TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
KU MOHON WASPADALAH!!!


__ADS_3

Luna menangis histeris dengan suaranya yang sangat ketakutan.


Banyak mata yang tertuju pada Luna, karena Luna tiba-tiba terlihat ketakutan seperti itu.


Orang-orang tersebut berbisik dan melihat Luna aneh.


“ Dia kenapa tiba-tiba ketakutan begitu?”


“ Siapa yang datang? Kenapa dia ketakutan?”


“ Bukankah itu Luna Aliester?, Apakah dia depresi?”


“ Sangat di sayangkan, cantik-cantik tapi jiwanya terganggu”


Bisik-bisik orang-orang di sana.


Mark melihat ke arah orang-orang yang bergosip dengan tatapan tajam, dengan spontan orang-orang berhenti bergosip dan membuat kesibukan dan berbagai ekspresi.


Ada yang menunduk takut, ada yang langsung mengalihkan pembicaraan dan ada yang langsung membalikkan badannya.


Mark meletakkan gelas yang dia pegang dan juga memeluk Luna.


“ Luna, tenanglah. Tidak ada apa-apa di sini” bisik Mark di telinga Luna.


“ Mark aku takut “ tapi berusaha untuk tenang.


Jiang He datang dengan ekspresi yang khawatir.


“ Mark, Luna kenapa?” tanya Jiang He pelan.


Mark memberikan isyarat dengan matanya dan menggelengkan sedikit kepalanya.


“ Jiang He sepertinya aku dan Luna akan pulang lebih awal” ucap Mark.


“ Bagaimana jika kau bawa dulu Luna ke kamar?. Aku akan meminta orangku mengantarkan kalian, dan aku akan menyusul setelahnya”


Mark melihat Luna yang benar-benar ketakutan dan menahan tangis, merasa saran dari Jiang He juga bagus.


“ Baiklah”


“ Luna, kita pergi dari sini ya” ucap Mark lembut.


Luna mengganggukkan kepalanya tanda setuju dengan Mark.


Mark melepaskan pelukannya, tapi Luna menahannya dia tetap memeluk erat Mark.


“ Luna bagaimana kita akan pergi jika seperti ini? lepaskan sebentar, aku tidak akan meninggalkanmu.”


Luna melepaskan pelukannya dengan mata yang masih terpejam, lalu Mark langsung menggendong Luna.


Luna sebenarnya terkejut, tapi dia tidak ada pilihan. Karena dia benar-benar takut saat itu.


Luna melingkarkan tangannya di pundak Mark agar bisa membuatnya lebih merasa aman.


Saat itu Luna membuka sedikit matanya, dia melihat Mark denga wajah dingin tapi terlihat khawatir. Dan tiba-tiba bayangan wanita itu terlintas lagi, Luna menutup kembali matanya dan mendekap Mark tanpa ragu.


Mark pergi yang di ikuti oleh Asisten Xi orang kepercayaan Jiang He.


 


Jiang He melihat kepergian Luna dan Mark. Hatinya terasa sangat sakit, melihat Luna memeluk Mark dengan erat dan Luna juga terlihat sangat bergantung pada Mark.


Jiang He berusaha tenang dan kembali untuk menemani tamu yang hadir di pestanya. Karena bagaimanapun dia adalah tuan rumah tidak mungkin dia meninggalakan pesta lebih cepat.


Dari sisi lain Rangga dan Key berbagi tugas setelah melihat kejadian tadi


“ Rangga, kau awasi situasi di sana aku akan berusaha untuk mengontrol media agar tidak membuat berita yang tidak-tidak” ucap Key sambil meletakkan gelas di tangannya.


“ Baiklah. Serahkan saja padaku”


Key dan Rangga langsung berpencar sesuai dengan tugas mereka.


Hyena dan Nindy mendekati Rangga.


“ Rangga apa kau akan pergi ke tempat Luna? aku ikut ya” pinta Hyena dengan ekspresi khawatir dan juga memohon.


“ Iya kak, aku juga mau melihat keadaan Luna.” lanjut Nindy memohon


“ Luna pasti butuh istirahat untuk menenangkan dirinya. Jadi kalian tidak perlu ke sana!”


“ Kakak.. jika kami tidak boleh pergi, lalu bagaimana dengan kakak?” tanya Nindy kesal


“ Aku hanya ingin melihat situasi.”


“ Jika begitu, kami juga ingin melihat situasi” ucap Nindy cetus.


Rangga jadi kehilangan cara untuk melawan Nindy yang begitu cerewat.


“ Rangga aku adalah sahabat Luna, aku lebih mengenal Luna dari pada kalian. Saat ini dia pasti membutuhkanku dan lagian aku juga mengetahui sesuatu tentang apa yang dialami Luna” ucap Hyena.


“ Apa yang kau ketahui?” tanya Rangga sembari mengangkat alisnya.


“ Aku akan mengatakannya jika kau memperbolehkan aku ikut” ucap Hyena mulai terdengar kesal.


“ Baiklah. Kalian ikut denganku. Tapi kalian tidak boleh banyak bicara nanti, terutama kau Nindy. Kau jangan selalu mengomel!”


“ Iya iya. Aku akan jadi anak pendiam nanti” jawab Nindy kesal.


Mereka bertiga langsung pergi mengikuti Mark dan Luna.


Dari sisi lain Alexs dan Alexa juga sedang memperhatikan kejadian tersebut dari awal.


Alexa tersenyum sinis sambil menggoyang-goyangkan gelasnya.


“ Luna sangat beruntung,. begitu banyak orang yang peduli padanya. Kakak apa kau juga tidak akan mengambil bagian?” tanya Alexa mengejek kakaknya.


“ Alexa, kenapa kau bertanya padaku. Lalu bagaimana denganmu, apa kau tidak ikut bersama mereka? bukankah akhir-akhir ini kau juga dekat dengan Luna?” balas Alexs.


“ Aku memang dekat dengannya, tapi aku punya caraku sendiri. Sekarang bukan saatnya untuk menemuinya.”


Alexs tersenyum pada adiknya.


“ Baiklah, jika begitu kita sama” dengan ekspresi yang dingin.

__ADS_1


***


Mark dan Luna telah sampai di kamar, Asisten Xi membukakan pintu untuk Mark.


Mark melangkahkan kakinya ke dalam.


Mark berhenti, ketika menyadari asisten Xi mengikutinya.


“ Anda bisa pergi!. Orangku akan datang dan berjaga di luar. Sampaikan pada Jiang He aku akan menjaga Luna, dia tidak perlu tergesa-gesa meninggalkan pestanya sendiri!” ucap Mark pada asisten Xi.


“ Baik tuan, akan saya sampaikan”


Asisten Xi langsung menutup pintu dan dari belakangnya datang 2 orang pengawal Mark untuk berjaga.


Dia tersenyum pada pengawal tersebut dan berjalan pergi dengn ekspresi yang sedkit kesal.


Di dalam Kamar Mark berjalan mendekati ranjang.


 


“ Luna bukalah matamu. Apa yang sebenarnya terjadi? Ceritakanlah padaku!” dengan lembut.


Luna perlahan membuka matanya yang sudah basah dengan air matanya, dia melihat ke sekitar dan dia tak lagi melihat apa-apa.


Luna melepaskan tangannya yang sedari tadi mendekap Mark dan meminta Mark untuk menurunkannya.


Mark menurunkan Luna dengan pelan. Luna duduk di tepi ranjang dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, dia tampak cemas dan juga frustasi.


Markpun duduk di samping Luna, dia memegang kepala Luna agar menatapnya. Lalu dia mengusap air mata Luna yang masih saja mengalir.


“ Luna ceritakanlah padaku!” dengan nada memohon dan khawatir.


“ Apa kau akan percaya dengan apa yang aku katakan?”


“ Ya, aku percaya”


Luna tersenyum dalam tangisnya dan memalingkan wajahnya dari Mark.


“ Mungkin ini akan kedengaran aneh, tapi aku benar-benar melihatnya. Hal ini seperti hanya aku yang melihat dan merasakannya” ucap Luna dengan wajahnya yang menunduk.


“ Apa yang kau lihat?” Tanya Mark dengan menatap Luna yang berada di sampingnya.


“ Aku melihat seorang wanita memegang pisau, wanita itu sudah berlumuran darah dia selalu menatapku dengan penuh amarah, dia seperti ingin menyerangku dan aku sudah melihatnya 2 kali hari ini. Hal itu juga terus membayang-bayangiku. Mark aku bisa gila jika seperti ini terus” jelas Luna.


Luna menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan tangisnya yang mulai bersuara.


Hati Mark terasa sangat sakit melihat Luna tak berdaya untuk kesekian kalinya, Mark langsung memeluk Luna.


“ Luna tenanglah. Itu tidak nyata, itu hanyalah halusinasimu” ucap Mark sambil mengusap lembut kepala Luna.


Mendengar ucapan Mark, Luna berhenti menangis dan menengadah melihat Mark.


“ Kau percaya padaku?” tanya Luna.


“ Pertama kali kau mengalaminya apakah saat di restoran?”


Luna heran karena ternyata Mark mengetahuinya, dia melepaskan dirinya dari pelukan Mark. Luna duduk dengan menghadap Mark.


“ Aku sudah menebaknya, saat kau kembali dari toilet kau sudah terlihat aneh”


Luna menutup mulutnya, karena dia tidak menyangka Mark sedetail ini memperhatikannya.


Mark juga memperbaiki duduknya menghadap Luna, dia memegang bahu Luna.


“ Luna jika aku mengatakan kau harus berhati-hati dengan Hyena apa kau akan percaya padaku?” tanya Mark serius.


Luna terkejut dengan pertanyaan Mark.


“ Apa maksudmu?” tanya Luna bingung.


“ Luna seharian ini kau hanya dengan Hyenakan?”


“ Iya, tapi kau kenapa menyuruhku berhati-hati dengannya. Dia adalah sahabatku. “


“ Es krim yang kau makan siang tadi adalah penyebab kau berhalusinasi seperti itu. Seseorang telah memasukkan sejenis obat yang bisa menyebabkan berhalusinasi ke es krimmu. Dan kau tahu orang yang paling memungkinkan melakukan ini adalah Hyena” jelas Mark berusaha meyakinkan Luna.


Luna mengelengkan kepalanya dan berdiri.


“ Tidak mungkin. Itu tidak mungkin Mark. Hyena selalu bersamaku, dia tidak punya kesempatan untuk melakukan itu. Tapi dari mana kau mengetahui es krimku di campuri obat?” sambil melihat Mark yang masih duduk di ranjang.


“ Saat kau ke toilet aku mecicipi es krimmu satu sendok, saat kau dan Hyena kembali aku berdiri tapi aku merasa pusing. Oleh karena itulah aku merasa ada yang salah dengan es krim itu. Saat di mobil aku menyuruh orangku untuk membawa es krim itu untuk di periksa. Obat itu tidak akan bereaksi jika di konsumsi sedikit, dia hanya akan menyebabkan pusing biasa saja. tapi jika konsunsi dalam jumlah banyak dia akan mampu membuat berhalusinasi dalam jangka waktu yang cukup lama hingga 15 hari. Luna dengarkanlah kata-kataku, berhati-hatilah dengan Hyena” pinta Mark.


“ Mark kau tidak bisa menyimpulkan bahawa Hyena yang melakukan ini, hanya karena dia bersamaku. Apa kau sudah memeriksa CCTV? Dan apakah kau sudah memeriksa pelayan yang memberikan es krim itu pada kami? , Mungkin memang ada yang ingin mencelakaiku, tapi yang pasti itu bukan Hyena. Mark jika kau tidak suka dengan Hyena, kau jangan memfitnahnya.” Ucap Luna tenang, tapi menusuk.


 


Mark hanya diam menerima kemarahan Luna, karena orangnya sudah memeriksa CCTV dan juga sudah menangkap pelayan yang memberikan es krim itu.


Mereka memang tidak mendapatkan bukti bahwa Hyena yang melakukannya.


Termasuk mata-mata yang di kirim Mark untuk Luna juga mengatakan bahwa Luna dan Hyena saat itu memang taka da berpisah sedikitpun dan dia juga tidak ada melihat gerak gerik Hyena yang mencurigakan.


Mark berdiri, “ Saat ini aku memang belum menemukan bukti apa-apa. Tapi kau harus tetap ingat dengan kata-kataku, berhati-hatilah padanya”


Mark mendkati Luna, dan mengambil tangan Luna “ Minumlah obat ini. Ini bisa menghilangkan halusinasimu.”


Setelah itu Mark langsung berjalan pergi.


Luna meneteskan air pada kepedihan.


“ Mark ada apa ini sebenarnya, apa yang kau pikirkan, hingaga menuduh Hyena yang tidak-tidak?” bisik hati Luna sambil menggenggam obat yang diberikan Mark.


Mark keluar dari kamar tersebut dengan sorot mata yang dingin.


Di luar sudah ada Hyena dan Nindy, mereka langsung menghampiri Mark.


“ Mark bagaimana keadaan Luna?” tanya Hyena sangat Khawatir.


Mark berusaha menjawab Hyena dengan tenang. Dia tersenyum lembut.


“ Dia sudah tenang. Kalian masuklah, mungkin dia lebih tenang jika ada kalian.”


“ Baik kak” ucap Nindy sambil menarik tangan Hyena.

__ADS_1


Sebelum masuk Hyena menatap punggung Mark dan tersenyum sinis.


‘ click ‘


Pintu tertutup Hyena dan Nindy sudah masuk ke dalam untuk menemani Luna.


“ Tuan muda, tadi tuan Rangga meninggalkan pesan ini untuk tuan.” sambil menterahkan lipatan kertas.


Mark mengambil kertas tersebut dan membukanya.


Isi dari kertas terebut seperti sebuah kode, Mark meremas kertas terebut.


“ Kalian tetap berjaga di sini. Jika Jiang He sudah menemui Luna, langsung ajak Luna kembali ke rumah!”


“ Baik tuan”


Markpun langsung berjalan pergi.


" Aku sudah menebaknya. Jika aku mengatakan langsung seperti ini kau tidak akan percaya. Tapi setidaknya kau bisa berfikir dan memiliki sedikit rasa waspada padanya" bisik hati Mark.


***


Pesta masih berlangsung dengan meriah, Jiang He masih berbincang-bincang dengan beberapa tamunya.


Tiba-tiba asisten Xi datang dan berbisik pada Jiang He, saat itu dia punya kesempatan untuk minta izin meninggalkan tamunya dan dengan ramah tamunya mengizinkan.


Jiang He langsung bergegas pergi untuk menemui Luna.


“ Bagaimana keadaanya sekarang?” tanya Jiang He.


“Nona Lina sudah tenang tuan.”


“ syukurlah!” ucap Jiang He lega


Jiang He berjalan dengan cepat, saat dia sampai di depan kamar kebetulan Luna juga keluar dari kamar itu.


“ Kak Jiang He” dengan senyum. Saat itu Luna memang terlihat sudah tenang seperti biasanya.


Menyusul Hyena dan Nindy juga keluar.


“ Kau sudah baikan?” tanya Jiang He


Luna mengangguk dengan senyum yang meyakinkan.


“ syukurlah. Sekarang kau mau kemana?”


“ Aku mau bergabung ke bawah. Pestanya belum berakhirkan?”


“ Luna jika kau tidak sanggup jangan di paksakan. Kau beristirahat saja di sini, aku akan menemanimu” dengan lembut.


“ Ah haha,, tidak perlu kak. Aku ke sini untuk menikmati pesta bukan untuk beristirahat. Kakak kau adalah bintangnya malam ini, mana boleh meninggalkan pesta lebih awal”


“ Baiklah” dengan senyum.


“ Tapi nona, tadi tuan berpesan agar nona kembali ke rumah lebih awal” ucap Pnegawal mencegat Luna untuk kembali ke pesta


Luna berbalik badan menatap pengawal tersebut.


“ Apa Mark sudah pulang?” tanya Luna.


“ Kami tidak tahu kemana perginya tuan muda. Kami hanya menjalankan perintah”


“ Sepertinya dia sudah pergi, aku sudah tidak melihatnya di pesta. Sampaikan pada Mark, aku akan mengantar Luna pulang nanti.”


“ kalian dengarkan. Aku tidak akan apa-apa.”


“ Baiklah nona. Tapi kami akan tetap menunggu di luar sampai nona pulang”


“ Baiklah, jika itu mau kalian”


Akhirnya Luna, Jiang He, Jyena dan Nindy kembali ke bawah untuk menikmati pesta.


***


\= Keesokan harinya \=


 


Luna sudah rapi dengan stelan, dia turun ke bawah menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan dia tidak melihat Mark yang biasanya selalu lebih dulu datang darinya.


“ Kak apa Mark belum turun?” tanya Luna sambil duduk.


“ Tuan Mark tidak pulang dari semalam nona” jawab pelayan tersebut


Luna tersenyum kecut mendengar jawaban itu. Luna tampak kecewa, lalu dia mengambil gelas yang berisikan air putih dan meminumnya.


“ Bi Ina, apa Hyena belum bangun?” tanya Luna.


“ Nona Hyena sudah pergi pagi-pagi sekali nona. Dia bilang ada kerabatnya yang sakit, dia terlihat tergesa-gesa.”


Luna mengerutkan keningnya.


“ Kerabatnya? Setahuku selama ini Hyena tidak mempunyai hubungan yang baik dengan kerabatnya. Hmmm,, mungkin aku yang tidak mengetahuinya, selama ini aku memang sangat jarang saling bercerita dengannnya. Bisa jadi mereka sudah berdamai” bisik hati Luna.


Pagi itu Luna menikmati sarapannya dengan seorang diri dengan tenang, tapi hatinya terasa sepi. Dia terus menatap Kursi yang selalu di duduki Mark.


‘ zhrrttt ‘ ponsel Luna bergetar.


Luna langsung mengambil ponselnya.


Dia menerima Email dengan pengirim yang tidak di ketahui.


“ Email? Siapa yang mengirim Email pagi-pagi begini, kenapa misterius begini?’ gumam Luna.


Luna langsung membukannya.


Saat membuka email tersebut Luna sangat terkejut, hingga tangannya gemetaran.


Email tersebut berisi foto Hyena yang sedang di sekap dengan hidungnya yang sudah berlumuran darah. Hyena terlihat tak berdaya.


" Jika ingin temanmu selamat bawa uang 2 juta USD dan kau harus datang sendirian. Jika kau sampai melapor atau melibatkan orang lain, Kami tidak akan segan-segan mematahkan leher temanmu ini "

__ADS_1


__ADS_2