
‘ brakk’ terdengar suara pukulan pintu cukup keras dari luar.
“ Kau jangan berisik jika kau tak ingin di rantai dalam ruangan kecil ini.” teriak seorang penjaga dari luar.
“ Hiks Hiks” Hyena perlahan duduk di balik pintu penjara itu. Air mata yang tiada henti, Hyena menekuk kedua lutut dan memeluknya.
“ Kenapa berakhir seperti ini. Kenapa aku lagi-lagi yang tersiksa.” Ucap Hyena di sela tangis memilukannya itu.
***
Beberapa hari kemudian semua urusan perusahaan, baik EDDEN maupun Lixing sudah bisa di stabilkan kembali. Sunggug hari-hari yang menegangkan bagi Mark dan Luna, setelah pernikahan mereka langsung di hujami dengan berbagai masalah.
Pengantin baru yang biasanya melakukan perjalanan bulan madu setelah menikah, tapi tidak dengan mereka. Namun untuk bulan madu, juga bukan list terpenting bagi mereka saat ini.
Di depan gedung Lixing Group terlihat Luna yang keluar dari mobil. Dia tidak berpakaian kantor, karena dia benar-benar sudah bebas dari pekerjaan kantornya. Luna mengenakan gaun selutut dengan kombinasi warna putih dongker dengan detail bunga. Dan di luarnya Luna mengenakan mantel tebal berwarna dongker.
Luna memasuki gedung Lixing Group dengan elegant, dia di ikuti oleh satu orang pengawal di belakangnya. Setiap karyawan menyapa dan memberi hormat saat berpapasan dengannya. Begitupun Luna juga bersikap ramah dan penuh senyum pada karyawannya.
‘ ting ‘ Lift terbuka. Luna dan pengawal pria langsung keluar.
Tiga langkah dari lift Luna menghentikan langkahnya, yang otomatis juga menghentikan langkah pengawal di belakangnya. Luna berbalik badan menoleh pada pengawal.
“ Kakak pengawal, kamu cukup menemaniku sampai di sini saja. Sekarang kembalilah, nanti aku akan pergi bersama suamiku.”
“ Baik nona.” jawab pengawal tersebut dengan sopan. dia membungkuk memberi hormat sebelum beranjak pergi. Dengan senyum Luna memandangi punggung pengawal tersebut, kemudian dia melanjutkan langkahnya menuju ruangan sang suami.
Saat sampai di dekat ruangan Mark, sekeretaris Mark langsung menyambut Luna, menyapa Luna dengan ramah dan melayani Luna.
“ Argh.. biar aku sendiri saja pergi ke sana. Sekretaris Nina tidak perlu menemani saya.” Cegah Luna ketika sekretaris Nina terlihat akan menganntarkannya ke ruangan Mark.
“ Tapi nona..”
“ Tidak apa-apa. Sekretaris Nina pasti banyak pekerjaan, Lanjutkan saja pekerjaanmu.”
“ Baik nona. Jika begitu saya akan menyiapkan minuman saja untuk nona dan tuan muda.”
“ Tidak perlu juga. Kami juga akan segera pergi keluar.”
“ Eh, sungguh nona saya tidak perlu menyiapkannya?”
“ Iya, kenapa cerewet sekali.” Luna tampak tergelak melihat kecanggungan sekeretaris Nina, padahal sebelumnya dia juga sudah pernah berinteraksi dengan Luna saat konferensi pers. Dengan sekretaris Nina lah saat itu Luna bekerjasama, baik mengenai jadwal bahkan mengatur kursi untuknya untuk konferensi itu.
“ Sekarang duduklah. Dan lanjutkan pekerjaanmu.”
__ADS_1
“ Baik nona.” sekretaris Nina memberi hormat dan kembali ke mejanya. Saat sampai di mejanya sekeretris Nina langsung mengusap dadanya dan melirik Luna yang melanjutkan langkahnya.
“ Oh nona Luna, aku bena-benar mengidolakanmu hingga gugup seperti ini.”
Saat sampai di depan ruangan Mark, Luna sedikit berdehem sebelum mengetuk pintu.
“ Tuan Muda, boleh saya masuk.” Ucap Luna setelah mengetuk pintu. Dia berencana untuk sedikit menggoda Mark dengan ini.
“ Masuklah.” Suara Rangga terdengar dari dalam.
“ Aish.. ternyata ada Rangga. Kenapa aku bisa lupa jika Mark punya orang yang selalu di sampingnya selain aku.”
Luna membuka pintu, di dalam dia melihat Mark dan Rangga seperti baru selesai diskusi.
“ Luna kau datang tepat waktu. Aku benar-benar sudah muak berdiskusi dengannya.” Tunjuk Rangga pada Mark dengan gerak matanya, sementara tangannya sibuk memberesi dokumen di atas meja.
“ Sungguh? Atau aku menganggu diskusi kalian?” Luna berjalan menuju sofa.
“ Tidak sama sekali. Aku..”
“ Rangga kau masih mau banyak bicara? Atau aku menambah bebanmu saja agar tidak bicara lagi.” ancam Mark sorot mata tajamnya.
Rangga langsung diam menatap Mark dengan kesal.
“ Memamng kejam, huh. Baiklah jika begitu aku pergi dulu. Kau jaga baik-baik istrimu Mark Rendra.” Rangga berucap sambil berjalan menuju pintu di sertai dengan lambaian tangannya.
Bibir Luna tanpa sadar mengukir senyum melihat pemandangan ini, baginya ini hangat, hubungan persahatan yang sangat manis. Dia gagal dalam persahabatan, namun suaminya memiliki hubungan persahabatan yang begitu manis hingga membuat Luna selalu iri.
“ Sayang jangan membuatku cemburu.” Ucap Luna setelah Rangga keluar.
“ Apakah istriku cemburu pada temanku sendiri?” Mark mendekati Luna dan duduk di sampingnya.
“ Iya” jawab Luna sambil menganggukkan kepalanya. “ Aku sangat iri dengan pertemanan kalian.” lanjut Luna.
Mark tersenyum, lalu mengusap pipi Luna, kemudian menarik Luna dalam pelukannya. Dia sangat paham bagaimana perasaan istrinya.
“ Sayang, apapun yang aku punya itu juga milikmu. Jadi semua teman-temaku juga adalah temanmu. Mereka akan memperlakukanmu, sebagaimana mereka memperlakukan ku. Jadi jangan sedih.” sambil mengusap rambut Luna dan mencium puncak kepala Luna.
***
Di tepi pantai di musin dingin ini, tampak Mark dan Luna sedang berdiri menikmati terpaan angin pantai yang pastinya sangat dingin. Namun Luna terlihat sangat menikmatinya. Dia memejamkan matanya seraya merentangkan kedua tangannya.
Sekarang mereka sudah berganti pakaian santai untuk menikmati musim dingin. Mantel couple yang tebal, sarung tangan dan Luna mengenakan topi rajut yang imut.
__ADS_1
“ Luna istriku, terimakasih untuk semuanya. Terimakasih sudah mewarnai kembali hidupku yang sempat monokrom. Terimakasih telah mewarnainya dengan sangat indah.”
Mark terus memandangi wajah Luna yang lembut dan cantik. Wanita ceria yang keras kepala ini, benar-benar telah mebuatnya tergila-gila.
Luna menghela nafas panjang, lalu membuka matanya. “ Sayang ini benar-benar menyenangkan.” Ucap Luna dengan ceria sambil menoleh pada Mark.
Mark tersenyum lalu menarik Luna lebih dekat. Mark membuka dan mengembangkan mantelnya, menarik Luna dalam pelukannya dan membalut Luna dalam mantelnya.
Pemandangan yang sangat manis, melindungi dang saling menghangatkan.
Luna mendongakkan wajahnya, menatap siluet wajah pahat Mark yang sempurna. Begitupun Mark juga menatap lekat wajah cantik Luna. cukup lama saling menatap, hingga Luna dengan usilnya meniup wajah Mark, hingga menimbulkan gelak tawa keduanya.
“ Sayang, kau menggodaku ya?”
“ Sayang kenapa setiap yang ku lakukan kau katakan menggodamu? Memangnya ada berapa jurus menggoda menurutmu? Humm?” ucap Luna gemas hingga menjinjitkan kakinya untuk mencium bibir Mark. mmucah mmuach mmuach cium tiga kali.
“ Hei hei.. lihatlah. Aku belum menjawab tapi kau malah menggodaku lagi.”
“ Hahaha..” Luna menanggapi Mark dengan tawanya.
Dengan posisi berpelukan yang epic, Mark ikut tersenyum melihat Luna yang tertawa. Lalu tiba-tiba suasana hening sejenak.
Mereka saling bertatapan penuh cinta, perlahan Mark mencium bibir indah Luna, begitupun Luna memejamkan matanya untuk menikmati ciuman mereka yang semakin lama semakin dalam. Hembusan angin pantai yang sangat dingin benar-benar sudah tidak terasa lagi. Mareka telah hanyut dalam gairah cinta yang menghangatkan.
“ Bertemu di suatu tempat dengan tak terduga. Sempat saling membenci dalam waktu yang cukup lama. Sekarang kau dan aku telah menjadi kita. Betapa menakjubkannya takdir kita ini.” Luna.
.
.
END
.
.
Nantikan Season 2 nya ya..
ceritanya akan tetap di lanjutkan di sini. Jadi tetap aktifkan notifikasinya ya. Terimakasih sudah mengikuti kisah Mark dan Luna sejauh ini.
Oh iya, ini kebiasaan reader nih, kalo aku up lebih dri 1 eps yang di like cuma eps terakhir doang. Hiks, sedih tau.
Sekarang gini deh, bagi yang merasa belum like coba balik lagi ke atas dan like yah.
__ADS_1
jujur like dan koment dari kalian sangat berarti buat aku. Bisa buat aku lebih semangat lagi nulisnya. hehe
Sampai Jumpa di season selanjutnya..