Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah
Aku Suamimu


__ADS_3

"A...Anin kenapa kamu ada disini?" tanya Kevin terkejut.


"Aku tahu kamu tidak mencintaiku, dan Aku juga tahu Kamu terpaksa menikahiku, tapi Aku tidak menyangka Kamu akan melakukan hal serendah itu" ucap Anin penuh amarah.


"Aku tidak pernah memintamu untuk menjagaku dan Aku tidak keberatan jika Kamu tidak memperhatikanku, tapi kenapa Kamu tega memanfaatkan Anak yang ada didalam kandunganku?" lirih anin.


"Ak...aku...."


"Aku bisa menerima apapun yang Kamu lakukan padaku, tapi tidak jika itu menyangkut bayiku" ucap Anin dan berlari pergi meninggalkan Kevin yang merasa sangat frustasi.


Kevin kembali kekantor untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Tuan besok adalah peresmian kerjasama Quen Grub dan perusahaan kita di pabrik pulau Bali," jelas Ans.


"Biarkan saja, Aku tidak akan datang kesana" ucap Kevin masih terus menatap layar laptopnya.


"Tapi Tuan, apa Tuan tahu, Tuan Elvan sekarang sangat terkenal di Bali karena kerja sama ini, karyawan di Bali menyanjung Tuan Elvan. Sekan-akan Tuan Elvan yang melakukan semua ini, dan menganggap Anda sebagai CEO yang bisanya cuma duduk manis memarahi karyawannya, padahal Anda tahu sendiri yang bekerja keras dalam hal ini Anda sendiri.


"Saya tidak peduli biarkan Elvan yang menghadiri peresmian ini" ucap Kevin.


Ans hanya bisa pasrah jika begini, karena keras kepala Tuannya kambuh lagi.


Sementara Anin mengunjungi Oma Jelita yang belum juga sadar dari komanya.


"Oma cepatlah bangun, jika Oma tidak bangun, Aku tidak tahu berapa lama Aku bisa bertahan di rumah Itu" isak Anin dalam tangisnya.


ceklek


Pintu ruang rawat VIP terbuka, seorang Pria membawa buah tangan disertai senyuman hangatnya, yang dapat menenagkan hati siapun yang melihatnya, siapa lagi kalau bukan Dilan.


"Bagaiman keadaan Oma?" tanya Dilan sembari menyimpan buah tangan di atas nakas.


"Sudah ada perkembangan namun Oma belum juga sadar." ucap Anin dengan nada serak khas orang sudah menangis.


"Hei kamu kenapa? apa ada masalah? apa ini menyangkut Kevin" tanya Dilan.


"......." Anin mengangguk


"Ceritakanlah jika itu bisa membuatmu lega" pinta Dilan.


Anin pun menceritakan kejadian dirumah sakit tadi. Setelah mendengar dan menghibur Anin, Dilan pamit pulang karena sudah malam.


Sementara Anin masih setia menunggu Oma Jelita di rumah sakit, Ia memutuskan akan menginap di rumah sakit karena masih engang melihat wajah Kevin.

__ADS_1


******


Kevin yang tegah siap berangkat kekantor, tidak sengaja mendengar perdebatan bibi dan juga adiknya di taman belakang.


"Ibu, akhirnya Aku bisa muncul di acara penting perusahaan Adhitama, Ibu tahu Aku akan mewakili perusahan untuk meresmikan kerjasama ini" ucap Elvan penuh bahagia.


"Elvan, dengarkan Ibu jangan muncul diacara itu jika Kamu tidak ingin dipermalukan didepan banyak orang," cegah Ajeng, karena Ia tahu kerja sama ini seharusnya tidak terjadi, jika saja ibunya sehat saat ini mungkin semua kebusukan Quen Grub sudah tersebar.


"Biarkan kakakmu yang menghadiri acara penting ini"


"Tidak ibu, semua orang di Bali sangat menyukaiku, bahkan Ia memperlakukanku dengan baik, dan mereka mengatakan bahwa kak Kevin tidak pantas memimpin perusahaan, yang kerjanya hanya menelfon dan memarahi karyaan. Dan apa Ibu tahu Orang-orang di Bali juga sedang membicarakan kakak ipar, karena berita kedekatannya dengan Pria lain yang membuat Oma shok sudah tersebar, mungkin kakak ipar tidak berani lagi pulang kerumahnya saat ini.


Keving sangat geram mendegar penuturan Elvan, dengan segera Ia menghampiri bibi dan juga adiknya, keduanya pun terkejut dan juga pias melihat kedatangan Kevin dengan raut wajah yang begitu menakutkan.


"Ke...Kevin ka....kakak " ucap Elvan dan ajeng bersamaan


"Bibi dan Elvan kerumah sakit lah menjaga Oma," ucap Kevin dan berlalu pergi.


"Ta..tapi kak.. Aku harus menghadiri acara penting..." teriak Elvan namun Kevin tidak mendengarkannya sama sekali.


Kevin kerumah sakit yang ditempati Oma Jelita untuk menemui sanga istri,


"Ikut Aku ke Bali sekarang" ucap Kevin menarik tangan Anin.


"Aku tahu Kamu mengetahui semuanya, kamu tahu orang-orang di Bali sedang membicarakan mu" ucap Kevin.


"Aku mau Kamu membuktikan pada mereka bahwa Kamu tidak bersalah, jadi ikutlah denganku" pinta Kevin.


"Aku bilang Aku tidak mau, biarkan saja mereka menghujatku sesuka hatinya." ucap Anin dan berbalik hendak pergi.


Namun dengan sigap Kevin menarik tangan Anin hingga tubuhnya hampir saja membentur tembok, jika saja tangan Kevin tidak segera menahannya, Kevin mengunci pergerakan Anin.


"Jika Kamu tidak mau ikut, Aku akan memecat semua karyawan yang ada di Bali dan melakukan otomatisasi dengan robot, sepeti rencana awalku dulu," ucap Kevin dengan menyeringa licik.


"Dan satu lagi Kamu pasti tahu bahwa Aku bukanlah orang baik." lanjut Kevin dan melonggarkan kuncian tangannya.


Anin melepaskan diri dan berjalan mendahului Kevin. Kevin senyum penuh kemenangan karena berhasil mengancam Anin.


Setelah bersiap-siap keduanya pun berangkat kebali, tidak membutuhkan waktu lama bagi Kevin untuk sampai ke Bali dengan Jet pribadi nya.


Mereka istiraha sejenak, lalu pergi ke pabrik bukan untuk meresmikan acara ini tapi untuk memperlihatkan pada semua orang bahwa Nyonya Adhitama bukanlah wanita yang seperti meraka katakan.


Kevin mengenggam tangan Anin dan berjalan di atas altar merah menuju panggung yang begitu mewah, Anin menghentikan langkahnya saat menaiki anak tangga pendek untuk menuju panggung.

__ADS_1


"Kenapa kamu berhenti" tanya Kevin.


"Aku kira ini semua tidak perlu, biarkan saja mereka mengatakan apa yang mereka mau" ucap Anin berusaha melepaskan ngengaman tangan Kevin.


"Mungkin dulu kamu bisa mengatakan itu, tapi sekarang berbeda." ucap Kevin.


"Dulu dan sekarang sama saja semua orang menganggapku sepeti angin ada namun tak terlihat, jadi buat apa kita meluruskannya."


" Sekarang berbeda Kamu adalah Nyonya Adhitama " ucap Kevin berusaha membujuk siput kecil nya yang keras kepala.


"Lihat Aku" Kevin menangkup wajah imut istrinya dengan kedua tangannya, "Katakan siapa Aku" pinta Kevin.


"Kamu CEO Adhitama Grub" ucap Anin yang tidak mengerti arah pembicaraan Kevin.


"Aku Suamimu siput Kecil, jadi sekarang percaya dirilah ! Aku akan selalu di sampingmu" ucap Kevin.


Kevin kembali menarik tangan Anin menuju podium, bukannya menjelaskan Anin malah diam mematung tanpa mengatakan satu katapun, Kevin pun mengambil alih.


"Ibu bapak mohon perhatiannya, Saya berdiri disini bukan sebagai CEO Adhitama Grub. Tapi Saya berdiri dihadapan kalian sebagai Suami dari Nyonya Adhitama.


Semua orang yang berada di acara peresmian tersebut saling pandang denga tatapan penasaran.


"Semua berita yang Anda dengar tentang Istri Saya tidak benar, Istri Saya sangat setia pada Saya jadi tidak mungkin jika Dia ada main dengan Pria lain, dan Direktur utama sakit bukan karena itu, tapi karena hal lain" jelas Kevin.


Pak hugo berjalan keatas panggung dengan tatapan tidak suka pada Kevin, di ikuti dengan Elvan di sampingnya, sementara Ans berdiri di belakang tuannya.


Hugo berdiri tepat di dekat Anin membuat Anin mual, dan segera menutup mulutnya,


Hugo yang merasa tersinggung dengan tindakan Anin segera angkat bicara " Ada apa Nona apa Anda baik-baik saja?" tanya Hugo dengan nada kesal karena tidak mengetaui identitas Anin sebagi istri Kevin, Hugo segera menarik tangan Anin dan tidak sengaja tangan Anin memukul kepala tuan Hugo.


Semua orang berdiri tak percaya dengan apa yang ia lihat......


Ayo apa yang mereka lihat ?


-


-


-


-


TBC

__ADS_1


__ADS_2