TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
SIASAT YANG GAGAL


__ADS_3

Sejak langkahnya dari ruang tengah, Luna dan Jiang He hanya diam. Tak ada pembicaraan.


Sebenarnya Luna punya maksud yang ingin di sampaikan, tapi dia ragu .


Kata hatinya terus berkecamuk mendorongnya agar memberanikan diri untuk bicara. Saat mereka sampai di teras rumah, Luna mengambil nafas dalam, lalu dia memberanikan diri untuk bicara.


“ Kak, aku mau bilang sesuatu, tapi kakak jangan marah!”.


Luna menggigit bibir bawahnya dan menundukkan pandangannya. Dia tak berani menatap mata Jiang He dan kedua tangannya saling menggenggam dengan erat.


‘ tit..’ clakson mobil Key yang mengejutkan Luna. Sehingga membuat dia mengusir rasa canggungnya pada Jiang He seketika dan mengalihkan pandangannya pada Key dan Nindy.


“ Luna, Jiang He kami pergi dulu ya.”


“ Luna jaga kesehatanmu. Kak Jiang He bye bye” ucap Nindy sambil melambaikan tangannya.


Luna dan Jiang He menganggukkan kepala dan tersenyum.


“ Berhati-hatilah mengemudi” teriak Luna sambil melambaikan tangannya.


“ Sip..”. Key melajukan mobilnya dan Nindy menutup kaca mobilya.


Luna kembali menatap Jiang He dengan senyum canggung dan menggaruk kepalanya.


“ Luna apa yang ingin kau katakan? Kenapa kau tidak menatapku saat berbicara, apa ada yag salah?” sambil mengangkat alisnya.


“ Hum.. itu kak, kalung yang kakak berikan. Aku menghilangkannya “ jawab Luna dengan suara terbata-bata dan perlahan memelan. Dia masih menundukkan pandangannya.


Jiang He hanya diam, dia tidak merespon perkataan Luna. Dia hanya menatap Luna dengan ekspresi datarnya. Hal itu membuat Luna semakin bersalah.


“ Kak aku benar-benar minta maaf, saat itu..”


“ Tidak apa-apa, itu hanya kalung.” Ucap Jiang He menyela kalimat Luna dengan senyum yang lembut.


Luna menatap wajah Jiang He, di wajah terukir senyum itu terlihat jelas kekecewaan yang teramat sangat di wajah senior yang sangat di kaguminya itu.


“ Tidak masalah dengan kalung yang hilang. Asal kau baik-baik saja itu sudah cukup bagiku. Kalung itu hanya pergi ke tempat yang seharusnya, jadi kau tidak perlu merasa bersalah.”


“ Kakak..” dengan suara pelan dan binar mata yang penuh rasa salah.


“ Umm..tidak apa-apa. Jangan menatapku seperti itu. Sekarang aku harus pergi ke kantor, kau istirahatlah denga baik, jangan banyak berfikir lagi” sambil mengusp kepala Luna.


Luna tak bersuara, dia masih menatap Jiang He yang berpura-pura baik-baik saja.

__ADS_1


“ Tuan mobil anda” tutur pengawal yang sudah mengeluarka mobil Jiang He dari basemant.


“ Luna aku pergi ya. Kembalilah ke dalam. Istirahat dengan baik” Jiang He langsung berlalu pergi dan masuk ke mobilnya. Dia melajukan mobilnya tanpa menoleh pada Luna sedikitpun, karena dia menahan gejolak hatinya yang tak karuan.


“ Cinta ini hanya aku sendiri yang lakukan. Dari awal memang seperti itu. Ya..memang seperti itu, cinta yang bodoh. Tapi benar-benar membuatku gila” bisik hati Jiang He penuh kehancuran dan matanya sedikit berkaca-kaca. Lalu dia melajukan mobilnya dengan kencang dimana hal itu seirama dengan emosinya.


Luna menatap kepergian mobil Jiang He yang menjauh, dia masih terdiam dengan tatapan bersalahnya.


“ Hei yo..ini sungguh pemandangan yang luar biasa.”


Camelia berdiri sambil melipat tangan di dadanya. Dia memandangi Luna dengan senyum sinis. Dia tak lagi barakting lemah lembut lagi, Karena tidak ada orang yang haris dia bohongi di sana.


Luna tersenyum, lalu berbalik badan menatap Camelia.


“ Semuanya sudah pergi. Aku rasa kau juga harus segera pergi” sambil berjalan melewati camelia tanpa menoleh sama sekali.


“ Aku tidak ada mobil. Aku rasa harus ada yang mengantarku pulang. Bagaimana jika aku meminta Mark untuk mengantarku?” ucapnya tanpa rasa malu sedikitpun.


Luna menghentikan langkahnya dan tersenyum sinis.


“ Kau coba saja minta padanya. Kau pikir tunanganku akan bersedia menjadi supir wanita iblis sepertimu? Camelia, tak ada tempat untukmu di sini, tapi kau sungguh tebal muka. Tanpa rasa malu kau memboyong keluargamu datang ke sini, keserakahan kalian benar-benar sudah mengikis rasa malu kalian. Dalam sekejap kalian melupakan semua hal yang telah kalian lakukan di masa lalu.”


Camellia ingin membalas perkataan Luna dengan kasar. Tapi ketika itu dia melihat Mark dan Rangga datang.


“ Huftt..dasar rubah licik” gumam Luna sambil mengusap wajahnya.


“ Apa dia benar-benar membuatmu kesal?”


“ Hah..” Luna terkejut, lalu dia menoleh pada Mark yang berjalan mendekatinya.


“ Aaakkhhh…” teriak Camelia dari luar.


Teriakan itu membuat Luna, Mark dan Rangga saling tatap. Dan mereka juga langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi.


“ Argh..sakit sekali” rintih Camelia sambil memegangi kakinya. Seorang pengawal juga berdiri di sana untuk membantunya. Tapi Camelia menolak.


“ Aku bisa sendiri” teriaknya dengan nada kesal. Dia duduk dengan posisi menggoda, apalagi dia menggunakan gaun di atas lutut. Dia melirik ke belakang, berharap Mark yang akan membantunya.


Di dalam Hanny sudah kembali yang sedari tadi ke dapur untuk minum. Tapi dia tidak melihat siapun di sana. Dan di depan dia mendengar orang ribut-ribut, hingga dia bergegas untuk melihat apa yang terjadi.


Saat dia sampai di depan, dia terkejut melihat pemandangan camelia yang terjatuh, sementara Luna , Mark dan Rangga hanya melihat saja dari belakang.


“ Luna..ada apa ini?”

__ADS_1


“ Hanny apa kau bersedia membantu untuk memapah Camelia ke dalam. Dia tidak mau di sentuh oleh pria” ucap Mark dengan polos.


Luna menahan tawa mendengar perkataan Mark.


“ Pufftt..Mark” sambil menatap Mark penuh cinta. Dia merasa beruntung karena Mark tidak tergoda dengan Camelia.


“ Aku? Tentu saja?”


Hanny langsung membantu memapah Camelia masuk ke dalam.


“ Cih..dia benar-benar sulit untuk di taklukkan. Kenapa bisa seorang pria menolakku dengan mudah. Dia bahkan tidak terpancing sedikitpun . Dia di kenal dengan sifat dinginnya di mata public, tapi dia penuh kehangatan setiap di dekat si jal*ng ini. Huh..aku akan mencoba beberapa kali lagi. Jika masih tidak berhasil, maka jangan salahkan aku jika aku bermain langsung pada intinya.”


Dia merasa sangat kesal ketika Mark sama sekali tidak memperdulikannya. Dan ketika dia melewati Luna, dia melemparkan tersenyum liciknya.


***


“ Ini sangat menyakitkan. Sepertinya kakiku terkilir” dengan suara lirih, saat dia sudah duduk di sofa.


“ Terkilir? Jika begitu aku akan membantumu untuk memijitnya.” . Hanny langsung mengambil posisi, tapi Camelia dengan cepat menolak.


“ Kakak apa kau benar-benar tau cara memijit. Nanti kau malah salah urat dan membuat kakiku semakin parah. “


“ Aku tidak begitu tahu, tapi orang-orang sering memintaku untuk memijitinya dan selama ini tidak ada yang salah urat.”


“ Mark..aku tidak mau.” Sambil menatap Mark penuh harap.


“ Rangga semuanya ku serahkan padamu. Terserah kalian minta bantuan siapa, dokter atau pengobatan tradisional. Sekarang aku harus mengantar Luna untuk beristirahat. Kakak ipar, maafkan aku dan Luna tidak bisa menemanimu. Tapi kau juga harus mengerti, Luna juga baru keluar dari rumah sakit.”


“ Camelia, kau percaya saja pada Rangga dan kak Hanny, mereka akan menjagamu dengan baik. Lain kali kau berhati-hatilah.” ucap Luna dengan senyum, lalu dia mengedipkan matanya pada Camelia. dan berlalu pergi bersama Mark.


“ Luna…kau benar-benar menyebalkan” gumamnya dengan menahan semua rasa kekesalannya.


“ Nona, anda ingin di rawat dokter atau..”


“ Aku ingin segera pulang. Antarkan saja aku pulang” ucap Camelia menyela kalimat Rangga.


“ Baiklah. jika begitu ayo ikut aku!” berjalan duluan.”


“ Arrghh..kenapa orang kepercayaannya juga sama menyebalkan sepertinya. Aku bahkan sudah mempermalukan diriku sendiri dengan berpura-pura jatuh. Tapi kakiku malah benar-benar terkilir. Ini semua salah kau Luna..maka aku akan membelasmu berkali lipat nantinya.” teriak Camelia dalam hati.


Hanny menahan tawa melihat ekspresi kesal Camelia, lalu dia membantu Camelia untuk berjalan ke mobil.


Hanny tetap memperlakukan Camelia dengan baik, meskipun dia tahu bahwa Camelia itu jahat. Tapi baginya selama Camelia tak menyentuhnya, maka dia juga tidak akan mempunyai rasa benci yang mendasar pada Camelia.

__ADS_1


__ADS_2