
Kevin membawa Ani ke kamarnya. Ia memanggil Mua profesional dan juga desainer kapal pesiar untuk merubah penampilan Anin.
"Keluarkan semua kahlianmu dan buat dia" Kevin melirik Anin yang sedang duduk di depan meja rias. "Menjadi cantik dan membuat semua orang terpesona melihatnya." perintah Kevin.
"Tidak, penampilanku yang seperti ini sudah cukup" tolak Anin.
Kevin berjongkok mensejajarkan kepalanya dengan kepala Anin, lalu menatap Anin lewat pantulan cermin di depannya. "Apa kau selalu ingin di pandang rendah?" tanya Kevin.
"Ti...tidak" ucap Anin gugup. Bagaimana tidak wajahnya sangat dekat dengan wajah Kevin.
"Baiklah yang harus di hilangkan terlibih dahulu adalah.." Kevin memperhatikan wajah Anin di pantulan cermin. Setelah mendapatkan apa yang harus ia hilangkan. "Kacamata ini." Kevin mengambil kaca mata yang melekat di wajah Anin dan melemparnya kesembarang arah.
Kevin berdiri meluruskan badannya. "Aku menunggu hasil karyamu." ucap kevin dan berlalu pergi keluar kamar.
sepeninggalan Kevin Mua Memulai aksinya. Ia mulai berkreasi di wajah Anin.
.
.
.
Beberapa jam telah berlalu, Anin pun selesai di rias, dan sudah memakai dress cantik yang di bawa desainer yang di pangggil Kevin.
__ADS_1
Anin keluar kamar dan mencari keberadaan Kevin. Ia melihat kevin di lantai bawah sedang duduk sendiri di sebuah meja yang di persiapakan untuk para tamu kapal pesiar.
Anin menuruni tangga membuat semua mata yang ada di lantai bawah menatap kagum pada kecantikan Anin. Bagaiman tidak, Anin yang memakai dress warna merah selutut di padukan dengan sendal hak warna hitam sangat cocok dengan kulitnya yang putih.
Di tambah lagi dengan poles meke up natura dengan warna lipstik merah maroon membuat wajahnya begitu cantik. Anin berubah seratus delapan puluh derajat malam ini.
Kevin ikut berdiri saat melihat semua tamu berdiri memandang kagum pada Anin. Kevin menghampiri Anin yang berjalan menuruni anak tangga.
"maaf membuatmu menunggu lama" ucap Anin setelah kevin berada di depannya.
"jangan merusak suasana." ucap kevin memegang kedua lengan Anin. "kamu sekarang akan menjadi pemerang utama, yang akan menarik perhatian semua orang, ingat itu!" ucap Kevin.
"Pemerang utama?" tanya Anin mengerutkan keningnya.
Kevin mengajak Anin ke tempat biliar kapal pesiar. karena ia tahu Vito ada di sana bersama selingkuhannya Jeny.
Anin memasuki tempat biliar dengan memeluk lengan Kevin.
Vito yang sedang bermesraan bersama Jeny memperhatikan sepasang kekasih yang memasuki tempat biliar. Ia melototkan matanya dan membuka mulutnya. "Anin?" ucap Vito tak percaya melihat perubahan Anin.
"Baru dua jam putus kau sudah tidak bisa mengenali mantanmu" ucap Kevin senyum senis.
"Oh jadi benar kau selingkuh dengan baj*ngan Ini?" ucap Vito menunjuk Kevin dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
"sebaj*ngan apapun dia." Anin menunjuk Kevin dengan ekor matanya. "Tapi dia tidak sebaj*ngan dirimu." ucap Anin pada Vito.
Vito sangat emosi baru kali Anin membentak dirinya dan juga mengatainya. Vito mengangkat tangannya dan akan menampar Anin. Anin yang takut di tampar menundukkan kepalanya dan memeluk lengan Kevin dengan erat.
Kevin menepis tanga Vito. "Sudahlah simpan tenagamu itu! bagaiman kalau kita main biliar saja." tantang Kevin.
"Siapa takut." ucap Vito
Kevin berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil tongkat biliar. Anin Mengikuti Kevin dengan perasaan sedikit was-was. "sudahlah lupakan taruhanmu itu. Vito itu sangat hebat bermain biliar." ucap Anin berbisik pada Kevin.
"Kamu tidak percaya pada saya?" tanya Kevin tanpa menoleh kearah Anin.
"Saya hanya takut kamu dipermalukan." ucap Anin lirih.
"Meskipun aku tidak pernah bermain biliar, belum tentu saya kalah." ucap Kevin penuh percaya diri.
"belum pernah?" tanya Anin membulatkan matanya.
Kevin mebuka jas miliknya membuat cincin yang ada didalam sakunya terjatuh. Kevin mengambil cincin itu dan menatap Anin dengan intens. "Kemarikan tanganmu." perintah kevin.
Anin mengulurkan tangannya dan di sambut hangat oleh tangan Kevin. Ia memasangkan cincin di jari manis Anin dan melirik ekspresi kesal Vito. "pakailah seperti ini, dan jangan pernah pergi dariku." ucap Kevin memperlihatkan senyum paling menawan yang ia punya.
TBC
__ADS_1