TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PAKET HADIAH


__ADS_3

“ Segarnya,” ucap Luna yang baru keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambut panjangnya yang basah dengan handuk kecil.Kemudian diaberjalan menuju meja riasnya.


Di depan cermin Luna terus mengusap rambutnya, tapi pikirannya kembali mengenang moment bersejarah semalam, lalu dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Dia masih tidak menyangka dengan semua yang terjadi semalam, masih bagaikan mimpi baginya. Dimana awalnya hatinya menolak dengan keras untuk menikah, tapi dalam beberapa menit dia menerima lamaran Mark tanpa terbebani.


Di tengah sibuknya aktivitas tangannya, tiba-tiba pandangan Luna teralih pada sebuah amplop berwarna gold yang terlatak di atas meja riasnya. Dia ingat bahwa itu adalah dokumen yang di maksud oleh papanya, tapi malam itu Luna belum sempat untuk melihatnya.


“ Sebenarnya ini dokumen apa? aku merasa sedikit aneh saja dengan cara papa memberikannya dengan cara seperti ini .” rasa penasarannya mulai merajalela.


Luna meraih amplop itu dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih sibuk mengusap kepalanya.


‘ tok tok ‘ tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.


“ Nona apa saya boleh masuk?” tanya seorang palayan dari luar, sepertinya itulah suara pelayan Zhaon.


“ Aishh.. “ gerutu Luna sedikit kesal. Dia meras kedatangan pelayan tidak tepat saja, sehingga dia mengurung niatnya untuk membuka dokumen itu dan menaruhnya di laci lemarinya.


“ Masuklah!” jawab Luna sambil meletakkan handuk kecilnya, lalu dia mengambil Haidryernya.


“ Ada apa kak Zhaon?” tanya Luna saat mendengar pintu kamarnya sudah terbuka. Dia tidak menoleh sama sekali, dia sibuk membuka lilitan kabel hairdryernya.


“ Ini nona, ada buket bunga, buah dan kotak hadiah untuk nona.”


“ Hah?” Luna lansung berhenti dengan aktivitasnya, dia mengerutkan dahinya merasa heran. Kemudian dia langsung menoleh.


“ Ini?” Luna di buat terkejut dengan apa yang dia lihat hingga matanya terbelalak dan mulunya terbuka.


Bagaimana tidak Luna bereaksi seperti itu, sudah ada 3 orang pelayan yang barbaris dengan rapi. Pelayan Zhaon berdiri dengan tangan yang sudah penuh dengan 3 buah kotak hadiah yang mewah. Ukuran kotaknya juga berbeda, di mulai dari ukuran yang besar menengah dan juga ada kotak kecil yang imut. Kemudian pelayan kedua memegangi buket bunga mawar berwarna pink lembut super besar yang tingginya melebihi tinggi badan pelayan itu dan pelayang ketiga membawa 2 kerajang buah persik yang sangat menggoda. Ini benar-benar kejutan, di pagi hari sudah sambut dengan hadiah seperti pasti membahagiakan.


Pertanyaan siapa pengirim semua hadiah ini langsung mencuat seketika. Luna mengedipkan matanya beberapa kali, lalu dia meletakkan hairdryer yang di peganginya di meja riasnya.


“ Ini semua dari siapa?” sambil berjalan mendekati 3 orang pelayan tersebut. Rasa penasarannya menuntut untuk segera di puaskan.


“ Maaf nona, semua kado ini tidak ada nama pengirimnya. Kurir yang mengantarkan berkata si pengirim memintanya untuk merahasiakan.” Jelas pelayan Zhaon dengan lugas dan sopan.


“ Di rahasiakan?” Luna diam sejenak sambil mengambil kotak kecil di atas deretan kotak yang di pegangi pelayan Zhaon. Dengan sekali pandang Luna bisa menebak apa isi dari kotak yang di balut kotak itu.

__ADS_1


"Perhiasan?" gumannya tidak senang.


“ Aku belum pernah melihat kotak dengan pola seperti ini sebelumnya.” Bisik hatinya.


Luna terus memandangi kotak itu, bahkan dia memperhatikan kotak itu sampai ke bagian terkecil. Dia memperhatikannya sedetail mungkin. Setelah beberapa saat, Luna tidak menemukan petunjuk apapun.


Dia meletakkan kembali kota itu, kemudian dia melirik buket bunga mawar super besar itu. Sorot matanya menggambarkan seolah dia tidak begitu tertarik, meskipun dia alah wanita pencinta bunga mawar.


“ Nona apa mungkin ini dari tuan Muda.” Pelayan Zhaon mengemukakan kemungkinan dari pengirim semua hadiah ini.


“ Entahlah,” sambil menggelengkan kepala. “ Kalian letakkan saja semuan hadiah itu di di ranjangku!” perintah Luna, kemudian dia langsung beranjak untuk mengambil ponselnya.


“ Baik nona.”


Ketiga pelayan tersebut langsung meletakkan semuanya di ranjang Luna, lalu setelah itu mereka langsung pamit keluar dengan sopan.


“ Kenapa wajah nona terlihat tidak bahagia dengan semua hadiah ini?” bisik hati pelayan Zhaon dengan melirik Luna ketika dia menutup kembali pintu kamar Luna.


Seketika pikiran liarnya muncul, bayangan Luna dan bertengkar langsung terlintas dipikirannya.


‘ plak ‘ pelayan Zhaon menampar pipinya sendiri hingga membuat 2 temannya terkejut dan heran.


“ Zhaon, kamu kenapa?” tanya meraka sangat penasaran.


“ A haha. Tidak apa apa.“ sahut pelayan Zhaon denagn menggelengkan kepalaynya dan mengibaskan kedua tangannya. “ Ini hanyalah salah satu kebiasaaku ketika merasa pipiku gatal.” Jelasnya kepada 2 temannya yng tiba tiba yang mentapnya aneh.


Kedua temannya saling tatap merasa aneh, kemudian mereka menggelengkan kepala, lalu pergi duluan tanpa sepatah katapun pada Zhaon.


Merlihat reaksi temannya yang seperti mengaggapnya aneh, dia hanya tersenyum dan mengumpati dirinya atas kebodohannya dalam memberi jawaban.


***


Luna duduk di kursi sambil memegangi ponselnnya , dimana layar ponselnya yang menyala menampilkan panggilan pada Future Husband. Sementara matanya masih memandangi setumpuk kada dari pengirim misterius itu.


“ Drt “ tnada getar sebagia tanda Mark menjawab panggilannya memecahkan pandangannya. Luna segera menaruh ponselnya di telinga.

__ADS_1


“Hallo sayang,” Suara lembut Mark menjawab panggilan Luna.


Luna tersenyum tersipu malu, dia masih belum terbiasa dengan panggilan itu meskipun Mark sudah sering menggodanya dengan panggilan sayang. Begitupun dia juga menggunakan kalmat itu sebagai senjata untuk membujuk atau sekedar ingin menggoda Mark.


“ Ya Mark. Mark apa aku mengganggumu?.” Tanya Luna memastikan, karena selama ini dia tidak pernah menghubungi Mark di via telepon pagi pagi begini.


Mark langsung mengangkat sebelah tangannya yang bertaud dengan Keyboard. Dia mengerutkan dahinya sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Dia terlihat sudah rapi dengan stelan jasnya, hanya saja dia belum pergi ke kantor dan masih berada di ruang kerja di vilanya.


“ Sama sekali tidak, memangnya ada apa sayang?”


“ Syukurla. Hmm.. Mark apa kau mengirim hadiah untukku pagi ini?”


“ Hadiah? Aku tidak melakukannya. Memangnya kau menerima hadiah apa?”


“ Banyak, aku belum membuka kotaknya. Tapi juga ada buket mawar super big size dan 2 keranjang buah persik. Para pelayan bilang kurir yang mengantarkan ke sini juga tidak mengetahui siapa nama orang pengirimnya, orang tersebut minta untk di rahasiakan.”


“ Aish.. siapa yang mengirimi calon istriku kado sebanyak itu?”


“ Mana ku tahu. Aku memang selalu punya penggemar yang tak terduga.”


“ Sayang apa kau akan tergoda dengan penggemarmu itu hanya karena hadiah yang dia kirimi pagi ini?”


“ Mark.. kau pikir aku ini apa hah? Bagaimana aku bisa tergoda dengan yang lain sementara aku sudah punya kau sebagai calon suamiku.” Jawab Luna dengan suara merajuk yang manja.


“ Begitukah? Aku sangat senang mendengarnya.” Sambil tertawa. Mark sangat puas mendengar jawaban dari kekasihnya.


“ Baiklah, jika begitu aku tidak akan menyentuh semua hadiah ini. Aku mana boleh menerima hadiah sebanyak ini tanpa mengetahui pengirimnya.”


“ Itu terserah kamu, tapi apa kamu tidak penasaran apa isinya?”


“ Tidak. Untuk apa penasaran untuk hal yang tidak jelas begini. Mark jika begitu aku tutup ya, aku hanya ingin memastikan ini saja.”


“ Hemm.. sampai jumpa di kantor sayang.”


“ Iya.” kemudia Luna memutuskan panggilan.

__ADS_1


Setelah mengetahui hadiah ini bukan dari Mark, setumpuk hadiah di ranjangnya itu sudah bagaikan hal tumpukan beban baginya.. Luna memanggil kembali pelayannya dan menyuruh para pelayan untuk menyingkirkan semua hadiah itu.


Sementara itu senyum di bibir Mark masih saja lekat. Sikap Luna yang tidak peduli dengan hadiah misterius itu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Karena segala sesuatu yang masuk ke rumah Luna sudah di cek dan di pastikan kemanannnya oleh pengawal di gerbang. Jadi jika Luna menerimanyapu juga tidak akan masalah. Tetapi Luna menolaK hadiah itu dengan enteng, hal sederhana itulah yang membuat pagi harinya serasa lebih cerah.


__ADS_2