TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU
PAGI HARI


__ADS_3

Malam telah berganti siang. Di luar sana mobil pembersih salju sedang bekerja, membersihkan salju yang mulai menebal menutupi jalan dan sekitarnya.


Sementara itu di dalam kamar hotel yang hangat Mark sudah bangun, mendapati Luna yang masih memeluknya dengan erat. Senyumnya merekah, membuat dia merasa benar-benar sangat di cintai.


Mark melepaskan pelan pelukan Luna, menarik selimut dan meyelimuti Luna yang masih terlelap. Melelahkan memang, melewati pesta seharian di tambah drama sebelum tidur semalam.


Mark kembali berbaring di samping Luna, menatap lekat wajah cantik istrinya. Menyenangkan bukan, saat bangun tidur di sambut oleh wajah orang yang di cintai. Ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa di bandingkan dengan apapun.


“ Luna kau tahu betapa sangat bahagianya aku memilikimu.” Mencium kening Luna dengan Lembut.


Luna menggeliat, lalu menarik selimutnya hingga menutup seluruh tubuhnya, hanya ujung rambutnya yang terlihat.


Mark mendengus senyum, lalu menepuk-nepuk lembut bahu Lun, karena masih saja menggeliat di balik selimut itu.


Terbesit kebanggan di hatinya, ternyata pelukannya memang lebih menghangatkan dari selimut ini. Semalaman tanpa selimut, Luna tidur tanpa protes sedikitpun dalam pelukannya.


Ponsel Mark bergetar, hingga membuyarkan pikiran manisnya pagi ini. Dengan cepat meraihnya, takut suara itu akan mengganggu tidur lelap istrinya.


“ Kak Louis?” gumam Mark saat melihat layar ponselnya. Dia beringsut dan turun dari ranjang. menjauh untuk menjawab panggilan itu.


“ Ya kak, ada apa?” jawab Mark saat dia sudah berada di ruang santai.


“ Mark aku sudah di depan kamarmu. Ada hal penting yang ingin ku tunjukkan padamu.” suara Louis terdengar gusar. sepertinya memang sangat penting.


“ Baiklah. aku akan membuka pintu.”


“ Maaf sudah mengganggumu.” Ucap Louis sebelum menutup telvon tersebut. Mark tersenyum tipis, kakak yang selalu rela melakukan apapun untuknya, menyanyanginya meskipun tidak ada ikatan darah diantara mereka.


Mark meletakkan ponselnya di meja. Lalu berjalan membuka menuju pintu.


“ Hai Mark.” Louis melemparkan senyum khasnya sambil melambaikan tangan. Tapi seketika dia terfokus pada baju tidur yang di gunakan.


“ Pfft.” Dia menahan tawa lalu memingkemkan bibirnya.


“ Apa tidak masuk?” suara kesal Mark, berbalik badan dan jalan duluan.


“ Haha.. maafkan aku. Tapi sejak kapan kau menggunakan baju tidur seperti ini?” mengikuti Mark dengan cepat.


“ Cih, apa ini sangat lucu bagimu?” Mark menuju ke mesin pembuat kopi dan menyalakannya.


“ Tentu saja. ini pertama kalinya. Kau di atur oleh istrimu? Istrimu memang luar biasa, bisa menjinakkan harimau sepertimu. Bagaimana bisa harimau sepertimu menaruh kelinci di dadanya.” sambil tertawa dan duduk di sofa.


“ Harimau? Jadi kau menganggap adikmu ini harimau?” memutar leher , menatap tajam Louis, sementara tangaannya bekerja mengeluarkan kopi yang sudah siap.


“ Jadi kau tidak suka? Jika begitu beruang kutub juga cocok.“ Louis semakin terkekeh dengan gurauannya.


“ Lalu kau ini srigala? Apa tidak ada manusia yang di pelihara paman Gu selama ini?” Mark meladeni gurauan sang kakak. Tertewa kecil sambil membawa 2 cangkir kopi.


“ Memangnya kau yakin paman Gu itu manusia? Dia itu macan.” Tawa lepas di ujung kalimatnya. Begitupun Mark juga tertawa, terhibur dengan gurauan kecil dari Louis di pagi hari ini.


“ Minumlah.” mengulurkan secangkir kopi hangat. “ Terimakasih. “ Louis langsung meminumnya sambil melirik wajah Mark.


“ Mana Luna?” melatakkan cangkirnya, Louis menoleh ke arah jalan menuju kamar.


“ Dia masih tidur. Sangat menggemaskan bukan? Dia tidur dengan nyeyak.”


“ Mana aku tahu bodoh.”

__ADS_1


Mata Louis masih menatap ke arah yang sama.


“ Hey..” Mark melempar bantal di sofa.


“ Kak, ada apa dengan matamu itu. Kau ingin mengintip istriku?” tatapannya jengah penuh kesal.


“ Aish.. kau gila ya. kau pikir aku ini apa? memangnya aku punya kemampuan seperti itu? aku manusia biasa.” Membalas lemparan Mark dengan bantal yang sama, tak kalah jengah dan kesalnya. Namun dengan sigap Mark menangkisnya, hingga terlempar ke arah lain.


“ Cih, srigala sepertimu mana bisa di percaya. Kau bahkan pernah menggodanya.”


“ Apa menggodaya?” Louis kembali mengambil kopinya dan memutar memorynya mengingat apa saja yang telah dia lakukan sebagai mata-mata Luna selama ini. Rasanya menyentuh Lunapun tidak pernah, Luna saja yang pernah mengergapnya saat dia kecolongan dan termakan perangkap Luna.


“ Kapan?” ucapnya pelan, bigung dimana letak dosanya.


“ Ya ya.. lihatlah wajah polos seakan tanpa dosa itu. Apa kau tidak malu?” bibir atasnya terangkat karena kesal.


Louis menyipitkan matanya, seakan menerawang dosa yang di tudahkan Mark padanya. “ Aa.” Dia menjentikkan jarinya, sepertinya dia telah ingat. Menatap Mark semangat, lalu kembali menoleh pada arah lain, takut dengan sorot mata adiknya sendiri.


“ Bagaimana bisa dia menganggap aksiku saat di Burning Club adalah dosa, jelas itu adalah aksi heroikku.”


“ Sudah ingat?” suara kesal Mark masih sama. “ Haha.. Mark aku aku sudah berjanji tidak akan pernah menulanginya.” Lebih baik begitu agar urusan cepat selesai.


Mark berdehem, sepertinya dia setuju untuk berdamai dan tak melanjutkan pemabahasan itu. “ Hal apa yang ingin kakak tunjukkan padaku?” sambil menaruh kopinya di meja, menatap Louis dengan tatapan tajam seperti biasanya.


“ Oh iya.” menaruh cangkirnya cepat. “ Ini. Lihatlah!.” Louis menyerahkan amplop coklat pada Mark.


Mark mengambilnya, lalu membuka apmlop tersebut. Dia mendesah dengan Smirk di bibirnya saat melihat beberapa foto dan berkas yang di berikan Louis.


“ Lou Hyena.. cih, dia sudah kembali ke China?.” Sekali lagi smirk terukir di bibirnya.


Louis hanya tersenyum kecil, dia tahu bahwa Mark sedang sangat marah, hingga membahas hal tidak penting seperti ini.


“ Mark,”


“ Hemm” Mark menoleh pada Louis. Mendengus senyum saat melihat ekspresi wajah Louis yang mengkhawatirkannya.


“ Kakak kau jangan berfikiran aneh. Ini adalah hal yang sangat aku tunggu-tunggu. Aku sudah tidak sabar untuk menghabisi orang-orang yang di sekeliling Jhon. Hyena adalah adalah satu kunci terkuatnya.”


“ Aku bahkan berfikir Hyena lebih dari itu. Kali ini aku tidak akan ada ampun lagi, meskipun dia seorang perempuan.” Lanjut Mark di dalam hatinya


“ Apa kakak menghilang saat pesta karena ini?” melirik Louis, butuh jawaban segera.


“ Iya, maafkan aku tidak memberi tahumu tentang ini. Aku tidak ingin kau mempunyai beban seperti ini saat pernikahanmu.” Menjawab tegas penuh kepeduliaan.


“ Jadi seberapa banyak yang telah kakak tutupi dariku selama bertugas di Florida?” Mark kembali membalik berkas yang belum di bacanya.


“ Mark maafkan aku. Aku..”


“ Untuk apa kakak meminta maaf. Aku sangat berterimakasih pada kakak, tapi lain kali aku mohon jangan menutupi apapun dariku. Dalam situasi dan kondisi apapun itu.”


“ Baik. Maafkan aku untuk ini.” pintanya lagi.


***


“ Hati-hatilah dalam bertugas kak. Maaf selalu merepotkan.” Mark mengantar Louis keluar setelah mereka selesai membahas hal-hal penting, termasuk rencana dan strategi awal untuk mengendalikan Hyena nantinya.


“ Jangan khawatirkan aku. Kau mempunyai tugas yang lebih berat dariku, Tetap jaga kesehatanmu.” Louis menepuk bahu Mark. bahu yang menyandang sejuta tanggung jawab itu.

__ADS_1


“ Pastinya, karena begitu banyak orang tersayang yang harus ku lindungi.” Jawab Mark seraya tersenyum.


“ Bagus, bagus” Louis menepuk kembali bahu Mark, lalu dia berbalik badan dan pergi.


“ Kakak terimakasih.” Mark tersenyum melihat punggung kakaknya menjauh lalu dia menutup pintu kembali. Teringat sang Istri, apakah masih tidur pulas di kamar. Tak sabar melihat, hingga dia mempercepat langkahnya.


“ Sayang kau sudah bangun.” Mark muncul dan melihat Luna yang baru bangkit dengan rambut yang acak-acakan.


“ Humm.” Jawab Luna belum menoleh. Lalu dia muntup mulutnya yang masih saja menguap. Luna menatap Mark dan langsung tergelak sambil menujuk Mark dengan telunjuknya. Penamapakan Mark mengenakan baju tidur warna kuning dengan detail gambar kelinci, baru terlihat jelas pagi ini, sangat lucu dan menggemaskan menurutnya.


“ Sayang coba berbalik.” Pinta Luna masih tertawa.


“ Wah wah mentertawaiku lagi? sangat berani ya.” Mark mendekat dan melompat ke ranjang.


Luna teriak dan memukul Mark dengan bantal, tapi dia masih tertawa hingga akhirnya dia memilih untuk merebahkan diri sambil memegangi perutnya.


“ Sangat lucu?” Mark sudah mengunci tubuh Luna dalam pelukannya.


“ Sangat sangat sangat sangat sangat...” Bicara dengan nada penekahan penuh.


” Sayang, bagaimana jika besok coba warna cerah lainnya.” lanjutnya dengan tawa di ujung kalimatnya.


“ Apa kau ingin jadikan suamimu bahan percobaan, hum?”


“ Kan tidak apa-apa sayang, sebagai hiburanku di pagi hari.” Tergelak lagi karena sudah membayangkan Mark mengenakan baju tidur dengan berbagai warna dan berbagai model.


“ Warna pink muda dan hijau terang seperti juga bagus sayang. Besok aku beli ah, untuk papa juga.” Sambil tertawa. Tak hanya suaminya, bahkan papanya juga ingin dia kerjai.


“ Cih, kenapa seleramu sangat jelek.”


“ Yang penting aku senang. Wek.” Mecibiri Mark penuh ejekan.


“ Wah wah, lidahmu sekarang memang sudah sangat nakal ya.” Mark membalikkan badannya dan menindih Luna dan mengunci kedua tangan Luna.


“ Hah.” Luna langsung terdiam, manatap Mark yang berada diatasnya. Menyedip-ngedipkan matanya lalu tersenyum bodoh.


“ Takut?” mark seringai senyum licik hingga alisnya terangkat.


“ Boleh aku teriak sayang?” senyum-senyum bodoh. debar jantung sungguh tak beraturan.


“ Teriaklah, jika kau ingin memberitahu semua orang apa yang kita lakukan.”


“ Eh.” Kening Luna berkerut, lalu dia merapatkan mulutnya. Pasti sangat memalukan jika memang terdengar oleh orang lain, pikirnya. Sudah lupa dengan kamar presidential suite yang super aman yang mereka tempati ini. Jangankan kedap suara, kaca saja anti peluru.


“ Teriaklah.” Tantang Mark, melihat Luna yang sudah bodoh ini.


Luna tak bersuara, dia hanya menggelengkan kepalanya. Mark seringai senyum senang.


Perlahan dia mencium lembut bibir istrinya, sesuai ritme semakin lama, ciuman mereka semakin dalam.


Bersambung...


.


.


Jangan lupa like dan komentnya.

__ADS_1


__ADS_2