
\= di Apartemen Hyena \=
Luna telah sampai di depan pintu apartemen Hyena, dia memasukkan kode pintu.
Click, pintu terbuka.
Luna langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam.
“Hyena.. kamu sudah siapkan?” tanya Luna sambil merebahkan dirinya di sofa ruang tamu.
Hyena muncul dari kamar dengan menarik koper,
“Eh kamu sudah datang?” Hyena sedikit terkejut.
“Ya ampun Hyena. Tadi aku sudah berteriak memanggilmu, memangnya kamu tidak mendengarnya?” kata Luna dengan kesal dan gestur tubuh yang merajuk.
“ Heehe, maaf maaf.”
Hyena meletakkan koper tersebut di tumpukan barang yang akan dia bawa ke rumah Luna.
“Ternyata barang ku lumayan banyak juga. Luna, sebenarnya aku sudah menghubungi jasa pengangkutan barang.” tuturnya sambil berbalik badan dan melihat Luna.
“Jadi?” tanya Luna polos.
Hyena mendekati Luna.
“Jadi bagaiman kita pergi shopping dan setelah itu kita ke taman hiburan saja hari ini. Dan barang-barang ini biar mereka saja yang urus.” Hyena tampak bersemangat.
“Ayok, kita sudah sangat lama tidak punya waktu berduaan. Huh, akhirnya kita bisa bersenang-senang lagi.” jawab Luna lebih bersemangat dan memeluk Hyena.
“Hahha.. mulai sekarang kita akan lebih banyak waktu bersama.”
“ Iya kamu benar. Ya sudah, kita tidak perlu membuang waktu lagi. Ayo kita berangkat!” sambil menarik tangan Hyena.
“ Luna, Luna tunggu dulu. Ponselku masih di kamar” sambil menahan Luna yang menariknya.
“ Ah haha.. aku terlalu bersemangat” sambil melepaskan tangan Hyena.
Hyena langsung berbalik badan dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dan tasnya.
***
\= di ruangan Mark \=
Jam sudah menunjukkan pukul 12.03 siang.
Mark, Key dan Rangga duduk di sofa, Mereka tampak senang hari ini.
“ Hari ini banyak kabar baik dan semua rencana kita juga berjalan dengan lancar. Kalian sudah sangat bekerja keras. Maka dengan kemurahan hatiku, aku akan memberi kalian waktu untuk bersantai hari ini!” ucap Mark.
“ Sungguh? Aah... akhirnya, aku sudah lama menunggu kesempatan ini. Aku masih muda, tapi aku bekerja seperti orang yang menafkahi 10 orang anak saja.” ucap Rangga merasa sangat senang, karena bisa lepas dari berbagi tugas untuk sejenak.
“ Iya. Karena aku sedang senang. Maka kalian boleh bersantai hari ini. Dan kau Key sebagai Presdir Cour media, sepertinya harus melakukan perawatan sebelum memunculkan dirimu di acara penyambutan Presdir CL Group nanti malam. Lihatlah lingkar hitam di mata sudah sangat jelas.” ejek Mark.
“Haha.. kau benar Mark.” sambung Rangga ikut-ikutan mengejek Key
“Kau juga Rangga. Lihatlah kumis mu sudah sudah kelihatan, kau terlihat 10 tahun lebih tua dariku.”
Mendengar ejekan Mark, dua pria itu langsung meledak.
“ Itu semua gara-gara kau!!! ” teriak Key dan Rangga bersamaan.
“ Eh kompak sekali.” ucap Mark dengan tawa yang tak tertahankan lagi. dia tertawa sepuasnya.
Sementara Key dan Rangga menatapnya dengan kesal.
“ Kau menyiksa kami beberapa hari ini” ucap Key sedih.
“ Haha... maaf maaf. Oleh karena itu aku memberi kalian waktu bersantai. Kau harus merawat dirimu dengan baik, atau tidak akan ada wanita yang akan tertarik denganmu saat pesta nanti” ucap Mark dengan terkekeh.
Key berdiri dengan kesal
“ Huh, dasar teman tidak tau terima kasih. Masih saja berani mengejekku. Kau lihat saja, nanti malam akulah yang akan jadi pusat perhatian. ”
“ Apa kau yakin? Key sepertinya kau sudah melupakan temanmu yang tampan ini” ucap Mark sambil mengedipkan matanya ke Key.
“ Aaaa.. kau bayiku semakin menyebalkan sekali. Rangga ayo kita pergi perawatan, malam nanti kita harus mengalahkan bayi yang tidak tahu terimakasih ini. Kita lihat saja siapa yang akan mendapatkan wanita lebih banyak malam ini.”
Key dan Rangga langsung pergi dengan mulutnya yang terus mengomel.
“ Haha.. buktikan padaku. Apa kalian berdua benar-benar bisa mengalahkan pesonaku” sorak Mark.
‘ braaccckkk’ Rangga meutup dengan keras.
Mark tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
Mark menyandarkan dirinya di sofa dan memandangi langit-langit ruangannya dengan senyum bahagia.
“ Hufftt,, terimakasih Tuhan, semuanya semakin membaik. Aku tak sabar menunggu hari dimana aku bisa mengembalikan keadaan keluarga seperti semula” bisik hati Mark dengan senyum yang begitu lembut terukir di bibirnya.
“ Humm.. sekarang apa yang dilakukan Luna, apakah dia masih di tempat Hyena?” gumam Mark.
Mark bangkit dari sofa dan mengambil ponselnya yang ada di meja kerjanya.
__ADS_1
Mark menghidupkan layar ponselnya dan mencari kontak Luna,
' biibb bibb 'Mark melakukan panggilan Vidio pada Luna.
Luna langsung menjawab panggilan video dari Mark.
“ Mark ada apa?” tanya Luna sambil memakan es krimnya.
Mark mengerutkan dahi, karena dia melihat latar Luna yang ramai.
“ Kau dimana?”
“ Aku, aku sekarang ada di restoran JY di Mall S” jawab Luna santai.
“ Kenapa bisa di sana? Bukankah kau bilang ingin membantu Hyena? ” dengan nada tidak senang.
“ Tadinya memang seperti itu. Tapi ternyata Hyena sudah meminta jasa pengangkutan barang. Jadi kami memutuskan untuk bersenang-senang.”
“ Ok baiklah” Mark langsung memutuskan panggilan.
“ Eh dia ini kenapa? Huh sudahlah tidak usah di pikirkan” guman Luna dan meletakkan ponselnya di meja.
“Ada apa?” tanya Hyena penasaran.
“ Tidak apa-apa. Bukan hal yang penting” sambil lanjut menikmati es krimnya.
Hari ini Luna dan Hyena benar-benar menikmati wakunya, di atas meja ada begitu banyak bagpaper hasil shopping mereka dan selain itu di meja juga di penuhi dengan banyak makanan.
‘ zhrrtt ‘ ponsel Luna kembali bergetar.
“ Aaaa.. ada apa lagi . Tadi dia memutuskan panggilan dengan tidak sopan, sekarang masih saja menggangguku lagi " ucap Luna geram sambil mengambil ponselnya.
Tapi ketika melihat layar ponselnya Luna terkejut hingga tesedak.
“ hukk ak hukk.. ” sambil menepuk dadanya.
“ Kau kenapa?, ayo cepat minum air ini” ucap Hyena sambil menyuapi Luna segelas air putih sambil melirih siapa yang menelvon Luna.
“ Kak Jiang He? ” bisik hati Hyena dengan ekspresi datarnya.
Luna minum dengan tenang.
“ Makasih Hyenaku” denga gestur tubuh yang manja.
Luna kemudian bergegas menjawab telepon dari senior yang sangat dia kagumi itu.
“ Halo kakak” jawab Luna lembut.
Luna memang selalu begitu, dia sangat menghormati seniornya itu. Jadi perlakuannya pada Jiang He pun bisa di bilang special. Dia selalu berikap lembut pada Jiang He, sangat berbeda dengan bagaimana dia memperlakukan pria lain pada umumnya.
“ Luna kamu sekarang ada dimana?”
“ Tidak ada apa-apa. Nanti apakah kau punya waktu?”
“Humm.. sepertinya tidak kak, maaf sekali. Karena hari ini aku sudah janji sama Hyena untuk bersenang-senang dengannya” tolak Luna dengan sesopan mungkin.
“ Haha.. tidak apa-apa Luna kenapa kamu merasa bersalah begitu. Baiklah sekarang aku akan menutup telvonnya” dengan lembut.
“ Baiklah kak. Sekali lagi maaf ya”
“ Iya tidak apa-apa. bye-beye” ucap Jiang He mengakhiri panggilannya.
Luna meletakkan ponselnya dengan ekspresi cemberut.
“ Luna kak Jiang He bilang apa sama kamu?"
Luna hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Hyena.
“ Hyena, sekarang kita lebih baik mulai makan, nanti kalau sudah dingin kelezatannya akan berkurang” ucap Luna sambil mengambil sumpitnya.
“ Luna sepertinya kita tidak sempat ke taman hiburan hari ini” ucap Hyena tiba-tiba.
“ Eh, kenapa begitu. Sekarang sudah jam 12.30 waktu kita sangat sedikit. Apa lagi malam nanti kita harus menghadiri pesta penyambutan kak Jiang He”
“ OMG,,, hampir saja aku melupakannya ” sambil menepuk keningnya.
“ Tapi tunggu dulu, tadi kak Jiang He menelvonku pasti karena dia ingin meminta pendapatku mengenai pakaian yang akan dia gunakan malam ini. Dari dulu dia memang selalu seperti itu, setiap ada moment penting dia selalu mengajakku ke tempat fitting bajunya. Padahal dia bukanlah orang tidak tahu fashion, malahan dia bisa di katakan sangat Fashionable tapi entah kenapa dia selalu meminta pendapatku. Ya ampuuunn,,, kenapa aku bisa lupa” gumam Luna penuh dengan rasa bersalah.
“ Luna kamu coba lihat ke depan ” ucap Hyena dengan nada terkejut sambil menepuk-nepuk bahu Luna.
“ Hyena kamu kenapa? Memangnya ada apa di sana” ucap Luna sambil melihat ke arah yang di maksud oleh Hyena.
Saat mengarahkan pandangannya, alangkah terkejutnya Luna dengan pemandangan itu.
Pupil mata Luna membesar “ Whatt??? Mark, kak Jiang He? Kenapa bisa??? ”
Di balik kaca restoran terlihat jelas, 2 pria tampan itu berjalan bersamaan, mereka terlihat sudah akrab saja. Orang-orang yang melewati 2 pria itu spontan berhenti dan memandangi 2 mereka.
Kehadiran mereka cukup membuat Mall yang besar ini heboh.
Luna mengalihkan pandangannya, dia berusaha sembunyi dan mengambil majalah di dalam bagpapernya.
“ Luna kamu kenapa?”
“ Hyena, mereka tidak mungkin ke sinikan? Mereka tidak melihat kitakan?” tanya Luna khawatir sambil menutupi wajahnya dengan berpura-pura membaca majalah.
“ Haha.. Luna jadi kamu mau sembunyi? Sudah tidak ada waktu. Dan tentu saja mereka ke sini. Tebak saja setelah kedua orang itu menelvon mu lalu tiba-tiba mereka muncul di sini. Mau apa lagi jika bukan menemuimu” jelas Hyena kesal melihat kebodohan Luna.
“ Aaa,, kau benar juga. Tapi kenapa mereka bisa sama-sama begitu dan mereka juga telihat akrab. Sejak kapan mereka saling kenal?” ucap Luna masih menutupi wajahnya.
“ Kami para pria tentu saja mempunyai pergaulan yang luas. Jadi kau tidak perlu heran!” Jawab Mark yang sudah duduk di depan Luna.
__ADS_1
Luna sangat terkejut
“ eh,, ” dia memandangi Hyena yang ada di sampingnya dengan ekspresi bingung.
Hyena hanya memberikan isyarat pasrah dan senyum masamnya pada Luna.
Mark menarik majalah yang di pegang Luna.
“ Sayang kenapa kamu menutupi wajah cantikmu dengan majalah ini.”
“ Hah, sayang? ” bisk hati Luna terkejut.
Ekspresi Luna saat itu sangat tidak karuan, entah malu, khawatir yang jelas dia terlihat bodoh. Karena sebelumnya dia tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi.
Orang-orang dalam restoran itu juga tiba-tiba keluar satu persatu, sehingga menyisakan hanya mereka berempat yang ada di sana.
Kemudian kaca dari restoran itu juga tiba-tiba tertutup sehingga orang-orang yang memandangi mereka dari Luar tidak bisa lagi melihat mereka. Hal itu membuat Luna semakin bingung
“ Ah haha,,” tawa Luna dengan canggung.
Hyena berdiri dari tempat duduknya.
“ Kalian bicara saja dulu. Aku mau ke toilet sebentar” ucap Hyena dengan senyumnya dan langsung pergi.
Luna menatap Hyena “ Eh Hyena kau kenapa meninggalkanku dengan 2 pria ini . Suasana sangat canggung sekali. Kamu jahat Hyena ” gumam Luna kasihan.
Luna memperbaiki duduknya, dia menggenggam kedua tangannya dan dia berusaha untuk tenang.
“ Kak Jiang He, Mark kenapa kalian bisa sama-sama dan kenapa kalian ke sini? ” tanya Luna.
“ Kami kebetulan bertemu saat di depan Mall, saat berbincang ternyata Mark ingin menemuimu jadi kami jalan sama-sama saja” jelask Jiang He dengan lembut.
“ Haha,, iya. Aku sebagai tunangan Luna sangat wajar menemuinya, tapi ternyata Presdir CL diam-diam menemui tunanganku bukankah itu aneh” ucap Mark dengan lembut. Tapi itu sangat jelas bahwa itu merupakan kalimat sindiran.
Jiang He tersenyum lembut.
“ Maafkan atas kelancangan saya. Tapi perlu tuan Mark ketahui bahwa Luna adalah juniorku dan hubungan kami juga cukup dekat. Aku ke sini hanya ingin sekedar menyapanya” jelas Jiang He denag tenang.
“ Hummpp,, baiklah. Tapi lain kali, aku rasa anda tidak perlu menemuinya lagi. Bukankah akan sangat mencurigakan jika hubungan senior dan junior terlalu dekat. Anda bisa merusak reputasi Luna, karena dia adalah tunanganku” balas Mark.
Luna yang berada di depan pria itu terlihat sangat frustasi.
“ Ya ampuunnn,,, pemandangan apa ini. Apa mereka memperdebatkan aku??? Kenapa mereka bisa kekanak-kanakan begini?” teriak Luna dalam hatinya.
“ Tuan Mark tidak perlu khawatir saya tidak akan merusak reputasi Luna sedikitpun.” Jawab Jiang He.
“ Waahh,,, kak Jiang He memang yang terbaik, dia tetap bisa menjawab Mark yang menyebalkan ini denga tenang ” puji Luna dalam hatinya.
“ Tapi kenapa anda terlihat khawatir. Apakah tuan Mark tidak percaya diri jika bersaing dengan saya?” ucap Jiang He tiba-tiba.
Mendengar ucapan Jiang He, pupil mata Luna langsung membesar. Luna hanya bisa menggerutu dalam hatinya saja.
“ Aaa,, apa lagi ini. kenapa kak Jiang He tiba-tiba begini ” tanya hatinya bingung.
“ Hah, anda ingin bersaing denganku? Apa kau pantas?” dengan sorot mata yang tajam.
Suasana mulai panas, dan atmosfernya sangat tidak menyenangkan.
“ Aaa.. apakah kedua pria ini sedang memperebutkan aku??? Jika iya, tidak seharusnya mereka membicarakannya di depanku. Mereka benar-benar tidak berprasaan. Aku sebagai wanita di perebutkan pria tampan bisa saja jadi besar kepala. Huh… aku harus bisa membuat mereka berhenti berdebat. ” gumam Luna kesal.
‘ plakkk’ Luna menepuk meja dengan kedua tangannya.
Mark dan Jiang He langsung melihat Luna yang sudah terlihat emosi.
“ Kalian ini apa-apaan? Sudah sudah jangan berdebat lagi. Kenapa bisa begini, tadi berjalan terlihat akrab tapi sekarang seperti kucing dan anj*ng. Jadi seperti inikah pergaulan pria yang luas itu? " dengan kesal.
Mark dan Jiang He saling menatap kemudian tertawa bersama.
“ Hahaha, Luna sepertinya kamu sudah salah paham. Kami tidak berdebat” jawab Mark denga santai sambil menepuk-nepuk bahu Jiang He.
Jiang He terlihat kesal dengan perlakuan Mark diapun membalasnya.
“ Iya, tadi itu kami cuma memperagakan dialog dari naskah drama. Bukankah begitu Mark” sambil menepuk lengan Mark lebih keras.
“ Dialaog naskah drama? apa sekarang kalian ingin menjadi actor? ” tanya Luna sangat tidak percaya
“ Bukan. Lixing dan CL akan menjdi sponsor drama ini. Jadi tadi kami sudah melihat naskahnya. Dan kami ingin memperagakannya. Menurut penilaianmu, apakah kami berdua cocok jika menjadi actor.”
Luna tidak terima dengan penjelasan kedua pria itu, dia merasa di permainkan.
“ Kalau mau jadi actor ya jadi actor saja, untuk apa menanyaiku. Kalian berdua benar-benar menyebalkan ”
Luna berdiri.
“ Aku ke toilet dulu. Kalian lanjutkanlah memperagakan naskah kalian! ” ucap Luna kesal dan langsung pergi.
“ Beraninya mereka mempermainkanku.Bukankah tadi sangat jelas mereka memperdebatkan aku? . Huh,, pria memang tidak tahu bagaimana memperlakukan wanita” gerutu Luna sembari berjalan menuju toilet.
Sepeninggalan Luna, suasana antar Mark dan Jiang He kembali dingin.
Mark mengambil cup es krim Luna dan memakannya dengan santai.
“ Mark, aku tidak akan segampang itu melepaskan Luna padamu ” dengan dingin dan sorot mata yang tajam.
Mark tersenyum sinis dan meletakkan cup es krimnya.
“ Menurutmu akankah aku membiarkanmu mengambilnya dariku?”
Sorot mata kedua pria itu saling beradu dengan tajam.
Tatapan tersebut seolah menggambarkan jiwa mereka saling menyerang dengan ganas.
__ADS_1