Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Bab 140


__ADS_3

Semua orang yang sedang duduk di kursi ruang tamu itu menoleh ke arah Raka yang sedang berdiri di ambang pintu.


"Raka, kamu baru pulang, sayang?" tanya Santi.


"Iya, Ma. Kalian kok kesini gak ngabarin dulu?" ucap Raka sembari berjalan menghampiri mereka!


Raka mencium punggung tangan Santi dan Tika secara bergantian lalu setelah itu dia mencium kening Rea.


"Amanda, sini duduk!" ucap Raka pada Amanda yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.


"Tidak, Mas terimakasih. Saya mau ke kamar lagi saja," sahut Amanda.


"Permisi," sambung Amanda.


Amanda mengulas senyum tipis di bibirnya lalu segera pergi sebelum dua wanita paruh baya itu bertanya-tanya padanya.


"Dia istrinya temanmu kenapa bisa ada di sini?" tanya Tika dengan tatapan tajamnya yang mengarah kepada Raka, sang menantu.


Rea menatap Raka, ada rasa takut dan khawatir yang menghampiri Rea saat itu.


"Suaminya sedang ada urusan di luar kota, karena dia sedang hamil besar jadi dia gak bisa ikut dengan suaminya," jelas Raka.


"Kenapa gak ke rumah orang tuanya atau saudaranya?" tanya Santi.


"Mereka gak punya saudara yang dekat, Ma karena mereka merantau di sini. Sudahlah jangan bahas ini lagi pula, Amanda tidak mengganggu siapapun di sini," ucap Raka.


"Ya sudah terserah kamu. Masalahnya Mama mau nginap di sini selama beberapa hari dan kamar Mama di tempati oleh Amanda itu," ucap Santi.


"Mama, di rumah ini 'kan banyak kamar kosong, Mama bisa pilih kamar lain," ucap Rea.


"Kamu benar, sayang," ucap Raka.


"Terserah deh, jadi Mama yang tersingkirkan deh," ucap Santi.

__ADS_1


Rea dan Raka saling tatapan lalu tersenyum tipis.


...****************...


Di taman yang terdapat di halaman rumah sakit tempat Lisa dirawat.


Jasson duduk di kursi taman. Dia nampak frustasi dengan kejadian yang menimpanya.


"Aku gak bisa sama Lisa kalau dia tidak bisa hamil lagi, aku gak mau punya istri yang tidak bisa memberikan aku keturunan," gumam Jasson.


"Aaaaa!" Jasson berteriak sembari memukul kursi yang ia duduki.


"Semua ini gara-gara Raka. Dia yang menyebabkan terjadinya ini semua."


Jasson terus berbicara sendiri, dia tidak menghiraukan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh.


Di dalam ruangan tempat Lisa dirawat.


"Ini gak mungkin, aku gak mungkin gak bisa hamil lagi," lirih Lisa.


Lisa memegangi perutnya dan meremas selimut yang menutupi perasaannya itu.


"Aku pasti bisa hamil lagi, aku pasti bisa."


Dari luar ruangan itu, Arya menatap Lisa dengan tatapan sendu, ada rasa kasihan kepada wanita itu tapi dia juga tidak bisa melupakan masa lalu Lisa yang pernah melakukan kejahatan kepada Rea, istri dari Bosnya.


"Mungkin ini karma buat kamu Lisa karena kamu sudah terlalu banyak berbuat jahat," ucap Arya didalam hatinya.


Arya segera meninggalkan tempat itu karena takut Jasson akan melihat dirinya!


Saat Arya hendak masuk ke dalam mobilnya, Jhon datang dan menghampirinya!


"Mau kemana?" tanya Jhon.

__ADS_1


"Pulang," sahut Arya singkat.


"Aku baru datang, kamu malah mau pulang."


"Tugasku sudah selesai, jadi aku mau pulang sekarang. Kamu mau ngapain ke sini?"


"Mau melihat keadaan Lisa," sahut Jhon.


"Disuruh, Pak Raka?"


"Tidak. Aku hanya ingin memastikan dengan mata kepalaku sendiri kalau si ular betina itu masih hidup."


"Dia masih hidup, Jhon dan dia sudah menerima hukuman atas semua yang dia lakukan kepada Ibu Rea."


"Benarkah?"


"Iya.Ayo kita pulang dan kita ikuti terus perkembangan ulat bulu itu selama dia masih ada di sini di kota ini."


"Baiklah kalau gitu, aku langsung pulang lagi saja, kasihan Mai sendirian di rumah," ucap Jhon.


"Enak tuh, nyampe rumah langsung disambut dengan senyuman manis dari emak-emak kurang belanja itu," ucap Arya.


"Sekarang enggak, Ar. Yumaila berubah jadi ngangenin."


Jhon tertawa kecil lalu kembali ke mobilnya.


Arya menatap Jhon jelas senyum yang terukir di bibirnya. Dia menggelengkan kepalanya pelan.


"Sadar Jhonatan, giliran udah nikah aja ngomongnya gitu."


Arya segera masuk ke dalam mobilnya lalu mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2