
\= di NYC \=
Mark berada di ruangannya, dia duduk dengan tatapannya dingin dan saat itu juga beberapa hal terlintas di pikirannya.
“ Kami sudah memeriksa semuanya tuan. Kami tidak menemukan tanda-tanda Jhon di sana. Kami sudah mengikuti orang yang kita tanam chip waktu itu, tapi di setiap tempat yang dia datangi sama sekali tidak tanda-tanda Jhon. Namun kami menemukan satu hal yang mencurigakan. Kami melihat sosok seorang wanita, dan sepertinya wanita itu adalah bos mereka. Itu terlihat sangat jelas bagaimana mereka menjaga sikap pada wanita itu.”
Kalimat itulah yang telintas di pikirannya.
“ Hah..seorang wanita. Orang tua Luna juga belum meyinggung soal seorang wanita padaku.“ dengan smirk di bibirnya.
Kemudian dia mengambil ponselnya dan melakukan panggilan.
' tuut tuut'
“ Halo Mark” jawab Louis yang sekarang sedang berada di markas A.
“ Kakak bertugaslah di Florida!”
“ Hah..kenapa tiba-tiba sekali? Lalu bagaimana dengan Luna?”
“ Akan di gantikan dengan yang lain.”
“ Baiklah. Aku akan segera berangkat besok pagi. Tapi apakah kau sudah berbicara dengan Luna?”
” Belum. Tapi dia bilang akan mengatakan semuanya saat aku dan orangtuanya kembali.”
“ Bagus. Meskipun ini sedikit bertele-tela, tapi aku paham perasaanmu. Mark semoga Luna benar-benar bisa membuatmu melupakan masa lalu.”
“ Louis kau jangan mengaitkan Luna dengan masa laluku.”
“ Haha..maafkan aku.”
“ Dia selalu melupakan panggilan kakak ketika dia marah” batin Louis merasa sangat sedih.
“ Baiklah, aku akan menutup telvonnya.”
Setelah memutuskan telvon, Mark mengambil nafas dalam dan menggelengkan kepalanya.
***
Pagi ini Luna ada sebuah pertemuan dengan Alexa di restoran yang bertujuan untuk membahas kerja sama mereka. Tapi ternyata ada dokumen penting yang ketinggalan di kantor, sehingga Luna harus bergegas pergi ke kantor.
“ Kak Zhaon, aku tidak sarapan pagi ini. Aku harus bergegas ke kantor.” sambil menuruni anak tangga, Sementara Zhaon mengikutinya di belakang.
“ Tapi nona, tuan muda berpesan agar nona tidak melewatkan sarapan.”
“ Aku tahu, aku akan sarapan nanti. Pagi ini aku ada pertemuan dengan klient di restoran
dan ada sebuah dokumen penting yang
ketinggalan di kantor jadi aku harus bergegas.”
“ Baiklah nona. Ingat jangan lewatkan sarapan ya..” dengan nada khawatir.
Luna berbalik badan menatap pelayan Zhaon.
“ Tuan muda kalian benar-benar menekan kalian ya? humh..tenang saja, aku tidak akan menyusahkan kalian. Aku akan jaga kesehatan.” dengan senyum.
“ Terimakasih nona. nona memang harus selalu sehat” dengan senyum yang melegakan.
Luna mengangukkan kepalanya dengan senyum.
“ Ya sudah aku pergi ya. Oh iya, kak Zhaon jangan lupa ambil beberapa tangkai bunga mawar di taman dan taruh di kamarku!. Dan katakan pada kak Hanny untuk pulang lebih awal nanti.”
“ Baik nona.”
Luna kemudian langsung pergi keluar dan memasuki mobilnya. Dia masih saja menyetir sendiri, dia tidak mau di layani oleh supir khusus maupun pengawal. Karena baginya hanya akan membuat geraknya terbatas.
“ Hati-hati nona” ucap para pengawal setelah Luna memasuki mobilnya.
Luna hanya menghidupkan clakson untuk merespon, lalu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
‘ zhrttt ‘ ponsel Luna bergetar.
Luna langsung memasang dan mengatifkan earposdnya.
“ Ya kak Hanny.”
“ Luna aku tidak bisa pulang lebih awal nanti. di kafeku akan ada perayaan pesta ulang tahun. Apakah ada hal penting yang ingin kau katakan padaku?”
“ Ah tidak. Aku hanya ingin mengajak kakak ke suatu tempat.”
“ Kemana?” tanya Hanny sangat penasaran.
“ Hanya makan malam”
“ Yak..Luna apa kau ingin mengatur kencan buta untukku?” teriak Hanny dengan kesal. Sehingga membuat pelayan yang berada di ruang makan tertawa.
“ Kencan buta? Bukankah itu bagus.”
“ Nona jangan menolakknya” goda para pelayan ada hanny dan hal itu tentu membuatnya semakin kesal.
“ Haha..bukan. Ini hanya makan malam biasa. Kakak aku sedang menyetir, aku rasa harus menutup telvonnya. Bye!” sambil memutuskan panggilan.
“ Ya….Luna…kau kenapa seenaknya saja.” Hanny semakin menggila karena kesal.
Sementara para pelayan menahan tawa melihatnya.
“ Huffff..” dia mengambil nafas dalam. Hanny menatap pelayan dengan sinis, lalu dia memakan sarapannya dengan kesal.
Sementara Luna yang sedang dalam perjalanan juga tertawa dengan kekesalan Hanny padanya.
“ Kak Hanny marah menyeramkan juga. Tapi aku bisa apa? aku tidak begitu pandai berbohong padanya. Meskipun ini bukan kencan buta, tapi..hmmm sudahlah.”
Luna kemudian meletakkan earpodsnya dan melajukan mobilnya dengan lebih kencang.
***
Luna telah sampai di Lixing Group dan sekarang dia berada di dalam Lift. Saat ini Luna menggunakan lift umum , karena Lift khusus presdir sedang dalam perbaikan.
‘ ting ‘ tiba-tiba pintu lift terbuka dan ternyata itu adalah Stepanus dengan sekretarisnya.
Luna hanya meresponnya dengan senyum.
“ Nona Luna sepertinya rencana anda berubah total. Aku kira anda akan menyerang bocah sombong itu.”
“ Tuan Stepanus, ini tidak ada hubungannya dengan anda.”
“ Haha..bagaimana tidak? Bukankah dulu datang padaku, memintaku untuk berada di pihakmu?”
“ Ya..aku melakukan itu karena aku masih labil. Aku belum mengerti apa-apa.”
“ Nona anda jangan berbohong padaku. Aku tahu banyak hal?”
“ Apa yang anda ketahui?”
“ Aku mengetahui semuanya. Mengenai tuan Aliester, kau yakin papamu sedang dalam misi keliling dunia?.”
Luna hanya diam tak merespon sama sekali. Sehingga hal itu membuat Stepanus semakin berani padanya.
“ Aku bisa menutup rapat mulutku. Asalkan kau menerima tawaranku waktu itu” dengan nada ancaman.
Luna tersemyum, lalu menatap Stepanus yang ada di sampingnya.
“ Tuan tidak baik untuk terlalu ikut campur dalam urusan keluargaku. Tidak masalah dengan terlalu banyak tahu, tapi apakah anda yakin, yang anda ketahui itu adalah kebenarannya atau cerita bohong anda?. Sekarang posisi anda masih aman, jangan sampai ada ancaman hanya karena anda terlalu banyak bicara. Saya Luna Aliester bukan orang yang mudah untuk anda ajak bermain.”
‘ ting ‘ lift terbuka.
Luna langsung melangkahkan kakinya keluar, meninggalkan Stepanus yang telah di buat kesal olehnya.
“ Cih..bocah itu, beraninya dia mengancamku. Sementara Aliester saja tidak pernah berbicara sekasar itu padaku”. sambil berjalan keluar dari Lift. Dia memandangi punggung Luna penuh kemarahan.
“ Tuan itu karena tuan meremehkannya waktu itu.” ucap Sekretarisnya.
__ADS_1
“ Kau membelanya?” dengan penuh kemarahan.
“ Bukan begitu maksud saya tuan. Ta..”
“ Kau diamlah. Kau membuatku semakin kesal saja. Jika kau membelanya, bekerja saja untuknya.” Dengan berjalan cepat menuju ruangannya.
“ Tuan..aku hanya mengatakan yang sejujurnya. Waktu itu aku sudah mengingatkan mu untuk tidak langsung berterus terang dengan tujuanmu. Tapi kau malah tidak mendengarkanku. Hingga nona Luna tidak pernah lagi menghubungimu setelah itu” celoteh sekretaris Syepanus sambil menyusul bosnya itu.
Luna membuka pintu ruangan Presdir, lalu menutupnya dan mengambil nafas dalam sambil bersandar di pintu.
“ Apa aku terlalu kurang ajar pada tuan Stepanus? Huuuft.. sudahlah. Dia pantas mendapatkannya, agar lain kali dia tidak semabarangan lagi mengancamku.”
Luna kemudian mengambil dokumen yang dia perlukan, lalu dia langsung pergi untuk menemui Alexa.
\= Di Restoran \=
“ Alexa..” panggi Luna sambil melambaikan tangannya.
“ Luna..” sambut Alexa penuh senyum yang hangat.
Luna berjalan mendekat dan meihat di atas meja sudah tertata makanan dan minuman sebanya 3 porsi.
“ Kau yang memesan?” tanya Luna sambil duduk.
“ Iya..kau pasti belum sarapankan?”
“ Iya belum" dengan tertawa kecil.
“ Sebenarnya aku mengajak bertemu pagi-pagi, ya..karena memang ingin bersantai dan bisdikusi dengan lebih rilexs.”
“ Ide yang bagus. Tapi apakah masih ada yang akan datang?” tanya Luna dengan penasaran.
“ Oh itu, aku lupa mengatakannya padamu saat itu. Tapi orang sangat kejutan untukmu.”
“ Alexa kau jangan membuatku penasaran.”
“ Haha..sebentar lagi dia juga akan datang. Sembari menunggunya, lebih baik kita minum. Soal bisnis nanti setelah kita selesai sarapan.”
Luna mengangguk sambil mengambil secangkir teh panas.
“ Maaf apakah aku terlambat?” suara seorang wanita yang baru saja datang.
“ Eh kau sudah datang. Tidak kau belum terlambat.” sambut Alexa dengan lembut.
Luna yang sedang minum teh dengan duduk membelakangi wanita itu, langsung terlihat tidak senang. Dia meletakkan tehnya dan melihat siapa wanita itu.
“ Selamat pagi adik sepupuku” sapa Camelia dengan senyum palsunya.
“ Memang dia, pantas suaranya tidak asing” bisik hati Luna.
Camelia langsung duduk sambil berbincang dengan Alexa, mereka terlihat sangat akrab.
Luna hanya diam sambil menatap Alexa dengan ekspresi datar.
“ Alexa apa maksudnya ini?” tanya Luna dengan dingin. Sehingga Alexa dan Camelia langsung berhenti berbincang mendengar pertanyaan Luna.
“ Camelia bergabung dengan kita” jawab Alexa dengan polos. Dia bingung dengan ekspresi Luna yang tiba-tiba berubah.
“ Kau merencanakannya?” tanya Luna pada Camelia.
“ Hahaha..kau pikir apa Luna. Aku hanya ingin bekerjasama dengan wanita-wanita hebat seperti kalian. Luna ini urusan bisnis, kenapa kau membawa permasalahan pribadi? Bukankah itu sangat tidak professional?”
“ Profesional? Ku berbicara tentang professional padaku? Camelia kau pikir apa? coba ku tebak, apa kau berfikir aku akan mengundurkan dari proyek ini?”
“ Lalu apa lagi? bukankah dengan cara bicaramu tadi sudah terlihat sangat jelas, kau sangat tidak menyukaiku.”
“ Aku memang tidak menyukaimu. Tapi aku tidak berfikir untuk meninggalkan proyek hanya karenamu."
Luna kembali telihat santai, dia mengambil cangkir tehnya dan meminumnya dengan tenang.
“ Apa lagi yang di rencanakan rubah licik ini? Dan..Alexa apakah sepolos ini tidak tahu bagaimana hubunganku dengan Camelia atau memang dia hanya berfikir tentang sifat profesionalisme bisnis saja? Huh..tapi bagaimnapun, jika dalam kerja sama alangkah baiknya mencari partner yng cocok. Meskipun aku bisa mengeyampingkan masalah pribadi dengan Camleia, bertemu lebih sering dengannya benar-benar akan sangat membosankan.” Bisik hati Luna.
__ADS_1
Sementara itu, Camelia terus menandangi Luna dengan tatapan sinisnya.
“ Selamat datang dalam permainanku Luna Aliester” gumam Camelia dengan senyum liciknya.