
Mark keluar dari kafe tersebut dan melihat sekeliling. Mark menelusuri gang kecil yang ada di dekat kafe tersebut.
Di sana Mark melihat Luna bersama anak kecil.
“Luna,” Mark langsung berlari mendekati Luna.
“ Eh Mark, tadi.."
Mark langsung memeluk Luna dengan nafas yang tak beraturan. Mark merasa sangat Lega.
Luna bingung dengan sikap Mark.
“ Mark apa yang terjadi?” tanya Luna keheranan.
Mark melepaskan pelukannya.
“Kau kenapa menghilang begitu saja?” tanya Mark dengan Khawatir.
“Aku, aku hanya membantu adik kecil ini. Tadi aku melihat dia membawa terlalu banyak barang dan terjatuh. Jadi aku bergegas membantunya membawakan barang dagangannya ini ke rumahnya.” jelas Luna sambil menunjuk berbagai barang dagangan dari adik kecil tersebut.
Dan adik kecil itu hanya menunduk,
“Lihatlah, kau membuat adik kecil ini ketakutan.” bentak Luna pada Mark dan sambil memeluk adik tersebut.
“Kenapa dia membentak ku? Aku tidak melakukan apa-apa. ” bisik hati Mark bingung.
Luna menunduk dan menenangkan adik tersebut dan berbicara dengan basa Spanyol.
“Adik kecil tidak apa-apa, jangan takut.” ucap Luna.
Dan adik kecil itu hanya mengangguk.
“Sekarang sudah sampai di rumahmu. Masuklah.” ucap Luna.
“Terimakasih kak.” ucap adik itu dengan senyum, Luna membalas dengan senyum.
Setelah adik itu masuk ke rumahnya, Mark menarik Luna dan kembali menarik Luna dalam pelukannya
“Kau ini kenapa?” teriak Luna sambil berusaha mendorong tubuh Mark.
Tapi Mark memeluknya dengan erat.
“Luna lain kali kau jangan pernah menghilang lagi dari pandanganku. Jangan membuatku khawatir!” ucap mark dengan Lembut.
Luna masih bingung, tapi dia tak lagi melawan.
Rangga dan Key pun datang dan mereka melihat Mark dan Luna.
“Apa itu mereka?” tanya Key.
"Syukurlah, tidak ada yang terjadi. Sepertinya kita mengabari Mark tepat waktu.” Ucap Rangga.
“Kita sudah mau mati karena mengkhawatirkan mereka. Tapi mereka malah bermesraan seperti ini. Membuat kita para jomblo makin iri saja.” dengus Key meratapi kejombloan nya.
“Kau baru kali ini melihat mereka seperti ini. Aku sudah berulang kali melihat mereka yang terkadang mesra dan terkadang bermusuhan seperti kucing dan anjing. Aku iri, tapi begini lebih baik, dari pada mereka bertengkar membuatku frustasi saja." ucap Rangga pula.
“Huhu.. aku benar-benar kasihan padamu.” ucap Key mengejek Rangga.
“Kau kurang ajar." teriak Rangga kesal.
Rangga kemudian mengabari para orang-prangnya bahwa Luna baik-baik saja, tapi dia tetap memerintahkan untuk memeriksa apakah ada hal yang mencurigakan.
Luna menyadari Rangga dan Key sedang berjalan mendekati mereka. Dia langsung tubuh mendorong Mark dengan kuat.
“Kenapa mereka ada di sini?” gumam Luna malu sendiri.
“Apa kalian baik-baik saja?” tanya Key
Mark berbalik badan,
“Ya semuanya baik-baik saja. Sekarang kita lebih baik kembali ke penginapan.” ucap Mark.
“Tapi aku mau melihat laut.” ucap Luna, karena dia tidak mengerti dengan apa terjadi.
“Kita bisa melihatnya lain waktu. Sekarang kita harus kembali.” ucap Mark dengan dingin dan berjalan pergi.
“Lagi dan lagi dia bersikap dingin. Sadarlah Luna.. dia takkan pernah lembut lebih dari semenit.” teriak Luna dalam hatinya.
Rangga mengikuti Mark, “Aku sudah menyuruh orang-orang kita untuk tetap memeriksa.” ucap Rangga.
“Bagus. Kita harus diskusikan tentang rekaman itu segera.” ucap Mark.
“Luna, kau baik-baik saja” tanya Key.
“Tidak, aku tidak baik-baik saja. Aku sedang marah.” teriak Luna sambil berjalan dengan cepat.
“Eh... marahnya wanita sangat menakutkan.” bisik hati Key terkejut.
***
Mark memasuki mobil Rangga,
“Mark bagaimana dengan mobilmu?” tanya Luna.
__ADS_1
“ Orang ku akan mengurusnya.”
“Tapi aku perlu kembali ke kafe tadi, barang-barang ku masih di sana.”
“Orang-orang ku juga sudah mengurusnya. Sekarang kau masuklah. Jangan berkeliaran lagi.” ucap Mark dengan nada tegas.
“Kenapa dia memerahiku? aku hanya pergi sebentar. Sifat menyebalkannya masih saja melekat padanya.” gerutu Luna dalam hatinya.
“Kenapa masih berdiri? apa kau tidak akan masuk?” tanya Mark.
Dan Luna langsung masuk dengan wajah cemberut.
Mereka berempat dalam mobil yang sama, tapi keadaan di dalamnya sangat hening dan canggung.
Luna memandang keluar jendela.
“Tadi dia berkata semuanya akan di urus oleh orang-orangnya, berarti para pengawal juga di sana? Rangga dan Key juga. Tadi ketika dia memelukku juga terlihat khawatir. Apa ada hal buruk yang terjadi?” bisik hati Luna.
Luna pun melirik Mark. Mark duduk dengan tenang sambil memejamkan matanya. ekspresi Mark terlihat dingin.
“Mark sebenarnya kamu orang yang seperti apa, kenapa sangat sulit untuk ku tebak dan kenapa orang semalam berbicara seperti itu,?” bisik hati Luna sambil mengingat kembali suatu kejadian.
\= ingatan Luna \=
Semalam Saat Luna sedang duduk di bangku pinggiran jalan sambil memainkan ponsel, sambil menunggu Rangga yang menjemputnya. Tiba-tiba seseorang dengan pakaian serba hitam yang misterius. Dia menutupi wajahnya dengan topi dan duduk di samping Luna.
“Nona kenapa anda sendirian saja di sini? tidak baik seorang perempuan berada di luar sendirian tengah malam begini.” ucap orang misterius tersebut.
Luna terkejut, “Apa dia berbicara padaku?” tanya dalam hatinya sambil melihat ke sekeliling.
“Nona saya memang sedang berbicara dengan anda”
“Ah haha.. maaf tuan. Aku di sini sedang menunggu jemputan, jangan khawatir. Lagian di sini juga selalu ramai.” jawab Luna dengan ramah dan kembali memainkan ponselnya.
“Aku tidak boleh terlalu meladeni orang asing, Rangga cepatlah datang. Orang ini sangat aneh.” bisik Luna dalam hatinya dengan Khawatir.
Orang tersebut berdiri dan melangkah ke belakang Luna.
“Nona aku tahu anda dalam masalah. Jika aku boleh memberi nasehat, anda tidak perlu menantang balik tuan anda. Tapi sebaliknya, bantulah dia untuk menyelesaikannya.” Ucap Orang tersebut.
Mendengar ucapan orang tersebut sangat terkejut.
“Apa maksud anda tuan??” tanya Luna dan melihat ke belakang.
Tapi orang tersebut sudah tidak ada lagi. Luna langsung berdiri dan melihat ke sekeliling.
“Kemana dia, kenapa cepat sekali? Siapa dia sebenarnya?” gumam Luna dengan sedikit ketakutan.
Luna kembali duduk di kursinya untuk menenangkan diri. Dia melihat di kursi ada secarik kertas. Luna mengambil kertas tersebut dan membukanya.
“Apa maksudnya?” ucap Luna sambil meremas kertas itu.
“Luna, hei hei.. “ panggil Key
Luna pun terkejut dan tersadar dari lamunannya.
“Eh ada apa?” tanya Luna.
“Haha.. aku pikir kau kenapa. Aku sudah berkali-kali memanggilmu, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Key.
“Bukan apa-apa. Aku hanya sedikit lelah.”
“Luna apa kau masih marah padaku?” tanya Key, dia berusaha memecahkan keheningan di dalam mobil.
“Aku tidak marah.” jawab Luna dingin.
“Hei hei Luna jika kau tidak marah, kenapa kau tidak menatapku bahkan tidak berbicara padaku padahal kita di atap yang sama, di meja makan yang sama dan sekarang kita di mobil yang sama, tapi kau tetap mendiami ku?” tanya Key.
“Sekarang aku sudah berbicara dengan kakak kan, sudah puas? Hmm..aku tidak marah, bukan berarti aku tidak kesal. Aku masih sangat kesal, jadi aku tidak bisa munafik dengan kekesalanku.” Jelas Luna
“Luna ternyata kau pendendam juga.” bisik hati Key sedih.
“Haha,, ok ok. Apa yang harus akau lakukan agar kau tidak kesal lagi denganku?”
“Apa sekarang kakak sedang menanyai keinginanku? Huh, takutnya kakak tidak bisa melakukannya” jawab Luna dengan santai dan melipat tangannya.
“Aku Key pemilik Cour Media, aku bisa melakukan apapun yang kau mau. Katakana saja!” jawab Key dengan percaya diri.
“Jika begitu, bisakah kakak menjadi orang yang di pihakku, menyingkirkan orang yang menyebalkan yang ada di dekatku?” tanya Luna menantang Key.
Mendengar ucapan Luna, Mark membuka matanya dan memandangi Luna.
“ Kau kenapa bangun. Apa kau merasa terpanggil dengan ucapanku?” tanya Luna dengan senyum ke Mark.
Mark hanya smirk dan menutup matanya kembali.
“Ah haha,, Luna, aku tidak mengerti aka yang kau maksud” jawab Key merasa tidak enak dan menggaruk kepalanya.
“Dudahlah, aku sudah menebaknya, kakak tidak akn bisa melakukannya” ucap Luna
Rangga yang melihat Key seperti itu hanya menahan tawa. Dan Key menyadari bahwa Rangga mentertawainya,
“Kau jangan ikutan tertawa dan mengejekku!” ucap Key kesal dan memukul bahu Rangga,
__ADS_1
“Haha.. sudahlah, aku tak sanggup menahan tawaku lagi” ucap Rangga.
“Rangga.. kau berhentilah tertawa!” teriak Key
“Hei hei.. kalian semua berhentilah ribut atau aku akan melempar kalian keluar.” bentak Mark
“Eh,, kejamnya.” gumam Key dan Rangga
Mereka langsung Diam dan membatu.
Dan Luna pun tertawa kecil melihat Rangga dan Key.
“ Apa mereka takut pada Mark ” bisik hati Luna dan melirik Mark.
***
\= Di Ruang Baca \=
Mark, Key dan Rangga sedang mendengarkan rekaman yang telah di dapatkan dari kamar Tris.
“Aku sudah merncanakan semuanya dengan baik, mulai dari sekarang kalian bertindaklah dengan hati-hati. Terus awasi Luna dan saat ada kesempatan culik dan langsung bawa dia ke gudang dan apa bila dia tidak bisa di ajak kompromi semuanya saya serahkan ke kalian, terserah apa yang mau kalian lakukan padanya. Tetaplah waspada, orang di sekitar Luna juga bukanlah orang yang mudah untuk kalian kalahkan!” \= Suara hasil rekaman \=
“Hah, siapa wanita ini. berani sekali ingin bermain dengan denganku” ucap Mark sangat marah.
“Soal itu, Kami tidak berhasil mengetahuinya. Saat aku memasuki kamar Tris, aku melihat dia sedang berbincang dengan seorang wanita. Tapi aku tidak bisa melihat wajahnya” ucap Key dengan rasa bersalah.
Mark melihat Key “ Kau jangan merasa bersalah begini, kau sudah berusaha. Mari kita mencarai tahunya bersama-sama. Tris dan wanitanya untuk apa mencari masalah denganku?”
“ Tapi ini cukup aneh, gerak gerik wanita ini juga mencurugakan. saat aku menyamar jadi HouseKeeping dan masuk ke kamar pangeran Tris, semua orang sudah tidak ada. Bahkan pengawalpun tidak ada. tapi kenapa perempuan ini bisa masuk sesaat setelah aku keluar. Key apa kau pernah mendengar setelah hubungan Luna dan Tris retak, dia dekat dengan wanita lain?” tanya Rangga.
“ Dia dekat dengan banyak wanita. Tapi yang special, aku tidak yakin” jawab Key
“ Baiklah, aku menegrti maksudmu Rangga. Tris masih menginginkan Luna, karena itu wanita ini ingin menhabisi Luna” tebak Mark.
“ Benar, karena jika memang Tris yang menginginkan nyawa Luna, kenapa dia tidak melakukannya saat Luna menemuinya kemaren.”
“ Sekarang yang terpenting kita harus mencari tahu wanita itu dan juga tetap mengawasi Tris. Untuk memastikan apa dia terlibat atau tidak.” ucap Mark.
“ Awalnya aku mengirim Rangga dan Key untuk mengawasi Tris hanya untuk mencari tahu apa tujuannya untuk meminta Luna menemuinya. Tapi tidak di sangka ada informasi yang lebih menarik. Luna, ternyata tanpa mengenalkupun juga ada orang lain yang menginginkan nyawamu. Karena kau sekarang adalah orangku maka aku akan melindungimu. Hanya aku yang boleh menghabisi nyawamu” bisik hati Mark
“ Mark , kalau begitu aku dan Key permisi dulu “ ucap Rangga.
“ Ok, kalian tetaplah waspada. Jaga diri kalian baik-baik!” ucap Mark.
“ Haha.. kami bukan anak kecil. Kau memeperlakukan kami seperti bayimu saja” ucap Key sambil berjalan keluar dan melambaikan tangannya.
Mark membuka laptopnya dan melakukan panggilan Vidio dengan dokter Mico.
“ Tuan Muda, kebetulan sekali anda menghubungi saya, saya baru saja ingin menghubungi tuan ada banyak hal yang ingin saya laporkan. Saya ingin memberitahu tuan, orangnya Jhon sudah menyuntikkan kembali virus itu pada boneka silicon kita. Tuan, si brengsek itu sangat menyebalkan, aku melihat video rekamannya wajahnya saat menyumpahi tuan. sekarang dia pasti sanagt senang karena merasa bisa membodohi kita dan melakukan aksinya. “ ucap dokter mico dengan nada kesal mengadu ke Mark
“ Haha,, tidak apa dia menyumpahiku sepuas hatinya. Dia hanya sedang menggali kuburannya sendiri.” Jawab Mark santai
“ Haha,, iya. Tuan benar"
“ Dokter bagaimana dengan tuan Aliester, apa sudah perkembangannya?”
“ Begini tuan keadaanya selalu naik turun. Maafkan saya , ternyata semuanya tidak berjalan sesuai perkiraan” ucap dokter Mico dengan rasa bersalah.
“ Jangan salahkan dirimu. Lalu bagaimana dengan nyonya Aliester?”
“ Mengenai nyonya Aliester, pagi ini dia sudah banyak bicara. Tapi yang dia katakana baru beberapa patah kata. Dia selalu menyebut nama nona Luna dan memanggil suaminya. Ini jauh lebih baik dari sebelunya yang hanya menucapkan sepatah kata maaf saja lalu menangis. saya sudah mendatangkan psikieater terbaik untuknya tuan. Sekarang nyonya Aliester sudah jarang menangis”
“ Syukurlah, tetap kabari aku”
“ Baik tuan”
Mark menutup pangglan vidionya dengan dokter Mico dan Mark melanjutkan untuk melakukan pangilan Vidio pada orangnya yang mengurus mata-mata Jhon yang telah di tanggakap sebelumya di China.
“ Apakah belum ada juga tindakan dari mata-mata Jhon lainnya?”
“ Belum tuan,”
“ Baiklah kalau begitu, jalankan rencana kita. kirimkan hadiah untuk Jhon!” perintah Mark
“ Baik tuan”
Mark mengakhiri panggilan video. Kemudian Mark mulai menjalankan aksinya, dia sibuk dengan laptopnya
“ Wku juga harus mengirimkan hadiah secara pribadi padamu Jhon. Jika kau bermain tarik ulur. Akan aku ikuti.” ucap Mark.
Mark mengirimkan berbagai virus pada sistem keamanan Jhon dan juga mengirmi Email secara anonym.
‘send’ sukses,
“ Setidaknya, kegaduhan-kegaduhan kecil ini bisa mengganngu sedikit demi sedikit kedamaianmu” bisik hati Mark.
Setelah itu Mark langsung menutup Kembali laptopnya. Kemudian menelvon kepala pelayan di kediamannya. Mark engatakan dia tidak ikut makan malam, dan meminta untuk tidak ada yang mengganggunnya.
Mark membuka laki mejanya dan mengambil sebuah Foto
“ Ayah, maafkan aku . Sampai detik inipun akau belum bisa menghukum orang yang telah mencelakaimu. Beri aku sedikit waktu lagi, aku pasti akan membalaskan semua sakit yang ayah dan ibu rasakan” ucap Mark dan memeluk foto tersebut.
__ADS_1
Mark memejamkan matanya.
“ Ayah, sebenarnya aku merasa semuanya berjalan melambat akhir-akhir ini. Aku juga takut jika aku melakukan kesalahan dalam mengalisa dan akan menyakiti orang yang tidak bersalah. Ayah temuilah aku dalam mimpi, dan bantu aku menemukan titik terang.” bisik hati Mark dan air mata Mark perlahan menetes.