
Kevin hari ini memutuskan pulang lebih awal, dan menyerahkan semua pekerjaan yang belum Kevin selesaikan pada calon pengantin yang seharusnya di beri libur untuk mempersiapkan pernikahannya. Tapi bukan Kevin namanya jika tidak menyusahkan Ans dalam urusan percintaannya.
Selama tiga tahun lamanya, akhirnya Ans kembali di repotkan oleh bosnya yang sudah bucin akut tidak ada duanya.
Kevin melajukan mobilnya menuju warung makan yang tak lain pemiliknya adalah ibu mertuanya, baru beberapa jam berpisah dengan sang istri sudah membuatnya rindu.
"Apapun yang terjadi Aku tidak akan melepaskanmu lagi Anin" janji Kevin selama perjalanan menuju warung makan.
Kevin memarkirkan mobil mewahnya tepat di depan warung makan sederhana, dan berjalan masuk kedalam warung makan tersebut yang terlihat rame pengunjung. Kevin menghampiri mertuanya dan menyalami dan mencium tangannya dengan khusuk.
"Bu dimana Anin?" tanya Kevin celingak-celinguk mencari keberadaan Istri tercintanya yang tidak terlihat di manapun, bahkan di meja kasir, Kevin tidak melihatnya.
"Anin ada di dapur, duduklah dulu ibu akan memanggilnya" ucap Sandra mempersilahkan menantunya duduk. "Anak itu ya bukannya mengurus Suami malah keluyuran di sini membantu ibu" gerutu Ibu Anin.
Ya Sandra lebih dulu menerima Kevin di banding Anin, Kevin menjelaskan semuanya bahkan memperlihatkan bukti pada ibu mertuanya agar mertuanya itu tidak salah paham lagi. Dan Kevin selalu menyempatkan diri untuk menemui ibu mertuanya setiap hari weekend, bahkan tanpa malu Kevin membatu ibu mertuanya walau itu melayani pembeli atau cuci piring sekalipun. Sandra yang melihat ke gigihan Kevin untuk mendapatkan Anin kembali membuatnya yakin bahwa Kevin sangat mencintai Anin.
"Aku saja bu yang menemui Anin" ucap Kevin dan melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menemui sang Istri.
Kevin mendekati Anin dengan langkah kaki yang begitu pelan agar Anin tidak menyadari kedatanganya. Kevin melingkarkan lengang kekarnya di pinggang Anin membuat Anin yang sedang cuci piring tersentak kaget.
"Mas." Anin menghentikan kegiatannya dan menyentuh lengan kekar yang melingkar di tubuhnya. Ya Anin bisa langsung menebak bahwa yang memeluknya adalah sang Suami karena aroma parfum Kevin yang begitu khas untuknya.
"Sayang Aku kan sudah bilang jangan bekerja terlalu keras itu akan membuatmu lelah" Kevin meletakkan dagunya di pundak Anin.
"Mas ini itu hanya cuci piring, dan itu tidak akan membuatku lelah" ptotes Anin yang merasa sikap Kevin terlalu berlebihan padanya.
"Benar hanya cucui piring? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana lelahnya Kamu seharian ini, jika harus melayani pelanggan dan juga membantu ibu memasak" Kevin mebayangkan bagaimana lelahnya Anin saat mengerjakan itu semua, karena Kevin pernah merasakannya.
"Mas nga usah berlebihan seperti ini deh ! dan menyingkirla! Aku tidak bisa menyelesaikan"
pekerjaanku jika mas Kevin terus menempel seperti ini." gerutu Anin risih karena Kevin terus menempel padanya seperti ulat bulu saja.
Kevin melepaskan pelukannya pada Anin dan berdiri di samping Anin. "Istirahatlah, biar Aku saja yang menyelasaikannya" Kevin mengambil alih pekerjaan Anin.
__ADS_1
"Memangnya mas Kevin bisa?" tanya Anin mengeser posisinya membiarkan Kevin mencuci piring yang masih menumpuk sakin banyaknya pelanggan.
"Bisa dong" ucap Kevin bangga.
Anin terus memperhatikan gerakan tangan Kevin yang yang begitu lincah mencuci piring. "Sejak kapan mas Kevin bisa cuci piring?" batin Anin bertanya-tanya.
"Hei kenapa melamun? apa jangan-jangan Kamu terpesona dengan ketampanku?" tanya Kevin saat menyadari tatapan Anin padanya.
"Sejak kapan mas Kevin bisa nyuci piring? setahu Aku mas Kevin anti dengan deterjen" cibir Anin sembari mengeringkan keringat di wajah Kevin dengan tisu.
"Sejak Kamu per........" Kevin menghentikan perkatannya, yang akan mengatakan sejak kepergian Anin Dia sudah terbiasa mencuci piring bahkan melayani pelangan tapi segera di urungkan.
"Tidak, Aku tidak boleh menyinggung tentang masa lalu" batin Kevin yang takut Anin tertekan dan juga stres.
"Mas" panggil Anin saat melihat Kevin fokus mencuci piring tanpa menjawab pertanyaanya.
"Kenapa sayang?" tanya Kevin yang tersadar dari lamuannya.
"Aku selalu mengunjungi ibu setiap akhir pekan untuk membantunya di warung, Aku kasian jika ibu sendiri yang mengurusnya" ucap Kevin
"Ternyata Suamiku sangat berbakti ya sama orang tua, jadi makin sayang deh" Anin reflek memeluk Kevin dari samping dengan manja.
Hati Kevin bagai tersiram air dingin begitu sejuk, akhirnya Ia bisa kembali bersama dengan wanita yang di cintainya, dan Kevin sangat bersyukur di peretemukan dengan Anin. walau awal pertemuan mereka tidaklah indah seperti di drama-drama yang menikah karena saling mencintai.
Kevin tidak membalas pelukan Anin karena tangannya begitu di penuhi dengan busa sabun. "Sudah dulu ya peluk-peluknya! Aku selesaiin ini dulu baru Kita ngelanjutin di rumah" goda Kevin membuat Anin menunduk malu dan melepaskan pelukannya.
Setelah menyelesaikan semua cucian piring, Kevin dan Anin pamit pulang karena hari sudah mulai gelap. Anin juga kasihan pada Suaminya setelah pulang kerja Suaminya mampir kewarung ibunya dan membantunya beres-beres dan itu pasti membuat Suaminya kelelahan.
Selama perjalanan pulang, bukannya menemani suaminya mengobrol, Anin malah tidur karena kelelahan seharian membantu ibunya, karena karyawan ibunya berhalangan datang hari ini.
______
Setelah menempuh perjalan cukup jauh, akhirnya Kevin sampai juga di rumah, karena tidak tega membangunkan Anin yang terlihat sangat lelap, Kevin memutuskan mengendong sang Istri menuju kamar tidur mereka.
__ADS_1
Kevin membaringkan tubuh Anin dengan hati-hati di atas ranjang karena takut membangunkan sang Istri. Setelah menidurkan Anin, Kevin segera membersihkan tubuhnya yang terasa gerah dan juga lelah bekerja seharian.
Saat keluar dari kamar mandi, Kevin mendapati sang istri tengah bersandar di kepala ranjang memainkan ponselnya. "Kamu sudah bangun?" tanya Kevin.
Anin segera mengalihkan pandangannya saat mendegar suara Kevin, dan betapa terkejutnya Ia saat melihat pemandangan yang begitu memalukan baginya. Anin menelan salivanya dengan kasar dan mungkin saja wajahnya sudah merah menahan malu melihat Suaminya betelanjang dada dan bagian bawahnya hanya di balut handuk.
"Kenapa? apa Kamu mau menyentuhnya?" Kevin menyeringai dan mendekati Anin, karena Kevin sangat tahu bahwa Anin saat ini sedang malu hanya dengan melihat wajah Anin yang sudah memerah. Kevin benar-benar suka melihat Istrinya tersipu malu itulah sebabya Kevin selalu mengoda sang Istri. "Kenapa harus malu? ayolah" Kevin semakin mengoda Anin.
"Ais,mas Kevin mesum ih, sana ganti baju" gerutu Anin dan menyembunyikan kepalanya kedalam selimut.
"Tapi sayang, Aku mau di pijat, badanku pegal-pegal ini" keluh Kevin yang memang tubuhnya pegal-pegal bekerja seharian.
"Nanti Aku pijitin setelah makan malam ya mas" bujuk Anin.
"Tapi Aku maunya sekarang sayang" bujuk Kevin manja
"Tapi Aku lapar mas ku sayang" bujuk Anin, karena Ia tahu betul apa yang ada di dalam pikiran Kevin.
"Baiklah, Aku akan membiarkanmu makan, agar Kamu punya tenaga saat Aku memakanmu" Kevin menyeringai lalu melangkah menuju ruang ganti baju.
-
-
-
-
-
TBC
Jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like, komen, Vote, dan jangan lupa menambahkan sebagai cerita favorit kalian, agar mendapatkan notifikasi setiap up.
__ADS_1