Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Pernyataan


__ADS_3

Anin yang teringat sesuatu segera melepaskan pelukannya "Berhubung karena di dalam kamar ini tida ada sofa, biar Aku tidur di lantai saja, lagian ranjangnya mungkin terlalu sempit untuk mas Kevin" Anin mengambil selimut dan juga bantar untuk di tempatinya tidur di lantai.


"Kamu mau kemana?" Kevin menarik tangan Anin, membawanya kembali keranjang dan menidurkannya lalu memakaikannya selimut. "Kamu itu wanita hamil, tidak baik jika tidur di lantai."


Kevin menyeringai, membuat Anin begidik ngeri entah apa yang ada di pikiran suaminya saat ini. "Karena Kamu adalah wanita hamil, jadi Suaminya harus tidur di sampingnya." Kevin ikut menyusutkan tubuhnya kedalam selimut yang sama dengan Anin.


Anin membalikkan tubuhnya membelakangi Kevin, kini keringat dingin mulai bermunculan di pelipisnya dan tubuhnya sudah menegang.


Kevin semakin mendekat, mengangkat keoalanya agar bisa melihat wajah Istrinya yang sedang membelakanginya "Hei kenapa Kamu tegang seperti itu" Kevin semakin menggoda Anin.


"Ak....Aku tidak tegang" sumpah demi apa Anin benar-benar gugup, apa lagi hembusan nafas suaminya begitu terasa di tengkuknya.


Kevin mengangkat tangannya memegang lengan Anin "Rilekskan tubuhmu" Kevin mengungcang dengan lembut lengan Anin, membuat Anin semakin menyusutkan tubuhnya kedalam selimut.


"Angkat kepalamu" perintah Kevin.


"Hah?" Anin memutar tubuhnya menghadap Suaminya, sungguh kini wajahnya sudah sangat merah, baru kali ini Ia begitu dekat dengan Kevin.


"Ayo angkat kepalamu" Kevin menyungingkan senyumnya.


Dengan perlahan dan juga ragu, Anin mengangkat kepalanya dan jlep, Kevin berhasil menarik Anin kedalam pelukannya, menenggelamkan wajah Istrinya di dada bidangnya, menciumi puncak kepala Anin. "Anin, Aku merasa ulang tahunku, kali ini sangatlah berkesan dan juga berharga" ucap Kevin tanpa membuka matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah sarapan pagi, Anin dan Kevin pamit pulang pada ibunya. Dan entah Kevin kesambet apa hari ini, sehingga membuatnya begitu mager, sepanjang perjalanan Ia malah tertidur di dalam mobil dengan beralaskan paha Istrinya sebagia bantal.


Bahkan ponselnya terjatuhpun Ia tidak merasakannya, Anin mengambil ponsel tersebut dan melihat pesan masuk dari Anna.


"Sayang Aku akan pulang besok, jadi tunggulah" isi pesan,


Dan itu lagi-lagi membuat Anin sakit dan juga merasa bersalah secara bersamaan.


Setelah sampai dirumah, Kevin bukannya berangkat bekerja dan malah kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Mas Kevin ayo bangun, ini udah hampir siang loh, masa Ia tidur lagi" protes Anin menarik tangan Kevin.


"Badanku sakit semua" keluh Kevin kembali membaringkan tubuhnya. "Bisa tidak Kamu membelikanku koyo" pinta Kevin.


"Mas Kevin tunggu di sini, Aku akan membeli koyo di depan"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mas bangunlah, Aku sudah mendapat koyo seperti yang Kamu mau" Anin berdiri di samping tempat tidur di mana Kevin masih bergelung di dalam selimut.


"Cepatlah" Kevin membuka selimut yang menutupi tubuhnya tanpa memakai baju.


"Mas Kevin ih" Anin membalikkan tubuhnya engang untuk melihat tubuh Suaminya yang tenga bertelanjan dada. Kini wajah Anin bersemu merah karena malu.


Kevin menarik tangan Anin, membuat Anin jatuh terduduk di sampingnya. "Cepat pasangkan koyo itu, disini, dan di sini" Kevin membimbing tangan Anin menyentuh dada dan perut kotak-kotaknya, membuat tangan Anin gemetar


Anin masih belum bergeming di tempatnya "Kenapa? apa Kamu tidak menyukaiku? sehingga Kamu engang untuk melihatku" goda Kevin berbisik di telinga Anin, membuat tubuh Anin meremang.


"Aku suka kok sama mas Kevin" jawab Anin.


"Kalau begitu ngadep sini dong" ucap Kevin manja.


"Yang mana yang pegal? ini dan ini" Anin mebalikkan tubuhnya dan ngegelitikin Kevin hingga puas.


"Ampun.....ampun" teriak Kevin di tengah-tengah tawanya.


Anin menghentikan tawanya, dan tak menyangka akan mendapatkan serangan tiba-tiba. "Ahk" teriak Anin, bagaimana tidak, kini Ia sudah berada di bawah tubuh Kevin. Kevin menyeringai saat melihat wajah ketakutan Anin.


Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi😀☺


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam ini Tari dan Ans menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan setelah melakukan ritualnya, yang mereka lakukan setiap akhir pekan.


Tari dan Ans berjalan di sebuah taman setelah menonton film kesukaan Tari. Ans selalu saja mencuri-curi kesempatan untuk memegang tangan Tari, seperti saat ini, Ia sesekali melingkarkan tangannya di punggung Tari tanpa menyentuhnya, dan itu ia lakukan berulang kali.


Tidak yakin dengan itu, kini tangan Ans beralih dimana tangan Tari berada, Ans sengaja mengayung-ayungkan tangannya agar tangan Tari menyentuh tangannya. Ia mengembangkan senyumnya walau hanya berhasil menyentuh tangan Tari tanpa menggenggamnya.


"Dasar pengecut" sindir Tari yang menyadari kelakukan Ans.


"Siapa yang pengecut?" tanya Ans ketus.


"Siapa lagi kalu bukan Kamu, menginginkan sesuatu namun tidak berani untuk memgapainya" sindir Tari lagi senyum mengejek. "Ini kan yang Kamu mau?" Tari menggenggam tangan Ans. "Dasar pengecut"


"Aku tidak pengecut, apa Kamu perlu bukti?" Ans geram saat seorang wanita mengejeknya.

__ADS_1


"Makan buktinya" tantang Tari.


Ans yang mendengar tantangan Tari segera melingkarkan tangannya di pinggang ramping Tari, mendekatkan wajahnya pada wajah Tari, menyentuh bibir Tari dengan bibirnya. Bukannya menolak Tari malah menikmati ciuman Ans, lama bereka melakukannya hingga seseorang menyadarkan mereka.


"Kak inj itu tempat umum, jika Mau melakukannya, lakukan nanti dirumah" tegur anak kecil yang kebetulan lewat di taman tersebut.


Ans melepaskan ciumannya, dan kini Ia sangat malu, apa lagi seseorang yang menegurnya adalah anak kecil. Namun berbeda dengan Tari yang tengah tertawa terbahak-bahak melihat Ans di permalukan anak kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepasang kekasih tengah menikmati sarapan paginya walaupun hanya dengan roti tawar dan juga selai. Tari mengolesi roti tawar tersebut dengan selai stroberi dan memberikannya untuk Ans, dan satunya lagi untuk dirinya.


"Kenapa Kamu menatapku dengan tatapan seperti itu hah?" tanya Tari saat menyadari tatapan Ans yang entah apa artinya.


"Aku hanya berfikir bagaiman kalau Kita mengakhiri pacaran pura-pura ini" Ans mengutarakan pendapatnya.


"Apa maksudmu?" Tari benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Ans, dia sendiri yang memintanya menjalani hubungan pura-pura ini, tapi Ia juga yang mengakhirinnya.


"Aku ingin mengakhiri hubungan pura-pura ini, dan menjalani hubungan asli denganmu" ucap Ans mantap.


"Uhuk" Tari tersedak saat mendengar pernyataan Ans. "Apa Aku tidak salah dengar? apa Kamu sedang bercanda?" Tari memastikan.


"Apa wajahku terlihat bercanda dan meragukan?" bukannya menjawab pertanyaan Tari, Ans malah balik bertanya.


"........"Tari mengelengkan kepalanya tidak bisa berkata apa-apa lagi, mendengar pernyaataan Ans.


"Dia benar-benar tidak ada romantis-romantisnya sama sekali" batin Tari.


"Bagaimana..............


-


-


-


-


TBC

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Vote, Komen, dan juga like.


__ADS_2