
"Anin maafkan Aku, karena Aku tidak bisa memberimu tempat tinggal, baru saja Ibu kontrakan menemuiku dan membawa seorang pria yang sangat menjengkelkan dan juga cerewet. Dan mengatakan Dia akan tinggal satu rumah denganku, dengan begitu Ia tidak akan rugi karena mendapatkan bayaran lebih besar." jelas Tari merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa, aku bisa cari kontrakan" ucap Anin.
"Malam-malam begini dimana kita akan mendapatkan kontrakan? Aku akan membawamu ke hotel" ucap Tari menarik koper Anin.
"Tidak, aku tidak punya cukup uang" cegah Anin.
"Oh ya ampung, seorang istri dari Tuan Kevin tidak mempunyai uang?" ucap Tari membulatkan matanya tak percaya.
"Iya Aku tidak punya uang, lagi pula Aku sendiri yang pergi dari rumah, jadi tidak mungkin jika Aku mengambil barang yang bukan milikku"
"Baiklah,baiklah Aku yang akan membayarkannya untukmu" ucap Tari kembali menarik koper Anin.
Saat Tari dan Anin akan menghentikan taksi, tiba-tiba mobil mewah berwarna putih berhenti di depannya. Pria Itu turun dan menghampiri mereka berdua.
"Kalian mau kemana malam-malam begini?" tanya Dilan.
"Kami mau kehotel" jawab Tari.
"Bagaimana kalau ikut Aku saja? Aku sudah mendapatkan kotrakan untukmu" ucap Dilan, ya setelah kepergian Anin, Dilan segera mencari kotrakan untuknya.
"Sepertinya Aku ikut Dilan saja, dari pada harus ke hotel" ucap Anin pada Tari.
"Ya baiklah, kelihatannya dia juga pria baik-baik" ucap Tari.
"Aku titip temanku, jaga dia baik-baik okay" ucap Tari mengedipkan matanya dan mengangkat tangannya membentuk O.
"Ya aku akan menjaga temanmu dengan baik" ucap Dilan senyum.
Dilan membantu Anin menarik kopernya untuk memasukkannya kedalam bagasi, namun pergerakan tangannya berhenti saat mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di belakang mobilnya.
Pria dengan setelan jas warna hitam turun dari mobil dan berjalan kearah mereka dengan wajah datarnya.
"Kamu mau kemana? Aku suamimu dan kau harus ikut denganku" ucap Kevin datar.
"Aku tidak mau ikut denganmu, kamu sendiri yang bilang Aku harus jadi siput yang penurut, jadi aku pergi dari rumah, itu kan yang kamu mau?" ucap Anin .
"Haruskah kamu ingat semua perkatanku?" tanya Kevin kesal.
__ADS_1
"bukan begitu tapi....."
"Sudahlah, aku datang kesini untuk menjemputmu, aku percaya padamu," ucap Kevin datar.
"Benarkah kamu percaya padaku?" tanya Anin denga tatapan yang berbinar.
"Ya aku percaya pada penilaian Oma yang tidak pernah salah, jadi tidak mungkin Dia berbuat aneh-aneh padamu" ucap Kevin melirik Dilan dengan ekor matanya.
"Anin Apa kau yakin akan pulang dengannya?" ucap Dilan sengaja ingin memancing emosi Kevin.
"Tentu saja Dia akan pulang denganku, karena Aku adalah Suaminya," ucap Kevin menekankan kata Suami.
"Aku peringatkan padamu jangan pernah ikut campur dengan urusan rumah tangga kami" Ancam Kevin
Setelah berdebat dengan Dilan, Kevin segera menarik tangan dan juga koper Anin, dan membukakan pintu mobil samping kemudi untuk istrinya. Kevin memasukkan koper Anin kedalam bagasi, setelah semuanya telah siap, Kevin melajukan mobilnya meninggalkan Dilan dan juga Tari.
Dua puluh menit telah berlalu akhirnya mereka berdua sampai di kediaman Adhitama, Kevin segera memarkirkan mobilnya di garasi dan menyuruh pelayan untuk membawakan koper Anin kedalam kamarnya.
Anin membereskan pakaiannya untuk di masukkan kedalam lemari, sementara Kevin segera membersihkan dirinya dan memakai piyama tidur. Kevin tidak langsung tidur, ia segera duduk di meja kerjanya untuk mengerjakan pekerjaan yang tertunda tadi karena tidak fokus.
Setelah Anin membereskan Pakaiannya Ia juga segera membersihkan dirinya dan memakai piyama tidurnya, Anin memandangi Kevin yang sedang sibuk dengan laptopnya.
Flashback on
Saat Anin akan menjenguk Oma Jelita tadi sore, Ia mendapati Kevin sedang duduk di kursi samping tempat tidur Omanya, Kevin menangis memeganggi tangan Oma Jelita.
"Oma aku mohon sadarlah, Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain dirimu, hanya Oma yang menyayangiku di dunia ini. Oma Aku akan menepati janjiku yang pernah Aku katakan pada Oma, Aku akan mengembangkan dan mempertahankan Adhitama Grub yang sedang dilanda krisis akhir-akhir ini. Tapi aku mohon Oma harus bangung untuk memberiku semangat dan juga menyaksikan keberhasilanku" ucap Kevin sesegukan sembari mencium punggung tangan Oma Jelita.
Setelah dirasa cukup lama, Ia pun segera pergi, Anin segera bersembunyi saat Kevin keluar dari ruangan Oma jelita
Flashback Of
Anin bangun lebih awal dari Kevin, Anin memadangi wajah teduh sang suami jika sedang tidur, Anin pun tersenyum memperhatikan hidung mancung dan wajah tampan suaminya.
Setelah puas memandangai wajah tampan suaminya Anin segera mempersiapkan pakaian kerja suaminya di ruang ganti baju. Lalu turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk sang suami. setelah dirasa cukup Anin kembali kemarnya dan mendapati sang suami telah rapi.
Anin juga bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan memakai pakaian lengkap dan rapi bersiap untuk pergi bekerja.
Kali ini kevin sarapan dirumah bersama Anin, namun hanya sekedar makan saja tanpa mengelurkan suara, hingga mereka selesai makan, mereka masing- masing berangkat ke kantor.
__ADS_1
****
Jam makan siang telah usai, Anin kembali keruangannya setelah makan siang di kafe sendirian. Anin menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya, menimbang-nimbang keinginannya untuk mengundurkan diri dan lebih fakus pada suami dan juga bayi yang ada didalam kandungganya, walaupun Ia tahu pernikahan ini hanyalah kotrak.
"Nona boleh saya masuk" canda Tari senyum pada Anin.
"Ah kau, kira siapa masuk lah" ucap Anin senyum.
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
"Aku ingin mengundurkan diri dari pekerjaan ini." ucap Anin
"Apa kau sudah gila, tidak gampang bagimu untuk menempati posisi ini, dan kau dengan mudahnya bilang mau mengundurkan diri? ya ampun Anin jangan lupa di kota sebesar ini kita tidak bisa hidup tanpa pekerjaan" jelas Tari.
"Ah iya, Aku lupa Kau kan Nyonya Adhitama" ledek Tari.
"Hei apa yang Kau katakan, Aku hanya istri kontrak tuan Kevin" ucap Anin.
"Baiklah jika begitu Bagaimana kalau aku minta cuti saja?" tanya Anin meminta pendapat.
"Ya Itu lebih baik" ucap Tari, "Baiklah Nyonya Aku pergi dulu bay... bay" goda Tari dan berlari keluar ruangan Anin.
Anin hanya senyum mengingat kelakuan temannya yang bar-bar dan juga cerewet.
Anin kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda tadi. beberapa jam telah berlalu pekerjaan Ani pun selesai. Tinggal dia serahkan pada pengacara Charles sekalian mengajukan permohonan cuti.
Setelah menemui pak Charles, Anin tidak langsung pulang kerumah, ia mampir kerumah sakit untuk menemani Oma Jelita hingga larut malam.
Sementara Kevin masih sibuk bersama Ans untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang di hadapi perusahaan saat ini.
"Tuan Kevin tidak ada cara lain selain bekerjasama dengan Quen Grub." ucap Ans putus asa.
"Aku sudah...........
-
-
-
__ADS_1
- TBC