Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Beijing


__ADS_3

Ans yang baru saja pulang dari kantor, menyempatkan diri singgah di restoran favoritnya untuk membeli makanan kesukaan Tari untuk melancarkan aksinya malam ini.


Sepanjang perjalanan Ans menyusun rencana dan juga kata-kata agar rencananya berhasil untuk membujuk sang pacar agar mau memberikan informasi tentang Anin.


"Sayang Aku pulang" ucap Ans setelah membuka pintu kontrakan mareka. Kontrakan yang dulunya sangat di benci oleh Ans, kini menjadi saksi cinta mereka, bahkan Ans selalu ingin pulang cepat hanya untuk melihat wajah sang kekasih.


"Lihatlah Aku membawa apa?" Ans memberikan makanan yang telah di belinya tadi.


Tari yang sedang sibuk bekerja untuk memecahkan kasus kliennya segera menoleh. "Memangnya apa yang Kamu bawa?" tanya Tari dengan ekspresi datarnya, karena sangat stres memikirkan kasus yang sedang Ia tangani.


Bahkan Tari tidak menyambut Ans seperti biasanya karena terlalu lelah. "Kamu pasti belum makan kan? jadi makanlah dulu, Aku membelikan makanan kesukaanmu" Ans menyajikan makan malam untuk Tari.


"Sayang Kamu memang benar-benar perhatian." Tari segera beranjak dari duduknya dan berjalan kemeja makan yang tidak jauh dari ruang Tv karena memang kontrakan mereka tidaklah luas. "Sayang Kamu sudah makan? ayo Kita makan malam bersama" panggil Tari yang segera di laksanakan oleh Ans.


Setelah makan malam, Tari kembali berkutat dengan pekerjaannya, sementara Ans hanya menatap Tari dalam diam, dengan pikiran yang bekelana kemana-mana, mencari cara agar bisa memulai pembicaraan, takutnya jika salah bicara, macan betinanya itu mengamuk.


Ans berjalan mendekat dan berdiri di belakang Tari. "Sayang Kamu pasti lelah kan? biar Aku pijitan ya? jangan memaksakan diri nanti Kamu stres lagi, mau Aku bantu?" Ans perlahan mimijit pundak sanga pacar. Ans mulai lagi deh dengan cerewetnya yang melebihi emak-emak kompleks.


Tari menghentikan pekerjaannya dan menatap Ans dengan tatapan jengah. "Kenapa malam ini Aku merasa Kamu sangat perhatian ya" Tari mulai curiga dengan kelakuan Ans.


Ans menghentikan pijatannya dan duduk di samping Tari. "Aku kan memang perhatin padamu sayang" ucap Ans.


"Sudahlah, Aku tahu apa yang Kamu inginkan, dan Aku tidak akan membuka mulut tentang itu" Tari sudah menebak apa yang di inginkan Ans hanya dari gerak geriknya. Ya Ans bukanlah tipe cowok yang suka berbasa basi jadi Dia akan ketahuan hanya dengan sekali Kita melihatnya.


"Sayang Aku mohon beritahulah dimana Anin berada, bukankah kalian sahabat dekat" Ans mulai mengeluarkan bujuk rayuannya, bahkan Ia sudah mengelus-elus punggung tangan Tari.


"Sudah Aku bilang Aku tidak tahu di mana Anin berada, bukankah Kamu sudah memeriksa ponselku diam-diam dan tidak menemukan apapun" jawab Tari sekaligus menyindir pria di hadapannya yang dengan sembunyi-sembunyi memerika ponselnya saat Ia tertidur atau lebih tepatnya pura-pura tidur.

__ADS_1


Ans cengegesan, ternyata Tari mengetahi kelakuannya. "Ya maaf yang, Aku tidak tahu lagi mau cari informasi di mana, makanya Aku diam-diam memeriksa ponselmu" jujur Ans mengaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


Tari mengembangkan senyumnya, membuat Ans mengerutkan keningnya. "Kenapa Dia tidak marah dan malah tersenyum, Aku jadi takut melihatnya." batin Ans.


"Anin itu tahu bahwa Kita pacaran dan juga Anin tahu Kamu itu sahabatnya Kevin, makanya Anin hanya berpesan padaku agar tidak perlu mengkhawatikannya selama Dia tidak ada. Anin menyuruhku menunggu sampai Dia menghubungiku." jelas Tari yang mengerti dengan perasaan Ans yang selalu mendapatkan tekanan dari Kevin.


"Tidak ada yang tahu kemana Anin pergi bahkan kak Rara sekalipun, kecuali bibi Sandra sih" lanjut Tari.


"Kalau bibi Sandra mah, nga usah di tanya lagi yang, Tuan Kevin hampir setiap weekend menemuinya namun bibi Sandra seperti orang bisu saja, jika di ajak bicara sama Tuan Kevin." jelas Ans menghela nafas, tidak tahu lagi di mana harus mencari informasi tentang keberadaan Anin.


Ya Ans dan Kevin tidak ada yang tahu bahwa Anin pergi bersama Dilan, jika saja mereka tahu, sudah dari dulu mereka akan menemukan Anin dengan melacak keberadaan Dilan yang terkenal di mana-mana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah lama tinggal di Beijing, Anin mulai terbiasa dengan kehidupan Beijing, sedikit-sedikit sudah bisa bergaul dengan orang-orang Beijing dengan bahasa mereka, Anin juga merubah namanya menjadi Elice. Ya itulah nama panggilan Anin di Beijing.


Anin yang sedang sibuk bekerja di kagetkan dengan kedatangan Dilan. "Apa Kamu sedang sibuk?" tanya Dilan mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu khusus pelangan, memperhatikan Anin yang sedang menata pakaian.


"Kenapa Kamu ada di sini?" Anin menghampiri Dilan karena butik sedang sepi pengunjung jadi Anin tidak sibuk-sibuk amat.


"Aku ingin mengajakmu menemui temanku, Dia mengajakku untuk makan malam bersama" ucap Dilan.


"Tapi jam kerjaku berakhir satu jam lagi, Aku tidak enak jika meminta izin pada bosku, dan juga tidak enak jika membuatmu menunggu, jadi pergilah." tolak Anin halus karena memang dirinya belum selesai bekerja.


"Santai saja Aku akan menunggumu Elice." kekeh Dilan karena Dilan lah yang memberikan nama untuk Anin.


Satu jam tiga puluh menit telah berlalu, akhirnya mereka sampai juga di sebuah mansion yang terbilang cukup mewah, Dilan mengajak Anin masuk untuk menemui temannya.

__ADS_1


"Akhirnya Kau datang juga Dilan" seorang Pria tua menyambut kedatangan Dilan dan juga Anin.


"Maaf guru, Saya sedikit terlambat" Dilan memberikan bow pada master Long.


Anin mengedarkan pandangannya memperhatikan mansion yang di penuhi lukisan-lukisan yang begitu indah di pandang mata. "Wah lukisannya cantik sekali, bahkan melebihi karya master Long yang dulu-dulu" puji Anin di depan master Long dan juga Dilan. Ya Anin memang pengemar master Long, tapi Ia tidak pernah melihat foto Master Long karena memang master Long sangatlah misterius.


Dilan terkekeh melihat ekspresi Anin yang terus memuji semua lukisan yang yang tertempel didinding dan terus membandingkannya dengan karya master Long.


"Kenapa Kamu ketawa? apa ada yang salah dengan perkatanku?" tanya Anin saat melihat Dilan terus tertawa bersama dengan master Long yang merasa lucu melihat Anin, yang katanya pengemar berat dirinya tapi tidak tahu orangnya.


Ya selama berada di Beijing Anin banyak berubah, salah satunya Ia mulai percaya diri.


"Master Long lihatlah pengemar Anda, Dia bahkan tidak mengenali Anda sama sekali" ucap Dilan masih dengan tawanya.


"Master Long?.................


-


-


-


-


-


TBC

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like, komen, Vote, dan jangan lupa menambahkan sebagai cerita favorit kalian, agar mendapatkan notifikasi setiap up.


__ADS_2