hari membunuhnya." ucap Anin.


Sebelum keluar dari gudang tersebut, Anin sengaja mengoda Kevin dengan mendekatkan Kecowak itu kewajah Kevin.

__ADS_1


"Akh...." teriak Kevin karena merasa geli.


Anin berlari Keluar gudang setelah berhasil menggoda Kevin. Sekembalinya Anin, ia mendapati Kevin masih setia berdiri di atas kursi.


"Kenapa kau bekum tidur ?" tanya Anin.


"Bagaimana jika kecowak itu kembali ? saya beritahu padamu, jika kecowak itu kembali lagi aku akan membuat perhitungan padamu" ancam Kevin.


"Kalau begitu saya akan menemanimu hingga kamu tertidur" ucap Anin menahan tawanya, baru kali ini ia bertemu CEO yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis ketakutan hanya karena seekor kecowak.


Kevin membaringkan tubuhnya di atas kursi panjang yang telah di bersihkan Anin. Detik berganti menit dan menit berganti jam, hingga jam menunjukkan pukul dua dini hari. Akan tetapi Kevin dan juga Anin masih terjaga.


Kevin berjalan kearah Anin dan menyelimuti tubuh Anin yang terlihat mengigil, karena kedinginan. "Saya merasa gerah, jadi kau bisa memakai selimut itu" kilah Kevin dan kembali membaringkan tubuhnya di atas kursi tersebut.


"Jika kamu kegerahan, kanapa badanmu bergetar ?" tanya Anin.


"Aku hanya melatih otot-ototku dengan cara mengetarkan badanku" kilah Kevin, yang hanya di jawab anggukan oleh Anin tanda mengerti.


Setelah merasa Kevin benar-benar terlelap, Anin meningalkan gudang tersebut, dan kembali kekamarnya untuk beristirahat karena merasa sangat kelah.

__ADS_1


TBC


Maaf Author lambat up nya


__ADS_2