
Luna kembali ke tempat dimana Jiang He menunggunya. Di sana juga sudah ada karyawan toko yang membawa beberapa helai gaun.
Jiang He tersenyum pada Luna, “Kamu sudah kembali. Ayo sekarang kita fitting room, kamu pilihlah mana yang di rasa cocok”
“ Baiklah. Tapi.. bagaimana jika kakak juga memilih beberapa stelan juga!” ucap Luna sambil melihat sebuah stelan yang terpajang di patung.
Luna melihat stelan itu. Kemudian dia memilih beberapa dan menyuruh Jiang He juga untuk mencobanya.
Karena itu pilihan Luna, tentu saja Jiang He tidak akan menolak. Setelah itu mereka pergi ke fitting room dan mencoba pakaian.
Beberapa saat kemudian urusan mereka di toko itu sudah selesai.
Saat mereka keluar dari toko, tiba-tiba ponsel Jiang He bergetar.
Jiang He langsung mengambil ponselnya. Saat dia melihat layar ponsel, Jiang He menjauh dari Luna untuk menjawab telvon itu.
“ Siapa yang menelvon? Kenapa kak Jiang He harus menjauhiku untuk mengangkatnya” bisik hati Luna merasa sedikit aneh. Karena biasanya Jiang He tidak pernah seperti itu.
Luna memilih untuk duluan ke mobil. Jiang He cukup lama berbicara di telvon tersebut. Luna berdiri dan bersandar di mobil tersebut sambil melirik-lirik Jiang He yang masih berbincang di telvon.
“ Baiklah. Saya akan segera ke sana!” ucap Jiang He dan mengakhiri panggilan. Lalu dia berjalan mendekati Luna.
“ Apa kakak sibuk?” tanya Luna.
“ Tidak juga. Sekarang kamu mau kembali ke kantor atau ke rumah?”
“ Kakak jangan bohong. Tadi aku mendengarnya, kakak harus pergi menemui seseorang. Kakak pergi saja, aku bisa pulang dengan taxi”
“ Ini bukan hal yang mendesak. Aku masih sempat mengantarmu”
Luna menggelengkan kepalanya.
“ Tidak. Urusan kakak lebih penting. Bisa menemaniku hari ini saja, aku sudah sangat senang. Aku tidak ingin mengganggu aktivitas kakak. Sekarang pergilah! Aku tidak apa-apa naik taxi saja” sambil mendorong Jiang He untuk masuk mobil.
“ Luna tapi..”
“ Jangan keras kepala. Kerjakanlah urusan kakak!” ucap Luna membujuk Jiang He.
Jiang He akhirnya mengalah.
“ Ok. Baiklah aku akan pergi, tapi setelah kamu sampai tolong kabari aku!”
“ Siap bos!” ucap Luna sambil hormat, lalu memasang mode imut.
Jiang He tersenyum melihat tingkah Luna.
“ Luna Luna. Kau ini..” sambil mengusap kepala Luna.
Luna menanggapinya dengan senyum yang menggemaskan.
Jiang He masuk kemobilnya, “ Jangan Lupa untuk mengabariku nanti”
“ Iya kakak. Kamu jangan cerewet!”
Jiang He mulai melajukan mobilnya dengan perlahan.
“ Bye bye” ucap Luna sambil melambaikan tangannya.
Jiang He melirik Luna di kaca spion dengan senyum lembut. Namun setelah itu dia kemabli fokus melihat jalan, raut wajahnya langsung berubah drastis. Sorot matanya tajam dengan wajah yang dingin, lalu dia menambah kecepatan mobilnya.
Luna masih melambai-lambaikan tangannya. Setelah mobil Jiang he jauh, dia langsung mengambil nafas lega.
“ Huftt.. untung saja kak Jiang He juga punya urusan. Jadi aku juga tidak perlu mencari alasan untuk berpisah dengannya di sini. Tapi… aku merasa sikap Jiang He sedikit aneh. Ah sudahlah, yang terpenting sekarang aku menemui mata-mata itu”
Luna langsung melihat ke arah mobil mata-mata itu dengan dengan tatapan kesal.
“ Sekarang saatnya aku mengintrogasimu” sambil berjalan menuju mobil itu.
“ Sial.. seumur-umur baru kali ini aku di kerjai oleh wanita 2 kali berturut-turut dan bodohnya aku selalu berhasil masuk dalam perangkapnya.
Lain kali aku tidak boleh meremehkannya, dia sama aja liciknya dengan Mark. selalu berhasil mengendalikanku” ucap mata-mata itu saat melihat Luna yang berjalan mendekatinya.
‘ Tok tok ‘ Luna langsung mengetuk kaca mobil saat dia sampai.
Mata-mata itu menurunkan sedikit kacanya.
“ Anda langsung masuk saja nona” ucapnya kesal.
“ Heh, tidak sopan sekali. Apa kau marah karena aku menang darimu” ucap Luna sambil memasuki mobil.
Pria itu hanya diam tak merespon sama sekali perkataan Luna.
Luna melihat ke arah pria yang masih menutupi wajahnya dengan masker dan topi.
“ Hmm…pertama-tama perkenalkan namamu! supaya kita bisa berbincang lebih santai. Jika bisa perlihatkalah wajahmu padaku!” ucap Luna.
Pria itu tersenyum sinis di balik maskernya.
“ Aku tidak bisa melakukan itu. Anda bisa memanggil saya ‘kamu’ dan apalagi wajah saya, matipun saya tidak akan memperlihatkannya pada anda.” jawab pria itu dingin.
__ADS_1
“ Aishh…bagaimana bisa mengirimkan mata-mata yang begitu dingin. Baiklah, sebenarnya itu juga tidak terlalu penting. Sekarang..”
“ Tanyakan saja hal ingin anda tanyakan dengan cepat. Saya tidak punya waktu untuk bermain-main” ucap Pria itu memotong kalimat Luna.
Luna tertawa melihat respon dan sikap dingin pria itu.
“ Haha.. baik, baik. Ternyata kamu sangat tidak sabaran.”
Luna memperbaiki duduknya, sorot matanyapun berubah dingin.
“ Karena kamu adalah orangnya Mark, tentu saja kau mengetahui sedikit banyaknya tentang dia. Termasuk tentang perkelompokannya.” Ucap luna serius.
Mendengar ucapan Luna, pria itu langsung menoleh pada Luna dan Lunapun juga menatap pria itu dengan sorot mata yang dingin.
“ Aku harap kamu menjawabnya dengan jujur. Aku hanya ingin mengetahui sedikit saja” lanjut Luna.
“ Tanyakan saja, selama itu bukan hal yang sensitive untuk di bahas. Saya pasti akan menjawabnya dengan jujur.”
Luna kemudian mengeluarkan ponselnya. Dia mencari menscrol layar ponselnya.
“ Saya ingin menanyakan tentang ini” sambil menyerahkan ponselnya.
Pria itu mengambilnya dan langsung melihat hal yang ingin di tanya Luna.
Saat melihat gambar di ponsel Luna, dia langsung menaikkan alisnya. Ya…gambar yang ada di ponsel Luna adalah miniature Elang yang ada di kamar Mark.
“ Untuk apa dia menanyai hal ini, apa dia mencurigai sasuatu?” bisik hati pria itu penasaran.
“ Apa kau mengetahui tentang symbol atau sejenisnya tentang itu?” tanya Luna.
Pria itu tersenyum, “ Untuk apa anda menanyai hal tidak penting ini” sambil menyerahkan kembali ponsel Luna.
“ Oo.. sepertinya kamu mengetahui dengan jelas.”
“ Tentu saja” jawab pria itu dengan dingin.
“ Jika begitu katakan padaku dengan lebih jelas!” ucap Luna dengan nada sangat kecewa.
Mendengar ucapan Luna, pria itu langsung memalingkan wajahnya dan smirk terukir di bibirnya.
" Saya paham kenapa anda ingin mengetahui ini. Apakah karena anda berfikir Mark bagian dari kelompok ini?"
Luna terkejut, "Kenapa kau bisa tau?" tanya Luna tak percaya.
" Tidak perlu kagum padaku. Aku bisa menebaknya dengan mudah" dengan membanggakan dirinya.
“ Tapi anda tenang saja. Kami tidak terlibat secara langsung dengan kelompok itu."
"Ini agak rumit di jelaskan. Tapi yang jelas itu merupakan symbol dari kelompok gangster. Sesuai dengan simbolnya mereka menamai kelompoknya elang darah……….” Pria itu mnejelaskan dan menjawab semua pertanya yang di ajukan oleh Luna padanya.
Beberapa menit kemudian Luna keluar dari mobil pria itu dengan ekspresi yang sulit di baca, karena ekspresinya yang datar.
Dia bergegas menjauhi mobil pria itu, lalu memanggil taxi yang kebetulan lewat di depannya.
Luna memasuki taxi, “ Ke Lixing Group pak” ucap Luna.
“ Baik nona.”
Lun menyandarkan kepalanya kebelakang dan memejamkan matanya sesaat sambil memijat keningnya. Setelah itu dia menghela nafas dan memalingkan wajahnya ke samping.
Dia memandangi jalanan dengan tatapan datar, lalu smirk terukir di bibirnya.
‘ Zhrttt ‘ponsel Luna bergetar.
Dia lansung mengeceknya.
“ Hyena?” gumam Luna.
Dia langsung mengecek we chat dari Hyena.
Saat membuka pesan ini, Luna langsung terkejut dan bangkit dari sandarannya.
“ Jelang Peresmian Proyek Pertama Sang Tunangan, Presdir Lixing Group Tertangkap Camera Sedang Makan Malam Romantis dengan Seorang gadis di sebuah Restoran Mewah di Amerika!!”
“**HEBOH! Presdir Lixing Group Khianati Sang Tunangan Kesekiankalinya.”
“ Diam-diam Mengencani Pebisnis Wanita Amerika: Tumbuh Besar di Amerika, Selera Presdir Lixing juga berubah.”
“ Telusuri wajah wanita di makan malam romantis Presdir Lixing: Diduga Masih Orang Asia**.”
Kemudian disusul dengan Platform berita lainnya yang Luna dapatkan dari teman-teman we cahatnya.
“ Huh...” ucap Luna tidak begitu peduli dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
Ketika itu ponsel Luna tidak henti-hentinya bergetar.
Pesan masuk ataupun pangilan dari teman-temannya. Luna sama sekali tidak memperdulikan apapun, bahkan dia tidak membuka berita itu. Melihat Platformnya saja dia sudah merasa jijik, apalagi membaca isinya.
Luna menghela nafas untuk tetap tenang kemudian dia mematikan ponselnya.
“ Hanya ini satu-satunya yang bisa membuat hidupku tenang saat ini” gumam Luna sambil memegang erat ponselnya.
__ADS_1
***
\= di Lixing Group \=
Luna telah sampai di perusahaan. Di sana telah banyak wartawan yang sedang berkumpul dan di cegah oleh pengawal dengan memberi pembatas pagar besi dan di sana pengawal juga berdiri.
Luna hanya menggelengkan kepalanya saat melihat wartawan dan pengawal yang saling dorong dan menggila setiap ada mobil yang datang.
“ Apakah Lixing sekarang menjadi perusahaan agensi artis? Huh, begitu ribut. Mereka berjuang di sini, sementara orang mereka cari entah dimana” gumam Luna. Karena dari pagi Luna sendiri belum bertemu dengan Mark.
Saat Luna turun dari taxi, para wartawan semakin menggila. Dari jarak yang cukup jauh, mereka melemparkan berbagai pertanyaan pada Luna.
Namun Luna tidak memperdulikan sama sekali, dia tetap berjalan dengan santai.
Luna malahan melemparkkan senyum pada semua wartawan itu.
Luna memberikan bagpapernya pada pengawal yang ada di depan pintu masuk dan menyuruhnya untuk mengirimnya ke rumah.
Luna langsung berjalan menuju lift. Luna berdiri dengan tenang menunggu lift itu terbuka.
‘ Ting ‘ pintu lift terbuka dan ternyata Mark dan Rangga berada di lift itu.
“ Mark..“ gumam Luna dengan masih berdiri.
“ Luna, apa kamu tidak mau masuk?” tanya Mark.
Luna tersenyum, lalu melangkahkan kakinya masuk.
“ Kamu dari mana?” tanya Mark.
“ Aku? Hemm.. aku dari luar”
“ Dia setenang ini, bahkan tak merasa bersalah sedikitpun. Hah, benar-benar tidak bisa di percaya” bisik Hati Luna.
“ Menemui siapa?”
Luna tersenyum sinis, “ Bukan urusanmu. Selama tidak ada skandal, aku bebas menemui siapapun. Kamu jangan menanyaiku seolah aku melakukan hal yang memalukan”
“ Apa kau cemburu?”
“ Mark apa kau benar-benar tidak tau cara menghdapi wanita di saat seperti ini?” bisik hati Rangga dengan kesal. Karena lagi-lagi dia berada di suasana yang mencekam antara Luna dan Mark.
Luna tersenyum, “ Cemburu?. Hahaha..bagaimana mungkin. Kau tenang saja, aku tidak punya rasa semacam itu padamu. Lagian ini bukan hal yang mengejutkan lagi.
Aku sudah memprediksinya sejak skandal pertamamu, di tambah dengan pengakuan beberapa vila yang kau punya dan ungkapan ‘AKU KAYA AKU BISA MEMUASKAN SEMUA KEINGINAN MEREKA’. Humm..” jawab Luna yang menohok.
‘ Ting ‘ pintu lift terbuka.
Luna langsung keluar dan berjalan dengan cepat menuju ruangan. Mark menyusul Luna sementara Rangga memilih untuk tidak masuk ke ruangan Mark, dia pergi ke ruangannya.
Saat di ruangan Luna langsung mengambil beberapa berkas.
Mark mendekati Luna, “ Luna, aku rasa kamu bukan orang bodoh yang bisa percaya dengan mudah atas isu tak mendasar dari media.”
Mendengar ucapan Mark, Luna langsung berhenti dari aktivitasnya.
“ Mark aku tidak mempermasalahkan sama sekali dengan siapa kau berkencan. Jadi tolong jangan berisik seperti nyamuk di telingaku. Itu benar-benar sangat mengganggu” ucap Luna mulai emosi.
“ Luna..”
“ Stop. Kamu jangan bicara lagi” potong Luna.
“ Apa kau tau? Dengan pemberitaan skandal kencanmu hari ini, bisa saja mengalihkan pemberitaan peresmian proyek peramaku besok.
Kau merusak reputasiku sebagai tunanganmu di mata publick, kau membuat orang menatapku dengan kasihan, membuat orang bergosip yang tidak-tidak tentangku” ucap Luna dengan matanya memerah.
“ Apakah ini harga yang harusku bayar, sebelum kau mengembalikan orangtuaku?, kau bahkan sudah mengambil cuiman pertamaku.
Kau benar-benar orang yang tidak pantas mendapatkannya. Terlepas dari benar atau tidak skandalmu, nyatanya kau tetaplah baj*ngan.”
Luna mengambil berkas dan tasnya lalu berjalan melewati Mark.
“ Kau mau kemana?” ucap Mark sambil menahan tangan Luna.
“ Aku ingin mengurusi urusanku.”
“ Aku berjanji padamu, akan membersihkan skandal ini dalam 3 jam. Kau percayalah padaku, ini hanyalah jebakan. Aku tidak akan membuatmu kehilangan muka, membuat orang menatapmu kasihan, membuat orang bergosip buruk tentangmu.
Tapi sebaliknya, aku akan membuat orang berdecek kagum padamu. Dan aku akan membuatmu berubah pikiran bahwa aku adalah orang yang pantas mendapatkanmu” ucap Mark menyakinkan Luna.
“ Maka buktikanlah” ucap Luna.
Luna melihat jam tangannya, “ Sekarang jam 16.36. Mari kita lihat di 19.36, apakah kau bisa membalikkan keadaan?”
“ Kau tunggu saja” sambil melepaskan tangan Luna.
“ Hah, kau lakukan saja sebisamu. Aku sama sekali tak ingin menaruh harapan, karena itu hanya akan menyakitkan” ucap Luna sambil berlalu pergi.
Saat Luna sudah sampai di luar ruangan, dia langsung menghela nafas panjang.
"Hufftt..prediksiku semakin kuat saja. Baiklah untuk selanjut, mari kita lihat dengan jelas siapa di balik semua ini" bisik hati Luna.
__ADS_1
Luna mengibaskan rambutnya, lalu berjalan dengan tenang.