
Wanita itu tersenyum sinis di balik penutup wajahnya.
“ Kau terlalu banyak bicara. Awalnya aku ingin menunda untuk menyiksamu, tapi sekarang aku berubah pikiran” sambil berbalik badan menghadap Luna.
Wanita ini mengeluarkan sebuah suntik dai balik jaket kulitnya, lalu dia berjalan mendekati Luna.
“ Luna..aku tidak suka dengan orang terlalu banyak bicara. Sekarang rasakan akibat dari mulut bodohmu itu.”
“ Apa yang kau lakukan?” tanya Luna khawatir melihat jarum suntik itu.
“ Menurutmu?” sambil menyuntikkan di lengan Luna.
Luna menggigit bibirnya sambil memejamkan mata saat Hyena menyuntikkan jarum itu.
“ Hyena..aku tau itu kau. Kau jangan bersembunyi di balik penutup wajahmu itu” teriak Luna dengan ekspresi penuh kemarahan.
Wanita itu hanya diam menatap jarum suntik yang dia tancap di kulit Luna. Setelah cairan dalam jarum suntik itu habis. Dia langsung membuangnya dengab asal. Lalu dia menarik rambut Luna ke belakang. Dia memperhatikan jemari Luna yang kosong, lalu dia bibirnya menyeringai dengan senyum jahatnya.
“ Hyena? Bahkan kau sudah berfikiran bahwa wanita itu jahat dan menghianatimu.”
Dera nafas Luna sangat tak beraturan dan mulai berat. Karena dia jantungnya mulai berdebar efek dari cairan yang di suntikkan itu.
“ Hyena..apa yang kau berikan padaku?”
Wanita itu semakin marah. Dia melepaskan rambut Luna dengan kasar, lalu menampar Luna.
“ Kau jangan bicara lagi.”
Lalu dia langsung berjalan keluar.
“ Lepaskan ikatan tangannya, lalu matikan semua pencahayaan sesuai perintahku.” perintahnya dengan penuh emosi.
“ Baik bos.”
Lalu wanita itu pergi dan anak buahnya melepaskan ikatan tanga Luna. Lalu melempar Luna ke lantai.
“ Akh..” jerit Luna.
“ Sayang sekali. Padahal kamu cantik, tapi bos akan segera membunuhmu” ucap pria itu.
Luna hanya diam sambil menatap pria itu penuh kebencian.
“ Sekarang selamat menikmati hukumanmu. Tersiksa dengan Halusinasimu.” Sambil berjalan keluar dan di ikuti dengan yang lainnya. Sekarang tinggalah Luna sendirian.
‘ brack..’ mereka menutup pintu dengan keras.
Lalu ruangan yang redup itu berubah menjadi kelam pekat.
“ Jadi dia menyuntikkan Halusinogen? Jadi waktu itu..? ” sambil menahan tangisnya.
Luna kemudian merangkak dengan meraba-raba. Ketika dia menemukan dinding, Luna langsung bersandar. Dia duduk dengan memeluk lututnya. Dia terlihat sangat ketakutan dengan air mata yang mulai menetes.
Luna teringat kembali akan masa lalu yang sempat membuatnya trauma dalam beberapa waktu.
FLASHBACK
Waktu itu Luna masih TK. Dia duduk di taman sekolah untuk menunggu mamanya menjemputnya. Tapi entah kenapa hari itu mama Luna datang sangat terlambat.
Satu persatu temannya sudah di jempt dan pulang, hingga akhirnya tinggal Luna sendiri.
Karena merasa tidak ada tanda\-tanda mamanya akan datang, jadi Luna memutuskan untuk pergi ke ruang gurunya.
Dia berjalan sendirian sambil bernyanyi-nyanyi kecil.
Pada suatu ruangan yang dia lewati, dia mendengar suara orang sedang bertengkar. Karena penasaran, Luna mendekati ruangan itu. Dia mengintip di balik pintu yang sedikit terbuka, tapi dia tidak melihat siapapun.
__ADS_1
Dan saat itupun dia tidak mendengar suara apapun lagi. Luna merasa bingung dan memutuskan untuk pergi. Tapi ketika dia hendak melangkahkan kakinnya dia kembali mendengar suara. Dimana suaranya sudah berubah, dari suara teriakan menjadi rintihan kesakitan.
Luna terkejut dan semakin penasaran. Jadi dia langsung memasuki ruangan. Dia berjalan mendekati ruangan yang ada di ruangan itu.
Suara jeritan dan rintihan semakin jelas dia dengar. Hingaa dia sampai di depan pintu,Luna mengintip di balik pintu yang sedikit terbuka. Alangkah terkejutnya dia, dimana dia melihat seorang wanita memegangi pisau, tapi dia sudah berlumuran darah bersandar di dinding serta seorang pria dengan pakaian misterius berada di depannya.
Sontak Luna langsung menutup mulutya agar tidak bersuara, saat itu juga wanita itu juga memelihat Luna dan menatap Luna denga tatapan tajam.
‘ tusk..’ pria itu menusuk kembali wanita itu di depan mata kepala Luna. Darah bermuncratan kemana-mana. Tatapan wanita yang sekarat itu masih tertuju pada Luna sambil menahan sakit dari tusukan yang dia terima.
Dan saat yang bersamaan tiba-tiba wali kelas Luna datang menarik Luna dan membawa Luna untuk bersembunyi. Sehingga Luna tidak ketahuan oleh pembunuh itu.
Karena kejadia itu Luna mengalami trauma dan harus menjalani berbagai pemeriksaan dan terapi di usianya yang masih anak\-anak. Beruntungnya trauma itu bisa Luna lewati dan lawan dalam waktu 3 tahun.
Namun sekarang, akibat dari obat halusinasi yang Luna alami pertama kalinya. Kejadian masa kecil itu menghantuinya kembali.
“ Hiks hiks “ tangis Luna tersedu. Dia memeluk erat Lututnya dan dan menudukkan kepalanya sambil memejamkan mata. Dia tidak ingin melihat hal yang menakutkan itu lagi.
***
Mark dan Jiang He berada di markas A. Dimana mereka sedang berbincang dengan seorang dokter.
“ Halusinasi yang di alami nona Luna adalah hasil dari trauma yang pernah dia alami. Dari penjelasan yang tuan berikan waktu itu, dapat dipastikan Luna pernah menyaksikan pembunuhan” jelas dokter itu.
“ Aku tidak menyangka kamu mengalami hal seperti ini. Luna aku pasti menemukan dan membalas orang telah mencelakaimu” bisik hati Mark dengan tatapan tajam.
“ Luna. Maafkan aku, karena ke egoisanku, kamu dalam bahaya seperti ini” bisik hati Jiang He penuh penyesalan.
“ Tapi tuan muda tenang saja. Obat penawar yang saya berikan waktu itu, mampu menahan zat yang sama. Jadi nona Luna tidak akan apa-apa jika orang itu memberikan zat sama.” lajut dokter itu berusaha untuk menenangkan kedua pria yang ada di depannya.
“ Barapa lama penawar itu bisa menahan pada zat yang sama” tanya Jiang He.
“ Dua kali penggunaan. Dan setelah itu obat halusinogen itu akan kembali bereaksi seperti biasa.”
“ Tuan tunggu” ucap dokter itu menghentikan Jiang He yang juga mulai beranjak dari tempat duduknya.
“ Berikan obat ini saat anda memukan nona Luna. Ini akan menenangkannya.” Sambil memberikan.
“ Terimakasih dok.” Dan berlalu pergi.
Jiang He megikuti Mark dari belakang. Jiang He berjalan dengan ekspresi yang tampak menggelap di penuh kemarahan. Dia menggengggam erat obat yang di berikan dokter padanya.
***
Malam telah berganti pagi. Sinar matahari mulai memasuki ruangan yang di tempati Luna. Ruangan terlihat sangat berantakan, kursi dan meja tergeletak tak beraturan.
Sementara Luna juga sudah pindah posisi, semalam dia bersandar di dinding bagian tengah ruangan itu. namun sekarang dia berada di sudut ruangan di balik balik pintu. Sepertinya Luna mengalami malam yang sulit.
“ Hiks hiks “suara tangisan yang menyesakkan. Luna terlihat sangat kacau balau, matanya bengkak, wajahnya pucat, sementara darah di keningnya sudah mengering.
‘ crak ‘ terdengar suara pintu terbuka.
Orang dari luar mendorong pintu, tapi tidak bisa karena keberadaan Luna di balik pintu itu.
“ Nona minggirlah. Bos ingin sedikit memanjakanmu sebelum ajalmu” ucapnya pria di balik pintu itu dengan nada ejekan dan di selingi dengan tawa kecil.
Luna berhenti menangis, dia mengusap air matanya.
“ Dimana bos kalian? aku ingin bertemu dengannya” pinta Luna denga suara parau.
“ Biarkan aku masuk dulu dan setalah itu baru kita berbicara.”
Luna mengggir bibirnya dengan penuh kekesalan. Lalu dia berdiri dan beranjak.
__ADS_1
‘ crakkk ‘ pria itu langsung membuka lebar pintu ruangan itu.
Dia melihat penampilan Luna yang sangat acak-acakan, tapi hal itu tak menghilangkan kecantikan yang terpancar di wajah Luna.
Terbesit di hatinya sangat menyayangkan wanita secantik Luna bisa dalam keadaan seperti ini dan apa lagi bosnya berkata akan segera membunuh gadis cantik yang ada di hadapannya ini. Dia memandangi Luna hingga menelan Ludah.
“ Hey ada apa dengan tatapanmu itu? ” bentak Luna. Karena pria itu memandangi tubuhnyanya dengan tatapan ganas.
Pria itu menutup pintu dengan keras.
“ Hahaha..kau berantakan begini masih saja menggoda” ucap Pria itu sambil mendekati Luna dengan tatapan matanya kurang ajar.
Luna berjalan mudur dengan sangat ketakutan.
“ Kau mau apa?” dengan terbata-bata.
“ Coba saja kau tebak. Nona, malam ini nyawamu akan berakhir, bagaimana jika aku memberikan kesenangan padamu sebelum kematianmu yang menyakitkan” ucapnya dengan lebih berani.
Mata Luna terbelalak, menatap pria itu dengan tatapan nanar.
“ Baj*ngan ”
‘ pakkkk ‘ Luna langsung menendang dengan kuat selengakangan pria itu.
Sontak pria itu meringkuh kesakitan, wajahnya memerah padam dan terduduk.
Luna memanfaatkan kesempatan itu dengan lari dan keluar dari ruangan itu.
Sesampainya luar, Luna menoleh ke kiri dan ke kanan sama sekali tak ada orang, sangat sepi.
“ Kemana perginya semua orang? Aku harus menemui wanita itu. Aku sangat yakin bahwa itu adalah Hyena. Dan aroma parfum itu..aku juga harus memastikannya." sambil berjalan dengan perlahan ke arah ke kiri.
" Tapi.. yang jelas aku harus menjauh dari pria mesum itu” sambil berlari.
Namun belum jauh berlari, 2 orang pria dari belakangnya sudah meneriakinya menyuruh untuk berhenti di iringin dengan suara tembakan pistol.
'Doaurr'
“ Hey nona berhenti di sana.”
Luna langsung menghentikan langkahnya dan mengangkat kedua tangannya.
“ Aish..sial “ umpatnya dalam hati.
Seoarang pria langsung mendekati Luna dan memegangi kedua tangan Luna kebelakang. Sementara temannya memeriksa pria yang sudah di buat kalab oleh tendangan Luna.
Pria itu mebawa Luna ke sebuah lorong degan kasar. Tak ada pembicaraan, karena pria itu terlihat jauh lebih kejam dan dingin dari raut wajahnya.
“ Huh..kemana lagi mereka akan mebawaku” bisik hati Luna.
Beberapa saat kemudian mereka berhenti di depan sebuah ruangan. Pria itu memegangi Luna dengan satu tangan, lalu membuka pintu.
‘ bruakk..’ pria itu langsung melempar Luna kedalam ruangan itu dengan kasar, hingga Luna terdampar ke lantai.
“ Bersihkan dirimu dan sarapanlah. Semuanya sudah siap di dalam” ucapnya dengan suara lantang dan tatapan yang dingin itu.
“ Aku ingin bertemu bos kalian, bawa aku menemuinya. Aku tidak perlu membersihkan diri atau apapun” teriak Luna dengan tatapan tajamnya.
Namun pria itu tidak memperdulikan, dia malah mengunci pintu dengan sigap.
“ Hei..kau mau kemana. Bawa aku menemui bos kalian!” teriak Luna sambil menggedor pintu yang sudah terkunci.
“ Nona kenapa kau sangat tidak sabaran untuk bertemu dengan orang yang akan menghabisi nyawamu? Ingatlah, bertemu dengannya sama saja dengan mengantarkan nyawamu sebelum waktu yang di putuskan.
Jadi sekarang nikmati saja sisi waktumu. Sampai saatnya, nanti malam kau bisa berbincang dengan bos sebagai pengantar kematianmu” ucap Pria itu dengan nada mengejek dan setelah itu dia langsung beranjak pergi.
__ADS_1
Luna terdiam dengan tatapan dinginnya.
“ Semua orang di sini berkata begitu. Jadi dia benar-benar ingin membunuhku? Hahaha..apakah itu benar Hyena yang selama ini aku banggakan? Haha..” ucap Luna dengan tawa dan perlahan berubah dengan nada kesedihan.