
"Tidak bisa, Kamu tidak bisa pergi bekerja dan harus beristirahat dirumah sakit sampai Kamu benar-benar pulih" ucap seorang pria yang baru saja masuk keruang rawat.
"Bukannya Kamu berangkat hari ini?" tanya Oma Jelita.
"Ada masalah dengan jadwal penerbangannya hari ini" kilah Kevin, yang langsung pulang setelah mendegar Anin masuk kerumah sakit, dan menginkari janji pada Anna.
"Tapi mas Kevin hari ini Aku ada jadwal kelas ibu hamil" ucap Anin.
"Kamu tidak usah khawatir, Aku sudah menghubungi dokter Rangga untuk mengubah jadwalnya." jawab Kevin.
"Kevin jaga Istrimu, Oma pergi dulu" ucap Oma jelita menatap semua orang yang ada didalam ruangan megisyaratkan agar semuanya keluar untuk memberi ruang sepasang Suami Istri tersebut.
Sepeninggalan Oma Jelita dan yang lainnya, Kevin mendekati brankar dan mendaratkan tubuhnya di kursi.
"Bagaimana perasaaanmu? Apa Kamu sudah baikan?" tanya Kevin lembut.
"Kenapa mas Kevin tidak berangkat ke Eropa?"
"Jadwal penerbangannya di tunda" kilah Kevin.
"Apa benar jadwal penerbangannya di tunda? atau Dia sengaja mebatalkannya karena mendengar Aku masuk rumah sakit? Ah Anin kenapa sekarang Kau berharap lebih dari pria ini" batin Anin bermonolok.
"Bagaiman dengan Anna......."
"Sudah jangan dibahas lagi" potong Kevin.
"Anin selama satu tahun ini Aku akan memperlakukanmu sebagai istriku, jadi Kamu jangan khawatir," ucap Kevin.
"........" Anin menganggukkan kepalanya, walau terasa sesak di dadanya, seakan-akan Kevin mengatakan untuk tidak berharap lebih pada dirinya dan menegaskan batasannya.
"Mas Aku ingin pulang" ucap Anin lirih.
"Kamu masih pucat Anin, istirahatlah dulu beberapa hari" bujuk Kevin.
"Tapi Aku tidak suka bau rumah sakit, itu akan semakin membuatku sakit kepala" ucap Anin manja.
Kevin mengusap puncuk kepala Anin dan tersenyum "Besok Kita pulang, tapi Kamu harus berjanji tidak melakukan aktivitas berlebihan lagi, dan berhenti bekerja," ucap Kevin.
"Tapi...."
"Aku yang akan bicara pada Oma Kamu tenang saja" ucap Kevin yang mengetahui apa yang akan dikatakan Istrinya.
__ADS_1
"........" Anin mengangukkan kepalanya.
"Istirahat lah, Aku akan menemui dokter Rangga dulu" ucap Kevin dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan rawat Anin.
Selama dirawat dirumah sakit, Kevin benar-benar membuktikan perkataanya, Kevin merawat Anin dengan penuh perhatian, Ia hanya pulang kerumah hanya untuk menganti baju, dan selebihnya, akan menghabiskan waktunya dirumah sakit.
memberikan perhatian pada Anin layaknya Suami yang mencintai Istrinya, dan lagi-lagi itu membuat Anin sedih ingin rasanya Ia menghindari Kevin, Anin takut akan tumbuh benih cinta didalam hatinya dan tidak rela jika Kevin meninggalakannya suatu saat nanti.
Hari ini adalah hari terakhir Anin dirumah sakit, setelah pulang bekerja Kevin menjemput Anin dirumah sakit.
Sementara Oma Jelita sedang sibuk mencatat resep makanan sehat untuk cucu menantu kesayangannya, sampai-sampai Ajeng jengkel dengan sikap ibunya.
"Ibu sudah membuatku seperti pembatu saja, memasak dan menyiapkan makanan untuk menantuku," gerutu Ajeng.
Oma Jelita bahkan tidak mendengarkan celotehan Ajeng, Ia masih sibuk dengan buku resep yang sedang di pegangnya, setelah semuanya di rasa lengkap, Oma Jelita memberikan buku resep tersebut kepada Ajeng.
"Dia itu cucu menantu pertamaku jadi sudah seharusnya Ibu menyayanginya, apa lagi Anin sedang mengandung cicit pertamaku" jawab Oma Jelita.
"Tapi Ibu tidak pernah memperlakukan ku sebaik ini saat Aku hamil, Aku jadi bertanya? apakah Ibu itu Ibu kandungku" gerutu Ajeng yang terus melakukan kegiatan memasaknya untuk menyambut kedatangan Anin yang baru saja pulang dari rumah sakit.
"Tentu saja Aku Ibu kandungmu, lagian Kamu dan Anin itu berdeda saat hamil" ucap Oma Jelita.
"Beda bagaimana" ucap Ajeng mendudukkan tubuhnya di kursi berhadapan dengan Ibunya setelah kegiatan memasaknya selesai.
"Tapi Ibu, Ibu hamil itu memang seharusnya beristirahat, bukan bekerja kerena Ibu hamil itu mudah lelah, saran Aku ya bu, mendingan Anin tinggal dirumah saja istirahan" saran Ajeng.
"Tapi Ibu itu menyeruh Anin bekerja karena ingin mendekatkannya dengan Kevin, tapi yang kamu katakan juga benar"
"Tuhkan Aku juga bilang apa, mendingan pekerjaan itu serahkan saja pada Kevin dan Elvan" bujuk Ajeng. "Oh iya bukankah Anin suka melukis?" tanya Ajeng.
"......" Oma Jelita menganggukkan kepalanya.
"Jika begitu suruh saja Anin tinggal dirumah, Ibu kan punya ruangan melukis dirumah, jadi mendingan Anin sama Ibu menghabiskan waktu dengan melukis saja"
"Kamu benar," ucap Oma Jelita senyum.
"Apanya yang benar Oma?" tanya Kevin yang baru saja datang dengan Anin.
"Ah ini Oma sedang mendiskusikan kegiatan Istri lmu, bagaimana jika Dia berhenti bekerja dan fokus pada babynya saja" jelas Oma Jelita.
"Kevin juga berfikir begitu Oma, mulai besok Anin tidak usah bekerja lagi, kasian Anin jika kelelahan"" ucap Kevin.
__ADS_1
"Tapi mas jika Aku tidak bekerja, Aku akan merasa bosan dirumah tidak ada pekerjaan" proten Anin.
"Tenang saja sayang, Kamu suka melukiskan? Oma akan menemanimu di rumah melakukan hobimu di ruang belakang" ucap Oma Jelita.
"Kenapa Oma tidak pernah mengatakan bahwa Oma punya ruangan melukis" tanya Anin berbinar.
"Karena Kamu tidak pernah menanyakannya" goda Oma Jelita.
"Oma" ucap Anin manja.
"Sudah-sudah, ayo makan malam dulu" ajak Ajeng.
Mereka pun makan malam bersama untuk pertama kalinya selama Anin masuk kerumah mewah tersebut. Makan malam mereka dihiasi dengan candaan dan obrolan-obrolan ringan.
Setelah makan malam selesai Kevin menuntun Anin kedalam kamar nya walaupun Anin sudah menolakya.
"Mas Aku itu baik-baik saja, kenapa Kamu meperlakukan ku seperti orang sakit" protes Anin
"Aku tidak ingin kejadian kemarin-kemarin terjadi lagi, itu bisa membahayakan kesehatanmu dan Anak Kita" ucap Kevin, dan mendudukkan Anin di pinggir ranjang, setelah itu Kevin berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinnya.
Saat Kevin keluar dari kamar mandi Ia mendapati Anin sudah tertidur pulas tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Kevin mengeleng-gelengkan kepalanya saat mengingat-ingat tingkah Anin akhir-akhri ini, yang mulai barani meminta sesuatu atau sesekali bersikap manja padanya.
Namun satu yang tidak Ia mengerti adalah kenapa belakangan ini dirinya sangat peduli pada Anin, bahkan reka menginkari janjinya pada kekasih nya hanya untuk merawat Anin dirumah sakit.
Saat akan membaringkan tubunya di Sofa bed hendak akan tidur, ponselnya tiba-tiba berdering.
Dert.....dert....dert.....
Kevin seperti enggang menjawab panggilan dari Anna Ia tidak tahu harus menjawab apa jika Anna menanyakan perihal keberangkatannya yang tertunda.
Namun ponselnya terus berdering hingga beberapa kali, karena takut menganggu tidur nyenyak Anin maka Kevin memutuskan untuk menjawab video cool dari Anna.
"Kenapa Kamu lama sekali menjawab panggilanku? apa Kamu sengaja menghindariku?" ucap Anna kesal mengerucutkan bibirnya.
"Bukan begitu, Aku tadi dari kamar mandi, makanya lama menjawab panggilan mu" kilah Kevin.
"Kenapa Kamu............
-
__ADS_1
-
-