Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Ayah Siaga


__ADS_3

"Tu...Tuan....."


Tring


Kevin segera mengambil ponselnya dan memeriksa pesan yang baru saja masuk, setelah membaca pesan tersebut Kevin bangkit dari duduknya.


"Tuan mau kemana?"


"Saya ada urusan, semua urusan pekerjaan kuserahkan padamu" Kevin melangkahkan kakinya keluar dari restoran tersebut, melajukan mobilnya meninggalkan Ans seorang diri.


*


*


*


*


"Sayang sebentar lagi kakak Jack punya Adik, jika suatu saat nanti kakak Jack bisa bertemu dengan dedek bayi bunda, kakak Jack janji akan menjaganya untuk bunda ya"


"Umm sayang" Anin benar-benar gemes melihat pipi gembul Jack "jadi gemes" Anin tak henti-hentinya menciumi baby Jack, sementara Baby Jack hanya tertawa.


Ting tong


Bel pintu rumah berbunyi membuat Anin menghentikan kegiatannya dan membukakan pintu untuk tamu tersebut. Anin tertegung melihat kedatangan seorang pria tinggi berbadan kekar dengan raut wajah datar, berpakaian rapi menggunakan jas putih.


Pria tersebut memberikan kode dengan matanya, Anin yang mengerti arti tatapan Pria di hadapannya segera mengikuti Pria tersebut. Setelah berpamitan pada pengasuh Baby Jack.


"Anin walaupun hubungan Kita tidak normal seperti kebanyakan orang tapi bisakah kamu menganggapku sebagai Suamimu ! menjadikanku sandaran, dan orang pertama yang mengetahui kesedihanmu !" Kevin mengeluarkan unek-unek yang ditahannya sedari tadi, setelah mendapatkan pesan dari Ibu mertuanya.


"Maksud mas Kevin?" Anin mengerutkan keningnya, sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Suaminya.


Kevin memberikan ponselnya pada Anin yang berisi pesan dari Ibunya.


Saya sangat bahagia saat Kamu dan Oma Kamu datang kerumah Saya, meminta Anak Saya untuk menjadi bagian dari keluarga kalian.

__ADS_1


Saya mengira itu adalah awal dari kebahagian Anakku, setelah bertahun-tahun di tindas oleh orang-orang yang tidak pernah menghargainya, padahal Dia adalah Anak yang sangat baik.


Kamu tahu? jika Saya menanyakan kabarnya? Dia selalu mengatakan bahwa Kamu sangat menyayanginya dan juga mencintainya, dan dengan bodohnya Saya mempercayai semua perkataan Anin.


Dia selalu membelamu jika Saya mencari-cari kesalahanmu, tapi apa yang Kamu lakukan padanya? Kamu bahkan dengan tega menyuruhnya menandatangani kontrak pernikahan, dan memajang semua foto-foto mantan pacarmu disetiap sudut kamarmu.


Apa Kamu tidak sadar? itu semua menyiksa Anakku, tidak ada seorang Istri yang tidak merasakan sakit saat melihat foto mantan pacar Suaminya terpasang dengan rapi didalam kamarnya.


Tapi Saya tidak akan mengurusi rumah tangga kalian, Anakku sudah dewasa Saya percaya semua keputusannya itu yang terbaik untuknya.


Saya hanya ingin mengatakan ini padamu. Gantikan Saya selama Kamu bersamanya, jadilah sandaran untuknya, jika Dia menghindarimu itu artinya Dia punya masalah dan sedang menanggungnya sendiri.


Saya memberimu kesempatan kali ini, tapi jika Anin memutuskan ingin meninggalkanmu, Saya tidak akan mencegasnya.


Pesan Ibu Sandra.


Setelah membaca pesan Ibunya, Anin diam terpaku, hal yang Dia sembunyikan dari Ibunya akhirnya diketahui juga, Jika Ia mengetahui bahwa ibunya akan menemuninya di kediaman Adhitama, Dia tidak akan pergi ke Bali.


Kevin memberanikan untuk melangkahkan kakinya mendekati Anin, dengan ragu mengangkat tangannya dan melingkarkan tangannya ke pinggang Anin, dan semakin menarik Anin kedalam pelukannya.


Anin dan Kevin kembali ke resort setelah menikmati angin pantai sore itu. sesampainya di resort Anin mencuci tangannya dan mengambil Jack yang sedang menangis dalam gendongan pengasuhnya.


"Cup....cup....sayang, jangan nangis ya, ada bunda disini" Anin mengendong jack hingga tertidur.


"Sini biar Aku yang mengendong jagoan kecil" Kevin mengambil Alih jack dari dekapan Anin. "Kamu tidak usah mengendong jack atau mengangkat yang berat-berat kasin Baby Kita" lanjut Kevin lagi.


Anin mengembangkan senyumnya mendapatkan perhatian dari Suaminya, ingin rasanya Ia menghentikan waktu agar tidak berlalu dengan cepat.


"Anin kenapa pantat Jack terasa panas ?" adu Kevin saat merasakan hawa panas di dalam popok Jack.


"Mungkin Dia sedang pup, sini Aku akan menganti popoknya" Anin berniat mengambil baby Jack dari gendongan Kevin, namun Kevin tidak memberikannya.


"Aku saja" Kevin menidurkan baby Jack di atas kereta baby.


"Kamu bisa?" tanya Anin meremehkan.

__ADS_1


"Tentu saja, Aku kan ayah siaga" Kevin terus mengoceh sembari membuka celana Jack "Aku sering melakukan ini saat ikut kelas bersamamu" dengan perlahan Kevin membuka popok Jack.


"Tunggu, kenapa kakinya lembek? tidak seperti baby yang Aku pelajari di kelas" protes Kevin saat mengangkat kaki Jack untuk menarik keluar popok tersebut.


"Tentu saja mas Kevin, itu kan baby sungguhan bukan boneka" kekeh Anin melihat tingkah konyol Suaminya.


Kevin mengaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, merasa konyol dengan sikapnya sendiri.


Beberapa menit telah berlalu akhirnya Kevin selesai juga dengan pengantian popok Jack.


Kevin membawa Jack jalan-jalan mengelilingi resort, sementara Anin sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka. Rara dan Jefri belum juga pulang, entah mereka pergi kemana.


Setelah lelah berjalan-jalan Kevin menghampiri Anin yang masih sibuk didapur "Umm harum sekali Jack, bunda masak apa ya?" Kevin masih setia berdiri memperhatikan Anin memasak.


"Duduk dulu mas, sebentar lagi semuanya selesai" pinta Anin merasa gerogi terus diperhatikan oleh Suaminya.


Kevin menuruti perkataan Anin, duduk di meja makan masih memperhatikan Istrinya. Kevin bangkit dari duduknya saat melihat Anin kerepotan menyeka rambutnya kebelakang telinga yang selalu kedepan.


Kevin berdiri dibelakang Anin dengan satu tangannya mengendong Jack, dan satunya lagi memegang jepit rambu, mengumpulkan rambut Anin yang terburai dan menjepitnya dengan satu tangannya, benar-benar Suami sayang Istri.


"Mas Kevin makan dulu gih" ucap Anin setelah menyiapkan makan malam di atas meja makan.


"Sini biar Jack sama Aku" Anin meminta Jack dari Kevin agar Suaminya itu bisa makan dengan rileks, namun Kevin sama sekali tidak membiarkan Anin mengendongnya, takut baby nya terganggu.


"Tidak usah, Aku bisa makan walaupun sedang mengendong Jack" tolak Kevin.


Namun perkataannya tak sesuai kenyataan, buktinya Kevin kesusahan saat makan, Anin hanya senyum melihat Suaminya.


"Sini biar Aku yang menyuapi mas Kevin" Anin mengambil alih makanan Kevin dan mulai menyuapi Kevin. Sekali untuknya dan sekali untuk Suaminya hingga mereka selesai makan.


Setelah makan Kevin menidurkan Jack di dalam kamarnya lalu melangkahkan kakinya ke halaman belakang resort menikmati angin pantai malam.


Anin menghampiri Kevin yang masih berdiri mematung menikmati pemandangan pantai dimalam hari, Anin memberanikan diri membuka suara "Mas Kevin apa perceraiannya di urus setelah Aku melahirkan atau setelah Anna pulang?" akhirnya pertanyaan itu berhasil keluar dari mulutnya.


"Kenapa Kamu menanyakan itu?" tanya Kevin tanpa mengalihkan pandangannya dari laut lepas, ada rasa kesal yang muncul entah dari mana saat Anin mebicarakan tentang perceraian.

__ADS_1


"Aku.........


__ADS_2