
Ini kali keduanya Kevin mendatangi kantor Dilan, namun masih dengan hal yang sama.
"Ada apa Tuan Kevin mengunjungi kantor Saya? jika itu tentang menjauhi Istri Anda, Saya sudah melakukannya" ucap Dilan yang sudah tahu maksud kedatangan Kevin ke kantornya.
"Iya, Saya datang kesini untuk mengatakan itu, menjaulah dari Istriku, tidak usah memperhatikannya, karena Saya yang akan memperhatikannya." ucap Kevin tegas dan menekankan setiap perkataannya.
"Baiklah Saya akan berbaik hati untuk tidak mendekati Istri Anda.Tapi Saya ingatkan satu hal, jika suatu saat nanti Anin sampai meneteskan air matanya hanya kerena Anda menyakitinya, Saya tidak akan tinggal diam" ancam Dilan.
"Kau tenang saja, Saya tidak akan menyakitinya apa lagi membuatnya menangis, karena Saya sangat mencintai Istri Saya" Kevin menekankan kata Istri untuk memperjelas status Anin.
"Saya pegang kata-kata Anda Tuan Kevin, tapi jika Anda melanggarnya, jangan salahkan Saya jika membawa Anin pergi jauh dari kehidupan Anda."
"Saya tidak akan memberimu kesempatan untuk itu" Kevin senyum sinis dan meninggalkan ruangan Dilan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kevin akhir-akhir ini sangat sibuk, karena harus menyelesaikan semua laporan dan juga berkas-berkas perusahaan sebelum acara tahunan perusahaan tiba, sampai-sampai Ia lupa waktu makan siang.
Dert.....dert......dert......
Kevin melirik ponselnya yang sudah beberapa kali bergetar dengan id pemanggil yang sama, membuatnya engang untuk menjawabnya dan lebih fokus pada berkas-berkas di hadapannya.
Dert....dert....dert...
Kevin kembali melirik ponselnya yang bergetar, dan seketika senyumnya mengembang saat melihat id penelfon.
"Sayang ada apa?" tanya Kevin setelah menjawab panggilannya.
"Aku membawakan makan siang untukmu, ini Aku baru turun dari mobil" ucap Anin yang baru saja mendaratkan kakainya di halaman gedung Adhitama.
"Tunggu Aku di bawah, Aku akan menjemputmu" Kevin membereskan berkas-berkas yang berserakan di atas meja kerjanya, setelah itu melangkahkan kakinya keluar ruangan dengan ponsel yang masih setia menempel di telinganya.
"Baiklah" Anin memutuskan sambungan telfonnya.
__ADS_1
Kevin mengembangkan senyumnya saat keluar dari lift dan mendapati Istri kesayangannya sedang berdiri di depan meja resepsionis.
Langkah Kevin terhenti saat seseorang memanggilnya. "Kevin" wanita tersebut segera berlari menabrak tubuh Kevin dan memeluknya dengan sangat erat.
Sementara netra Kevin fokus menatap wajah Istrinya yang masih setia berdiri di depan meja resepsionis.
Anin membalikkan tubuhnya, tidak mampu lagi jika harus melihat pemandanga menyakitkan itu. melangkahkan kakinya keluar gedung menjulang tinggi tersebut. Ans yang melihat kejadian itu, lewat dan pura-pura tidak melihat keberadaan Kevin dan mengikuti Anin.
Sementara Kevin masih diam membeku dalam pelukan wanita yang dulu pernah mengisi hatinya.
"Sayang Aku sangat merindukanmu" Anna kembali menenggelamkan kepalanya kedalam dada bidang Kevin. "Apa Kamu terkejut" Anna mengangkat kepalanya menatap wajah Kevin yang begitu Ia rindukan. "Sayang apa yang Kamu lihat?" Anna mengikuti arah tatapan Kevin dan tidak mendapatkan apapun di sana.
Kevin masih diam membisu.
"Sayang karena Aku sudah datang, Ayo kita menikah, Aku sudah siapa untuk itu" ucap Anna manja.
Setelah sadar dari keterkejutannya, Kevin melepaskan pelukan Anna di tubuhnnya. "Maaf, Aku tidak bisa menikahimu" kata-kata itu keluar begitu saja di mulut Kevin.
Anna diam mematung mencerna kata-kata Kevin. "Apa maksudmu sayang?" Anna menangkup kedua pipi Kevin, namun dengan segera Kevin melepaskan tangan Anna dari wajahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku kira setelah bersama mas Kevin, Aku akan berani menghadapi Anna, namun kenyataannya tidak, Aku bahkan langsung pergi dari sana setelah melihat kedatangannya. Merasa tidak pantas jika harus berdiri berdampingan dengan Anna. Sungguh Kamu begitu bodoh Anin, selalu saja seperti itu, selalu ingin hidup sebagai orang yang tak terlihat, betapa menyedihkannya dirimu" batin Anin dengan berderai Air mata.
"Apa Anda baik-baik saja Nona?" tanya Ans yang sedari tadi mengikuti Anin.
Anin menghapus bekas air mata di pipinya "Aku baik-baik saja" ucap Anin dengan suara seraknya khas orang menangis.
"Saya melihat semuanya tadi." Ans diam sebentar "Anda tahu sendiri bahwa Anna adalah pacar Tuan Kevin di masa lalu, dan butuh waktu sedikit lama untuk Tuan Kevin menjelaskan semua ini pada Anna. Dan untuk mengurangi rasa sakit yang akan Anna rasakan, Tuan Kevin mungkin menjelaskannya sedikit demi sedikit, tapi percayalah pada Tuan Kevin, jika Dia telah membuat keputusan Dia akan mempertanggung jawabkannya." Ans memberi pengertian pada Anin agar tidak terjadi salah paham antara mereka.
"Apa yang Aku takutkan akhirnya terjadi juga, kedatangan Anna sungguh membuatku takut, mungkin Aku terdengar sangat jahat, karena menginginkan kebahagian, di atas penderitaan orang lain." jujur Anin masih dengan isakannya.
"Saya mengerti itu, hubungan cinta kalian memanglah sangat rumit, susah di jelaskan, namun harus di jelaskan agar tidak terjadi kesalapahaman. Tapi kuncinnya hanya satu, percayalah pada Tuan Kevin, Dia pasti akan menyelesaikannya" jelas Ans lagi.
__ADS_1
"Terimakasih atas pengertiannya sekretaris Ans" Anin mencoba untuk tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan disinilah Kevin berada di sebuah apartemen yang Ia tinggali dulu sebelum menikah dengan Anin, tinggal serumah dengan Anna,
Kevin menjelaskan semuanya pada Anna, awal dari pernikahan mereka, kenapa Ia tidak memberitahu Anna, dan sekarang mengapa Ia harus meninggakan Anna, semuanya Kevin jelaskan tanpa ada kebohongan sedikitpun yang Ia sembunyikan dari Anna.
"Aku sangat tersentuh mendengarmu bercerita dan terimakasih karena sudah jujur padaku, jadi Aku juga akan memberikan pengertian padamu" Anna menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlaha.
"Aku tidak keberatan dengan anakmu dengan wanita itu, Aku akan menjaganya dan merawatnya seperti anakku sendiri, jika nanti Anakmu sudah besar, Aku akan menjelaskannya bahwa ibunya bukanlah Aku, dan Aku akan mendukung setiap keputusannya. Dengan begitu Kamu tidak perlu khawatir dengan pernikahan memalukan ini" Anna yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya segera menatap Kevin dengan mengembangkan senyumnya.
Namun senyumnya surut begitu saja saat melihat tatapan Kevin yang begitu tajam bak mata elang. "Dia mempunyai nama, namanya adalah Anindira, dan pernikahan Kami sama sekali tidak memalukan" ucap Kevin geram dengan nada suara yang naik satu oktaf.
"Dia Istriku dan sampai kapanpun Aku tidak akan meninggalkannya. Dan maaf Aku karena tidak mencintaimu lagi" ucap Kevin datar.
"Kevin Aku mohon beri Aku kesempatan sekali lagi, Aku akan berubah demi Kamu" Anna menangi di depan Kevin. "Kevin Aku mohon beri Aku kesempatan"
"Anna" bentak Kevin. "Aku tidak meminta berubah, dan jangan pernah berubah hanya kerena Aku" Kevin berusaha melepaskan ngengaman tangan Anna pada tangannya.
"Kevin Aku mohon, Aku akan merubah diriku, Aku akan menjadi istri yang baik untukmu" ucap Anna bederai air mata.
"Cukup Anna.........
-
-
-
-
TBC
__ADS_1
Jangan lupa dukung Authoor dengan memberikan like, komen, dan vote.