
Seluruh kota masih sangat heboh dengan kecelakaan yang di alami oleh Luna, karena sampai sekarang jasadnya belum di temukan. Semua media tak henti-hentinya menyiarkan dari setiap perkembangan yang mereka dapatkan.
Polisi sudah membuat praduga bahwa ini adalah bukan kecelakaan biasa, tapi kecelakaan terencana. Polisi juga sudah mencurigai bahwa Luna tidak benar-benar tenggelam melainkan di telah di culik.
Namun teka-teki ini sulit di pecahkan, di jalanan sepi itu tidak ada CCTV di sana, sopir truk yang mencurigakan juga sudah meninggal, di tambah lagi tidak ada saksi dan Pihak Mark juga tidak memberikan penjelasan mengenai suatu yang sudah mereka ketahui.
Dalam suatu ruangan Mark, Jiang He, Rangga, Key dan Louis terlibat dalam berbincangan panas. Suasana terilhat sangat tegang dan sekpresi semua orang telihat sangat serius.
Perbincanngan panas ini terjadi karena Mark tidak ingin bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam aksi penyelamatan Luna. Karena dia takut, jika sampai terjadi sedikit kesalahan saja akan membahayakan nyawa Luna.
Jadi dia berencana untuk melakukan aksi penyelamatan dengan seorang diri, bahkan tanpa bantuan dari orang-orangnya. Namun Rangga dan Key dengan sangat memohon kepada Mark, agar dia tidak melakukan itu.
“ Mark tidak hanya kau saja yang mengkhawatirkan Luna. Semua orang mengkhawatirkannya, jadi kau jangan bertindak gegabah. Memangnya dengan kau pergi seorang diri bisa menjamin keselamatan kalian berdua?” ucap Jiang He secara menohok sambil menatap Mark dengan tatapan tajamnya.
“ Gegabah? Hah, aku sendiri bisa melakukannya lebih baik dari siapapun. Kau jangan meragukan kemampuanku. Aku tidak bisa mempercayai pihak kepolisian 100%, karena bisa saja diantara mereka sedah berkomplot dengan penjahat ini. Aku tidak ingin itu terjadi, aku tidak bisa melihat Luna dalam situasi lebih sulit lagi. Jiang He dalam hal ini aku jauh lebih berpengalaman” balas Mark dengan tatapan tajam yang mengerikan dan membuat buluk kuduk beridri.
Melihat situasi yang semakin menegang, Rangga, Key dan Louis berusaha menenangkan dan menengahi keduanya.
Setelah 1 jam melakukan negoisasi, akhirnya Mark bersedia untuk tidak bertindak sendiri. Mereka juga langsung menyusun strategi penyelamatan yang mereka lakukan. Dimana Rangga yang mengatur dan memantau pihak kepolisian, Key dan Louis memimpin pasukan mereka, sementara Mark dan Jiang He melakukan tugas inti.
Mereka semua bersiap-siap dan langsung melaksanakan tugas mereka masing-masing dalam melakukan misi penyelamatan Luna.
***
\= di Vila penahanan Luna \=
Di dalam suatu ruangan yang begitu mewah, seorang pria dengan stelan rapinya dan wanita misterius sedang berbincang. Mereka berdiri sambil memegang segelas wine dengan cara membelakangi dan menghadap jendela. Hanya suara dan punggungya yang tersorot.
“ Apakah kau sudah yakin dengan keputusanmu?” tanya pria itu pada wanita yang berdiri di sampingnya.
“ Aku tidak akan berfikir 2 kali. Keputusanku sudah bulat sejak hari itu. Tidak ada yang bisa menghalangiku” jawab wanita itu dengan penuh keyakinan.
Pria itu tersenyum “ Ternyata kau sangat kejam, bahkan kau tidak segan menghabisi nyawa sahabatmu sendiri Lou Hyena..” ucap Pria itu sambil menatap Hyena di sampingnya dan menggoyang-goyangkan gelas yang berisi wine di tangannya.
Hyena tersenyum menyeringai, “ Jika aku tidak kejam, tidak mungkin si tuan bodoh itu mempercayaiku. Fan Zee apa kau masih meragukan?” tanya Hyena dengan nada sombong.
“ Haha...tidak tidak. Aku tidak pernah meragukanmu sekalipun, kau adalah wanita panutanku. Tapi kau ingatlah, Mark Rendra bukanlah lawan yang mudah. ” Ucapnya itu memperingati Hyena.
“ Hah..kemampuanku jauh lebih tinggi dari dia. Dengan sistem yang ku miliki, mereka tidak akan dengan mudah menemukan tempat ini. Mereka semua tidak akan pernah melihat Luna lagi, bahkan mayatnyapun tak akan mereka temukan. Haha..aku sudah sangat lama bersabar dan akhirnya hari ini datang juga” ucap Hyena dengan senyum jahat dan sorot mata yang penuh kebencian.
***
Luna sudah selesai membersihkan dirinya. Dia berdiri di depan kaca kamar mandi dengan masih menggunakan handuk dan rambut yang masih terurai basah. Dia menatap wajahnya denga tatapan tajam sambil memengangi keningnya yang teluka.
Setelah itu Luna langsung berganti pakaian dan kemudian bersiap untuk memakan sarapan yang sudah mereka sediakan di kamar itu. Luna membuka lebar-lebar tirai jendela, kemudian dia duduk di kursi dengan menghadap keluar. Dari kamarnya itu Luna melihat di luar terdapat orang yang berjaga-jaga lengkap dengan senjatanya.
“ Hah..penjagaan yang ketat” ucap Luna dengan smirknya.
__ADS_1
Luna memakan sarapannya dengan perlahan, lalu di memandangi jemarinya yang kosong dengan senyum.
‘ crack ‘ tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, tapi Luna tidak menoleh sama sekali. Dia tetap melanjutkan sarapannya dengan tenang.
Sosok pria yang bernama Fan Zee dan dua orang lainnya muncul di balik pintu itu. Dia melihat Luna yang duduk tenang sambil memandangi orang-orang yang berjaga di luar.
Melihat Luna yang begitu tenang dengan situasi seperti ini, membangkitkan rasa penasaran Fan Zee pada sosok dan tabiat Luna. Seorang Gadis yang selama ini hanya dia dengar dari cerita Hyena.
“ Tinggalkan kami! Aku ingin sedikit berbincang dengannya” ucap Fan Zee dengan suara tegas.
“ Baik bos “ ucap 2 pria itu secara bersamaan. Merekapun langsung berbalik badan dan pergi.
Luna sontak melirikkan matanya ketika mendengar 2 orang itu berucap bos.
“ Bos? Ternyata ada ketua pimpinan lainnya di sini. Aku harap dia tidak berbuat macam-macam padaku” bisik hati Luna dengan sedikit khawatir, mengingat kejadian pria mesum tadi. Namun dia tetap berusaha untuk tenang.
Fan Zee menutup pintu dan mulai berjalan mendekati Luna yang membelakanginya.
“ Nona Luna Aliester ternyata kamu memang seperti yang di ceritakan orang-orangku. Kau tetap tenang meski nyawamu terancam dan sekarang kau bisa menikmati sarapanmu dengan tenang. Apa kau tidak takut jika itu telah di racuni?” ucap pria itu dan dia berdiri tepat di belakang Luna.
“ Diracuni? Hah..bukankah itu kematian yang terlalu mudah? Aku tau kalian tidak akan membiarkanku mati semudah itu. Bukankah menyaksikan kesengsaraaan dan pedihnya meregang maut adalah kenikmatan sendiri bagi orang seperti kalian? aku tau kalian akan mempermainkan aku terlebih dahulu” jawab Luna dengan menohok namun tetap tenang dan dia juga langsung memasukkan sepotong roti kemulutnya.
“ Haha.. aku tidak menyangka kau punya nyali sebesar ini. Bahkan kau berbicara seolah sudah terbiasa dengan keadaan yang memilukan itu. Kau sangat menarik, aku awalnya berfikiran kau hanyalah gadis manja dan bermental lemah, seperti yang tertera di profil keluarga Aliester. Tapi setelah bertemu dengamu membuatku langsung berubah persepsi mengenaimu.”
Luna langsung berhenti dari aktifitasnya yang sedang memotong roti, lalu dia tersenyum sinis.
“ Membicarakan keluargaku membuatku ingin menanyaimu sesuatu.” Ucap Luna dengan nada dingin dan sorot matanya yang juga mendingin.
“ Dimana kalian mendapatkan foto itu?” tanya Luna dengan dingin.
Fan Zee mengerutkan dahinya, dia tidak mengerti foto apa yang di maksud oleh Luna. Tapi dia tidak ingin mengatakan pada Luna, bahwa dia tidak mengetahui apa-apa mengenai foto yang di maksud oleh Luna.
“ Untuk pertanyaan ini kau simpan dulu. Kau bisa menanyakan di saat-saat terakhirmu nanti.” jawab Fan Zee berdalih.
“ Kau tidak bisa memberiku jawaban semacam ini. Lalu untuk apa kau menemuiku? Apa hanya ingin menegejekku?”
“ Aku hanya sedikit penasaran denganmu.”
“ Untuk apa kau penasarn pada wanita yang sebentar lagi kalian lenyapkan. Tapi..” Luna meletakkan piringya di meja yang berada di sampingnya. Lalu berdiri dan dan berbalik badan menghadap Fan Zee.
“ Apakah kalian benar berfikiran akan mudah menghilangkan nyawaku? Apa kalian sudah lupa bahwa aku adalah tunangan dari Mark Rendra?” ucap Luna dengan senyum dan tatapan tajam.
“ Haha.. Luna Luna. Apa kau pikir kami melakukan ini tanpa persiapan? Kami mempunyai sistem yang jauh lebih hebat dari tunanganmu itu. Tapi…membicarakan tentang tunanganmu, aku rasa hubunganmu tidak sebaik yang kalian tampilkan di depan public” ucap pria itu dengan penuh keyakinan.
Luna tersenyum sembari menggelengkan kepalanya dan tangan kirinya menyibak rambutnya ke belakang.
“ Tuan... anda tau begitu banyak. Apakah rekan perempuan anda itu adalah orang yang memberitahu anda?” tanya Luna dengan nada dan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
Sontak Fan Zee tersadar, dia terdiam. Dia baru sadar bahwa Luna sedang menjebaknya dalam percakapan itu, sehingga dia memberi clue yang semakin jelas mengenai sosok Hyena. Meskipun sebenarnya hal itu juga akan di ketahui oleh Luna, tapi dia merasa kesal telah terjebak dengan percakapannya sendiri.
Dia tersenyum untuk memberi jeda, agar Luna tidak melihat ekspresinya yang kesal karena telah di permainkan Luna.
“ Orang yang akan mati memang terlalu naif. Berfikir liar dan berbicara seenaknya. Sudahlah, ini sudah waktunya kau menerima hukuman” ucap Fan Zee yang tiba-iba dingin.
Dia menarik tirai jendela, kemudian dia mengeluarkan jarum suntik di balik jasnya dengan posisi Luna yang membelakanginya. Lalu dia langsung menyuntikkan cairan itu di lengan Luna dengan kasar.
“ Akh..” rintih Luna, karena dia terkejut menerima serangan yang tiba-tiba.
Luna sedikit melirik patung yang ada di ruangan itu. Lalu dia menggigit bibirnya sambil memegangi lengannya.
Setelah cairan itu habis, Fan Zee mencabut jarus itu dari kulit Luna.
“ Selamat menikmati penyiksaan terakhir sebelum kematianmu nona Luna Aliester.” bisik Fan Ze dengan nada ejekan dan senyum jahat. Lalu dia pergi dan menutup pintu dengan keras.
Lalu tiba-tiba sebuah benda hitam muncul dari atas jendela untuk menutup rapat jendela tersebut, agar tidak cahaya yang masuk.
‘ tak ‘ lampu juga mati dan ruangan itu menjadi gelap pekat tak ubahnya seperti suasana gelap yang telah Luna lewati sebelumya.
Luna langsung berjalan meraba, lalu dia duduk di lantai dengan bersandar di tepi ranjang.
Dia terlihat ketakutan dan menundukkan kepala. Tapi ketika di menunduk, dia tersenyum sinis.
***
Siang hari telah berlalu, langit jingga mulai berubah menggelap.
Mark dan yang lainnya sudah bersiap-siap untuk menjalankan misi penyelamatan. Mereka sudah di posisi dan tugas masing-masing.
Di balik sebuah pohon yang besar Mark dan Jiang He menyiapkan senjatanya dengan sempurna. Mereka saling bertatapan dan langsung menjalankan aksi mereka.
\= di ruang kuraungan Luna \=
‘ tak ‘ lampu tiba-tiba menyala.
Hal itu sontak membuat Luna dengan ekpresi ketakutan menjadi lega. Dia mengangkat kepalanya dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
‘ crak ‘
Pintu kembali terbuka dan muncullah Fan Zee dengan beberapa orang anak buahnya.
Fan Zee menatap Luna dengan senyum penuh ejekan. Lalu dua orang anak buahnya langsung menyeret Luna yang terlihat tak berdaya itu secara kasar ke sebuah ruangan bawah tanah.
Sampainya di sana 2 orang itu langsung melempar Luna dengan kasar ke lantai, hingga Luna jatuh menunduk tepat di kaki seorang wanita yang menggunakan sepatu boots.
Luna menggenggam erat tangannya dengan ekpresi penuh kemarahan, kemudian dia mendongak ke atas untuk melihat siapa pemilik kaki itu.
__ADS_1
“ Halo Luna, bukankah ini kejutan ” ucap Hyena dengan senyum jahatnya sembari melambaikan tangan pada Luna.
Luna menggertakkan giginya,” Ckk..ternyata memang kamulah iblisnya” ucap Luna dengan ekspresi menggelap dan tatapan matanya yang nanar.