TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
2 Juta U$D


__ADS_3

Luna menscrol layar ponselnya, di lampiran berikutnya ada sebuah video. Dia sangat penasaran dengan isi vidio tersebut, tapi dia harus menahannya.


Luna meletakkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Dia berusaha untuk tenang agar pelayan yang ada di sana tidak mencurigainya.


Dia mengambil nafas dalam untuk mengatur emosinya, lalu dia menghabiskan sisa air putih di gelasnya.


“ 2juta USD? “ bisik hati Luna.


Luna mengambil tasnya dan berdiri.


“ Saya sudah selesai sarapan, kalian bisa membereskannya. Bi Ina, jika Mark pulang dan menanyaiku tolong katakan padanyanya, aku pergi ke makam kakek dan mungkin akan menyinap di tempat bibi di sana. Dan sampaikan agar tidak menggangguku. Aku ingin sedikit menenangkan diri” ucap Luna dengan ramah pada pelayan.


“ Baik nona.”


Luna langsung pergi keluar dan memasuki mobilnya yang sudah di siapkan oleh pengawal.


Luna melajukan mobilnya dengan tenang. Setelah jauh dari lungkungan rumahnya Luna berhenti di sebuah minimarket.


“ Mark mengirim mata-mata untukku, jadi aku harus bisa mengelabuinya. Tapi pertama-tama aku harus melihat video yang yang mereka kirim” gumam Luna.


Luna memasuki minimarket tersebut dan mencari tempat yang aman untuk dia melihat video. Tapi minimarket lumayan ramai, akhirnya Luna memutuskan berpura-pura untuk minta izin menggunakan toilet pada kakak kasir minimarket tersebut.


Luna pergi ke toilet dengan cepat, setelah merasa aman Luna mengambil ponselnya. Dia memasang earpods dan langsung melihat isi video tersebut.


‘ star ‘ video melai di putar.


Di video tersebut terlihat Hyena sedang di tampar dan di jambak dengan kasar, Hyena terlihat sangat kesakitan.


Luna menutup mulutnya dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


‘ zhrrtt ‘ ponsel Luna bergetar dan itu adalah panggilan tak di kenal.


Luna langsung bergegas menjawabnya.


“ Nona Luna, apa anda sudah melihat vidionya?”


“ Kalian jangan sakiti Hyena lagi . Aku akan membawakan uang yang kalian minta” pinta Luna.


“ Haha,, ternyata dia benar-benar penting bagi anda nona, sehingga mau mengeluarkan uang sebanyak itu deminya.”


“ Kalian jangan banyak bicara lagi. Katakan saja kemana saya akan mengantar uangnya!” dengan dingin.


“ Nona sangat tidak sabaran sekali. Baiklah, nona datang saja ke pabrik SW di sana akan ada orangku yang akan menunggu nona. ingat nona jangan sampai melibatkan siapapun. Jika sampai nona melaporkan atau melibatkan orang lain, maka nyawa teman nona akan segera melayang” ancamnya.


“ Hah, jadi kalian tidak akan membawa Hyena nanti?, apa kalian pikir aku bodoh?”


“ Nona, kami akan memastikan dulu apakah uang yang anda bawa cukup dan anda benar-benar tidak melibat siapapun. Jika semuanya aman, maka kami akan langsung menyerahkan teman nona.”


“ Aku hanya gadis lemah kenapa kalian seketat itu. Aku akan membawa uang sesuai dengan nominal yang kalian minta. Dan aku tidak akan melibatkan siapapun.”


“ Nona anda tidak perlu tawar menawar dengan kami. Lakukan saja sesuai dengan yang kami minta! Kami memberimu waktu hingga jam 8 malam. Kau harus sampai dengan uang yang kami minta” sambil memutuskan panggilan.


“ Cih,, sial. Orang ini benar tidak main-main. Hyena tunggu aku, aku pasti akan menyelamatkanmu.”


Luna menghubungi seseorang dengan nama


‘ Ma Twin Hanny‘ di ponselnya.


“ Kak, aku butuh bantuanmu. Kita bertemu di toko baju LianLian.”


“ Baiklah” jawab wanita itu.


Luna menutup telvonnya dan kembali ke minimarket. Di sana Luna membeli beberapa minuman dan juga makanan. Setelah itu Luna kembali ke mobil dan melajukan mobilnya menuju toko baju yang dia maksud.


***


\= di Toko Baju LianLian \=


Luna memilih pakaian kasual dan simple bersama dengan Hanny. Hanny memang memiliki sedikit kesamaan dengan Luna dari postur tubuh dan gaya fashionnya, oleh karena itu dia memberi nama Ma Twin Hanny di ponselnya.


Setelah selesai memilih, Luna dan Hanny langsung masuk ke ruang ganti.


Beberapa saat kemudian mereka keluar. Luna mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru dia beli. Sementara Hanny menggunakan pakaian Luna. Hanny juga memakai rambut palsu yang sama persis denga Luna, sehingga membuat dia memang seperti Luna.


“ Luna apapun yang kamu lakukan, aku harap semuanya berjalan dengan lancar” ucap Hanny sembari memegang tangan Luna.


Luna tersenyum, “ Maaf ya kak, aku belum bisa menceritakannya pada kakak untuk sekarang” sambil memasang kacamata hitamnya.


“ Tidak apa-apa. Humm, apakah aku benar-benar sudah terlihat sepertimu” sambil melihat dirinya di kaca.


“ Tentu saja. Kak aku pergi dulu ya. Kakak harus hati-hati. Aku sudah menghubungi bibiku, dia pasti akan menyambutmu dengan baik.”


“ Baiklah. Aku pasti melakukan peranmu dengan baik.”


Mereka berpelukan dan saling bertukar kunci mobil.


Luna keluar duluan, dia memakai topi baret dan kacamata hitam yang membuat penampilannya sangat berbeda. Luna memasuki mobil Hanny.


Luna mengaktifkan earpodsnya.


“ Kak Hanny sekarang keluarlah. Kau pergi duluan. Aku akan melihat apakah mata-mata itu benar-benar berhasil kita kelabui.”


“ Baiklah.”


Hanny langsung keluar dari toko, dan memasuki mobil Luna. Dia melajukan mobil Luna menuju rute yang telah di atur oleh Luna. Dan sesaat kemudian mobil mata-mata Luna juga mengikuti Hanny.


“ Kak kita berhasil. Dia sudah mengikutimu. Terimakasih sudah mau membantuku, sekarang aku akan menutup tevonnya.”


“ Jangan sungkan padaku. Kau berhati-hatilah.”

__ADS_1


“ Pasti. Akan menjaga diriku dengan baik. Bye” Luna memutuskan panggilan.


“Hufftt,, semuanya berjalan dengan baik” ucap Luna lega.


Luna melihat jari manisnya yang kosong, Luna melepaskan cincin tunangannya dengan Mark dan menyuruh Hanny yang memakainya. Karena dia merasa di cincin itu ada sistem GPSnya, oleh karena itu dia selalu melepaskannya bila dia pergi diam-diam.


“ Kak Hanny jaga cincin itu untukku. Huftt,,, Sekarang aku harus mengambil uang” gumam Luna, lalu melajukan mobilnya.


***


 


\= Badara international Beijing \=


Dari kejauhan seorang wanita melambaikan tangannya.


“ Rangga” panggi Janneth.


Ranggu juga melambaikan tangannya dengan senyum yang terukir di bibirnya.


Saat Janneth sudah dekat, Rangga menyambutnya dengan hangat.


“ Welcome to China Janneth”


Janneth tersenyum, “ Akhirnya aku berkujung ke sini.”


“ Bagaimana perjalananmu?”


“ Menyenangkan. Aku menikmatinya”


“ Maafkan kami telah merepotkanmu”


“ Tidak apa-apa. Aku senang bisa membantu kalian. Setelah melihat foto yang kau kirimkan aku semakin semangat untuk datang ke sini. Aku ingin melihat wanita itu lagi secara langsung” dengan bersemangat.


Pengawal membantu Janneth membawakan kopernya.


Janneth dan Rangga bercerita degan akrab sambil berjalan menuju keluar dari bandara.


***


Mata-mata yang mengkituti mobil Luna merasa aneh. Karena mobil Luna sepertinya bukan pergi ke kantor. Dia mengambil ponselnya dan menelvon Mark.


‘ tuut tuut ‘


“ Kemana Luna, kenapa dia belum datang ke kantor? Ini sudah jam setengah 10” bentak Mark ketika menjawab telvon.


“ Aishh,, itu yang mau aku katakan padamu. Aku sedang mengikutinya, dia tidak pergi ke kantor.”


“ Dia tidak menuju kantor?” tanya Mark heran.


“ Tidak. Sekarang dia ke arah jalan Xx. Dia tidak memberitahumu sama sekali? Huh, benar-benar kasihan” ejeknya.


Mark melakukan panggilan ke rumah.


‘kring kring’ terlvon rumah berdering dan bi Ina bergegas untuk pergi mengangkatnya.


“ Halo,,”


“ Bi Ina, apa Luna ada mengatakan dia akan pergi kemana hari ini?”


“ Nona Luna, tadi bilang dia ingin pergi ke makam kakeknya. Dia bilang akan menginap di tempat bibinya yang ada di sana. Dan nona juga berpesan, agar tuan tidak mengganngunya kerena dia ingin menenangkan diri” jawab bi Ina dengan ada merasa segan, dia takut sikap Luna akan menyinggung Mark.


“ Baiklah, saya paham” Mark langsung memutuskan telvonnya.


“ Eh, apakah tuan marah?” gumam bi Ina merasa bersalah.


Mark melempar ponselnay di meja.


“ Luna kenapa pergi mendadak, bukankah hari ini seharusnya kau bersamaku selama 24 jam? Huh,, ternyata aku gagal mengerjainya hari ini” ucap Mark merasa kecewa.


Mark mengotak atik laptopnya dan melihat dimana posisi Luna. Ternyata memang benar, bahwa cincin itu ada sistem GPSnya.


“ Baiklah, aku hanya bisa memantaumu lewat ini. Luna ke makam kakeknya, Hyena juga sudah pergi ke tempat kerabatnya. Semua ini bukankah terlalu kebetulan?” Mark mulai merasa aneh.


“ Ah sudahlah, aku selalu memantau keduanya. Mereka tidak ada keterkaitan, mereka pergi tempat yang jauh berbeda” Mark berusaha untuk berfikiran positif.


***


Luna sudah sampai di sebuah bangunan yang terlihat sederhana saja. Bagunan itu terlihat sepi, tapi di setiap sudutnya selalu ada orang yang menjaga.


Luna mengambil tasnya dan keluar dari mobilnya.


Luna mendekati pengawal yang berjaga, dia memperlihatkan sebuah karti BlackGold pada pengawal tersebut sehingga dia di perbolehkan masuk.


Bagunanan yang terlihat biasa di luar. Tapi siapa sangka ternyata di dalamnya terlihat sangat mewah. Luna pergi ke Resepsionis dan melakukan sebuah pencatatan.


“ Sudah lumayan lama tuan dan nyonya Aliester tidak berkunjung, sepertinya mereka memang menikmati perjalan mereka mengelilingi dunia” ucap kakak resepsionis itu.


Luna merespon ucapan kakak itu hanya dengan senyuman dan mengangguk.


Setelah selesai melakukan pencatatan, orang resepsionis mempersilahkannya masuk dengan ramah.


” Silahkan masuk nona”


“ Ya, terimakasih” Luna lansung pergi menuju tempat tujuannya.


Luna terus berjalan memasuki sebuah lorong, dan pada sebuah pintu yang bertuliskan


’ LA01’ Luna berhenti di sana.

__ADS_1


Luna mengambil nafas panjang lalu menggesekkan kartunya dan pintu itu terbuka.


Luna masuk, lalu pintu itu tertutup secara otomatis.


Di dalam ruangan tersebut sangatlah mewah, kursi, meja memiliki ukiran yang unik, serta juga banyak miniatur-miniatur unik.


Luna mendekati rak deretan miniatur bunga mawar merah menyala, lalu menekan sebuah tombol kecil di balik rak itu. Kemudian rak itu langsung bergeser ke samping dan memberikan ruang seukuran pintu.


Jika di lihat sekilas itu hanya seperti dinding biasa saja. Luna menempelkan tangannya seperti sebuah kode, lalu tiba-tiba dinding itu terbuka. Luna masuk, di dalamnya hanya ada sedikit cahaya remang remang.


Kesan ruangan tersebut sangatlah mewah, semuanya tertata rapi, tapi ruangan itu sudah sedikit berdebu, karena biasanya hanya papa dan mamanya yang memasuki dan juga merawat ruagan itu.


Luna mendekati lukisan bunga mawar merah menyala yang terpajang di dinding. Lukisan itu berukuran lumayan besar.


Lukisan itu sangat indah, tapi juga terkesan goresan warnanya terkesan penuh misteri.


Luna menekan tombol di belakang bingkai lukisan terebut. Tiba-tiba lukisan tersebut langsung bergeser ke samping dan dibaliknya ada sebuah brankas.


Luna mengambil nafas dalam.


“ Pa, ma akhirnya Luna memasuki ruangan ini juga, uang tidak bisa menebus kalian pada Mark. Pa, ma Luna akan gunakan sedikit dari uang ini untuk menebus Hyena. Maafkan Luna, jika Luna terkesan lebih memperdulikan Hyena. Tapi percayalah, Luna akan melakukan hal yang sama jika uang ini bisa menyelamatkan kalian. Bahkan Luna akan menyerahkan semua yang ada di dalamnya, jika memang bisa menyelamatkan kalian. Tapi sayangnya tidak bisa ” ucap Luna dengan nada lirih.


Luna langsung memasukkan kode untuk membuka brankas tersebut.


‘ tik ‘ brankas tersebut terbuka. Di dalamnya terdapat begiu banyak emas batangan, perhiasan dan juga uang Dolar dan juga mata uang yuan.


Luna mengambil koper dan memasukkan uang sejumlah 2juta USD.


Setelah selasai menyusun uang 2juta tersebut, Luna langsung keluar dan langsung kembali kemobilnya.


Saat sampai di dalam mobil Luna langsung meletakkan koper itu di kursi di sampingya. Lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


“ Ini pertama kalinya aku melakukan hal seperti ini. Biasanya aku melihat tindakan penebusan seseorang dengan uang hanya di film dan drama saja. Tapi siapa sangka, hari ini aku sendiri mengalaminya


Hmm,, tapi jika di pikir-pikir kenapa orang itu hanya meminta 2juta USD saja? padahal jika orang lain melihat statusku sebagai Putri Aliester di tambah dengan statusku sebagai tunangan Mark Rendra dimana Lixing Group semakin Berjaya sejak masa jabatannya. Seharusnya orang seperti mereka akan meminta lebih banyak.


Huh, mereka seperti tahu keadaanku saja, bahwa sebenarnya aku tidak punya apa-apa. Warisan dari kakek, dari awal aku tak pernah ingin menyentuhnya. Jika ada kesempatan, aku akan membayar kembali uang 2juta USD ini”


Luna melihat jam tangannya,


“ Jam 11, perjalanan ke Pabrik SW memakan waktu 6 jam. Baiklah, aku hanya punya kesempatan 1 kali berhenti untuk makan siang” Luna memasang sabuk pengamannya, lalu memakai kacamatanya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


***


Jam menunjukkan pukul 13.15 siang.


Hanny sudah sampai di makam kakek Luna. Dia memakai kaca mata hitamnya dan membawa mengambil buket bunga yamg ada di sampingnya. Hannyi keluar dengan rilex,


“ Aku tidak boleh terlihat mencurigakan. Aku memang harus terlihat santai seperti Luna” bisik hatinya.


Hanny mengambil nafas dalam dan melangkahkan kakinya menuju makam kakek Luna.


Saat Hanny sampai dia melihat juga ada buket bunga yang terlihat juga masih sangat baru. Hanny melihat ke sekelilingnya, siapa yang baru saja berkunjung, tapi dia tidak melihat siapapun.


“ Siapakah yang baru berkunjung? Huh, buat penasaran saja, jika saat ini aku tidak menyamar sebagai Luna, aku pasti akan mencarinya. Orang itu pasti belum jauh dari sini” gumam Hanny.


Hanny berdiri lebih dekat, lalu dia meletakkan buket bunga tersebut di atas makam.


Hanny duduk bersimpuh.


“ Halo kakek, aku Hanny. Apakah kakek masih mengingatku?, Aku adalah orang asing yang sudah di anggap seperti keluarga sendiri oleh Luna cucu kakek.


Aku merasa beruntung punya saudara seperti Luna, aku benar-benar menganggapnya seperti adikku sendiri.


Haha,,sudahlah kakek pasti mengingatku bukan?


Kakek hari ini aku datang menggantikan Luna, tapi bisa kau lihat bukankah kami terlihat mirip? Aku yakin sebelum aku memperkenalkan diriku, kau pasti mengira aku adalah Luna” sambil melepaskan kacamatanya.


Hanny terus berbicara dengan suara pelan di makam kakek Luna, dia mengatakan banyak hal. Dia seperti orang yang juga sudah sangat merindukan kakek Luna. Dia bercerita hingga tanpa sadar air matanya menetes.


Sesaat kemudian Hanny menyadari ada orang yang memperhatikannya dari belakang. Dia sudah menebak bahwa itu adalah mata-mata yang di maksud oleh Luna. Dia kembali menggunakan kaca matanya, lalu berdiri dan memberi hormat.


“ Kakek aku pergi dulu, besok pagi sebelum kembali ke Beijing aku akan singgah ke sini unuk menyapa kembali.”


Hannyi berjalan menuju mobilnya dan pergi ke tempat bibi Luna.


***


\= di CL Group \=


Pukul 16.49 sore.


Jiang He yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya tiba-tiba berhenti. Dia mengambi ponselnya dan memilih kontak Luna dan melakukan panggilan.


 


Tapi nomor Luna langsung tidak bisa di hubungi, Jiang He melakukannya berkali-kali tapi juga tidak bisa. Hatinya menjadi semakin gelisah, lalu dia juga mencoba untuk menghubungi Hyena dan panggilannya pada Hyena juga tidak tersambung.


Raut wajah Jiang He langsung berubah. Dia langsung pergi keluar meninggalkan ruangannya, dia menaiki Lift dan menekan lantai dasar yang menuju ke parkiran.


Saat itu dia juga mencoba untuk menghubungi Mark.


‘tuuut tuut’


Jiang He sudah melakukan 5 kali panggilan pada Mark. Tapi Mark tidak mengangkatnya, karena dia sedang berdiskusi dengan Key, Rangga dan Janneth di sofa.


Sementara ponselnya berada di meja kerjanya yang jaraknya memang lumayan jauh dari sofa itu, Apalagi saat itu ponselnya dalam mode diam. Jadi wajar mereka tidak mengetahuinya.


“ Sial, ada apa ini?, kenapa perasaan ku merasa tidak tenang, aku mengkhawatirkan Luna. Awas saja kau Mark, jika terjadi apa-apa pada Luna, aku akan membalasmu” dengan penuh kemarahan.

__ADS_1


__ADS_2