TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
KEPINGAN PUZZLE BARU


__ADS_3

“ Huaahh..” sambil mengangkat kedua tangannya ke atas. Luna merasa puas karena tidurnya sangat berkualitas, walaupun begitu banyak kekesalan yang dia rasakan semalam. Dia melihat jam di yang terletak di meja samping tempat tidur.


“ 06.05? humm jadi aku bisa mandi dengan santai.” Luna turun dari ranjangnya dan langsung berjalan menuju kamar mandi.


“ Tidak di sangka masih pukul segitu, aku kira sudah terlambat. Karena aku benar-benar tidur sangat puas” celotehnya.


Luna mandi dengan santai di iringi dengan lagu yang dia nyanyikan sendiri, tidak hanya itu. Dia bahkan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berendam dengan air hangat yang di taburi dengan kelopak bunga mawar. Luna meraciknya sendiri, mulai dari mengisi bathub dengan air hangat, lalu mengambil bunga mawar yang memang selalu di sediakan di kamar mandinya. Dia melepaskan kelopak mawar dengan cepat. Lalu dia langsung merendam tubuhnya dengan nyaman.


“ Hummm.. hal seperti ini memang sangat di butuhkan untukku yang sedang banyak pikiran. Aroma ini akan menetralisirkan pikiran kacauku menjadi lebih baik lagi” sambil menyandarkan kepalanya yang yang di balut handuk ke sisi bathub.


Beberapa saat kemudian Luna sudah mengenakan pakaian kantornya, dia berdiri di depan kaca sambil memandangi gaya rambutnya yang dia cepol ke atas. Dia menggelengkan kepalanya, karena merasa kurang cocok. Lalu dia langsung melepaskan cepol itu, lau menyibakkakan rambutnya k belakang dan sedikit menyisirnya. Akhirnya dia memilih untuk tetap membiarkan rambut indahnya tergerai.


Setelah merasa sempurna, dia langsung mengambil tas dan ponselnya. Dia menghidupakan layar ponselnya.


“ What…? Ini ini tidak mungkin!” teriaknya saat melihat jam di ponselnyanya menunjukkan sudah pukul 10.02. Dia kembali melihat jam yang di meja., Di jam itu masih menunjukkan pukul 07.20.


“ Aaaa.. tidak mungkin…” Luna langsung bergegas ke bawah dengan ekspresi yang sangat kesal. Dia tidak menyangka akan mengalami miss communication dengan jamnya sendiri.


“ Ya Ampun.. jadi apakah papa benaran sudah pergi ke kantor? Aish.. kenapa aku sebodoh ini” celotehnya sepenjang jalan.


“ Nona, sarapanlah dulu.” Ucap pelayan ketika Luna sampai di tangga terakhir.


“ Aku tidak punya waktu. Oh iya, dimana papaku?”


“ Tuan, sudah pergi ke kantor sedari tadi nona.”


“ Aaa.. papa benar-benar keterlaluan.” Dengan bergegas keluar.


“ Nona…” teriak pelayan berusaha untu menahan agar sarapan terlebih dahulu. Tapi Luna sudah memasang lari seribu, hingga pelayan tersebut tidak punya kesempatan sedikitpun.


Saat sampai di depanpun Luna tidak memperdulikan apapun. dia langsung memasuki mobil yang berdiri di depannya. Karena sejak kecelakaan itu, Luna memang tidak pilih-pilih menggunakan mobil yang mana, karena mobil yang kecelakaan itu adalah mobil satu-satunya yang dia beli dengan kerja kerasnya sendiri. Selebihnya, semua mobil yang ada di basement adalah koleksi papanya dan Mark. Luna sendiri sampai tidak hafal mobil merek apa dan warna apa saja yang ada di sana karena saking banyaknya.


“ Nona..” panggil pengawal ketika Luna memasuki mobil itu.


“ Ada apa? apa mobil ini aku tidak boleh menggunakannya? Jika begitu keluarkan mobil lain untukku.”


“ Bukan begitu nona, kami hanya ingin mengatakan agar nona berhati-hati mengemudi. Karena nona terlihat sedkit panik.”


“ Haha.. baiklah.”


Luna menyalakan mobil dan langsung melajukan mobil dengan tenang. Tapi setelah dia melewati pagar rumahnya, dia langsung menambah kecepatan. Hatinya terus menerka-nerka bahwa di kantor pasti akan sangat heboh akan kemunculan papanya yang tiba-tiba. Dia bahkan mencoba untuk melihat platform berita, apakah akan ada berita mengenai orang tuanya.


“ Tidak ada beritapun, jadi hal apakah yang papa lakukan di kantor?” Gumam Luna seamikn penasarn.


***


Saat Luna sampai di Lixing Group, dia langsung bergegas keluar dari mobil. Luna merasa tidak tenang. Tapi ketika dia sudah masuk, dia tidak merasakan hal aneh apapun dari sikap karyawan.


Tidak ada yang bergosip atau sekedar berbisik-bisik ketika melihatnya. Karena biasanya setiap kali ada sesuatu yang baru terjadi di kantor, mereka akan selalu melakukan hal seperti itu pada orang yang ada kaitannya dengan sesuatu yang terjadi itu. Tidak peduli itu atasannya atau siapapun, mereka akan tetap melakukan itu ketika ada kesempatan.


Ketenangan suasana kantor atas kecemasannya, membuat dia semakin penasaran dan khawatir dengan apa yang telah terjadi. Dia bergegas memasuki lift khusus presdir. Di dalam Lift Luna berusaha untuk tenang, tapi tidak berhasil. Karena membayangkan , sikap papanya yang tadi malam membuat dia berfikiran yang tidak- tidak.


‘ ting ‘ lift terbuka.

__ADS_1


Luna melangkahkan kakinya menuju ruangan presdir, debar jantungnya semakin tidak karuan beriringan dengan hati dan pikiran yang menerka-nerka hal terburuk yang telah terjadi, yaitu papanya benar-benar menjadi tidak tahu malu dan tidak tahu terimakasih.


Luna telah sampai di depan ruangan, dia menempelkan telinganya di pintu dengan harapan dia bisa mendengarkan sesuatu, tapi itu sia-sia saja. Kemudian dia menghela nafas dan mengeluarkannya secara pelan.


‘ krack ‘ Luka membuka pintu dengan pelan.


“ Hah..” Luna tercengan, karena di ruangan itu tidak ada siapa-siapa, serta semuanya juga tersusun rapi.


“ Jadi sebenarnya, papa pergi kemana?” sambil mengambil ponselnya di dalam tas, dengan ekspresi yang khawatit.


“ Eh Luna.. kamu sudah datang” sapa Rangga yang keluar dari paintry. “ Rangga, kamu di sini? Mark dimana?”


“ Mark sedang berbincang dengan orangtuamu”


“ Di dimana?” sedikit terbata dengan ekspresi lega karena dia sudah mengetahui dimana papanya, tapi juga khawatir dia takut jika papanya memang bertindak seperti yang ada di pikirannya.


“ Di sana..” sambil menunjuk.


Luna langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Rangga.


“ Eh ini..” Gumam Luna sangat terkejut. Karena dimana di situ biasanya adalah lemari tempat buku-buku bisnis dan berbagai miniatur, ternyata di balik lemari itu terdapat sebuah ruangan khusus.


Luna langsung mendekat dan memperhatikan, dia sangat ingat bahwa pola ini sedikit mirip dengan tempat penyimpanan warisan kakeknya.


“ Aku tidak menyangka ada ruangan seperti ini juga di kantor papa. Hal apakah yang mereka bicarakan, hingga papa membuka ruangan ini.”


“ Ayo kita masuk.” Ajak Rangga. Luna tersenyum sambil mengikuti Rangga dari belakang.


Ternyata di balik ruangan itu tidak langsung pada tempat orarngtua Luna dan Mark berbicara, mereka juga sedkit berjalan , barulah mereka sampai di ruangan yang di maksud oleh Rangga.


“ Luna sudah datang “ ucap Rangga.


Semua mata tertuju pada Luna. begitupun Luna lebih terkejut lagi. Karena tidak hanya papa dan Mark saja di sana, tapi mamanya juga ikut.


“ Ini.. apa maksudnya?” Luna memandangi papanya yang duduk dengan gagah di sofa single, pakaian rapi, benar-benar mengembalikan kesan papanya sebagai pemilik Lixing Group. Di samping kiri papanya terdapat mamanya yang yang begitu anggun.


Begitupun dengan Mark yang duduk di sisi kanan papanya. Penampilan dan wajahnya tak perlu di ragukan lagi. Tapi ada yang berbeda dari situasi itu.


Dari awal Luna melihat bagaimana interaksi Mark dengan papanya sangatlah canggung. Tapi kali ini, sorot mata keduanya sama-sama dingin dan juga tajam.


“ Ada apa ini?” tanya Luna yang tiba-tiba bersikap dingin.


“ Luna duduklah.” Perintah tuan Aliester. Luna menurut dan duduk di samping mamanya dan itu sangat tepat berhadapan dengan Mark. sementara itu Rangga duduk di samping Mark


” Sayang.. “ mama Luna memegangi tangannya dengan lembut dan melemparkan senyum. Luna juga tersenyum, dengan hati dan fikirannya terus bertanya-tanya apa yang telah terjadi.


“ Luna kamu masih berhutang penjelasan sama papa dan Mark. Sekarang semuanya sudah di sini, maka ceritakannlah semuanya!”


Luna terdiam sejenak, dia menatap papa, mamanya dan Mark secara bergantian.


“ Baiklah. Sebelumnya, aku minta maaf pada papa, mama dan juga Mark, karena aku tidak pernah mendengarkan perkataan kalian. Ini benar-benar salahku, jika saja dari awal aku mendegarkan papa, ini semua tidak akan terjadi” Luna berhenti sejenak dan menatap papanya.


“ Jika saja aku mendengarkan papa yang mengatakan bahwa Hyena adalah orang yang penuh rasa iri dan suatu saat pasti akan berhkianat. Mendengarkan nasehat mama untuk tidak terlalu mempercayainya. Mendengarkan Mark yang selalu meyuruhku untuk waspada padanya.” Luna mengucapkan itu dengan menatap papa, mama dan Mark secara bergantian.

__ADS_1


“ Semua itu terbukti ketika dia ingin membunuhku. Dia mengatakan bahwa dialah yang merencanakan kecelakaan papa dan mama ketika di Amerika." Luna menggenggam arat kedua tangan yang berada di atas pahanya.


Sementara itu orangtuanya, Mark dan Rangga menatap Luna dengan tatapan yang semakin dingin. Apalagi Mark, ekspresi itu, tidak pernah di lihat oleh Luna sebelumnya.


“ Aku benar benar minta maaf ..” pinta Luna, dia memejamkan mata indahnya. Lalu air matanya ikut menetes saat dia memejamkan matanya.


“ Luna.. apakah kamu tahu. Jika Hyena yang merencanakan kecelakaan papa dan mama. Berarti dia ada kaitannya dengan orang yang membunuh orang tua Mark “


Luna benar-benar terkejut hingga dia segera membuka mataya. Dia menatap papanya, lalu dia menatap Mark yang tepat berada di depannya.


“ Bagaimana bisa?” sambil menatap kembali papanya.


Tuan Aliester menatap putri dengan tatapan dalam. Mamanya mengusap lembut punggungnya dengan lembut dan air mata diam-diam mengalir di sudut matanya.


Mark tatapan tajamnya semakin tajam, yang mampu melukai orang hanya tatapannya. Dan Rangga juga sangat jelas sedang menhan kemarahannya.


“ Kakak benar, Luna memang mengetahui banyak hal dari kejadian yang dia alami. Dia membantuku menemukan kepinga puzzle yang tak terduga terduga.” Bisik hati Mark di balik sorot mata tajamnya.


***


Di belahan bumi bagian Eropa, Hyena sedang berlatih menembak di dalam sebuah ruangan. Dia menggunakan boneka silicon dan menempelkan wajah orang-orang yang dia balas di setiap patung. Mark, Luna dan kedua orangtua Luna tentu saja tidak akan terlewatkan, karena memang itulah target utamanya.


“ Sampai jumpa di garish Finish. Saat itu aku pasti bisa menuntaskan dendamku dan membalaskan kematian Fan zee.” Bisik hati Hyena.


‘ dor dor dor dor ‘ Hyena sekaligus, menembak boneka silicon tersebut tepat di bagian mata. Hyena tersenyum puas melihat perkembangan latihannya ini.


.


.


Suasana yang tegang antara Luna, Mark, Rangga dan kedua orangtua Luna sudah jauh lebih baik setelah Tuan Aliester menjelaskan pada putrinya.


Luna benar-benar tidak menyangka bahwa Hyena benar-benar kejam.


Tidak lama setelah penjelasan dari tuan Aliester pada Luna, dia dan istrinya langsung pamit undur diri. Karena ada hal mendesak yang harus di urusnya, entah urusan apa papa Luna juga tidak memberi tahunya. Begitupun dengan Rangga, dia juga pergi untk mengurus sesuatu.


Mereka keluar dari ruangan Khusus bersama-sama. Saat sampai di ruang utama presdir, Luna memeluk mamanya.


 


“ Sayang, kami pergi dulunya.”


“ Iya.. mama dan papa berhati-hatilah”


Setelah itu mama, papa dan Rangga keluar dari ruangan presdir itu. Sekarang tinggallah Luna dan Mark. Luna memandangi wajah Mark yang sulit di tebak, dan tiba-tiba Mark memeluknya.


“ Luna.. aku sangat mencintaimu. Percayalah, aku akan selalu menjagamu serta kedua orangtuamu.”


Luna menatap wajah Mark, lalu mengusapnya dengan lembut.


“ Iya aku percaya padamu.”


Mark tersenyum, dia mencium kening Luna dan memperat pelukannya.

__ADS_1


“ Hyena.. aku tidak akan pernah membiarkamu menyentuh Luna dan orangtuanya untuk kedua kalinya. Tidak di sangka ternyata kau bagian dari Jhon kepar*t itu. Ini benar-benar sudah di rencanakan dengan baik.” bisik hati Mark. dengan smirk terukir di bibirnya.


__ADS_2