Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Hilangnya Mahkota


__ADS_3

Falsback on


Setelah keduanya melakukan sandiwara pernikahan, mereka berdua berpesta hingga membuat keduanya mabuk.


Kevin yang sudah mabuk berat menarik Anin pergi dari tempat itu. Ia berjalan sempoyongan bersama Anin mamasuki kamarnya.


Ani yang juga sudah mabuk mengikuti kemanapun Kevin mengajaknya tanpa penolakan.


Setelah berada di dalam kamar, Kevin terus menatap Anin yang terlihat seksi baginya. Ia menghampiri Anin yang sedang tertidur pulas di atas ranjang.


Kevin membuka kancing kemejanya satu persatu dan membuang kemejanya kesembarangan arah. Ia menghimpit tubuh munggil Anin dan mencium kening, pipi dan terakhir ia mencium dan ****** bibir tipis Anin.


Anin membalas ******* Kevin dan itu membuat kevin lebih angresif karena merasa mendapat persetujuan dari Anin.


Kevin perlahan membuka pakaian yang di kenakan Anin hingga tubuh Anin tidak memakai sehelai benang pun. Kevin mencium setiap inci tubuh Anin dan terakhir......


Bayangin sendiri-sendiri aja ya, Author nga bisa jelasin secara keseluruhan hehehe.

__ADS_1


Flashback of


Anin menangis tersedu-sedu meruntuki kebodohannya, bagaiman tidak, kesucian dan kehormatan yang selalu ia jaga. kini di ambil oleh orang asing yang baru ia kenal tadi malam.


"Hiks....hiks...hiks...kenapa kau begitu bodoh Anin?" ucap Anin pada dirinya sendiri. Ia bahkan belum sarapan padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh.


Anin menundukkan kepalanya, ia bahkan seperti tidak merasakan sengatan matahari yang menerpa kulit putihnya.


Kevin melihat Anin duduk termenung di kursi balkon kapal pesiar. Ia menghampiri Anin dan duduk di sampingnya.


Anin yang menyadari kehadiran Kevin segera menghapus air matanya. Ia tidak ingin Kevin merasa bersalah saat melihatnya menangis dan begitu rapuh.


"Anin" panggil Kevin. "Apa kamu tahu apa yang kamu katakan itu? kemarin...." Kevin menghentikan ucapan nya, ia seakan tidak sanggup melanjutkan perkataanya.


Bagaimana tidak, ia merasa bersalah karena ia tahu laki-laki pertama yang menyentuh dan merengut kesucian Anin adalah dirinya.


"Bagaiman bisa kau begitu mudahnya mengatakan tidak apa-apa?" tanya Kevin kesal.

__ADS_1


"Kamu naik kapal ini karena ingin melamar Ana kan? dan ini semua terjadi karena kau menolong ku, dan itu pasti mebuatmu frustasi kan?" ucap Anin, ia berusaha terlihat tegar walaupun hatinya saat ini sangat rapuh dan hancur.


"Apa kamu tidak pernah memikirkan dirimu sendiri?" tanya Kevin kesal mendengar jawaban Anin.


"Aku sudah memikirkannya, jika seseorang mencintaiku dengan tulus, Ia akan menerimaku apa adanya. Aku tahu kamu orang baik, tapi karena saya bisa saja kau menyakiti hati Ana." ucap Anin, ia memperlihatkan senyumnya.


Kevin terdiam dan larut dalam lamunannya, hatinya sangat bimbang, karena di sisi lain ia harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan pada Anin. Tapi di sisi lain ia juga tidak ingin menyakiti hati Ana.


Anin bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pagar balkon kapal pesiar, Ia memegang kuat -kuat pagar balkon. Seakan-akan pagar itu bisa membantunya menahan air matanya agar tidak keluar dari mata indahnya.


Anin menatap laut biru di hadapannya ia berharap kekacauan hatinnya bisa sedikit berkurang. "Soal tadi malam kamu tidak perlu meminta maaf! anggaplah semua itu hanya mimpi! setelah turun dari kapal ini lupakan semua apa yang terjadi! dengan begitu kita bisa menjalani hidup masing-masing." ucap Anin sesegukan.


"Saya sudah selesai bicara." ucap Anin, ia pergi meninggalkan Kevin yang sedang duduk termenung.


Kevin memandang punggung Anin yang semakin menjauh dari pandangannya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, pikirannya sangat kacau dan hatinya menjadi bimbang. Ia tidak tahu harus melakukan apa.


Walaupun Anin sudah memberi jalan keluar dari permasalahan ini. Tapi kevin tetap saja merasa bersalah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2