TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
S2 BULAN MADU KITA


__ADS_3

Masih berada di gallery pameran. Para peserta pameran cukup ramai dan lukisan-lukisan di dinding juga sudah banyak di labeli sold out.


Luna memang di berkahi keberuntungan atas lukisan Shadow Home. Selain karena terjual cepat dengan harga tertinggi, menurut para pelukis senior, lukisan Luna memang sangat menarik dan unik. Penuh misteri tapi tersimpan kehangatan di sana.


Tampak Luna dan teman-temannya sedang berdiri di depan lukisan Shadow Home. Di sana mereka juga berbincang dengan seorang pelukis wanita yang bernama Kherly Da Vinci, yaitu seorang pelukis terkenal yang berasal dari Italia.


“ Ini benar-benar menarik. Kamu bisa mengungkapkan berbagai emosi dalam lukisan ini.” puji Kherly Da Vinci sambil menatap kagum lukisan Shadow Home.


“ Terimakasih pujiannya.” Luna berucap dengan senyum ramahnya. Sementara teman-teman Luna tampak menggoda Luna dengan menyenggol-nyenggol tangan Luna dengan siku tangannya. Mereka tahu, bahawa Kherly Da Vinci adalah salah salah satu pelukis favorit Luna. Hati Luna pasti sangat senang mendapat pujian secara langsung dari sang idola.


Ditengah tenangnya keramaian, tiba-tiba orang di hebohkan dengan kehadiran seseorang. Semua orang menoleh ke pintu masuk dan mengeluarkan suara penuh kekaguman.


“ Oh my god.” Kalimat itu mendominasi.


Terntu saja hal itu juga menarik perhatian Luna, teman-temannya serta Kherly Da Vinci. Mereka semua menoleh secara bersamaan.


Sungguh di luar dugaan, ternyata yang datang adalah Pangeran Tris. Pantas semua orang ribut.


“ Oh my god, apa aku bermimpi?”


“ Tidak, ini nyata.”


“ Pameran kali ini sungguh luar biasa. Kita benar-benar bisa melihat nyata orang-orang hebat di sini. Dimulai dari perlukis famous, pebisnis tampan dan… sekarang seorang pangeran di negeri ini. Huhu.. aku serasa mau menangis.”


Teman-teman Luna langsung mencurahkan isi hatinya, terkagum dan saling bersandar untuk menguatkan hati yang berdebar hebat karena terlalu bahagia.


"Apa Tris yang menjadi tamu rahasia kedua? Setauku dia tidak ada di daftar. "


Luna mengerutkan keningnya, dia terlihat bingung.


"Humm.. Baik hati sekali mau menghadiri acara pameran senis lukis di tengah kesibukannya." Lanjut Luna di iringi dengan dengan dengusan senyum dan sedikit meggelengkan kepalanya. Karena yang dia tau selama ini, pangeran Tris adalah orang yang tidak begitu suka tentang seni lukis.


Luna menoleh pada pangeran Tris, saat itu pangeran Tris juga menoleh pada Luna. Alhasil mereka langsung beradu tatap, namun dengan segera Luna langsung mengubah pandangnya. Menoleh kemanapun sambil mengibaskan rambutnya dengan santai, seolah tidak ada kejadian.


kherly Da Vinci tampak tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sepertinya menangkap moment Luna dan pengeran Tris.


Sementara itu, Tris yang tertolak tampak tersenyum tipis. Setelah itu dia langsung menoleh pada Mark yang sedang berada di kumpulan para jajaran orang penting. Dia mendekat dengan penuh senyum ramah.


"Senang bertemu kembali dengan anda tuan muda Mark Rendra."


"Wah sepertinya Tuan Mark dan pangeran mempunyai hubungan yang baik." tebak salah salah satu orang di sana.


" Tentu saja. Kami cukup sering beremu. Bukankah begitu tuan muda Mark? "


" Tentu saja." Mark menjawab dengan senyum.


"Haha.. Kita memang harus selalu menjaga hubungan baik, agar semuanya juga berjalan dengan baik dan lancar." sahut yang lainnya. Kemudian mereka saling bersalaman, lalu kembali dengan aktivitas membicarakan berbagai hal.


Dari kejauhan Luna memandangi interaksi Mark dan pengeran Tris. Dia heran, sejak kapan suaminya dan pangeran Tris dekat. Setaunya setiap kali dia dan Mark menghadiri pesta di istana, Mark dan pangeran Tris tampak seperti orang bermusuhan.

__ADS_1


"Aku tidak salah lihatkan? "


***


Sehari telah berlalu, namun perbincangan tentang tamu luar biasa dan hasil penjualan yang fantastis dari lukisan Shadow Home masih menjadi perbincangan hangat di kampus. Pasalnya, pameran kali ini merupakan pameran yang paling menakjubkan sepanjang sejarah Royal Collage mengadakan pameran.


Berkat pameran ini juga, pemberian sumbangan ke panti asuhan lebih di tingkatkan nominalnya dan juga di perluas ke berbagai berbagai kota.


Di dalam sebuah ruangan, tampak beberapa profesor memberikan selamat pada Luna. Dia di panggil secara khusus ke ruangan ini.


" Terimakasih prof." Luna berucap dengan senyum merekah. Alangkah bahagianya dia bisa nendapat ucapan selamat secara khusus oleh profesor-profesornya.


Meskipun sebenarnya Luna kurang puas, karena yang membeli lukisan dengan harga tinggi itu suaminya sendiri. Namun rasa bangga tidak juga bisa di tutupi, karena nyatanya lukisan Shadow Home benar-benar menarik banyak orang. Serta 4 lukisan lainnya yang terjual dengan cepat juga sudah menjadi point tak terlupakan.


Beberapa saat kemudian Luna keluar dari ruangan. Senyumnya tidak dapat di sembunyikan, sungguh merasa sangat bahagia.


"Hufftt.." setelah menghela nafas, Luna melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Luna telah sampai di luar gedung, berjalan dengan santai dengan senyum yang masih terukir.


"Luna.. "sorak Zico yang terlihat dengan beberapa teman lainnya.


"Hah? " Luna menghentikan langkahnya, lalu menoleh pada sumber suara.


"Wah.. Kau benar-benar populer sekarang." Zico berucap sambil berjalan mendekati Luna.


"Iya.. Bagaimana kita mengadakan pesta atas keberhasilan ini." sambung teman lainnya.


" Apa kau tidak bisa lagi? " tanya temannya dengan judes.


" Aku benar-benar minta maaf. Sebenarnya hari ini aku mau pulang ke China, aku ingin menyambut musim semi di China." jelas Luna dengan senyum bersalah.


" Yaah.... Sayang sekali." teman Luna langsung terlihat tidak bersemangat.


"Aku benar-benar minta maaf." pinta Luna dengan mengusap kedua telapak tangannya.


" Tidak bisa di undur pulangnya? "


"Keluarga dan teman-temanku sudah mengatur jadwal di China. Jadi tidak bisa. Maaf sekali."


"Baiklah. Kau berhati-hati ya. Sampaikan salam kami pada keluargamu."


"Pasti. Terimakasih ya atas pengertian kalian. " jawab Luna dengan senyum penuh kelegaan.


Zico dan yang lainnya pergi meninggalkan Luna sambil melambaokan tangan namun dengan ekspresi kecewa masing-masing.


" Sepertinya pesta kita di undur saja sampai musim semi. Aku tiba-tiba merindukan orang tuaku."


" Iya aku juga."

__ADS_1


Zico yang mendengar celotehan teman langsung garuk-garuk kepala. Sudah punya firasat pesta ini akan gagal. Hanya dia yang akan tinggal di London.


***


Luna dan Mark sudah berada dalam pesawat pribadi. Mereka duduk bersebelahan. Luna lepas tertawa sambil menonton drama romantis komedi.


"Sayang mereka pasangan yang sangat menggemaskan." Luna berucap sambil menyandarkan kepalanya di bahu Mark, terus tertawa dengan matanya yang fokus pada layar monitor.


Tak jarang juga Mark menjadi korban kegemasannya karena tontonannya itu, dia mencubit bahkan memukul Mark karena tertawa.


"Eh, " Luna terkejut karena kali ini Mark menahan tangannya yang memukul dada Mark.


" Lihatlah, istriku sudah gila hingga melakukan kekerasan berulang-ulang pada suaminya."


"Hihi.. Maaf sayang. Mmmcuah. " satu kecupan sebagai sogokan agar Mark melepaskan tangannya.


Bersandar manja dan lanjut fokus menonton. Saat Luna menoleh, di layar menampilkan sosok pria yang telanjang dada.


"Wahh.. " Luna histeris melihat roti sobek yang tepampang di layar. Roti sobek aktor tampan dan terkenal China.


Mark yang menyadari itu langsung mematikan layar monitor dengan gelagatnya yang terlihat kesal.


"Sayang kenapa di matikan?" ucap luna penuh protes.


"Kau ingin melihat tubuh pria lain?" gerutu Mark sambil memejamkan matanya penuh kekesalan.


"Aku mempunyai tubuh yang lebih bagus dari itu. Cukup lihat tubuh ku saja. Ingat mata, hidung, bibir dan apapun yang melekat di tubuhmu adalah milikku. Jadi kontrol semuanya dan hanya fokus pada suamimu ini." lanjut Mark.


"Wah.. Suamiku cemburu ya? Hihi.. Baiklah. Aku hanya akan menatap tubuh ini." Luna memeluk Mark dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Tapi... jika aku tidak sengaja melihat yang lain, seperti tadi. Jangan marah ya sayang, itu namanya rezeky, haha.."


Mark langsung mengeram kesal mendengar kalimat. Tentu saja hal itu membuat Luna kembali tertawa puas.


Luna malah gemas melihat kecemburan Mark, dia mencubit kedua sisi pipi Mark yang juga pasrah dengan perlakuan Luna.


" Sayang.. Sebentar lagi pendidikanmu selesai. Apa kamu sudah memikirkan rencana kita selanjutnya? " Mark mengusap kepala Luan dengan matanya yang masih terpejam.


"Maksudnya sayang?" kini cubitan Luna telah berubah menjadi usapan lembut di kedua sisi sang suami.


"Bulan madu kita."


"Eh, " Luna langsung menghentikan aktivitasnya dan tiba-tiba salah tingkah. Kalimat itu benar-benar membuat jantungnya berdegub kencang, meskipun usia pernikahan mereka sudah berjalan 13 bulan.


"Tuhan.. Pada akhirnya waktu semakin dekat. Aku pasrah, tapi kenapa selalu deg deg an ketika memikirkan itu."


.


.

__ADS_1


**bersambung....


LIKE, KOMENT & VOTE Ya**....


__ADS_2