TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PESTA UNTUK KEBERHASILAN PROYEK


__ADS_3

\= di Atap Apartement \=


Luna dan Hanny berbaring di atap apartement sambil memandangi langit malam tak berujung yang taburi bintang yang berkelab kelib dan cahaya bulan yang mempesona.


“ Menenangkan” ucap Hanny.


Luna hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Hanny.


“ Dia masih saja bersikap dingin. Entah apa yang membuat Moodnya buruk hari ini” bisik hati Hanny.


Lalu Hanny memutar kepalanya untuk melihat Luna yang berbaring di sampingnya.


“ Luna, adakah hal romantis yang kau impikan?” tanya Hanny tiba-tiba.


“ Untuk sekarang aku tak memikirkan hal romantis apapun.”


Hanny terdiam, kemudian dia kembali memandangi langit.


“ Baiklah. jika begitu maukah kau mendengar impianku?”


“ Tentu saja. ceritakanlah!”


“ Anak perempuan sering memimpikan hal seperti ini. Dimana dia merasa seperti bunga layu di kelilingi oleh semua orang-orang yang luar biasa. Lalu entah dari mana, muncul pangeran di atas kuda putih memanggil namanya lalu menariknya keatas kuda, mememgang bahunya dan menyentuh rambutnya dengan lembut lalu berjalan pulang. Tapi itu terlalu sempurna untukku.


Aku hanyalah bagaikan punguk yang merindukan bulan, memimpikan hal yang tak mungkin ku dapatkan” ucap Hanny.


Luna menatap Hanny.


“ Kakak, tidak ada yang namanya tidak mungkin selama kau berusaha. Cinderella juga tidak pernah bermimpi bisa hidup bersama pangerankan?, tapi buah kesabaran dan kelembutan hatinya membuat dia layak mendapatkannya.”


Mendengar ucapan Luna, Hannypun menatap Luna dengan senyum.


“ Kau benar. Luna ternyata kau benar-benar semakin dewasa, bahkan sekarang kau menasehati kakakmu ini.”


“ Perjalanan hidup mengajarkanku banyak hal. Karena aku sendiri sudah merasakan buah dari kesabaranku dari penantian yang tak pasti. Hanya bermodalkan kepercayaan pada hati dan orang yang hatiku pilih” Ucap Luna dengan senyum.


“ Dia memang gadis tangguh, dan berhati lembut. Dia selalu berhasil membuatku cemburu. Pantas orang tak bermoral merasa iri padanya hingga melakukan hal jahat padanya. Tapi dia sangat beruntung, karena dia mempunyai seseorang yang selalu melindungimy" Bisik hati Hanny.


Hanny kemudian memeluk Luna.


“ Karena Luna yang mengatakan, maka aku akan bersabar seperti yang dia katakan. Aku harap aku juga akan menuai hasilnya.”


“ Hahha,, kau pasti bisa. Tapi apakah kakak sudah ingin menikah? Tanya Luna penasaran.


‘ tak’ Hanny menjentik kening Luna.


" Kakak.. " ucap Luna sambil memegang keningnya.


“ Bagaimna aku akan menikah, jika pangeranku belum muncul” ucap Hanny kesal.


“ whattt? Seriously?” tanya Luna tak percaya


Hanny mengangguk kesal.


“ Aaa,, bagaimana bisa kakakku yang cantik belum bertemu pangerannya. Jadi apakah kata-katamu tadi bukan hanya perumpamaan? Jadi kau benar-benar menunggu pangeran yang datang entah dari mana?” tanya Luna.


“ Ya “ jawab Hanny singkat.


Luna menepuk kepalanya.


“ Aku harap kau tidak hanya terpaku dengan kata-katamu tadi. Akan lebih baik kau menemukan pangeran itu dulu” ucap Luna kesal.


Luna terus mengomel tiada henti karena mendengar Hanny yang tak punya pasangan, dia serasa tidak percaya.


Dia bahkan berkata ingin mengatur kencan untuk kakaknya itu. Di tengah omelan Luna, Hanny menatapnya dengan senyum bahagia.


“ Hanya ini yang bisaku lakukan. Melihatmu mengomel lebih baik dari pada melihatmu lesu dan bersikap dingin.” bisik hati Hanny


***


Jiang He menatap layar laptopnya dengan senyum kecewa lalu dia menutup laptopnya itu dengan kesal.


Ternyata yang di lihat adalah foto Luna dan Mark yang sedang berpelukan saat di taman bermain.


Dia menyandarkan dirinya di kursi seraya mengusap muka hingga rambut kepalanya ke belakang.


“ Apakah aku benar-benar tak bisa bersaing dengan Mark? kenapa bisa? Aku lebih dulu mengenal Luna dan aku selalu memperlakukannya dengan baik. Tapi kenapa, sekarang Mark terlihat lebih unggul dariku. Aku juga sudah melakukan banyak hal, tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil yang akurat.


Tapi aku tidak akan menyerah, cepat atau lambat aku pasti akan membuka topengmu, aku tidak akan membiarkan Luna jatuh pada orang sepertimu.” gumam Jiang He sambil menggenggam erat tangannya.


‘ zhhrrtt ‘ suara getar ponselnya menyadarkannya.


Dia langsung menghela nafas kemudian mengambil ponselnya yang berada di atas meja.


‘ Panggilan dari Nomor tak dikenal’


Jiang He, mengangkat alisnya lalu menjawab panggilan itu.


“ Halo “


“ Selamat siang tuan Jiang He, aku tau kamu sekarang pasti merasa sangat sakit hati. Maka bersyukurlah, karena aku menghubungimu” ( Suara seorang wanita )


“ Siapa kau?” tanya Jiang He dingin


“ Haha,, kau tidak perlu megetahui siapa aku. Tapi aku akan memberikanmu sebuah informasi menarik. Aku akan memberimu kesempatan untuk bisa mendapatkan wanita yang kau cintai. Tapi dengan syarat kau harus membantuku melakukan sesuatu”


“ Aku tidak butuh bantuannmu “


“ Benarkah? Aku mempunyai sesuatu yang menguntungkanmu dan jika kau setuju maka akau akan mengirimnya padamu”


“ Aku sudah bilang aku tidak membutuhkan apapun” sambil memutuskan panggilan.

__ADS_1


Sementara itu wanita yang menelvon Jiang He itu tersenyum sinis. Dia menggunakan topeng yang sama seperti orang yang menculik Hyena waktu itu.


Dia sedang duduk di kursinya sambil memandangi Jiang He di layar laptopnya. Kemudian dia mengambil menu email dan tetap mengirimkan sebuah folder pada Jiang He.


“ Setelah melihat ini, apakah kau masih bisa menolakku?” ucap wanita itu dengan senyum liciknya.


‘ zhrrttt ‘ ponsel Jiang He bergetar,


Dia langsung melihatnya


,


“ Hah, dasar” sambil membuka email yang dia terima tersebut.


Dan saat melihat apa yang di kirim wanita itu, pupil matanya lansung membesar dan dia menggenggam erat ponselnya dengan sorot matanya penuh kebencian.


***


Sore harinya Luna sedang berdiskusi dengan timnya karena ini sudah H-2 untuk peresmian proyek pertamanya. mereka diskusi dengan santai, karena semua konsepnya sudah final.


“ Selamat Nona, akhirnya semuanya berjalan dengan lancar dan proyek ini juga mendapat respon yang luar biasa dari publick” ucap mereka.


“ Terimakasih semuanya, ini juga berkat kerjasa sama dari semua yang terlibat” ucap Luna dengan senyum


Semuanyapun mengangguk mendengar ucapan Luna. Lalu tiba-tiba seorang karyawan wanita mengangkat tangannya.


“ Nona bagaimana jika kita merayakan lebih awal atas keberhasilan ini” ucapnya dengan semangat.


“ Wah,, itu ide yang bagus.”


Luna tersenyum, karena melihat antusias dari timnya.


“ Baiklah, jika semuanya setuju maka aku tidak akan menolak. Kalian bisa pilih tempat yang kalian suka.”


“ Sungguh, jika begitu kami akan memilih Club yang mewah. Burning Club bukankah club nomor satu saat ini. Bagaimana kita ke sana saja. Pasti akan sangat menyenangkan” ucap salah satu dari mereka


“ Iya, aku setuju” jawab yang lainnya.


Luna dan timnya lansung pergi menuju ke Burning Club dengan gembira.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di tempa tujuan. Para tim masuk dengan senang hati.


Sementara Luna tersenyum kecut, dia bukan berat hati untuk mentraktir timnya, hanya saja karena dia memiliki kenangan buruk di Club ini.


“ Semoga kali ini aku tidak sial dan tidak bertemu dugan rubah licik itu lagi” gumam Luna.


Demi kenyamanan bersama, Luna langsung saja menyewa ruangan Karaoke VVIP agar keamanannya lebih terjaga.


Tapi saat pelayan ingin mengantarkan mereka pada ruangan tersebut, Luna melihat Jiang He yang sedang duduk di meja Bar. Kemudian Luna memutuskan untuk menyuruh timnya duluan saja pergi dan dia akan menyusul.


Luna mendekati Jiang He dan duduk di sampingnya. Tapi Jiang He yang sedang memandang gelasnya sambil menggoyang-goyangkan gelasnya itu belum menyadari keberadaaan Luna. Lalu dia menyodorkan alkohor itu ke mulunya, tapi denga sigap Luna menahanya.


 


Jiang He terkejut dan langsung melihat Luna,


“ Luna, kenapa kamu bisa di sini?”.


“ Aku datang dengan timku, kami berniat untuk merayakan keberhasilan proyekku. Tapi siapa sangka aku melihat kakak minum-minum di sini” ucap Luna dingin.


“ Aku belum meminumnya, ini yang pertama, tapi kau sudah menahannya.” Jelasa Jiang He


“ Benarkah?” sambil mendekati Jiang He dan mengendus.


Melihat tingkah Luna, Jiang He tertawa


“ Luna, Luna sebenci itukah pada alcohol?”


“ Aku tidak membencinya. Tapi aku membenci orang yang menjadikan alcohol sebagai tempat pelarian dari masalahnya” tegas Luna.


“ Lalu apakah aku terlihat orang yang sedang bermasalah.”


“ Tentu saja. Kakak tidak bisa menipuku denga senyum yang di paksakan itu”


“ Humm, kau memang mengetahui banyak hal tentangku. Lalu bagaimana sekarang aku harus menghibur diri?”


“ Kakak bergabung saja dengan kami, untuk apa kakak minum sendirian tidak jelas di sini” sambil turun di kursinya.


“ Tapi bukankah itu akan merusak pesta kalian? aku orang luar.”


“ Hummm,, aku tidak yakin. Tapi aku rasa mereka akan senang, karena kakak adalah presdir CL Group” dengan senyum genit dan sambil menarik Jiang He. Dan Jiang He hanya bisa pasrah.


Beberapa saat kemudian Luna dan Jiang He sudah berada di lantai 3 dan kemudian mereka berjalan menuju ruangan yang Luna pesan.


“ Berapa banyak kalian yang datang? apa kau yakin mereka tidak akan terganggu?” tanya Jiang He memastikan.


“ Aduh,, Kenapa kakak jadi cerewet begini. Aku bisa menjamin meraka pasti akan senang.”


Jiang He melirik Luna curiga,


“ Hey Luna, apa kau berniat menjualku pada karyawanmu?” tanya Jiang He kesal


“ Mana mungkin aku melakukan itu”


“ Lalu kenapa ekspresimu sangat mencurigakan.?”


“ Karyawanku mengagumi kakak, mereka pernah bilang sangat ingin bertemu secara langsung dengan kakak. Begini bukan termasuk menjualkan?” tanya Luna polos.


Jiang He berhenti.


“ Luna,,, kau benar-benar tega ya”

__ADS_1


“ Bagaimana lagi. Ini sudah kewajibanku menyenangkan hati bawahanku. Mereka hanya ingin bertemu dan menyapa saja, mereka tidak akan memakan kakak. Kenapa kakak menanggapinya dengan kekanak-kanakan begini?” ucap Luna dengan mode merajuk.


Jiang He menghela nafas.


“ Baiklah baiklah. Qyo kita pergi” sambil berjalan duluan.


Luna tersenyum puas dan mengejar Jiang He.


“ Apa Mark ikut?” tanya Jiang He.


“ Mana mungkin dia ikut, ini hanyalah pesta perayaan karyawan saja. Lagian dimana posisinya sekarang saja tidak jelas.” Jawab Luna sambil membuka pintu.


Tapi alangkah terkejutnya, orang baru saja mereka bicarakan, sudah duduk di sana dengan arrogant. Dan semua mata langsung tertuju pada mereka berdua yang baru datang.


“ Kenapa dia bsa di sini? Kapan dia pulang dari New York? ” bisik hati Luna.


“ Kenapa berdiri saja. cepatlah duduk dan bergabung mereka sudah menantimu untuk memulai pesta” ucap Mark santai.


“ Ah iya iya “ ucap Luna dan lansung mencari tempat duduk dekat timnya.


Sorot pada Jiang He pada Mark terlihat tidak senang. Dia melangkahkan kakinya dan duduk di dekat Luna.


“ Wah,, kita sangat beruntung. Malam ini kita seruangan dengan 2 orang presdir tampan, bahkan aku sendiri tak berani membayangkan ini sebelumnya.”


“ Iya, meskipun mereka terlihat dingin. Mati kedinginan karena tatapannyapun tidak akan menyesal” bisik-bisk dari karyawan wanita.


Mark berjalan mendekati Luna, otomatis karyawan di samping Luna langsung bergeser dan Mark duduk di samping Luna.


Seperti biasa Luna selalu duduk dia antara pria itu, tapi Luna dan Jiang He duduk dengan berjarak. Karena walau bagaimanapun Jiang He akan tetap menjaga image Luna, dia tidak ingin orang-orang bergosip yang tidak-tidak tentang Luna.


“ Sekarang kita bisa mulai pestanya, tidak perlu canggung” ucap Mark.


Mendengar ucapan Mark mereka langsung bersemangat dan chers bersama tanpa segan lagi. Para karyawan terlihat senang mereka menimatinya.


Sementara Luna hnya meminum sedeguk , lalu Mark mengganti gelas Luna dan memberikan jus anggur.


“ Jangan di paksakan” ucap Mark lembut.


Luna mengambil jus anggur tesebut dengan senyum.


Tapi tiba-tiba saat itu Jiang He langsung berdiri dan dia mohon pamit, dia bilang ada hal mendesak yang harus dia urus.


Luna menanyainya tidak percaya dengan alasan Jiang He, tapi Jiang He berusaha meyakinkan Luna bahwa dia tidak bohong. Hingga akhirnya Luna membolehkannya pergi.


“ Yah sayang sekali “ keluh karyawan wanita.


“ Tenang saja, lain kali aku pasti akan bergabung dengan kalian” ucap Jiang He dengan ramah.


Mendengar ucapan Jiang He yang begitu lembut membuat semua orang meleleh dan mengizinkannya.


“ Tidak di sangka Presdir CL Group seramah ini. Aku tidak sabar menunggu saat dia bergabung lagi dengan kita” ucap mereka.


Setelah itu, mereka juga melakukan sebuah game dan bagi siapa yang kalah harus mimum.


Tapi setiap Luna kalah Mark selalu menggantikannya untuk minum, karena dia tau bahwa Luna tidak kuat minum. Setelah puas bermain mereka berkaraoke. Malam itu pesta cukup panjang dan menyenangkan.


Pesta sudah berakhir, semuanya sudah keluar. Sementara Luna dan Mark berada di dalam lift menuju lantai dasar.


Luna memandangi Mark,


“ Mark apa kau mabuk.” tanya Luna


“ Tidak” jawab Mark singkat.


“ Kau sudah minum begitu banyak, mana mungkin tidak mabuk” tanya Luna memastikan


“ Apa sekarang aku terlihat mabuk?” tanya Mark.


Luna hanya menggelengkan kepalanya.


Saat di bawah ternyata sudah ada Rangga yang menjemput mereka dan Rangga menyuruh Luna untuk menyerahkan mobilnya ke pengawal saja dan pulang bersamanya dan Mark.


Luna menurut saja, karena dia tidak yakin jika Mark baik-baik saja setelah minum banyak.


Dalam perjalanan, semuanya tenang dan hening.


“ Aku tidak menyangka kau akan bergbung dengan bawahanmu untuk pesta sekecil ini” ucap Luna memecahkan suasana.


“ Itu karena kau ada di sana” jawab Mark dan langsung ambruk ke pangkuan Luna.


" Eh "


Luna terkejut, kemudian dia melihat Mark yang sudah kehilangan kesadarannya.


“ Sudah mabuk begini, masih saja bilang tidak dan menahannya. Aku tidak percaya dia sekuat itu” ucap Luna.


“ Mark,, eh maksudku tuan muda memang begitu nona…”


“ Panggil saja dia seperti biasa, tak perlu segan denganku. Dan kau juga boleh memanggilku Luna. Aku sudah tau hubungan kalian” ucap Luna memotong kalimat Rangga.


“ Eh bolehkah?”


“ Tentu saja. sekarang lanjutkan kalimatmu tadi”


“ Baiklah. selama ini Mark tidak mempunyai kebiasaan mabuk yang buruk, dia bisa tahan minum banyak untuk beberapa saat. Tapi setelah itu dia akan ambruk seperti saat ini. Jadi tidak perlu khawatir, lagian ini juga tidak akan lama” jelas Rangga.


Mendengar ucapan Rangga, Luna tersenyum dan mengelus kepala Mark yang berada di pangkuannya.


“ Kalian sejak kapan pulang?” tanya Luna pada Rangga.


“ Baru sore ini. Karena mendengar nona dan tim berpesta, Mark langsung pergi menyusul.”

__ADS_1


Luna terdiam, dan memandangi wajah Mark.


“ Menyusulku tanpa istirahat, lalu minum banyak alcohol. Humm,, benar-benar tidak mencintai diri” bisik hati Luna dengan tangannya yang masih mengelus rambut Mark.


__ADS_2