
"Kalau kamu memang benar- benar merasa berhutang padaku, maka kamu isi cek kosong yang aku berikan lalu pergi dari kehidupan ku ! karena dengan melihatmu aku selalu merasa berhutang padamu." ucap Kevin geram menatap tajam pada wanita yang sedang ia kunci pergerakannya.
Anin menundukkan kepalanya dan berusaha sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak jatuh di depan pria arogan tersebut.
Kevin yang baru tersadar dengan apa yang ia lakukan dan katakan pada Anin, segera memegang kedua lengan Anin dengan lembut dan membimbing nya untuk duduk di pinggir ranjang.
Kevin menatap Intens wajah Anin dan benar-benar menyesali perkataannya hingga membuat Anin terlihat sedih, hanya karena ia tidak bisa mengontrol emosinya.
Kevin membalikkan tubunya membelakangi Anin " Maaf, aku tidak bisa mengendalikan emosiku tadi. Kerena aku merasa Kehidupan ku sekarang tidak berjalan sesuai keinginanku." ucap Kevin.
"Aku tahu kamu menikahiku karena terpaksa, jadi Aku berjanji setelah Anak Kita lahir, Aku akan pergi meninggalakanmu tanpa membuat masalah apapun. Dan Aku juga tidak akan muncul dihadapanmu dan juga pacarmu, Aku akan menghilang sepenuhnya dalam kehidupanmu, aku berjanji.
Lagi-lagi Kevin dibuat frustasi dengan masalah yang sedang ia hadapi sekarang ini. Ia tidak ingin menyakiti Anin, tetapi ia juga tidak ingin menyakiti perasaan wanita yang sangat ia cintai.
Kevin memutuskan untuk keluar jalan-jalan untuk menghirup udara segar agar bisa menenagkan pikirannya yang sedang kacau.
Kebetulan di dekat rumah Anin terdapat sebuah taman yang terlihat sepi, Kevin mendaratkan tubuhnya di sebuah bangku panjang yang terdapat di taman tersebut.
__ADS_1
Bunyi ponsel membuat Kevin tersadar dari lamunannya, segera ia memeriksa notifikasi yang baru saja masuk di benda pipihnya, ia mengangkat sudut bibirnya setelah membaca pesan dari kekasihnya Ana. Yang mengirimkan Video dan juga ucapa selamat tidur untuknya.
"Aku selalu ingin berada disisimu, tapi kenapa aku malah menikah dengan wanita lain ? lalu apa yang harus aku lakukan ?" batin Kevin
Seketika ia teringat sesuatu, dan segera menefon oengacara Charles.
"Halo pak Charles"
"........."
"Saya ingin Anda segera mempersiapkan berkas perceraian saya.
"Baiklah, saya akan mengirim informasi detailnya besok pagi.
Setelah itu Kevin menutup sambungan telponnya lalu membalikkan tubuhnya, dan betapa terkejutnya ia saat mendapati Ibu Sandra berdiri dibelakannya dan sedang menatapnya dengan tatapan membunuhnya.
Kevin dengan susah menelan salivanya "i...ibu" ucap Kevin terbata-bata. Apakah Ibu Anin mendegar semuanya? apa yang harus aku lakukan sekarang? itulah yang ada dipikiran Kevin sekarang.
__ADS_1
"Aku tahu kamu tidak mencintai Anin, tapi karena kalian sudah menikah, otomatis Sekarang Anin menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya. Walaupun mungkin di antara wanita-wanita yang pernah dekat denganmu, Anin adalah yang paling biasa dan dari keluarga sederhana. Tapi Kau hari tahu, Dia putriku satu-satunya dan sangat berharga bagiku" Ibu Sandra menghentikan ucapannya sejenak
"jadi Aku ingatkan padamu jika Aku mengetahui Kau sedang memirkan apalagi pacaran dengan wanita lain, Sementara status kalian masih suami istri, jagan harap aku bisa mengampunimu." Ancam Sandra
Kevin lagi-lagi menelan salivanya dengan susah.
"Aku sudah selesai bicara pergilah !" perintah Sandra.
Kevin bernafas lega dan melangkah kan kakinya meninggalkan mertuanya, tetapi langkahnya terhenti saat kembali mendengar suara mertuanya " Kau mau kemana ?" Tanya Sandra.
Kevin yang baru sadar dengan kecerobohannya, hanya bisa meruntuki kebodohannya. Bagaimana Ia bisa sebodoh itu sampai-sampai arah pulang saja ia lupa dan malah pergi dengan arah yang berlawanan.
-
-
-
__ADS_1
-
TBC