
Marsha memeluk tubuh gagah Alvaro yang terbaluti bathrobe berwarna yang sama dengan dirinya, putih. Memuaskan kedua lubang hidungnya akan aroma tubuh lelaki itu yang di sukai.
Pelukan Marsha semakin posesif, saat bibir Marsha yang menyelinap masuk kedalam bathrobe Alvaro melalui celah. Menuntaskan hasrat bibir yang ingin menyentuh kulit dada Alvaro yang tak terjamah oleh bulu - bulu halus yang tumbuh.
"Hmm, geli, Marsha." Alvaro bergeliat tak tenang. Bibirnya mengulas senyuman tawa.
"Jangan bergerak!" Rengek Marsha manja.
"Oke, oke! Puaskanlah." Alvaro tidak kuasa menolak keinginan bibir Istri tercintanya yang ingin menempel di kulit dadanya.
"Aku jadi teringat, saat kau sedang mengandung Miracle. Kau mengalami mual dan muntah yang membuatmu lemas. Aku juga ikut - ikutan terkena dampaknya. Karena kau tidak mau dekat-dekat denganku." ucap Alvaro yang mengenang masa - masa kehamilan pertama dari Marsha yang menyiksa batin di karenakan tak bisa berdekatan dengan istri tercintanya.
Marsha mengulas senyuman. "Dan sekarang, aku ingin begitu bermanja-manja, suamiku."
Kehidupan Alvaro Samudera kini begitu sempurna. Memiliki istri cantik yang begitu memahami watak kerasnya. Istri cantik yang tidak pernah menuntut Alvaro dalam segi apapun. Malah perempuan yang memiliki bola mata cokelat nan cantik itu berusaha untuk melayani dan menjadi istri yang baik.
" I Iove you, Baby." Alvaro mengecup kening Marsha.
__ADS_1
"Love you too," balas Marsha.
"Love you more." ucap Alvaro lembut.
"Me too," Marsha menarik diri dari dada Alvaro. Menengadah wajah untuk bisa membalas tatapan sayang dari suami tercintanya. "More and more. I will alwalys love you to. Today, tomorrow and forever. Di hatiku hanya ada satu nama lelaki dingin, arrogant, keras kepala dan buas yaitu Alvaro Samudera."
Ujung bibir Alvaro tertarik. Bibirnya menipis akan senyuman manis yang terulas. Kata - kata tulus penuh dengan rasa sayang yang terucap lewat bibir Marsha membuat hati Alvaro bertebaran seperti kelopak bunga indah mewarnai hatinya yang bergetar, luluh, lumpuh hingga tak bisa mengendalikan diri. Alvaro begitu bahagia menyambut ungkapan cinta yang tulus dari bibir perempuan kesayangannya itu.
"Terima kasih mau menerima aku yang selalu jahat kepadamu. Terima kasih, telah menjadi matahari yang menerangi kehidupanku. Terima kasih, telah menjadi pelangi yang mewarnai hati dan jiwaku. Dan Baby...." Alvaro membelai kepala Marsha. "Terima kasih, karena telah memberikanku malaikat kecil yang sempurna. Kalau saja malam itu kita tidak di takdirkan bertemu, aku rasa kehidupanku tak akan seindah saat ini."
"Terima kasih, karena telah mengancamku waktu itu. Walau awal pertemuan kita tidak seindah kebanyakan orang - orang, tapi aku sangat mensyukurinya."
"Aku bahagia, dengan kehidupanku yang sekarang, Al." ucap Marsha yang masih hanyut dalam gerakan dansa.
"Kau bahagia karena aku. Kau tahu, Marsha? Betapa beruntungnya kau yang memiliki aku karena menjadi rebutan para perempuan di luar sana." ucap Alvaro menyombongkan diri.
"Dan kau beruntung memiliki aku yang memuaskanmu luar dan dalam." balas Marsha yang tidak mau kalah.
__ADS_1
Alvaro tertawa, "Ya! Kau menang jika sudah menyangkut kepuasan, sayang!"
Keduanya hanyut dalam dansa dan tanpa irama yang menemani masih saling berpelukan, Alvaro dan Marsha memuaskan diri menikmati waktu bersama tanpa di ganggu oleh di cantik Miracle yang sedang tidur bersama dengan Kakek dan Neneknya.
...**********...
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.