
Mau sampai kapan kau bengong seperti itu?" tanya Bayu mengusik Naura.
Lelaki berhidung mancung itu begitu penasaran melihat Naura yang lagi - lagi terduduk lemas di kursi penumpang depan tepat di sebelah kursi pengemudi yang Naura duduki. Tingkah Naura seperti seseorang yang telah melakukan kesalahan besar yang mengantar diri pada jurang pengadilan yang menakutkan.
"Menurut Dokter Bayu, apakah nasib saya di rumah sakit ini akan panjang?" tanya Naura dengan nada lemah sementara tangannya sejak tadi memutar - mutar botol minuman di tangannya.
"Kenapa? Apa terjadi sesuatu yang mengancam keberadaanmu di rumah sakit ini?" tanya Bayu penasaran.
"Saya rasa, saya tak akan berumur panjang di rumah sakit ini. Sepertinya riwayat saya akan segera tamat. Paling - paling besok saya akan di panggil dan di tendang dari rumah sakit ini," ujar Naura dengan lemah dan melambat. Seolah - olah ingin di perdengar baik oleh Bayu.
"Hei!" Bayu menarik satu tangan Naura.
Botol minuman yang ada di tangan Naura pun jatuh tepat di kaki Bayu. Naura pun refleks ingin langsung mengambil botol minuman yang ada di bawah kaki Bayu. Posisi Naura yang membuat tak nyaman, menjadikan tubuh Bayu menegang dan salah tingkah.
Naura membungkuk dengan wajah yang agak mendekat ke paha Bayu. Sementara tangan Naura menjulur ke bawah kaki Bayu berusaha untuk menggapai botol minuman miliknya. Bayu yang salah tingkah pun tidak sengaja menekan switch unit power window hingga turunlah kaca mobilnya dengan sempurna.
Di luar mobil yang masih berada di parkiran khusus, security dan beberapa pegawai rumah sakit yang tak sengaja melintas pun terhenti dan terperangah, melihat Bayu yang terengah - engah di dalam mobilnya. Salah satu pegawai pun langsung merekam tingkah aneh Bayu yang sudah mengundang rasa curiga.
"D-Dokter.... Dokter Naura! Ahhh....ahhh. Jangan seperti itu. Takut nanti, Ahhh...!Sudah Dokter! Sudah! Biar saya saja yang ambil..."
"Enggak, Dokter Bayu ini udah mau dapat kok. Sebentar tahan!" Ucap Naura tanpa mengetahui jika dirinya dan Dokter Bayu sudah menjadi pusat perhatian.
"Dok-Dokter Naura.... Ahhh! Biar saya saja." bujuk Bayu dengan nada suara yang mendesah.
"Dapat!" Naura langsung menarik diri setelah botol minumannya berhasil di raih.
Tubuh yang membungkuk pun langsung ingin bangkit namun terhenti ketika kedua mata bersirobok dengan orang - orang yang sudah berada di luar mobil Bayu. Kedua matanya sempat mengerjap, saat jepretan lampu flash kamera handphone terarah pada dirinya dan juga Bayu.
__ADS_1
Senyum yang sempat merekah pun lenyap, ketika kedua mata mendapatkan bidikan tajam dari seorang lelaki yang penuh dengan kebencian.
"Apa yang sudah kalian lakukan di dalam sana? Hah!" Bentak kemarahan Julian pada Naura dan juga Bayu.
Dokter tampan yang ingin menaiki Ronger Rover Velar miliknya tercuri perhatiannya pada kerumunan pegawai rumah sakit yang
tak jauh dari mobilnya yang terparkir. Kedua mata terbelalak melihat tingkah aneh Bayu seolah tengah di puaskan oleh seseorang. Dan darah Julian semakin mendidih ketika Naura bangkit dari sisi bawah Bayu.
Posisi Naura yang seperti telah habis melakukan kegiatan panas dan sensual semakin meyakinkan orang - orang yang melihat jika keduanya sedang melakukan hal yang vulgar di dalam mobil Bayu.
...***...
Hentakkan ankle boots dari bahan kulit yang berwarna hitam yang di kenakan oleh sepasang kaki jenjang mencuri perhatian orang-orang. Kedua mata dari orang - orang yang di lalui semakin sulit teralihkan pada sosok perempuan yang sudah tampil beda dan lebih berani pagi ini. Mulut menganga bahkan meloloskan decak kagum pada sosok yang berjalan dengan penuh percaya diri.
Outfit yang Naura kenakan pagi ini semakin menambah pemberitaan mengenai dirinya. Dua kancing teratas kemeja putih Naura sudah di sulap menjadi atasan sabrina atau off shoulders. Memamerkan kemulusan kulit bahu dengan tali tipis dari tank top putih yang menjadi inner. Rok span berwarna pastel yang menggantung hingga di ambang paha memamerkan kemulusan sepasang kaki jenjang Naura yang berkulit seputih susu. Luka lutut yang di dapatkannya seminggu yang lalu pun telah berhasil di samarkannya.
Kesan feminim yang Naura tunjukkan berhasil membuat pegawai rumah sakit dan orang - orang yang datang berkunjung terpukau. Bagaikan berjalan di atas catwalk, Naura yang mengenakan kacamata hitam, melenggang bak seorang super model papan atas.
Di tambah lagi dengan aroma feminim bergamot dari parfum chloe yang Naura kenakan. Aroma bunga magnolia yang lembut membungkus aroma mawar yang menyegarkan membuat orang - orang yang di laluinya dimabukkan dengan parfum favorit yang biasa di kenakan oleh para artis Hollywood.
"Wah, dia artis ya? Atau selebgram?" kicau seorang pengunjung rumah sakit yang sedang terduduk di ruang tunggu.
Luna yang ikut menganga kagum pada style Naura pun berakhir berjalan mengekori dokter cantik itu dari arah belakang. Luna bahkan menepuk - nepuk pipinya sendiri untuk meyakinkan diri dengan yang di pandangannya pagi ini adalah nyata dan bukannya mimpi.
"Dokter Naura? Ini beneran Dokter Naura, kan?" tanya Luna seakan masih belum percaya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan pasien yang aku operasi kemarin malam?" Naura malah acuh dengan pertanyaan Luna.
"Oh itu, belum ada keluhan lain dari pasien, Dokter." sempat hilang fokus, Luna berakhir lancar menjawab pertanyaan dari Naura.
"Aku akan periksa-"
Bibir Naura seketika berhenti tak melanjutkan ucapannya saat perhatiannya kini teralihkan pada orang-orang yang di depan mata yang sedang mengulas senyuman kagum. Tapi, bukan pada Naura. Melainkan, pada sosok lelaki yang sedang mengenakan kemeja putih dengan lengan panjangnya yang di gulung dan di padukan dengan celana jeans berwarna dark blue. Dua kancing teratas yang sengaja di buka membuat kulit dada putih mengintip dari celah yang terbuka. Style smart casual Julian sukses menghipnotis para mata perempuan yang di laluinya. Dan senyuman ramah yang menyapa semakin membuat hati para perempuan itu klepek-klepek, lelaki tampan yang tak mengenakan snelli kebesaran dari profesinya.
Sedang Naura yang tadinya menjadi pusat perhatian kini malah berganti memperhatikan sosok lelaki yang ada di hadapannya karena ikut terhipnotis dengan menghirup dalam-dalam aroma parfum Gandarme yang menguar dari tubuh gagah Julian. Aroma bergamot bercampur lemon, basil, dan vanila yang menenangkan.
"Gila! Dokter Julian ganteng ya?" rancau Luna yang masih terhipnotis sosok Julian.
...********...
Hay... hay! Kalian yang sudah baca Bab ini jangan lupa kasih likenya dong untuk author.D
Kalau ada yang mau ngasih 🌷atau ☕ juga boleh kok hehehe. Seperti biasa author juga mau mengingatkan pada para reader ku. Yuk, kasih sajen votenya untuk author. Komentarnya juga jangan sampai lupa yah~
Author selalu menunggu komenan dari kalian loh😁
Makasih...
Bersambung....
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya.