
"Ah...." teriak Anin setelah mengetahui hasilnya, ia terduduk lemas di atas kloset.
setelah menenagkan diri, ia buru-buru keluar dari toilet saat meyadari seseorang tengah menunggunya di luar sana. Karena terburu-buru berjalan ia tidak sengaja menabrak seorang telegram yang sedang membuat flog siarang langsung.
Sehingga membuat tas yang ia bawa terjatuh membuat isi tas itu berserakan dimana-mana, terutama tespek yang sudah ia pakai.
Tespek itu tergelincir dan mendarat di bawah kaki Dilan, sementara yang lainnya tergelincir ketempat lain. Dan itu membuat Anin sangat malu dan merasa sangat frustasi.
Anin berjongkok sembari memasukkan kembali barang-barangnya kedalam tasnya.
Selegram itu menghampiri Anin setelah mengambil tespek yang tergelincir. "Wah ternyata dia hamil, tidak disangka saya bertemu ibu hamil di tempat ini, ayo teman-teman coba lihat ini !" selegram itu mengarahkan kamera yang masih on ke arah Anin yang sedang tertunduk lemas karena malu "ada calon ibu yang sedang hamil" ucap selegram itu bersorak gembira membuat semua pengunjung menghampiri keduanya.
Dilan mengambil tespek itu dan menghampiri Anin yang tengah malu di kerumuni oleh orang-orang. "Permisi" ucap Dilan sembari membelah keramaian dan menghampiri Anin yang sedang menjadi pusat perhatian.
Ia menuntun Anin untuk berdiri dan membawanya keluar dari kafe itu. Setelah berada di luar kafe, Anin melepaskan tangan Dilan yang masih setia berada di pundaknya.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu khawatir, karena kemungkinan video itu tidak akan menyebar luas" ucap Dilan menenagkan Anin yang terlihat lesu.
Anin mendaratkan tubuhnya di sebuah kursi yang terdapat di halaman minimarket "Kenapa saya tiba-tiba hamil? bagaimana saya akan mengatakan semua ini padanya? apalagi kami akan segera bercerai, apa yang akan terjadi padaku ?" rentetan pertanyaan keluar dari mulut Anin tanpa ia sadari, Dilan masih setia berdiri di hadapannya. Sejak kejadian tadi ia terlihat sedikit linglung.
Dilan merasa sangat iba melihat Anin begitu terpuruk "Apa anak ini hadir karena keinginanmu juga ?" tanya Dilan yang terus menatap gadis dihadapannya yang terlihat sangat gelisah.
"Ayah dari anak ini adalah pria yang baik, dia adalah orang baik" ucap Anin lirih.
"Oma pernah bilang, kevin pernah berlibur di sebuah kapal pesiar" batin Dilan.
"Bagaiman kau bisa tahu ?" tanya Anin
Kini Dilan semakin yakin bahwa Kevin adalah ayah dari anak yang sedang di kandung Anin. Setelah ia mendengar jawaban Anin, apalagi ia pernah melihat Ans membawa buku nikah saat menitipkan berkas kepadanya, untuk di serahkan pada direktur atau lebih tepatnya Oma Jelita. Bahkan Ia pernah mendengar Ans menyebut-nyebut nama yang sangat mirip dengan nama gadis didepannya ini.
"Hanya firasat saja" jawab Dilan bohong "apa kamu akan bercerai dengannya? apa harus sampai ketahap itu ?" tanya Dilan.
__ADS_1
"Seharusnya bukan saya yang menikah dengannya, saya hanya membawa sial untuknya, saya hanya pembawa sial" ucap Anin sembari beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan meninggalkan Dilan yang masih berjongkok di tempatnya.
Dilan berjalan dengan langkah lebarnya dan menghalangi langkah Anin dengan berdiri dihadapannya "Tunggu !" perintah Dilan.
"Kamu bukan pembawa sial, mungkin kamu mempunyai banyak hal indah, hanya saja kamu belum menyadarinya" ucap Dilan mencoba meyakinkan Anin bahwa ia bukanlah pembawa sial seperti yang dikatakannya tadi.
"Jika ingin hidup dengan baik, kamu harus berani dan percaya diri. Kamu harus terlihat berani dan juga meyakinkan hatimu untuk percaya diri. Dengan begitu kamu akan mendapatkan kebahagian yang kamu inginkan. Saya berharap jika suatu hari nanti kita bertemu lagi, kamu sudah mendapatkan kebahagianmu." ucap Dilan panjang lebar, agar bisa memberikan kekuatan dan juga harapan untuk Anin yang terlihat lesu dan juga kurang semangat hidup.
Anin yang sedari tadi hanya mendengarkan penjelasan Dilan, kembali melangkahkan kakinya setelah Ia rasa Dilan sudah selesai bicara. Anin meninggalkan Dilan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Dilan hanya memandangi punggung gadis itu yang semakin jauh dari pandangannya.
"Semangat" teriak Dilan yang berharap gadis itu mendengar teriakannya.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa di like dan juga komennya