TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
MAKE A WISH


__ADS_3

“ Luna ikut aku” ucap Camelia sambil berjalan duluan.


Luna tersenyum sinis, “ Apalagi yang ingin dia bicarakan padaku?” sambil mengikuti Camelia di belakang.


Di saat yang bersamaan Jiang He melihat dari kejauhan jika Luna dan Camelia pergi meninggalkan tempat pesta.


“ Luna..” sambil berjalan mengikuti.


‘ brackk ‘ tiba-tiba dia menabrak seorang pelayan yang sedang membawa minuman.


“ Maaf tuan” pinta pelayan itu dengan rasa sangat bersalah sambil berusha untuk membersihkan.


“ Ah tidak apa-apa” sambil membersih


Tapi ketika dia menoleh ke tadi, dia tidak lagi melihat Luna.


“ Kemana dia?” sangat khawatir.


Tanpa pikir panjang lagi, Jiang He langsung menelusuri tempat dia melihat Luna tadi.


Ketika dia sampai,dia melihat sebuah lorong dan di sana juga ada beberapa orang yang berjaga di sana.


Jiang He langsung mendekati dan mencoba untuk masuk, tapi pengawal di sana menghadangnya.


“ Maaf tuan ruangan ini, tidak di perkanankan untuk tamu.”


“ Kenapa tidak? tadi aku melihat 2 orang perempuan ke sini.” nada tinggi.


“ Tuan ini adalah permintaan nona Luna. Harap anda jangan memaksa kami untuk berbuat kasar” ancam pengawal tersebut.


“ Cih..kalian tau apa? apa kalian tidak takut jika terjadi apa-apa dengan nona kalian?” dengan nada sangat marah.


“ Tidak akan terjadi apa-apa. kami menjaminnya. Sekarang lebih baik tuan kembali ke pesta”


Jiang He terus berdebat dengan pengawal tersebut.


Sementara itu Luna dan Camelia memasuki sebuah ruangan.


‘ crak ‘ Luna menutup pintu ruangan tersebut.


Kemudian mengikuti Camelia yang berjalan menuju balkon.


“ Apa yang ingin kamu bicarakan? Kenapa harus bicara di sini?” tanya Luna dengan dingin.


Camelia berdiri di pagar balkon dengan membelakang Luna, sementara itu Luna duduk di kursi yang tersedia di sana.


“ Aku hanya ingin bicara dengan tenang denganmu. Jadi jangan salah paham” jawab Camelia santai.


“ Hah, bicara dengan tenang? Camelia kamu jangan bertele-tele, langsung saja pada intinya.”


“ Luna, saat di Amerika apa kamu yakin tidak terjadi apa-apa antara aku dan Mark?” sambil berbalik badan menghadap Luna.


“ Apapun yang terjadi aku tidak peduli” jawab Luna denga santai.


“ Haha..kau lucu sekali. Jika kamu begini terus, aku jadi benar-benar berfikir bahwa kamu wanita yang bodoh. Kamu tahu, pria adalah makhluk yang berfikir dengan bagian bawahnya..”


Luna terdiam dengan memandagi wajah Camelia yang berusaha memprovokasinya.


Luna tersenyum “ Camelia kenapa kamu begitu tidak tahu malu begini. Jangan harap aku terpancing dengan omong kosongmu ini. Kamu hanya membahas hal yang tak berguna, benar-benar membuang waktuku saja..” sambil berjalan pergi.


‘ zhrrtt ‘ tiba-tiba ponsel Luna bergetar dan dia langsung mengecek ponselnya itu.


“ Aku punya sesuatu untukmu. Jadi tunggulah beberapa saat lagi “ isi dari E-mail yang terima oleh Luna.


Luna bingung dan mengerutkan dahinya. Lalu dia berencana untuk menghapus pesan aneh itu, tapi ketika hendak menekan opsi ‘ ok or cancel ‘ Luna menjadi ragu.


Dia tersenyum dan membatalkannya. Lalu dia langsung berjalan keluara meninggalkan Camelia.


Camelia mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan.


“ Bagianku sudah selesai” > ‘ send ‘> pesan telah terkirim.


“ Hah..Luna” ucap Camelia dengan senyum liciknya.


Di saat yang bersamaan, Noman Aliester yang sudah bergabung dengan 5 pebisnis besar terlihat tampak kesal.


“ Haha..tuan Noman anda jangan canggung begini, kami hanya menasehatimu. Kamu tidak seharusnya memusuhi tuan Aliester sehingga kamu sendiri yang rugi. Sedari dulu persuahaannya selalu masuk dalam 10 besar pebisnis besar dunia.”


“ Haha..benar-benar aku setuju. Apalagi sekarang Lixing di berada di bawah tangan tuan muda Mark Rendra sebagai pebisnis yang menduduki posisi kedua di kelompok 5 besar tentunya akan membawa Lixing pada nasib baik.”


“ Tuan hubungan tidak baikku dengan Zhan Aliester hanyalah masa lalu. Sekarang kami sudah mulai berdamai” jawab Noman dengan senyum yang di di paksakan.


“ Haha..itu langkah bagus. Tuan Noman, anda beruntung memiliki tuan Mark yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga Aliester. Anda harus banyak belajar darinya.”


Noman hanya tersenyum kecut menanggapi perkataan orang-orang itu.


“ Cih…mereka sangat sombong sekali. Mereka menahanku hanya untuk mendengar penghinaan ini. Tapi bagaimanapun aku harus bisa tahan” bisk hati Noman penuh kekesalan.


Sementara Mark menahan tawa melihat ekpresi Noman yang sedang di sudutkan oleh rekannya.


“ Paman, semua orang punya kesempatan. Jadi berjuanglah agar bisa ikut serta dalam proyek ini. Kami akan memilihnya dengan bijak” ucap Mark yang sedikit membela Noman.


“ Hahaha.. iya iya, jadi tuan Noman jangan berkecil hati. Semuanya ada kesempatan” imbuh yang lainnya.

__ADS_1


Sementara itu Jiang He yang masih berada di lorong mulai menyerah berdebat dengan para pengawal di sana.


Jiang He mengusap kepalanya.


“ Mereka benar juga. Keamanan di sini sangat ketat, tidak mungkin wanita itu berani macam-macam. Huftt… aku terlalu mengkhawatirkannya” bisik hati Jiang He.


Dia kemudian berbalik badan dan pergi, dengan rasa yang masih khawatir.


Setelah jauh dari pintu lorong itu, Jiang He berbalih badan.


“ Semoga ini memang hanya kekhawatiranku saja” langsung meninggalkan lorong itu kembali ke tempat pesta.


Setelah kepergian Jiang He, Luna juga keluar lorong itu.


“ Nona tadi tuan Jiang He mengikuti anda ke sini” lapor pengawal.


“ Kak Jiang He? “ bisik hatinya.


“ Lalu sekarang dia dimana?”


“ Sudah kami tangani dengan baik dan sekarang dia sudah kembali ke tempat pesta”


“ Ok, baiklah ” lansung berjalan pergi.


Setelah itu di susul juga dengan Camelia yang juga keluar dengan ekspresi sombongnya. Dia memandangi punggung Luna yang sudah menjauh dan mengikutinya untuk kembali ke pesta.


***


Di tempat pesta sesi dansa sedang berlangsung. Luna pergi mendekati meja sajian, lalu dia mengambil segelas minuman.


“ Apa kamu ingin mabuk?” ucap Mark dari belakang Luna.


Spontan Luna langsung menoleh pada sumber suara.


“ Mark..”


Mark kemudian memanggil seorang pelayan dan meminta segelas jus anggur.


Mark kemudian mendekati Luna.


“ Ini” sambil menyerahkan jus anggur yang di tangannya, lalu mengambil gelas yang di pegang oleh Luna.


Luna tersenyum, lalu meminum minumannya.


“ Apa Camelia membuatmu kesal lagi?”


“ Tidak, aku mengurusinya dengan baik. Entah kenapa dia selalu iri dengan apa yang ku punya.”


“ Bukan hal yang penting, untuk apa kita membahasnya.”


“ Haha..baiklah. Luna ikut aku ” sambil mengulurkan tangannya.


Dari kejauhan Jiang He terus memandangi Mark dan Luna. Dia hanya diam tanpa ekspresi.


Luna tersenyum, dia meletakkan gelasnya lalu mengulurkan tangannya pada Mark.


Mark menggenggam tangan Luna, lalu berjalan menjauhi tempat pesta.


‘ ting ‘ pintu lift terbuka dan mereka langsung masuk


“ Kenapa meninggalkan pesta?” tanya Luna.


“ Aku hanya ingin berduaan denganmu.”


“ Lalu bagaimana dengan pestanya?”


“ Urusanku sudah selesai semuanya. Biarkan mereka mencari kesempatan masing-masing”


“ Lalu kita kemana?”


“ Ikut saja, jangan cerewet!. Sebentar lagi kita sampai.”


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di tempat yang di maksud oleh Mark.


Yaitu sebuah kolam renang yang berada di ketinggian gedung/Infinity pool. Kolam tersebut sudah di taburi kelopak mawar dan beberapa lilin aroma terapi mengapung di atasnya.


Di tepi kolam juga tersedia sebuah meja kecil dan 2 kursi yang memang sudah di siapkan secara khusus.


Dari ketinggian gedung ini terlihat jelas bangunan-bangunan tinggi, jalanan, dan taman yang di sirami cahaya lampu.


Ditambah lagi lagit malam yang cerah ditaburi bintang dan cahaya bulan sangat mendukung suasana romantis.


“ Mark kau menyiapkan semua ini?”


“ Iya” sambil mengiring Luna untuk duduk di kursi yang telah di sediakan.


“ Kenapa? Bukankah sudah ada pesta, kenapa menyiapkan hal seperti ini juga?”


Mark berdiri, kemudian dia berlutut di depan Luna.


“ Luna sakarang status pertunanganan kita bukan pertunanganan palsu lagi. Maka izinkan aku memasangkan kembali cincin padamu” sambil mengeluarkan kotak perhiasan.


Luna tak bisa berkata-kata lagi, dia terdiam dengan menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Mark kemudian mengulurkan tangannya pada Luna.


“ Mark..” sambil memberikan tangannya.


Mark melepaskan cincin lama yang terpasang di jari Luna, kemudian memasangkan cincin yang baru.


“ Luna dengan alasan apapun, jangan pernah melepaskan cincin ini” sambil mencium tangan Luna.


Luna mengangguk menyetujui perkataan Mark dengan matanya yang berkaca-kaca.


Luna berdiri dan mengejak Mark yang masih berlutut untuk berdiri. Lalu dia juga memasangkan cincin yang baru untuk Mark dengan arti matanya yang menetes.


“ Kenapa menangis?” sambil mengusap air mata Luna.


“ Karena aku sangat bahagia.”


Mark tersenyum lalu tiba-tiba sebah alunan music yang lembut dan tenang berbunyi.


“ Luna mari kita kita berdansa” sambil mengulurkan tangannya.


Luna memberikan tangannya pada Mark, kemudian Luna melingkarkan kedua tangannya di leher dan Mark melingkarkan tangannya di pinggang Luna.


Mereka berdansa dengan tenang mengikuti alunan music.


Mereka bertatapan penuh cinta, hingga hidung mereka beradu dan senyum terukir di bibir keduanya.


Di tengah dansa itu Luna memperhatikan jemarinya. Dia melihat hasil dari garis berlian kecil-kecil itu membentuk gambar kupu-kupu dan kelelawar. Dia juga ingat bahwa Mark juga pernah memberinya kalung dengan ornament yang serupa.


“ Mark apa makna dari kupu-kupu dan kelelawar bagimu?” tanya Luna penasaran.


“Kupu-kupu sebagai tanda cinta dan kelelawar sebagai tanda keberuntungan untuk pemiliknya” jelas Mark dengan senyum yang merekah.


Mendengar penjelasan Mark, dia mengedipkan matanya berberapa kali.


“ Jadi sejak malam itu, dia benar-benar serius padaku?” bisik hati Luna.


“ Iya. Sejak malam itu aku sudah memutuskan, bahwa aku akan mengejarmu dan melindungimu selama hidupku.”


“ Hah..apa kau mendengar kata hatiku?” tanya Luna heran.


Mark tertawa lembut, “ Itu terdengar sangat jelas” goda Mark.


“ Bagaimana bisa. Kau hanya menebaknya” sambil melepaskan tangannya dari Mark lalu dia duduk di kursi.


“Haha..” Mark tertawa lalu duduk di samping Luna yang terlihat kesal.


“ Luna apakah kau tahu, bahwa kau sudah menjadi bintang untukku?” sambil menatap bintang yang berkelap kelip.


Luna tersenyum. Dia ingat percakapan mereka ketika di tepi sungai malam itu.


Luna kemudian bersandar di bahu Mark.


“ Jadi aku sudah menemukan orangnya?” tanya Luna.


“ Ya, akulah orangnya. Hidupku sangat berkilau sekarang, keberadaanmu membuatku menemukan jalanku sendiri”


“ Tak usah memujiku.”


“ Itu bukan pujian. Tapi itulah kebenarannya.”


Tiba-tiba meraka melihat sebuah cahaya jatuh secepat kilat.


“Waaahh, aku sudah lama tidak melihat bintang jatuh. Mark mari kita make a wish” ucap Luna dengan semangat.


Luna mengangkat kepalanya dari bahu Mark, kemudian dia memejamkan matanya untuk make a wish. Mark menatap Luna dengan senyum, lalu dia juga memejamkan matanya.


Setelah mereka selesai make a wish, Mark bertanya pada Luna.


“ Apa keinginanmu? ”


“ Aku ingin papa dan mamaku kembali dengan sehat dan bisa berkumpul seperti semula. Aku ingin keluargaku kembali utuh dan aku juga berharap pria ini cintanya semakin hari semakin bertambah padaku” sambil menatap Mark.


“ Lalu apa keinginanmu?” tanya Luna.


“ Aku ingin wanita ini untuk selalu percaya padaku, bahwa aku akan mencintainya selalu.”


Luna tersenyum malu.


"Dan.."


"Masih ada lagi?" tanya Luna penasaran.


" Aku ingin wanita ini menciumku. Akankah keinginanku terkabul?"


Kemudian Luna langsung mengecup manis bibir Mark.


Mark terkejut tapi dia juga bahagia.


Setelah itu Luna tersenyum malu, tak berani menatap wajah Mark. Dia langsung menyandarkan kembali kepalanya di bahu Mark. Lalu Mark menggenggam tangan Luna, mereka menikmati pemandangan yang romantis di bawah langit malam yang indah itu.


Jangan lupa like dan komentnya ya reader!!!


Votenya juga. hehe

__ADS_1


__ADS_2