
"Sayang kenapa ekspresi wajahmu begitu ?" tanya Ana di sebrang telfon.
"Sayang Kenapa kamu menelfonku ?" bukannya menjawab pertanyaan Ana. Kevin malah balik bertanya, membuat Ana mengerucutkan bibirnya karena kesal mendengar pertanyaan Kevin.
"Dulu kamu selalu protes jika Aku tidak menghubungimu, gilirang aku menghubungimu kamu malah bertanya" protes Ana dalam mode ngambek.
"Bukan begitu, Kamu kan tidak pernah ada waktu untuk menelfonku" jawab Kevin.
"Aku menelfonmu karena kamu tidak menghubungiku seharian ini, kenapa aku merasa kamu berubah, sepertinya ada yang kamu sembunyikan dariku ?" ucap Ana dengan tatapan penuh selidik
"Apa kamu selingkuh dariku ?" tanya Ana
Nyes, hati Kevin bagai tertusuk jarum mendegar pertanyaan kekasihnya. Dengan susah paya Ia menelan Salivanya "Ji...jika itu benar apa yang akan Kamu lakukan ?" tanya Kevin hati-hati.
"Aku akan menelanmu hidup-hidup" ucap Ana tertawa "Aku percaya padamu, Kamu tidak akan melakukan itu, iyakan sayang?" lanjut Ana yang sangat yakin bahwa Kevin akan setia padanya.
Lagi-lagi Kevin merasa sangat bersalah pada Ana.
"Kenapa ekspresi mu begitu? apa kamu ada masalah ?" tanya Ana
"Aku merindukanmu, Aku berharap Kamu selalu ada di sampingku menemaniku menyelesaikan masalah apapun yang aku hadapi" ucap Kevin.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan segera terbang kesana sekarang juga" ucap Ana
"Bukankah Kamu bilang akan pulang tahun depan ?" tanya Kevin terkejut, takut Ana kembali dan mengetahui kejadian yang sebenarnya.
"Aku kira kamu akan melompat kegirangan dan mengatakan cinta padaku" ucap Ana mengerucutkan bibirnya "Sayang kamu benar-benar berubah" lanjut Ana.
"Aku hanya terlalu bahagia mendengarnya, jadinya aku salah bicara" ucap Kevin cengegesan.
"istirahatlah !" perintah Kevin
"Baiklah, Aku merindukanmu" ucap Ana dan memutuskan sambungan telfonya.
Kevin kembali masuk kedalam kamarnya dan mendapati Anin istrinya sudah tertidur pulas di atas sofa bed, Ia pun segera membersihkan dirinya dan mebaringkan tubuhnya di kasur king size nya, karena begitu lelah, tidak butuh waktu lama baginya untuk terlelap.
****
Dan sesuai janjinya pada Elvan, hari ini Kevin mengadakan pertemuan bersama pemilik Quen Grub di temani Elvan dan juga Ans yang selalu setia berdiri di belakang tuannya.
"Tuan hugo, Saya penasaran mengapa anda ingin kerja sama dengan perusahaan Kami, padahal jika di pikir pikir perusaahan Anda dan perusahan Adhitana Grub bersaing dalam pruduk ini." ucap Kevin to the poin, Karena itu sangat menganggu pikirannya saat Elvan memberitahunya semalam.
"Jika boleh jujur saya sudah sangat lama ingin bergabung dengan perusahaan Anda, tapi selalu tidak mendapatkan kesempatan." ucap Hugo.
__ADS_1
" Benar apa yang dikatakan Tuan Hugo pak Kevin, ini adalah kontrak kerjasamanya" ucap Elvan profesional sembari memberikan amplop berwarna coklat pada Kevin.
Elvan sangat bersemangat mengajukan kerja sama ini, karena Ia ingin Oma mengangapnya hebat sama seperti Kevin. Karena Ia tahu produk yang di rancang Kevin kalah bersaing dengan produk kakak kelasnya Hugo, dan jika produk ini berhasil masuk ke pabrik yang berada di pulau bali, otomatis produk Kevin juga terselamatkan.
Kevin memeriksa berkas itu sebentar lalu menyerahkannya pada Ans "Serahkan ini pada departemen hukum untuk di tinjau, setelah itu berikan pada Direktur Utama !" perintah Kevin pada Ans.
Ans segera mengambil berkas tersebut lalu melaksanakan perintah kevin dan menyisakan mereka bertiga di dalam cafe.
"Tuan Kevin, Saya datang kesini karena mengira akan langsung menandatangani kontraknya" ucap Hugo dengan raut wajah kekecewaan.
"Kami secepatnya akan memberikan jawabannya, Kenapa anda begitu terburu-buru? apa ada masalah dengan produknya atau dalam kontrak nya?" tanya Kevin penuh selidik
"bu...bukan begitu, baiklah kita akan menunggu keputusan Direktur" ucap Hugo gugup mendapatkan tatapan tajam dan penuh selidik dari Kevin.
******
Sementara Anin mengunjungi sebuah museum kerajinan keramik untuk menghilangkan kepenatannya. Anin merasa sedikit pusing dan juga mual setelah mencium aroma pengharum ruangan produk dari Quen grub.
"Anin apa kamu baik-baik saja ?" Dilan segera menghampri Anin yang terlihat sangat pusing, kebetulan museum yang di masuki Anin adalah milik Dilan.
"Tolong pesankan mobil untukku aku ingin pulang kerumah" ucap Anin lirih.
__ADS_1
"Tidak, Aku akan mengantarmu kerumah sakit" ucap Dilan memapah Anin masuk kedalam mobilnya untuk menuju rumah sakit
TBC