Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Menggoda Naura


__ADS_3

Kedua mata saling beradu. Saling membalas tatap satu sama lain. Sinaran lembut dengan rasa sayang menyelimuti terhantar sempurna ke hati Naura dan Julian.


Kedua insan yang telah mengetahui perasaan satu sama lain itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang sama. Saling berhadapan dengan posisi miring. Dua bantal guling menjadi pembantas bagi keduanya.


"Alexandra Naura Morris." ucap Julian menyembut nama lengkap perempuan cantik yang ada di hadapannya.


"Ya, Dokter Julian Mallory Pratama Alvarendra" sahut Naura dengan mengulas senyuman.


"Bisakah aku memanggilmu dengan sebutan Alexa? Nama yang cantik dari perempuan cantik "


"Saya sudah terbiasa di panggil dengan Naura." Naura menolak keinginan dari Julian.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa. Tapi aku sangat suka dengan nama itu." Julian memilih mengalah dan tidak mau mendesak.


"Bisakah dokter Julian berhenti memandangiku seperti itu?" Naura tidak nyaman dengan sorotan mata Julian yang tidak mau teralihkan dari dirinya.


"Kenapa? Jantungmu berdebar kuat lagi?" Julian menebak dengan tepat.


Naura mengangguk. "Karena Dokter Julian sudah mengacaukan saya. Denyut nadi saya juga jadi tidak normal."


"Bisakah kau memanggilku dengan santai?" Julian menuntut lebih.


"Lian...." ucap Naura dengan malu - malu.


"Jika mau di tambah pemanis ucapkan dengan Honey atau sayang...."


"No, no, no!" Sela Naura cepat. "Itu... itu.... nanti jika kita sudah mulai terbiasa." sambung nya tergagap.

__ADS_1


"Kalau begitu, bisakah kau lepaskan pakaianmu itu? Apa kamu mau tidur dengan pakaian seperti itu?" tanya Julian dengan tangan yang terulur lalu membelai lembut lengan Naura.


"Sebelum aku melepaskan pakaian ini. Bisakah kita membahasa turan mainnya?"


"Katakanlah..."


"Haruskah seperti ini, Lian?" Naura mengerjap - ngerjap kedua mata.


"Ya," jawab Julian singkat dengan tatapan terkunci pada Naura.


"Tapi aku tidak nyaman." Naura menyatakan keberatannya.


"Kau akan merasa nyaman seiring berjalannya waktu!" Sahut Julia cepat.


"Kau mau menggodaku lagi ya?" Naura terperangah, bahkan bingung untuk mengulas senyum.


"Lian!" Teriak Naura frustasi.


"Lebih baik cepat kita langsungkan rapat untuk aturan mainnya," Julian setengah mendesak, mulai tak sabar di karenakan Naura yang terus mengulur waktu.


Naura beranjak dari tempat duduknya. Jemarinya mencengkram kuat tepian meja makan yang menjadi tempat berlangsungnya rapat yang mereka sepakati.


Kedua mata Naura memincing tajam. Julian yang masih santai duduk di hadapan Naura. Kedua mata terpejam sejenak untuk mendinginkan dirinya yang mulai hangat terbakar hasrat di dalam tubuh.


"Lebih baik aku kenakan..."


"Wajahmu memerah?" sela Julian cepat. "Kau bernafsu padaku, Awh..." Julian menyilangkan kedua tangan di dada. "Naura, kau membuatku takut."

__ADS_1


"A- apa... Apa?" Naura semakin terperangah sampai - sampai tergagap.


"Ternyata kau lebih agresif dari yang aku kira?" dengan kepolosan dan wajah datarnya Julian menuduh Naura tanpa ragu.


"Lebih baik kau kenakan kembali pakaianmu ini."


Naura melucuti satu persatu kancing kemeja yang di kenakan olehnya. Kemeja putih milik Julian yang terpaksa Naura kenakan di karenakan dokter tampan itu yang memaksa.


"Lihat! Lihat! Kau bahkan melepaskan sendiri pakaianmu itu." Julian kembali menggoda Naura hingga membuat perempuan cantik itu tersadar. "Jadi? Kau mau melepaskan sendiri kemeja itu di hadapanku?" sambung Julian menggoda Naura.


Naura tersadar. Jemarinya yang telah melucuti ketiga kancing teratas seketika terhenti. Belahan dada yang putih mulus dengan dalaman yang berwarna peach pun mengintip dari sela - sela kemeja yang terbuka.


Glek!


...********...


Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D


Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~


Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁


Makasih...


Bersambung....


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.


__ADS_2