Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Hadiah


__ADS_3

"Cukup Anna" bentak Kevin yang sudah tidak sanggup melihat Anna menangis di hadapannya.


"Tanpamu Aku tidak punya siapa-siapa lagi" Anna menghambur kepelukan Kevin, walaupun Kevin berusaha untuk menolaknya. "Kevin, tanpamu apa arti sebuah gelar? apa arti tepuk tangan pengemarku? Kamu masih mencintaiku kan? Kita bisa merubah segalanya kan? ini semua hanya bercanda kak? iya kan Kevin" Anna terus menangis dalam pelukan Kevin, tidak ingin mempercayai semua kenyataan yang terjadi untuk saat ini.


Yang Anna harapkan saat tiba di Indonesia adalah Kevin menyambutnya dengan penuh cinta, melamarnya untuk menjadi istrinya dan hidup bahagia. Tapi pada kenyataannya Kevin datang kepadanya mengatakan bahwa dirinya tidak bisa lagi bersamanya, sungguh kenyataan pahit yang Ia rasakan, Ia benar-benar tidak mampu menerima kenyataan yang begitu menyakitnya.


Hanya Kevin lah yang Ia punya di dunia ini, keluarganya meninggalkannya dengan kejam, saat usianya sepuluh tahun, bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri.


"Tujuanku untuk selalu bangkit jika terjatuh hanya Kamu, dan sekarang Kamu ingin meninggalkanku membuatku tidak punya harapan lagi untuk hidup" lirih Anna "Katakan Kamu masih mencintaiku Kevin, ini hanya kejutan untukku kan?" Anna terus menyakinkan dirinya bahwa Kevin tidak akan meninggalkannya.


"Jika saja Aku bisa merubah segalanya, mungkin Aku tidak akan pernah mengalah untukmu, Aku berharap dulu Kamu tidak akan turun dari kapal, dan ini semua tidak akan terjadi" Kevin melepaska pelukan Anna pada tubuhnya, memegang bahu Anna. "Anna sekarang semuanya telah berubah, Aku memiliki tanggung jawab...."


"Kevin dengarkan Aku.... jangan...."


"Anna" bentak Kevin yang mulai emosi. "Aku akui semua ini adalah salahku, tidak memberitahumu masalah ini, karena Aku mengira Aku bisa mengatasinya, tapi semuanya menjadi kacau. Aku tidak ingin menyakitimu, dan Aku juga ingin mencintai seseorang dengan tulus"


"Jadi Aku harap Kita jangan saling menyakiti, Aku melakukan semua ini karena tidak ingin membuatmu dengan Anin tersakiti karena keraguanku" Kevin berusaha menjelaskan semuanya pada Anna, agar tidak menyakiti Anna lebih dalam, karena itulah janjinya pada Anin.


"Maafkan Aku Anna" Kevin melepaskan cengkramannya di bahu Anna "Tinggallah di apartemen ini, jika Kamu tidak memiliki tujuan, karena Aku tidak mungkin tinggal disini lagi" Kevin melangkahkan kakinya keluar apartemen, meninggalkan Anna yang masih menangis.


"Aku sungguh Pria bajingan, mencintai Anin sama saja Aku menghianati Anna, dan kembali pada Anna, Aku menyakiti Anin, hah betapa bajingannya Aku ini" Kevin menertawakan dirinya di dalam mobil, yang melaju dengan kecepatan di atas rata-rata tanpa tujuan.


"Dalam hubungan ini, mencintai atau pun tidak pasti akan menyakiti seseorang, dan pada kenyatannya sang pembuat keputusan yang salah" batin Kevin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilan yang baru saja akan pulang setelah semua pekerjaanya telah selesai, tidak sengaja melihat hadiah yang seharusnya Ia berikan untuk Anin. Hadiah itu bukanlah darinya, melainkan dari gurunya seninya Master Long.


Master Long memberikan hadiah itu sebagai ucapan selamat atas pernikahan Anin, yang ternyata cucu dari mantan pacarnya dulu, selain itu Ia juga sangat mengagumi lukisan-lukisan yang di buat Anin.


Kevin mengambil ponselnya san segera menghubungin Anin. "Apa Kamu sibuk?" tanya Dilan setelah sambungannya terhubung.


"Tidak, ada apa?" tanya Anin yang sedang berteduh di sebuah halte karena hujan deras.

__ADS_1


"Datanglah ke kantorku, ada sesuatu untukmu" pinta Dilan.


"Baiklah" Anin menutup sambungan telfonnya, lalu menghembuskan nafas kasar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilan yang tengah menunggu kedatangan Anin di lobi, mengembangkan senyumnya saat melihat wanita hamil berlari-lari kecil memasuki kantornya.


"Kenapa Kamu hujan-hujanan begini, Kamu bisa sakit" Dilan melepas jas yang di pakainya dan memakaikannya pada punggung Anin yang setengah basah"


"Kan Kamu yang menyuruhku kesini" jawab Anin memperbaiki jas yang di pakainnya karena kedinginan.


"Anin Kamu itu ya" Dilan menyentil kening Anin. "Ada banyak tempat berteduh yang Kamu lewati, kenapa harus menerobos hujan hah" Dilan senyum.


Anin mengusap keningnya walau sentilan Dilan tidaklah sakit. "Seberapa keraspun Kita menghindarinya, pasti nantinya Kita akan menghadapinya" jelas Anin mengerucutkan bibirnnya.


Dilan merasa aneh dengan kata-kata Anin barusan, namun Ia menghiraukannya. "Terserah Kamu saja, ayo Kita keruanganku, disini dingin." Dilan mengajak Anin keruangannya.


"Duduklah" perintah Dilan setelah sampai diruangannya.


"Kelihatannya Kamu ada masalah" Dilan membuka suara setelah lama terdiam.


"Anna sudah pulang" Anin menundukkan kepalanya.


"Bagaimana dengan Kevin?" tanya Dilan lagi.


"Aku belum tahu apa keputusan Mas Kevin, tapi untuk saat ini Aku masih mempercayainya." jawab Anin.


"Kamu tenang saja, Aku percaya Kevin tidak akan menyakitimu" ucap Dilan, yang memutuskan untuk mempercayai Kevin saat melihat kesungguhan Kevin tadi pagi saat menemuinya.


"Aku jadi lupa tujuanku memanggilmu kesini" Dilan cengegesan. "Aku ada hadiah untukmu" Dilan memberikan sebuah kotak berukuran sedang pada Anin. "Ini bukan dari Aku, ini hadiah dari Master Long".


"Master Long?" ulang Anin yang tidak percaya bahwa Ia mendapatkan hadiah dari Master long, tokoh seni yang selama ini Ia kagumi.

__ADS_1


"Iya Master long, tokoh seni terkenal itu" Dilan senyum saat melihat binar bahagia dari wajah Anin.


"Kamu pasti bohong kan kak? mana mungkin Master Long memberiku hadiah, padahal Ia tidak pernah bertemu denganku" jelas Anin yang masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Dilan.


"Kenapa Aku harus berbohong, Dia memberikanmu itu sebagai penghargaan atas lukisan-lukisan yang Kamu buat, Aku memperlihatkan semua foto-fotonya, dan juga ada hal lain yang tidak bisa Aku jelaskan" ucap Dilan senyum, apa lagi saat mengingat kisah percintaan Master Long dengan Oma Jelita, yang di ceritakan langsung oleh Master Long sendiri.


"Jika Kamu tidak percaya, Kamu bisa membukanya sendiri" tantang Dilan.


Dengan segera Anin membuka kado tersebut.


Saya berharap suatu saat nanti Kamu akan menjadi pelukis terkenal.


Master Long beserta tanda tangannya


"Wah ini benar-benar Master Long" Anin kegirangan saat mendapati tanda tangan Master Long di dalam kado tersebut.


Perlahan tapi pasti Anin membuka kado tersebut dan menemukan benda yang begitu indah di dalamnya. Sebuah keramik berbentuk sepasang kekasih yang sedang berpelukan membentuk LOVE .


Senyuman Anin pudar begitu saja, saat menyadari sesuatu pada patung keramik tersebut.


Dilan yang melihat perubahan mimik wajah Anin segera memperhatikan patung itu juga. "Kenapa patungnya terbelah? tadi baik-baik dan tidak retak sama sekali." Dilan heran dengan keretakan patung sepasang kekasih itu, padahal Dia sudah memastikannya terlebih dahulu.


"Apa ini pertanda buruk?" batin Anin, yang masih terus menatap patung tersebut dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, Ia benar-banar takut kehilangan Suaminnya.


"Jangan berfikir macam-macam" ucap Dilan yang seakan-akan bisa membaca pikiran Anin.


-


-


-


-

__ADS_1


TBC


Jangan lupa dukung Authoor dengan cara memberikan Like, Komen, dan Vote.


__ADS_2